Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

27 hasil
Subjek: Kelangsungan Hidup
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Kappaphycus alvarezii DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KETAHANAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI Aeromonas hydrophila

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab utama penyakit pada ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang dapat menurunkan kesehatan dan menyebabkan kematian. Penggunaan antibiotik secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi bakteri dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Kappaphycus alvarezii terhadap ketahanan ikan lele sangkuriang yang diinfeksi A. hydrophila serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta pemberian ekstrak K. alvarezii dengan dosis 90 mg/L, 100 mg/L, dan 110 mg/L. Parameter yang diamati meliputi gejala klinis, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak K. alvarezii mampu meningkatkan ketahanan ikan terhadap infeksi A. hydrophila. Perlakuan dosis 90 mg/L, 100 mg/L, dan 110 mg/L menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%, sedangkan kontrol positif hanya 33,33%. Gejala klinis pada ikan yang diberi ekstrak lebih ringan dibandingkan kontrol positif. Dosis 110 mg/L menunjukkan respons pemulihan tercepat berdasarkan perbaikan nafsu makan dan penurunan produksi lendir. Dengan demikian, ekstrak Kappaphycus alvarezii berpotensi digunakan sebagai bahan alami untuk meningkatkan ketahanan ikan lele terhadap infeksi bakteri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ADAPTASI BENIH NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN SUPLEMEN VITAMIN D3+K2 TERHADAP SALINITAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Adaptasi Benih Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Suplemen Vitamin D3+K2 Terhadap Salinitas Abstrak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi, namun kurang toleran terhadap salinitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suplemen Vitamin D3+K2 terhadap adaptasi benih ikan nila pada berbagai tingkat salinitas. Penelitian dilaksanakan Agustus– September 2025 di Laboratorium Budidaya Perairan FPIK Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan RAL Faktorial (Faktor A: pakan dengan/tanpa Vitamin D3+K2; Faktor B: salinitas 5, 10, 15 ppt) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot dan panjang mutlak, SGR, Survival Rate (SR) dianalisis secara statistik menggunakan anova two way factor dan uji lanjut LSD dengan tingkat kepercayaan 95% (p0,05), dan secara deskriptif untuk kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi Vitamin D3+K2 pada salinitas 5 ppt menghasilkan pertumbuhan terbaik bobot mutlak 1,79 g; panjang mutlak 3,9 cm; SGR 5,96%), dengan SR 100% pada semua perlakuan. Disimpulkan bahwa suplemen Vitamin D3+K2 pada salinitas 5–10 ppt mer upakan kombinasi optimal untuk budidaya benih nila di perairan payau. .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN MEDIA PAKAN YANG BERBDEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOI ( Cyprinus carpio)

2026•

PENGARUH PEMBERIAN MEDIA PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOI (Cyprinus carpio) Abstrak Berbagai macam spesies ikan hias air tawar yang dapat dibudidayakan di lingkungan terkontrol dapat ditemukan di Indonesia. Belatung (Hermetia illucens) adalah salah satu makanan pengganti yang dapat diberikan kepada ikan koi. Oleh karena itu, dengan menggunakan berbagai media pertumbuhan, para peneliti berupaya menciptakan pakan alami tipe belatung sebagai alternatif makanan. Kepadatan populasi belatung dapat ditingkatkan secara maksimal dengan media pertumbuhan yang tepat. Penelitian ini menyelidiki pengaruh berbagai media pakan dan belatung terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan koi (Cyprinus carpio). Untuk menilai parameter kualitas air berupa suhu, pH, DO, dan amonia, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ada variasi yang terlihat pada berat absolut ikan koi (Cyprinus carpio) dalam hal perkembangan dan kelangsungan hidupnya, terdapat perbedaan yang terlihat pada panjang absolut dan SR-nya. Berat absolut ikan yang diberi perlakuan adalah (A) Kontrol 0,08 gram, (B) Belatung + Kubis 0,08 gram, (C) Belatung + Kulit Pisang dan Belatung + Labu Kuning 0,09 gram, dan (D) Belatung + Labu Kuning 4,2 cm; panjang absolut ikan yang diberi perlakuan adalah (A) Kontrol 3,5 cm, (B) Belatung + Kubis 3,8 cm, (C) Belatung + Kulit Pisang, dan (D) Belatung + Labu Kuning 80%. Dengan panjang absolut 4,2 cm, berat absolut 0,09 gram, dan SR 87%, Perlakuan (D) Belatung + Labu Kuning menghasilkan pertumbuhan tertinggi. Kata kunci: Ikan Koi, Maggot, Pakan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Probiotik EM4 Dengan Dosis Yang Berbeda Pada Pakan Terhadap Hubungan Panjang dan Berat Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2025•

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan salah satu komoditas utama dalam sektor budidaya air tawar. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi, salah satunya dengan peningkatan nutrisi pakan menggunakan probiotik EM4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik EM4 pada pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dosis yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan P1 (Pakan Pellet/kontrol), P2 (30 ml/kg pakan), P3 (40 ml/kg pakan), dan P4 (50 ml/kg pakan). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari bobot ikan. Benih ikan yang digunakan sebanyak 120 ekor yang berukuran 3-4 cm dengan padat tebar 1 ekor/liter. Data yang telah diperoleh ditabulasikan dan dianalisis menggunakan aplikasi software SPSS 29 yang meliputi Analisis Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EM4 pada pakan dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan Tingkat kelulushidupan. Sementara hasil yang terbaik adalah perlakuan P3 (dosis 40 mL/kg pakan).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Probiotik EM4 dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele (Clarias sp)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK EM4 DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE (Clarias Sp). ABSTRAK Budidaya ikan lele yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya menggunakan pakan buatan sekitar 60-75% dari total biaya produksi yang dikeluarkan. Harga pakan buatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sehingga dibutuhkan alternatif untuk meminimalkan penggunan pakan buatan tanpa mengurangi komposisi nutrisi pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penambahan probiotik EM4 dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan benih Ikan Lele (Clarias Sp). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Benih ikan lele yang digunakan sebanyak 120 ekor dengan ukuran 4-5 cm dan padat penebaran 1 ekor/liter (volume wadah 10 l). Benih ikan sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu diadaptasikan selama 7 hari. Rancangan penelitian ini menggunakan Perlakuan yaitu: P1 tanpa penambahan probiotik EM4 (kontrol), P2 (30 ml/kg pakan), P3 (40 ml/kg pakan), dan P4 (50 ml/kg pakan). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari bobot ikan. Data yang diperoleh ditabulasikan dan dianalisis menggunakan aplikasi software SPSS 29 yang meliputi Analisis Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik EM4 pada pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelangsungan hidup. hasil yang terbaik adalah perlakuan P3 (pakan crumble dengan dosis 40 ml/kg pakan). Penambahan probiotik EM4 pada pakan dapat meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang yang lebih tinggi yaitu 3.29 gr dan 6.8 cm dan kelangsungan hidup benih ikan lele sebesar 98%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DAN PROBIOTIK GUNA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN POSTLARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2025•

Udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas andalan perikanan yang sangat potensial di Kota Tarakan. Namun, keberhasilan budidaya udang ini kerap terkendala oleh rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada fase Post Larva 10 (PL-10), terutama akibat proses moulting yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan probiotik terhadap pertumbuhan serta kelangsungan hidup benur udang windu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas tiga perlakuan: kontrol (tanpa perlakuan), ekstrak daun karamunting (50 ppm), dan kombinasi ekstrak daun karamunting (50 ppm) dengan probiotik (5 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, berat, laju pertumbuhan spesifik, dan kelangsungan hidup benur udang windu. Perlakuan kombinasi menghasilkan pertumbuhan panjang mencapai 2,4 cm,dan berat 0,111 g tertinggi dibandingkan kontrol maupun ekstrak daun karamunting. Selain itu, tingkat kelangsungan hidup tertinggi mencapai 67,5% pada kombinasi perlakuan dibandingkan dengan kontrol sebesar 48,7%. Pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun karamunting dan probiotik memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup selain itu juga mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan udang windu dan kelangsungan hidup udang windu,sedangkan probiotik berperan dalam meningkatkan efesiensi pencernaan dan kesehatan post larva.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

kajian salinitas optomal untuk pertumbuhan benih ikan nila (orechromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting perikanan budidaya air tawar di Indonesia. Karena ikan nila digemari oleh masyarakat, ikan ini bisa di jadikan peluang usaha budidaya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perubahan salinitas dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh salinitas berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus) serta mengetahui salinitas yang terbaik untuk kelulushidupan dan pertumbuhan yang tertinggi pada benih nila (Oreochromis niloticus) sehingga produksi ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat dioptimalkan. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari, dari bulan Oktober- November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dimana tiap perlakuan memiliki tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah pemeliharaan ikan dengan salinitas 0 ppt, 4 ppt, 6 ppt dan 10 ppt. Hasil penelitian ini yaitu pemeliharaan ikan nila dengan salinitas berbeda pada perlakuan diperoleh pertumbuhan panjang P0 (0 ppt) 1,17 cm, P1 (4 ppt) 1,21 cm, P2 (6 ppt) 1,27 cm dan P3 (10 ppt) 1,34 cm. Sedangkan untuk pertumbuhan bobot ikan nila yang diperoleh P0 1,37 gr, P1 2,12 gr, P2 2,17 gr, P3 2,24 gr. Untuk kelangsungan hidup ikan nila diperoleh nilai P0 53%, P1 83%, P2 dan P3 sebesar 86 %. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan P0:0 ppt P1:4 ppt, P2:6 ppt, P3:10 ppt berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat mutlak dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan ikan nila pada salinitas 10 ppt memberikan nilai hasil pertumbuhan berat dan panjang yang tinggi dengan kelangsungan hidup 86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS PENGAPLIKASIAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermatia illucens) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN PADA IKAN LELE (Clarias sp)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier (Hermatia illucens) yang dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya mengkonsumsi bahan-bahan organik. Syarat bahan yang dapat yang dapat dijadikan bahan baku pakan yaitu : tidak berbahaya bagi ikan, tersedia sepanjang waktu, mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan, dan bahan tersebut tidak berkompetisi dengan kebutuhan manusia.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kombinasi maggot dengan pakan buatan, sehingga menghasilkan pertumbuhan dan sintasan yang optimal terhadap benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu A= Pemberian maggot 100%, B = Kombinasi maggot 25% + pelet 75%, C = Kombinasi Maggot 75% + pelet 25%, D = Maggot 50% + Pellet 50%, E = Pelet 100%. Ikan yang digunakan adalah ikan lele yang berukurang 3-5 cm dengan umur ±3-4 minggu. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Dari masing-masing perlakuan panjang mutlak ikan lele (Clarias sp.) A. Magot 100% (3,01 cm), B. Magot 25% dan Pelet 75% (3,59 cm), B. Magot 75% dan Pelet 25% (3,6 cm), D. Magot 50% dan Pelet 50% (5,39 cm), dan E. Pelet 100% (2,31 cm), Dari masing-masing perlakuan berat mutlak ikan lele (Clarias sp.) A. Magot 100% (3,01 cm), B. Maggot 25% dan Pelet 75% (3,59 cm), B. Maggot 75% dan Pelet 25% (3,6 cm), D. Maggot 50% dan Pelet 50% (5,39 cm), dan E. Pelet 100% (2,31 cm). Efektifitas pengaplikasian maggot black soldier fly (hermatia illucens) sebagai alternatif pakan pada ikan lele (clarias sp.). pakan maggot. D. Kombinasi Magoot 50% dan pellet 50% pada panjang mutlak.dan menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi sebesar 10,42 cm pada berat mutlak, 9,67 gram pada panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% untuk ketiga perlakuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM: KAJIAN MEKANISME FILTER VERTIKAL TERHADAP PARAMETER FISIKA-KIMIA AIR DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2024•

Ikan nila (O. niloticus) adalah ikan konsumsi bernilai ekonomis dengan permintaan tinggi dari konsumen maupun peneliti. Proses penyediaan benih dilakukan dengan kegiatan budidaya benih ikan nila. Namun proses kegiatan ini mengalami permasalah utama yaitu kematian benih akibat penurunan kualitas air yang menyebabkan ikan nila menjadi stress dan mengalami kematian. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi yang dapat dijadikan solusi alternatif dalam menjaga kualitas air. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kualitas air parameter fisika dan kimia antar titik sampling pada rangkaian kolam Recirculating Aquaculture System (RAS), menganalisis korelasi antar parameter kualitas air dan mengukur kelangsungan hidup ikan nila. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sistem budidaya ini mampu menjaga kualitas air serta berkorelasi terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila. Penelitian ini dilakukan di Usaha Perikanan Rakyat (UPR) Progosari Kota Tarakan selama 42 hari. Titik sampling dilakukan pada inlet, outlet dan kolam pemeliharaan dari rangkaian sistem RAS. Metode Pengukuran menggunakan metode kuantitatif deskriptif pada pengukuran suhu, kecerahan, pH, DO, CO2 dan amonia serta pengukuran kelangsungan hidup. Metode kualitatif pada pengamatan warna air. Selanjutnya data dianalisis dengan uji korelasi antar parameter. Hasil penelitian menunjukkan parameter kualitas air saling mempengaruhi satu sama lain dan berfluktuatif antar parameter setiap titik sampling serta masih sesuai dengan standar baku mutu budidaya ikan nila selama masa pemeliharaan. Titik sampling pada inlet (hasil filterisasi) menunjukkan hasil yang baik diikuti pada titik kolam pemeliharaan dan pada titik outlet (sebelum filterisasi). Hasil analisis korelasi antar dua parameter fisika-kimia pada setiap titik sampling menunjukan korelasi yang kuat searah, tidak berkorelasi serta berkorelasi kuat terbalik. Pengukuran kelangsungan hidup ikan nila selama 42 hari menunjukkan nilai 97,57%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditas ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi adalah ikan nila. Upaya untuk meningkatkan produktifitas budidaya ikan nila diantaranya adalah dengan pemberian probiotik pada pakan. Bakteri dalam probiotik dapat memberikan manfaat bagi inangnya dengan cara menurunkan jumlah bakteri patogen, meningkatkan respon inang terhadap penyakit, meningkatkan nutrisi pakan, membuat produk pakan lebih efisien dan meningkatkan kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 yang dikultur dan disemprotkan pada pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus). Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (kontrol), P2 (pemberian probiotik selang 1 hari sekali), P3 (pemberian probiotik selang 2 hari sekali), P4 (pemberian probiotik selang 3 hari sekali) dan P5 (pemberian probiotik selang 4 hari sekali). Hasil penelitian yang terbaik adalah pada perlakuan 3 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 10,4 gr, panjang 4,5 cm, SGR 2,8%, serta nilai FCR 1:1,09 dan kelangsungan hidup sebesar 96%. Pemberian pakan probiotik selang 2 hari sekali dapat dijadikan acuan untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila (O. niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pemberian probiotik interval 1 hari), P3: (pemberian probiotik interval 2 hari), P4: (pemberian probiotik interval 3 hari). Berdasarkan statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate), SR (Survival Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Interval pemberian probiotik yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp) terdapat pada perlakuan 2 dengan konsentrasi (pemberian pakan probiotik interval 1 hari), dengan nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,4 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 5,8 gr, SGR sebesar 5,3 %, FCR dengan nilai 2,9 dan SR sebesar 100%. Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 25°C-29°C, pH 7-7,7, DO 6,6-8,2 mg/L, Amoniak 0,14-0,95 mg/L.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Maggot Sebagai Pakan Alternatif Untuk Menunjang Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditas perikanan Indonesia yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah dikenal lama, relatif cepat tumbuh dan mempunyai respon yang baik terhadap lingkungan sehingga muda untuk dibudidayakan. Departemen perikanan dan Akuakultur FAO (Foad and Agriculture Oranization) menetapkan ikan nila diurutan ketiga setelah udang dan salmon sebagai salah satu sukses Akuakultur di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi maggot sebagai pakan alternatif dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: kontrol (pemberian pakan pellet 100%), perlakuan 2 (pemberian pakan pellet 75% + pakan maggot 25%), perlakuan 3 (pemberian pakan pellet 50% + pakan maggot 50%), perlakuan 4 (pemberian pakan pellet 25% + pakan maggot 75%), dan perlakuan 5 (pemberian pakan maggot 100%). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, panjang mutlak, survival Rate (SR), spesifik Growt Rate (SGR), Grow Rate (RGR) dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bobot tertinggi pada perlakuan 4 dengan nilai 1,97, pertumbuhan Panjang tertinggi pada perlakuan 4 dengan nilai 1,20. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi didapatkan oleh perlakuan 1 (kontrol) dengan nilai 1,46%, laju pertumbuhan relatif tertinggi pada perlakuan 1 (kontrol) dengan nilai 38,02%. Sedangkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan 3 dengan nilai 95,56%. Maggot merupakan pakan alternatif untuk menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila karena maggot memiliki kandungan protein tinggi, tekstur yang kenyal dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Kata Kunci: Ikan nila, kelangsungan hidup, maggot, pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan patin (Pangasius pangasius)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan patin (Pangasius pangasius) merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Usaha meningkatkan laju pertumbuhan ikan patin dalam memenuhi permintaan pasar salah satunya yaitu menggunakan probiotik ke dalam pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dengan interval berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup beni ikan patin (Pangasius pangasius). Penelitian ini menggunakan ikan patin (Pangasius pangasius) dengan ukuran 6-8 cm sebanyak 120 ekor dan menggunakan akuarium sebanyak 15 unit dengan padat tebar 1 ekor/ liter. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu P1: kontrol (pakan tanpa pemberian probiotik), P2: pemberian probiotik 1 hari sekali, P3: pemberian probiotik 2 hari sekali, P4: pemberian probiotik 3 hari sekali, P5: pemberian probiotik 4 hari sekali dengan pemberian probiotik pada masing-masing perlakuan yaitu 10ml/kg. Parameter yang diamati dari penelitian adalah pertumbuhan berat dan panjang, kelangsungan hidup, pertumuhan spesifik (SGR), serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu, pH, DO dan amonia. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh selama penelitian perlakuan P4 dengan pemberian probiotik 3 hari sekali, mengalami pertumbuhan yang paling tinggi yakni 13,47 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN CACING LAUT (Nereis sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP JUVENIL UDANG WINDU (Penaeus monodon)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalimantan Utara sebagai penghasil udang windu terbesar di Indonesia yang berkontribusi dalam usaha budidaya air payau di tambak. Udang windu banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki kandungan protein tinggi serta asam amino yang cukup lengkap. Produk perikanan ini menjadi penyumbang devisa negara dari ekspor non-migas dengan negara tujuan utama adalah Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Salah satu permasalahan tambak tradisional adalah kurangnya ketersediaan pakan alami selama masa pemeliharaan khususnya pakan juvenil udang windu yang berumur lebih dari satu bulan hingga panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cacing laut (Nereis sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang windu (Penaeus monodon). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan padat penebaran yang digunakan dalam setiap wadah sama yaitu 20 ekor. Hasil penelitian yang diberi pakan cacing laut (Nereis sp.) memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup juvenil udang windu (Penaeus monodon). Pada perlakuan 4 menunjukkan pertambahan panjang dan berat total yang paling tinggi dari perlakuan lainnya sedangkan pada perlakuan 3 dan 2 memiliki nilai persentase kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan 4 dan 1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Potensi Maggot (Hermatia illucens) Dari Kultur Sampah Tomat dan Gorengan Sebagai Pakan Alternatif Guna Peningkatan kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan pasar ikan lele terus meningkat setiap tahunnya, oleh sebab itu produksi perlu ditingkatkan lagi, terutama pada proses kelangsungan hidup ikan lele. Permasalahan kelangsungan hidup umumnya karena mahalnya harga pakan ikan. Untuk menekan harga pakan perlu dicari alternatif pengganti sumber protein hewani lebih murah dan mudah diperoleh yaitu maggot. Maggot (Hermatia illucens) merupakan organisme yang berasal dari telur lalat black soldier fly. Maggot sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan lele karena maggot memiliki kandungan protein tinggi dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi maggot dari kultur sampah tomat dan gorengan sebagai pakan alternatif guna peningkatan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp.). Rancangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan 3 ulangan, yaitu : kontrol (pemberian pakan pelet 100%), perlakuan 2 ( pemberian pakan pelet 75% + maggot 25%), perlakuan 3 (pemberian pakan pelet 50% + maggot 50%), perlakuan 4 (pemberian pakan pelet 25% + maggot 75%), dan perlakuan 5 (pemberian maggot 100%). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, Survival Rate (SR), Spesifik Growth Rate (SGR), dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot dari kultur sampah tomat dan gorengan dapat digunakan sebagai pakan alternatif ikan lele dan hasil terbaik didapatkan pada perlakuan 3 dengan kombinasi pakan pelet 50% + maggot 50% dengan hasil pertumbuhan sebesar18,33%, tingkat kelangsungan hidup sebesar 100% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,02%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU PADA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN UJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila

2023•

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU PADA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN UJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Abstrak Ikan nila merupakan ikan yang banyak sukai oleh masyarakat Indonesia, karena rasa daging yang enak, dagingnya tebal serta kandungan gizi yang tinggi. Namun budidaya ikan nila terdapat beberapa masalah, salah satunya adalah infeksi bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu diperlukan bahan alami yang dapat meningkatkan imonustimulan pada ikan nila dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun mengkudu (Morinda citrilofia) pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan uji tantang bakteri A. hydrophila. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tigakali ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air. Data dianalisis secara deskriptif. Pemeliharaan ikan selama 30 hari selanjutnya diuji tantang dengan A. hydrophila selama 7 hari. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan P3, dengan kelangsungan hidup, pertumbuhaan panjang dan berat mutlak memiliki nilai terbaik serta respon dan daya tahan tubuh terhadap infeksi bakteri juga baik. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ekstrak daun mengkudu berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot, panjang, dan kelangsungan hidup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN JENIS PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GUPPY (Poecilia reticulata)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Ikan guppy merupakan salah satu jenis ikan hias yang diminati oleh masyarakat karena memiliki bentuk dan warna tubuh yang indah. Munculnya variasi bentuk dan warna pada ikan guppy ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan guppy (P. reticulata). Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari, di Laboratorium Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pada perlakuan P1 (Maggot), P2 (Kutu air), dan P3 (Cacing sutra) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Panjang dan berat tubuh ikan namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup (SR) pada ikan guppy (P. reticulata). Perlakuan P3 (Cacing Sutra) merupakan perlakuan terbaik dengan pertambahan Panjang tubuh sebesar 1,8 cm dan berat tubuh sebesar 0,18 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA SISTEM RESIRKULASI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia merupakan ikan budidaya yang menjadi salah satu komoditas ekspor. Padat tebar yang tinggi dalam budidaya ikan nila dapat menurunkan kualitas air oleh karena itu digunakan sistem resirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh padat tebar terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila pada sistem resirkulasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dan data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif dengan 3 perlakuan, yaitu perlakuan A (20 ekor/20 liter), perlakuan B (30 ekor/20 liter), dan perlakuan C (40 ekor/20 liet). Hasil pertumbuhan berat mutlak ikan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A yaitu 14,1 gram dan yang terendah pada perlakuan C 11,3 gram. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan A yaitu 4,9 cm dan terendah pada perlakuan C 3,5 cm. Hasil dari kelangsungan hidup ikan nila yang paling tinggi yaitu pada perlakuan A yaitu 100%, sedangkan yang paling rendah pada perlakuan C yaitu 92%. Namun dari ketiga perlakuan pertumbuhan yang paling berpengaruh pada padat tebar yaitu perlakuan A dan tingkat kelangsungan (SR) tidak berpengaruh pada ikan nila dari tiga perlakuan menghasilkan yang lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KETAPANG KOMBINASI EM4 DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele dumbo merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan yang memiliki prospek tinggi dan banyak diminati masyarakat. Produksi ikan lele sebanding dengan tingkat pertumbuhan yang optimal. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang kurang baik sehingga rentan terhapap bakteri dan patogen. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan penambahan bahan alami berupa daun ketapang yang memiliki senyawa aktif dan mudah didapatkan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun ketapang kering serta efektivitas pemberian ekstrak daun ketapang terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: kontrol (0 ekstrak daun ketapang + 0 probiotik), P2: (10 ml ekstrak daun ketapang + 1 ml probiotik), P3: (50 ml ekstrak daun ketapang dan 2 ml probiotik), P4 : (100 ml ekstrak daun ketapang + 3 ml). Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Perlakuan P2 dengan konsentrasi (10 ml ekstrak daun ketapang kering + 1 ml probiotik) adalah perlakuan yang terbaik, dan terendah pada perlakuan P1 kontrol (0 ekstrak daun ketapang dan 0 probiotik).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Probiotik Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Udang Windu (Panaeus monodon) Pada Tambak Tradisional Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas udang windu hasil budidaya di Kota Tarakan tergolong rendah. Penggunaan probiotik pada budidaya udang windu sangat baik karena dapat mengurai amonia yang berbahaya bagi udang, dan dapat menumbuhkan pakan alami di tambak berupa plankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang dan berat udang windu pada tambak tradisional yang diberi probiotik serta mengetahui kelangsungan hidup udang windu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – April 2022, di tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua lokasi tambak yang berbeda, dengan menempatkan 4 jaring yang memonitoring pertumbuhan udang. Nilai pertumbuhan panjang udang tertinggi akhir penelitian diperoleh pada P1 = probiotik yaitu 15,8 cm dengan berat 34,66 gram, sedangkan nilai panjang udang windu terendah diakhir penelitian pada Po = kontrol yaitu 13,4cm dan berat 24,14 gram. Tingkat kelangsungan hidup udang tertinggi selama penelitian diperoleh pada P1 yaitu 85 %, untuk kelangsungan hidup terendah pada Po yaitu 64%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail