Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: probiotik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Probiotik RICA Dalam Mereduksi Unsur Nitrogen Pada Tambak Udang Windu (Penaeus Monodon) Di Kabupaten Bulungan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APLIKASI PROBIOTIK RICA DALAM MEREDUKSI UNSUR NITROGEN PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Budidaya udang windu (Penaeus monodon) pada tambak tradisional memerlukan pengelolaan kualitas air yang optimal, terutama terhadap senyawa nitrogen yang dapat terakumulasi selama masa pemeliharaan. Amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk senyawa nitrogen yang berkaitan dengan proses dekomposisi bahan organik dan transformasi nitrogen dalam perairan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan untuk mempertahankan kondisi lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dinamika konsentrasi amonia (NH₃/NH₄⁺), nitrit (NO₂⁻), dan nitrat (NO₃⁻) antara tambak yang diaplikasikan probiotik RICA dan tambak tanpa probiotik pada budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan pada dua petak tambak masing-masing seluas 7 ha, terdiri atas satu petak dengan aplikasi probiotik RICA dan satu petak non-probiotik. Pengamatan dilakukan dari minggu ke-0 hingga minggu ke-12 dengan interval dua minggu. Parameter utama yang diamati meliputi amonia, nitrit, dan nitrat, sedangkan suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan alkalinitas digunakan sebagai parameter pendukung. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kisaran, rata-rata, pola perubahan, dan kecenderungan nilai antarpetak selama periode pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi amonia pada tambak probiotik berkisar 0,01–0,31 mg/L dengan rata-rata 0,077 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,03–0,34 mg/L dengan rata-rata 0,191 mg/L. Konsentrasi nitrit pada tambak probiotik berkisar 0,22–0,28 mg/L dengan rata-rata 0,247 mg/L, sedangkan tambak non-probiotik berkisar 0,25–0,36 mg/L dengan rata-rata 0,326 mg/L. Konsentrasi nitrat pada tambak probiotik lebih terkendali setelah minggu ke-4 dan mencapai 0,27 mg/L pada akhir pengamatan, sedangkan tambak non-probiotik mencapai 0,54 mg/L. Nilai DO, pH, dan alkalinitas pada tambak probiotik juga cenderung lebih stabil, sementara suhu dan salinitas pada kedua tambak masih mendukung budidaya udang windu. Secara deskriptif, aplikasi probiotik RICA berpotensi membantu mengendalikan dinamika senyawa nitrogen dan mempertahankan kestabilan kualitas air pada tambak tradisional udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS AIR DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG WINDU (Panaeus monodon) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI KABUPATEN BULUNGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kualitas air merupakan faktor pembatas utama dalam keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon). Akumulasi senyawa beracun akibat penurunan kualitas air sering kali memicu penurunan kesehatan udang hingga mortalitas massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi probiotik RICA dalam memperbaiki kondisi lingkungan perairan serta dampaknya terhadap kelangsungan hidup (Survival Rate) udang windu pada sistem tambak tradisional. Penelitian dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2025 di Pulau Tanjung Karis, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan membandingkan petak perlakuan probiotik RICA dan petak kontrol (non-probiotik), dengan parameter kualitas air merujuk pada Baku Mutu Permen KP No. 75 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak tambak dengan perlakuan probiotik memiliki kondisi lingkungan yang lebih stabil, ditandai dengan konsentrasi oksigen terlarut (5,7–7,1 mg/L), pH (8,08–8,48), dan amonia (0,01–0,31 mg/L) yang lebih baik dibandingkan dengan petak non-probiotik. Meskipun beberapa parameter seperti amonia, nitrit, dan alkalinitas pada kedua perlakuan belum sepenuhnya memenuhi baku mutu, aplikasi probiotik RICA terbukti mampu menekan akumulasi senyawa nitrogen berbahaya (Amonia dan Nitrit) lebih efektif dari pada petak non-probiotik. Hal ini sesuai dengan kelangsungan hidup udang windu yang mencapai 24,7% pada petak perlakuan probiotik, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan petak non-probiotik yang hanya sebesar 7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian probiotik RICA lebih baik dalam perbaikan kualitas air serta peningkatan kelangsungan hidup udang windu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemberian Probiotik Pada Rotifera dan Artemia Terhadap Sintasan Larva Kepiting Bakau Scylla Serrata

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepiting bakau Scylla serrata merupakan salah satu komoditas ekonomis dan saat ini kondisi kepiting sangat memprihatinkan diakibatkan ekploitasi. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya kepiting adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup dari larva kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 pada pakan alami rotifera dan artemia terhadap sintasan larva kepiting, sebagai upaya pengembangan budidaya mulai dari larva kepiting bakau (Scylla serrata) sampai crablate. Penelitian dilaksanakan di mini hatchery koperasi produsen nelayan Kalimantan Utara menggunakan metode rancangan acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi pakan tanpa pengkayaan probiotik (P1) dan pakan yang diperkaya probiotik EM4 dengan dosis 0,01 ml/L (P2), 0,1 ml/L (P3), dan 1 ml/L (P4). Parameter utama yang diamati adalah tingkat sintasan larva dari stadia zoea I hingga crablate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 dengan dosis 0,01ml/L memberikan sintasan tertinggi hingga mencapai 7,50% pada fase crablate, sementara perlakuan tanpa probiotik (P1) memberikan sintasan terendah yaitu 3,33%. Penggunaan probiotik terbukti meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh larva, yang berdampak pada kelangsungan hidup larva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Probiotik EM4 Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Pakan Terhadap Hubungan Panjang dan Berat Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2025•

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan salah satu komoditas utama dalam sektor budidaya air tawar. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi, salah satunya dengan peningkatan nutrisi pakan menggunakan probiotik EM4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik EM4 pada pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dosis yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan P1 (Pakan Pellet/kontrol), P2 (30 ml/kg pakan), P3 (40 ml/kg pakan), dan P4 (50 ml/kg pakan). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari bobot ikan. Benih ikan yang digunakan sebanyak 120 ekor yang berukuran 3-4 cm dengan padat tebar 1 ekor/liter. Data yang telah diperoleh ditabulasikan dan dianalisis menggunakan aplikasi software SPSS 29 yang meliputi Analisis Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EM4 pada pakan dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan Tingkat kelulushidupan. Sementara hasil yang terbaik adalah perlakuan P3 (dosis 40 mL/kg pakan).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN PROBIOTIK GUNA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN POSTLARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2025•

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas andalan perikanan yang sangat potensial di Kota Tarakan. Namun, keberhasilan budidaya udang ini kerap terkendala oleh rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada fase Post Larva 10 (PL-10), terutama akibat proses moulting yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan probiotik terhadap pertumbuhan serta kelangsungan hidup benur udang windu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas tiga perlakuan: kontrol (tanpa perlakuan), ekstrak daun karamunting (50 ppm), dan kombinasi ekstrak daun karamunting (50 ppm) dengan probiotik (5 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, berat, laju pertumbuhan spesifik, dan kelangsungan hidup benur udang windu. Perlakuan kombinasi menghasilkan pertumbuhan panjang mencapai 2,4 cm,dan berat 0,111 g tertinggi dibandingkan kontrol maupun ekstrak daun karamunting. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi mencapai 67,5% pada kombinasi perlakuan dibandingkan dengan kontrol sebesar 48,7%. Pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup selain itu juga mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan udang windu dan kelangsungan hidup udang windu,sedangkan probiotik berperan dalam meningkatkan efesiensi pencernaan dan kesehatan post larva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PRODUKTIVITAS PADA TAMBAK TRADISIONAL UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG MENGGUNAKAN PROBIOTIK DAN TANPA PROBIOTIK DI PULAU TIBI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu teknologi yang sudah teruji untuk meningkatkan tingkat produksi tambak, yaitu dengan pemberian probiotik dan fermentasi di tambak tradisional. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan produktivitas tambak yang menggunakan probiotik dan yang tidak menggunakan probiotik pada tambak tradisional di Pulau Tibi. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survei dan wawancara secara langsung dengan petambak di Pulau Tibi. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai dari bulan Februari sampai April 2024 di tambak Pulau Tibi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil produksi udang windu dan manajemen pengolahan tanah tambak di Pulau Tibi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengolahan tambak tradisional secara umum sama yang membedakan hanya penggunaan probiotik dan tanpa probiotik sehingga berpengaruh terhadap produksi tambak. Produksi udang windu tertinggi ada di tambak yang menggunakan probiotik rata-rata sebesar 383 kg, sedangkan rata-rata produksi terendah ada di tambak yang tidak menggunakan probiotik sebesar 276 kg. Dimana hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan probiotik dalam tambak tradisional memberikan dampak positif terhadap hasil produksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TANTANG PADA PL UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIBERI PROBIOTIK BERBEDA DENGAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penyakit Vibriosis bersifat sangat akut serta ganas, karena dapat mengakibatkan kematian larva udang pada waktu yang singkat antara 1 hingga 3 hari sejak awal terinfeksi. Salah satu alternatif pencegahan terhadap penyakit Vibriosis adalah pemberian bakteri probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan probiotik dalam menghambat pertumbuhan bakteri V.parahaemolyticus yang akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup post larva udang windu (P. monodon). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan 1 pemberian probiotik kultur, perlakuan 2 pemberian probiotik komersil (EM4), dan perlakuan 3 tanpa pemberian probiotik. Penelitian dilakukan selama 66 hari dengan total masa pemeliharaan 51 hari, melakukan sampling 2 kali, kemudian di lanjut uji tantang selama 15 hari serta menghitung pengukuran panjang dan berat. Parameter kualitas air yang diukur pada penelitian ini meliputi suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Didapatkan perlakuan terbaik adalah pemberian probiotik kultur dengan nilai panjang mutlak 1,83 cm, berat mutlak 0,5 gr, SGR 3,86 %, dan SR 72,5 %, dimana hasil ini memberikan pengaruh yang signifikan dari pada perlakuan lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN PROBIOTIK DENGAN TEKNIK KULTUR BERBEDA UPAYA MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2024•

PENGGUNAAN PROBIOTIK DENGAN TEKNIK KULTUR BERBEDA UPAYA MENEKAN PERTUMBUHAN BAKTERI Vibrio parahaemolyticus PADA MEDIA PEMELIHARAAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Udang windu P. monodon adalah salah satu spesies udang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dalam industri perikanan. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada udang yang dikenal sebagai Vibrio infection atau Vibriosis. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan probiotik telah menjadi fokus penelitian dalam budidaya udang windu. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan dari probiotik komersil dan probiotik hasil kultur dalam menekan pertumbuhan populasi V. parahaemolyticus serta menganalisa kepadatan populasi dari V. parahaemolyticus pada media budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan masa pemeliharaan 15 hari, kemudian dilanjut uji tantang dan untuk perhitungan atau analisa jumlah koloni bakteri serta isolasi bakteri menggunakan metode Total Plate Count . Kemudian untuk parameter kualitas air yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu, oksigen terlarut (DO), pH (derajat keasaman), salinitas, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh selama masa penelitian menunjukkan jumlah bakteri V. parahaemolyticus pada perlakuan P1 tanpa pemberian probiotik didapatkan nilai 1,85 x 106 CFU/ml, P2 dengan probiotik komersil (EM4) yaitu 4 x 105 CFU/ml, dan P3 probiotik hasil kultur 8 x 104 CFU/ml. Pada perlakuan P3, yaitu dengan penambahan probiotik hasil kultur mampu menekan pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus pada media pemeliharaan udang windu dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UDANG WINDU (Penaeus monodon) MELALUI APLIKASI PROBIOTIK PADA TAMBAK TRADISIONAL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambak tradisional yang ada di Kalimantan Utara umumnya dikelolah secara polikultur yang terletak diwilayah pesisir yang merupakan tempat budidaya udang dan ikan. Saat ini para pembudidaya udang windu (penaeus monodon) menghadapi permasalahan dimana hasil produksi menurun yang disebabkan menurunnya daya dukung lahan dan timbulnya berbagai macam penyakit yang menjadi masalah utama sehingga hal ini menyebabkan menurunnya produktivitas tambak. Pemberian probiotik penting dilakukan untuk meningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu pada tambak tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas udang windu melalui aplikasi probiotik pada tambak tradisional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember 2023, di tambak tradisional dipulau Tibi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Deskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan aplikasi probiotik pada tambak tradisional dapat meningkatkan produktivitas udang windu secara signifikan dengan tingkat kelangsungan hidup udang windu mencapai 24,7 %. Jika dibandingkan dengan hasil sebelum penggunaan probiotik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi adalah ikan nila. Upaya untuk meningkatkan produktifitas budidaya ikan nila diantaranya adalah dengan pemberian probiotik pada pakan. Bakteri dalam probiotik dapat memberikan manfaat bagi inangnya dengan cara menurunkan jumlah bakteri patogen, meningkatkan respon inang terhadap penyakit, meningkatkan nutrisi pakan, membuat produk pakan lebih efisien dan meningkatkan kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 yang dikultur dan disemprotkan pada pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (kontrol), P2 (pemberian probiotik selang 1 hari sekali), P3 (pemberian probiotik selang 2 hari sekali), P4 (pemberian probiotik selang 3 hari sekali) dan P5 (pemberian probiotik selang 4 hari sekali). Hasil penelitian yang terbaik adalah pada perlakuan 3 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 10,4 gr, panjang 4,5 cm, SGR 2,8%, serta nilai FCR 1:1,09 dan kelangsungan hidup sebesar 96%. Pemberian pakan probiotik selang 2 hari sekali dapat dijadikan acuan untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pemberian probiotik interval 1 hari), P3: (pemberian probiotik interval 2 hari), P4: (pemberian probiotik interval 3 hari). Berdasarkan statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate), SR (Survival Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Interval pemberian probiotik yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp) terdapat pada perlakuan 2 dengan konsentrasi (pemberian pakan probiotik interval 1 hari), dengan nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,4 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 5,8 gr, SGR sebesar 5,3 %, FCR dengan nilai 2,9 dan SR sebesar 100%. Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 25°C-29°C, pH 7-7,7, DO 6,6-8,2 mg/L, Amoniak 0,14-0,95 mg/L.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan patin (Pangasius pangasius)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan patin (Pangasius pangasius) merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Usaha meningkatkan laju pertumbuhan ikan patin dalam memenuhi permintaan pasar salah satunya yaitu menggunakan probiotik ke dalam pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dengan interval berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup beni ikan patin (Pangasius pangasius). Penelitian ini menggunakan ikan patin (Pangasius pangasius) dengan ukuran 6-8 cm sebanyak 120 ekor dan menggunakan akuarium sebanyak 15 unit dengan padat tebar 1 ekor/ liter. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu P1: kontrol (pakan tanpa pemberian probiotik), P2: pemberian probiotik 1 hari sekali, P3: pemberian probiotik 2 hari sekali, P4: pemberian probiotik 3 hari sekali, P5: pemberian probiotik 4 hari sekali dengan pemberian probiotik pada masing-masing perlakuan yaitu 10ml/kg. Parameter yang diamati dari penelitian adalah pertumbuhan berat dan panjang, kelangsungan hidup, pertumuhan spesifik (SGR), serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO dan amonia. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh selama penelitian perlakuan P4 dengan pemberian probiotik 3 hari sekali, mengalami pertumbuhan yang paling tinggi yakni 13,47 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan Media Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Bkateri Probiotik

2023•

Probiotik adalah mikroba hidup yang mampu memberikan keuntungan bagi inang yaitu dengan mengatur keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan, meningkatkan efesiensi dan pemanfaatan pakan, meningkatkan respon imun serta memperbaiki kualitas lingkungan. Penggunaan probiotik menjadi solusi internal untuk menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan yang optimal, mengurangi biaya produksi dan pada akhirnya dapat mengurangi beban lingkungan karena akumulasi limbah diperairan. Hal penting yang harus diperhatikan saat kultur berlangsung yaitu ketersediaan nutrisi yang menunjang kehidupan bakteri probiotik dengan media substrat yang komposisinya terdiri atas nutrisi tertentu yang diperlukan untuk menumbuhkan dan mempelajari sifat-sifat bakteri. Komposisi nutrisi media yang lengkap mengandung sumber karbon, nitrogen, belerang, fosfat, logam mikro, vitamin, penyubur, NaCl dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media yang paling efektif untuk menguji pertumbuhan bakteri probiotik dengan pemberian media yang berbeda. Rancangan percobaan menggunakam RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari empat perlakuan dengan empat ulangan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, perlakuan A merupakan yang paling efektif digunakan dalam kultur bakteri probiotik dengan nilai OD 2,155.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Windu (Panaeus monodon) Pada Tambak Tradisional Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas udang windu hasil budidaya di Kota Tarakan tergolong rendah. Penggunaan probiotik pada budidaya udang windu sangat baik karena dapat mengurai amonia yang berbahaya bagi udang, dan dapat menumbuhkan pakan alami di tambak berupa plankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang dan berat udang windu pada tambak tradisional yang diberi probiotik serta mengetahui kelangsungan hidup udang windu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – April 2022, di tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua lokasi tambak yang berbeda, dengan menempatkan 4 jaring yang memonitoring pertumbuhan udang. Nilai pertumbuhan panjang udang tertinggi akhir penelitian diperoleh pada P1 = probiotik yaitu 15,8 cm dengan berat 34,66 gram, sedangkan nilai panjang udang windu terendah diakhir penelitian pada Po = kontrol yaitu 13,4cm dan berat 24,14 gram. Tingkat kelangsungan hidup udang tertinggi selama penelitian diperoleh pada P1 yaitu 85 %, untuk kelangsungan hidup terendah pada Po yaitu 64%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN PROBIOTIK EM4 TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA

2020•

Penelitian penggunaan probiotik komersial dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan lele dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan probiotik terhadap laju pertumbuhan ikan lele (Clarias sp)dengan dosis yang berbeda dengan ukuran 4-5 cm. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan. A (kontrol), B (10 ml/kg pakan), C (20 ml/kg pakan) dan D (30 ml/kg pakan). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari. Parameter yang diamti adalah pertumbuhan panjang dan berat, kelangsungan hidup, serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO dan amoniak. Pengukuran pertumbuhan ikan lele dilakukan 2 kali hari pertama dan hari terakhir penelitian yang berlangsung 30 hari. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan panjang rata-rata ikan lele pada perlakuan A (1,100± 0,190 cm), B (1,0600 ± 0,141 cm), C (1,0633 ± 0,041 cm) dan perlakuan D (3,3067¬ ± 3,120 cm). Rata-rata bobot ikan lele pada perlakuan A (2,7800 ± 0,376 gr), B (2,6100 ± 0,556 gr), C (3,646 ± 2,276 gr) dan perlakuan D (3,026 ± 0,345 gr). Sedangkan pada kelangsungan hidup ikan lele pada perlakuan A (100 ± 00%), B (86,66 ± 11,54%), C (86,66 ± 11,54%) dan perlakuan D (100 ± 00%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian probiotik EM-4 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus)

2020•

Ikan nila merupakan salah satu hasil budidaya air tawar yang diminati masyarakat karena memiliki keunggulan yaitu memiliki rasa yang spesifik, daging padat dan mudah didapatkan serta harga yang relatif murah. Namun budidaya ikan nila memiliki kelemahan yaitu penggunaan pakan yang menghabiskan 60-70 % dari total produksi yang dikeluarkan. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM-4 pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian ini dilakukan selama 35 hari. Hasil uji menunjukan pertumbuhan berat mutlak dan berat spesifik tidak berbeda nyata (p>0,05) namun berbeda nyata terhadap panjang mutlak ikan nila (p0,05). Pertumbuhan relatif tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g (P3) dengan berat rata-rata 3,58 gram dan terendah terdapat pada perlakuan Kontrol (tanpa probiotik) dengan berat rata-rata 2,51 gram. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g (P3) dengan berat rata-rata 3,51 gram dan terendah pada perlakuan kontrol (tanpa probiotik) dengan berat rata-rata 2,88 gram. Pertumbuhan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan 0,5 ml/50g dengan panjang rata-rata 2,47 cm dan terendah terdapat pada perlakuan kontrol (tanpa probiotik) dengan panjang rata-rata 1,92 cm. Kondisi kualitas air, suhu, pH, DO dan amoniak masih dalam kisaran normal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail