ThesisOpen AccessMetadata saja
•
RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS
Nama Mahasiswa : Marisal
NPM : 15.301020.033
Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T.
ABSTRAK
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga Perikanan budidaya menurut Kabupaten/Kota dan jenis budidaya diprovinsi Kalimantan Utara, berjumlah 10.282 rumah tangga. Hal tersebut diambil dari komoditas budidaya laut, tambak, kolam keramba dan sawah. Dari data tersebut, ikan menjadi solusi yang baik di bidang bisnis budidaya. Hanya saja masalah yang sering dialami pembudidaya ikan ialah ikan yang sakit bahkan mati yang disebabkan oleh pemberian pakan yang kurang efisien. Kegiatan pemberian pakan ikan terkadang mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan membahayakan keadaan ikan.
Pada penelitian ini dirancang sistem pemberi pakan ikan yang bekerja secara otomatis, alat tersebut bekerja sesuai dengan jadwal pakan ikan dengan frekuensi pakan tiga kali sehari yaitu pagi, sore dan malam. Dari pakan otomatis ini sistem akan berhenti yang disebabkan oleh sensor accelerometer. Sensor accelerometer ADXL335 tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah ikan masih lapar atau sudah kenyang dengan menggunakan tiga parameter yaitu sumbu x, y dan z, sumbu ini yang digunakan untuk menentukan nilai acuan dan nilai yang didapatkan untuk masing-masing sumbu x= 329, 330, 331, sumbu y=339, 340, 341 dan sumbu z= 349, 350, 351. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pakan habis maka digunakan sensor load cell, keluaran dari load cell akan dikirim menuju smartphone dengan menggunakan aplikasi blynk dan akan ditampilkan pesan bahwa pakan hampir habis jika berat pakan yang terbaca 50 gram ke bawah. Sistem pemantau ini telah terhubung dengan modul NodeMCU ESP8266 sebagai IoT sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Untuk rata-rata total pengujian yang didapatkan yaitu 80 gram dengan kebutuhan 82.5 gram, maka untuk tingkat keberhasilan sistem ini yaitu 96,96%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam kegiatan budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), yang dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pakan subtitusi dari limbah sayuran kubis untuk budidaya ikan lele dumbo, mengetahui tingkat pertumbuhan ikan lele dumbo akibat pemberian pakan limbah sayuran kubis, dan menganalisa kelayakan finansial usaha budidaya ikan lele dumbo yang menggunakan limbah sayuran kubis sebagai pakan subtitusi. Penelitian menggunakan Rancanagan acak kelompok yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P1 (100% pellet komersil), P2 (50 % pelet komersil + 50 % pelet limbah sayuran kubis), P3 (25 % pellet komersil + 75 % pelet limbah sayuran kubis), dan P4 (100 % pelet limbah sayuran kubis). Penelitian diulang 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter penelitian terdiri dari kandungan proksimat pellet limbah sayuran kubis, pertumbuhan ikan lele (Panjang dan berat ikan), FCR, efisiensi pakan, dan kelayakan finansial budidaya ikan lele dumbo dari perlakuan terbaik. Hasil penelitian ini, semua pakan substitusi berupa campuran pakan komersial dan limbah sayuran kubis, termasuk pakan berbahan 100% limbah sayuran kubis, telah memenuhi persyaratan mutu kimia pakan ikan lele sesuai SNI 9043-4:2022. Seluruh perlakuan pakan berpengaruh terhadap pertambahan panjang dan berat ikan lele, efisiensi pakan, serta nilai FCR, di mana perlakuan P1 (100% pakan komersial) menghasilkan pertumbuhan tertinggi, sedangkan perlakuan P2 (50% pakan komersial + 50% pakan limbah sayuran kubis) memberikan kinerja pemanfaatan pakan terbaik dengan nilai FCR terendah (9,83) dan efisiensi pakan tertinggi (81,14), yang menunjukkan adanya pemanfaatan nutrien yang lebih efisien melalui kombinasi pakan yang proporsional. Namun demikian, meskipun secara biologis P2 merupakan perlakuan terbaik berdasarkan FCR dan efisiensi pakan, hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele dumbo dengan penggunaan pakan tersebut belum layak secara finansial untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Daun Duckweed merupakan salah satu jenis tumbuhan air, tanaman ini tumbuh mengapung dan berpotensi sebagai bahan baku maupun pakan ikan. Selain budidayanya yang mudah, Duckweed juga memiliki protein yang tinggi sehingga mampu untuk dibuat sebagai bahan baku pakan pellet. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung duckweed ke dalam formulasi pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode RAL dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, dimana P1: tepung ikan 100% + tepung duckweed 0%, P2 : tepung ikan 0% + tepung duckwed 100%, P3 : tepung ikan 75% + tepung duckweed 25%, P4 : tepung ikan 50% + tepung duckweed 50% dan P5 : tepung ikan 25% + tepung daun duckweed 75%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perlakuan (P5) dengan kombinasi pakan tepung ikan 25% dan Duckweed 75% merupakan pakan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan, dengan panjang mutlak (2,30cm), berat mutlak (8,35 gram), dan laju pertumbuhan yang tertinggi (90%). Tepung ikan 50% dan Duckweed 50% (P4) juga memberikan hasil yang baik, meskipun tidak sebaik (P5). Kombinasi tepung ikan 25% dan Duckweed 75% (P5) memberikan hasil yang lebih baik dari pada kontrol tepung ikan (P1). Selain itu tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan lele pada tiap perlakuan lainnya juga cukup tinggi yaitu sebesar P1 80%, P2 83%, P3 85%, dan P4 88%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele (Clarias sp) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang menguntukan dan mudah dipijahkan. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan yang berbeda berupa maggot BSF dengan pelet ikan F-999 terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan, dengan perlakuan kombinasi pelet ikan F-999 100%, pelet ikan F-999 50% + 50% maggot BSF, dan maggot BSF 100%. Peningkatan pertumbuhan berat tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 6 gram, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 5,5gram Peningkatan pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 4,6cm, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 4,1cm, Survival Rate mendapatkan hasil 100% kelangsungan hidup ikan mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian perlakuan P1: Pelet ikan F-999, P2: pelet F-999 50% + 50% maggot bsf, dan P3: maggot BSF 100%. Berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan berat ikan lele, sedangkan panjang mutlak berbeda nyata. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian komposisi pakan yang berupa pelet 50% + 50% maggot BSF memberikan hasil pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Maggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier (Hermatia illucens) yang dikenal sebagai organisme pembusuk karena kebiasaannya mengkonsumsi bahan-bahan organik. Syarat bahan yang dapat yang dapat dijadikan bahan baku pakan yaitu : tidak berbahaya bagi ikan, tersedia sepanjang waktu, mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan, dan bahan tersebut tidak berkompetisi dengan kebutuhan manusia.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kombinasi maggot dengan pakan buatan, sehingga menghasilkan pertumbuhan dan sintasan yang optimal terhadap benih ikan lele. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu A= Pemberian maggot 100%, B = Kombinasi maggot 25% + pelet 75%, C = Kombinasi Maggot 75% + pelet 25%, D = Maggot 50% + Pellet 50%, E = Pelet 100%. Ikan yang digunakan adalah ikan lele yang berukurang 3-5 cm dengan umur ±3-4 minggu. Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Dari masing-masing perlakuan panjang mutlak ikan lele (Clarias sp.) A. Magot 100% (3,01 cm), B. Magot 25% dan Pelet 75% (3,59 cm), B. Magot 75% dan Pelet 25% (3,6 cm), D. Magot 50% dan Pelet 50% (5,39 cm), dan E. Pelet 100% (2,31 cm), Dari masing-masing perlakuan berat mutlak ikan lele (Clarias sp.) A. Magot 100% (3,01 cm), B. Maggot 25% dan Pelet 75% (3,59 cm), B. Maggot 75% dan Pelet 25% (3,6 cm), D. Maggot 50% dan Pelet 50% (5,39 cm), dan E. Pelet 100% (2,31 cm). Efektifitas pengaplikasian maggot black soldier fly (hermatia illucens) sebagai alternatif pakan pada ikan lele (clarias sp.). pakan maggot. D. Kombinasi Magoot 50% dan pellet 50% pada panjang mutlak.dan menghasilkan pertumbuhan berat tertinggi sebesar 10,42 cm pada berat mutlak, 9,67 gram pada panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100% untuk ketiga perlakuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kutu air atau Daphnia sp. salah satu pakan alami yang dimanfaatkan organisme sebagai sumber nutrisi terutama untuk kegiatan pembenihan, keberhasil budidaya ditentukan oleh pakan yang berkualitas baik khususnya yaitu pada fase pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam sebagai media pertumbuhan populasi Daphnia sp. penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan Kontrol (100% air bersih), P1 (25% air limbah lele ( 75% air bersih), P2 (50% air limbah lele ( 50% air bersih), P3 (75% air limbah lele ( 25% air bersih), P4 (100% air limbah lele). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan populasi Daphnia sp. dan kualitas air. Data di analisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjut dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan air limbah budidaya ikan lele dan kotoran ayam mempengaruhi pertambahan populasi Daphnia sp. Populasi Daphnia sp. tertinggi di peroleh pada perlakuan P4 dengan dosis 100% air limbah budidaya ikan lele + 15 gram kotoran ayam, menghasilkan pertumbuhan populasi Daphnia sp. yang terbaik dengan jumlah 18.810 ind/l.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan limbah kepala udang merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan benih ikan lele, dan mengetahui kadar protein pakan buatan yang berasal dari tepung kepala udang terfermentasi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan 2 perlakuan 5 ulangan dengan perlakuan A Pakan komersil, perlakuan B Pakan buatan dengan tepung kepala udang. Data kandungan nutrisi pakan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data pertumbuhan dianalisis dengan uji t test. Analisis kandungan kadar air pada pakan buatan sebesar 9%. kadar protein 22,90%, kadar lemak 9,6%, kadar abu 9,64, dan karbohidrat 50,157%. Nilai tertingi yang didapatkan pada panjang ikan, pertambahan bobot ikan, Spesific Growth Rate (SGR), Fed Converion Ratio (FCR), terdapat pada ikan yang diberikan pakan buatan dari tepung kepala udang. sedangkan Survival Rate (SR) nilai tertinggi terdapat pada ikan yang diberikan pakan komersil. Derajat Keasaman (pH), suhu, kandungan oksigen terlarut (DO) terdapat nilai yang masi layak untuk digunakan budidaya. Amoniak berkisar antara 1-2 mlebihi standar SNI. Subtitusi tepung kepala udang dalam pakan buatan telah memenuhi SNI, namun belum mencukupi kebutuhan protein ikan lele. Namun, hasil uji coba pada benih ikan lele diperoleh data pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dengan penggunaan pakan komersil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pemberian probiotik interval 1 hari), P3: (pemberian probiotik interval 2 hari), P4: (pemberian probiotik interval 3 hari). Berdasarkan statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate), SR (Survival Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Interval pemberian probiotik yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp) terdapat pada perlakuan 2 dengan konsentrasi (pemberian pakan probiotik interval 1 hari), dengan nilai pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,4 cm, pertumbuhan berat mutlak sebesar 5,8 gr, SGR sebesar 5,3 %, FCR dengan nilai 2,9 dan SR sebesar 100%. Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 25°C-29°C, pH 7-7,7, DO 6,6-8,2 mg/L, Amoniak 0,14-0,95 mg/L.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produksi Ikan lele (Clarias sp) dari tahun ke tahun tidak stabil. Peningkatan produksi ikan lele telah dikembangkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan penambahan bahan alami yang kaya akan kandungan nutrisi seperti daun katuk. Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan tanaman herbal yang mengandung kadar lemak yang tinggi dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan metabolisme serta pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan pada pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: (kontrol), P2: (pakan buatan + tepung daun katuk 100 gram/kg), P3: (pakan bautan + tepung daun katuk 150 gram/kg). Berdasarkan analisis statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian daun katuk pada perlakuan 3 berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, SGR (Spesific Growth Rate) dan FCR (Feed Convertion Ratio) pada ikan lele. Jumlah sel hepatosit yang terdapat pada pengamatan histologi menunjukkan sel hepatosit tertinggi terdapat pada perlakuan P3 (225.636), kemudian perlakuan P2 (224.560), dan terendah pada P1 (218.756). Pemberian pakan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan yaitu P3 dengan konsentrasi (pakan buatan + tepung daun katuk 150 gram/kg). Data pengukuran kualitas air selama masa pemeliharaan menunjukkan nilai suhu 24,7°C–28,7°C, pH 7-7,4, DO 6,6-8,1 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pakan buatan yang dicampurkan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) yang mengandung kadar lemak yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan lele (Clarias sp) yang diamati dari pertumbuhan dan morfologi sel hati, sehingga daun katuk dapat dijadikan sebagai bahan baku organik dalam pembuatan pakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan pasar ikan lele terus meningkat setiap tahunnya, oleh sebab itu produksi perlu ditingkatkan lagi, terutama pada proses kelangsungan hidup ikan lele. Permasalahan kelangsungan hidup umumnya karena mahalnya harga pakan ikan. Untuk menekan harga pakan perlu dicari alternatif pengganti sumber protein hewani lebih murah dan mudah diperoleh yaitu maggot. Maggot (Hermatia illucens) merupakan organisme yang berasal dari telur lalat black soldier fly. Maggot sebagai pakan alternatif untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan lele karena maggot memiliki kandungan protein tinggi dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi maggot dari kultur sampah tomat dan gorengan sebagai pakan alternatif guna peningkatan kelangsungan hidup ikan lele (Clarias sp.). Rancangan penelitian terdiri atas 5 perlakuan 3 ulangan, yaitu : kontrol (pemberian pakan pelet 100%), perlakuan 2 ( pemberian pakan pelet 75% + maggot 25%), perlakuan 3 (pemberian pakan pelet 50% + maggot 50%), perlakuan 4 (pemberian pakan pelet 25% + maggot 75%), dan perlakuan 5 (pemberian maggot 100%). Parameter yang diamati adalah bobot mutlak, Survival Rate (SR), Spesifik Growth Rate (SGR), dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot dari kultur sampah tomat dan gorengan dapat digunakan sebagai pakan alternatif ikan lele dan hasil terbaik didapatkan pada perlakuan 3 dengan kombinasi pakan pelet 50% + maggot 50% dengan hasil pertumbuhan sebesar18,33%, tingkat kelangsungan hidup sebesar 100% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,02%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Ikan jenis ini sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia, dan merupakan salah satu sumber penghasilan yang potensial di kalangan pembudidaya ikan. Metode yang dapat digunakan adalah dengan modifikasi pakan. Pakan dapat dimodifikasi dengan memberikan komponen tertentu yang dapat mempercepat proses pembentukan vitellogenin atau bakal kuning telur di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kualitas larva yang dihasilkan.Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyerapan kuning telur pada larva ikan lele (Clarias gariepenus) dengan menggunakan pakan tepung kunyit dan hormon tiroksin. Penelitian terdiri dari empat perlakuan, yaitu perlakuan kontrol,penambahan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan, penambahan tiroksin 0,1 g/kg pakan, penambahan tiroksin 0, 1 gram dan kunyit 4,8 g/ kg pakan. Parameter yang diamati adalah penyerapan kuning telur, panjang larva, kelansungan hidup (SR) larva ikan serta beberapa parameter kualitas air seperti Suhu dan pH. Hasil Penelitian terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan tepung kunyit 4,8 g/kg pakan yang menunjukkan penyerapan kuning telur bertahan hingga hari ke 5, dan panjang larva berukuran 7,35 mm, dan kelangsungan hidup (SR) 85%. Sedangkan untuk kualitas suhu berkisaran 27°C -29°C, pH berkisaran 6 - 7. Dari semua hasil parameter yang diukur menunjukkan bahwa dengan pemberian tepung kunyit dengan dosis 4,8 g/kg pada pakan mampu meningkatkan penyerapan kuning telur ikan serta meningkatkan kualitas larva ikan lele.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele merupakan spesies yang berasal dari Mozambik (Afrika). Ikan ini pertama kali digunakan sebagai ikan hias, namun dalam perkembangannya menjadi salah satu ikan air tawar konsumsi unggulan karena pertumbuhannya yang cepat dan dapat tumbuh hingga ukuran besar dalam waktu relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak bonggol buah nanas pada pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele sangkuriang berukuran 3 – 5 cm dengan rata-rata bobot awal 3 ± gram dan kepadatan tebar 1 ekor/1 liter. Penelitian ini dilaksanakan 28 hari dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan perlakuan P0 (kontrol) tanpa ekstrak bonggol nanas, P1 dengan dosis 0,75% P2 1,5% dan P3 3% ekstrak bonggol nanas/kg pakan. Pengukuran parameter pengamatan terdiri dari panjang mutlak, panjang harian, berat mutlak, berat harian, Spesifik Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bonggol buah nanas pada perlakuan P2 dengan dosis 1,5% menunjukkan nilai yang tertinggi pada panjang mutlak sebesar 4,4 cm, pada berat mutlak 2,3 gram, Spesifik Growth Rate (SGR) 4,5% dan Survival Rate sebesar 86% dan nilai terendah pada setiap pengamatan terdapat pada perlakuan P0 (kontrol). Namun, pada uji statistik tidak menunjukkan perbedaan hasil yang signifikan, tetapi secara deskripsi semua perlakuan yang menggunakaan ekstrak bonggol buah nanas menunjukkan nilai lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan P0 (kontrol). Kesimpulan dari penelitian ini ialah pada perlakuan P2 dengan dosis 1,5% memiliki nilai tertinggi dari semua parameter pengamatan dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Abstrak Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas unggulan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga ikan ini banyak dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Pertumbuhan ikan lele dumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kualitas pakan. Kualitas pakan dapat dijadikan sebagai dasar untuk pertumbuhan ikan lele baik pakan alami maupun pakan buatan. Namun pakan buatan yang digunakan memiliki biaya operasional yang sangat besar sehingga perlu penggunaan pakan alami sebagai alternatife, untuk pertumbuhan ikan diantaranya cacing sutra, kutu air, dan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih ikan lele (Clarias gariepinus) setelah diberi jenis pakan yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengakp (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan; P1 Cacing sutra (Tubifex sp), P2 Kutu Air (Moina sp), P3 Kuning Telur, dan kontrol menggunakan pelet. Ikan yang digunakan yaitu larva ikan lele yang berumur 4 hari dan diberikan pakan secara adlibitum sebanyak 4 kali sehari selama 30 hari. Hasil peneltian ini menunjukkan pemberian pakan alami berupa Cacing sutra, memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 0,358g, 2,69 cm dan laju pertumbuhan spesifik 0,3575%. Pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan Kuning telur yaitu 0,178 g, 2,25 cm dan laju pertumbuhan spesifiknya 0,1775 %. Hasil penelitian dan analisis statistik menujukkan perlakuan yang diberi pakan alami cacing sutra menunjukkan hasil yang terbaik, berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat. Kata Kunci : Cacing Sutra, Ikan Lele, Pakan Alami, Pertumbuhan The Effect of Different Natural Feeding on the Growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) Abstract Catfish is a superior freshwater commodity that is in great demand by the public so that this fish is widely cultivated in two ways, namely the hatchery segment and the enlargement segment, the growth of dumbo catfish is influenced by several factors, one of which is the quality of feed. In general, the quality of artificial feed can be used as a basis for the selection of good nutrient levels for catfish growth but the operational costs of commercial feed are so large that they are replaced by natural feed with good nutrtion and are very good for fish growth including silkworms, water fleas, and egg yolk. The results of this research showed natural feeding in the form of silkworms, providing the best total weight and length growth of 0,358g, 2,69 cm and a specific growth rate of 0,3575%.. The long growth, weight growth and lowest growth rate in the Yolk treatment were 0,178 g, 2,25 cm and the specific growth rate was 0,1775 %.The results of the diversity analysis showed that the treatment given naturally fed silkworms showed the best results, very noticeable differences in length and weight growth. The results of the BNT test using the LSD test on long growth resulted in each treatment differing markedly and weight showed that the treatment fed with silkworm feed was significantly different from other treatments. Keywords : Catfish, Natural Feed, Growth
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele dumbo merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan yang memiliki prospek tinggi dan banyak diminati masyarakat. Produksi ikan lele sebanding dengan tingkat pertumbuhan yang optimal. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang kurang baik sehingga rentan terhapap bakteri dan patogen. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan penambahan bahan alami berupa daun ketapang yang memiliki senyawa aktif dan mudah didapatkan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun ketapang kering serta efektivitas pemberian ekstrak daun ketapang terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: kontrol (0 ekstrak daun ketapang + 0 probiotik), P2: (10 ml ekstrak daun ketapang + 1 ml probiotik), P3: (50 ml ekstrak daun ketapang dan 2 ml probiotik), P4 : (100 ml ekstrak daun ketapang + 3 ml). Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Perlakuan P2 dengan konsentrasi (10 ml ekstrak daun ketapang kering + 1 ml probiotik) adalah perlakuan yang terbaik, dan terendah pada perlakuan P1 kontrol (0 ekstrak daun ketapang dan 0 probiotik).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengangkutan ikan dapat diartikan sebagai tindakan memindahkan ikan, yang didalamnya diberi tindakan-tindakan untuk menjaga agar derajat kelulusan hidup sampai ditempat tujuan. Untuk mengurangi stres selama pengangkutan dibutuhkan benih yang berkualitas. Terdapat beberapa metode untuk meningkatkan benih yang berkualitas seperti transgenin, manipulasi lingkungan dan lain-lain, tetapi cara ini belum efektif dalam meningkatkan kualitas benih. Dibutuhkan metode lain dalam meningkatkan kualitas benih seperti penggunaan bahan alam seperti kunyit dan hormon tiroksin. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele sebanyak 120 ekor dengan padat tebar 10 ekor/plastik. Benih yang digunakan berasal dari indukan yang diberikan perlakuan pemberian pakan berbeda yang terdiri dari K (kontrol), A (pakan dengan tambahan kunyit), B (pakan dengan tambahan tiroksin), C (pakan dengan tambahan kunyit dan tiroksin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indukan yang diberikan pakan modifikasi tepung kunyit (Perlakuan A) berpengaruh nyata dalam meningkatkan daya tahan benih lele pada proses pengangkutan tanpa oksigen, yang menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 93%, dan tidak ada perbedaan bobot dan panjang antar perlakuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan salah satu komoditas utama dalam perikanan budidaya di Indonesia. Beberapa kelebihan atau keunggulan ikan lele dibandingkan dengan jenis ikan lainnya yaitu pertumbuhannya relatif lebih cepat serta pemeliharaannya yang mudah, tahan terhadap penyakit dan tahan terhadap buruknya kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan Tubifex sp dengan dosis yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele Sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu pakan pelet dengan dosis 7% (P0), cacing sutra dengan dosis 7% (P1), cacing sutra dengan dosis 10% (P2), cacing sutra dengan dosis 13% (P3) dengan pemberian pakan 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan Tubifex sp tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele. Pemberian pakan terbaik dalam peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele yaitu pada perlakuan P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra 13% menghasilkan pertumbuhan panjang sebesar 4,6 cm dan pertambahan berat sebesar 2,51 g lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami cacing sutra dengan dosis yang berbeda memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup benih. Dosis pemberian pakan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih lele terdapat pada perlakuan dengan pemberian pakan cacing sutra 13%. Kata Kunci: Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus), Cacing Sutra (Tubifex sp), Dosis pakan, Pertumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KAJIAN POTENSI BENIH IKAN LELE (CLARIAS. SP) DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan lele merupakan komoditas budidaya unggulan di masyarakat dan memiliki berbagai kelebihan, diantaranya pertumbuhan cepat dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang cukup ekstrim. Selain itu produksi ikan lele mengalami peningkatan dari tahun ke tahun Tingginya hasil produksi ikan lele sangat berpengaruh terhadap penyediaan benih ikan lele yang berkualitas. Kebanyakan pengusaha benih ikan lele saat ini tidak memperhatikan faktor-faktor pendukung untuk menghasilkan benih yang berkualitas. Potensi usaha yang dimiliki oleh masing-masing wilayah ternyata memiliki peluang yang sangat besar untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui proses Pengembangan usaha benih ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi benih ikan lele kota Tarakan. Metode penelitian yang dilakukan secara deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa instansi yaitu pada tahun 2020 (794.200 ekor/tahun), tahun 2021 (885.500 ekor/tahun), dan pada tahun 2022 (232.000 ekor/tahun)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak Faktor penghambat produksi ikan pada kegiatan pembenihan dan pembesaran yang disebabkan adanya infeksi bakteri menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon ikan lele (Clarias gariepinus) yang diberi pakan tepung kunyit (Curcuma domestica) dan hormon tiroksin yang diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla. Penelitian terdiri dari empat pelakuan penambahan tepung kunyit 0 gr/kg dan hormone tiroksin 0 mg/kg (P0); tepung kunyit 4,8 gr/kg (P1); hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P2), tepung kunyit 4,8 gr/kg dan hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P3), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air dan data dianalisis secara deskriptif, Ikan yang dipelihara selama 90 hari selanjutnya diuji tantang dengan bakteri A. hydrophila selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pertumbuhan bobot P0(8.13±0.19g) berbeda nyata dengan P1(21.60±2.29g), P2(20.88±0.35g), P3(22.54±1.67g). Hasil pengamatan panjang terdapat perbedaan sebesar P0(5.94±0.23cm) Berbeda nyata dengan perlakuan P1(12.50±0.58cm), P2(12.05±0.26cm), P3(12.71±0.37cm). Gejala klinis menunjukkan terjadi infeksi bakteri Pada P1,P2,P3 didapatkan kelulus hidupan tertinggi P1(95.40±4,00%), P2(97.92±3.60%), P3(97.78±3.84%), dan P0(88.11±5.70%). Hasil pengukuran kualitas air meliputi suhu 270C-290C, pH 6-7 dan amoniak 2,730 mg/l. Pemberian 4,8 gr/kg tepung kunyit dan hormon troksin 0,1 mg/kg pada pakan memberkan hasil yang siknifikan pada peningkatan imunitas dan pertumbuhan bobot dan panjang ikan lele dumbo (C. gariepenus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teknologi bioflok dapat memperbaiki kualitas air di dalam media pemeliharaan ikan lele intensif dan bioflok juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan bagi ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan aerasi uniring pada teknologi bioflok terhadap laju pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dipelihara selama 30 hari menggunakan aerasi uniring dan batu aerasi yang terdiri dari 5x ulangan. Masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Hasil penelitian menunjukan perlakuan aerasi uniring menghasilkan oksigen terlarut yang lebih optimal pada kisaran 4,3 – 5,71 mg/l, laju pertumbuhan spesifik yaitu sebesar 5,9±0,1%, kelangsungan hidup ikan sebesar 98±0,30%, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5±0 cm, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 7,52±0,32 gram. Nilai FCR sebesar 0,78±0,05, dan volume flok sebesar 18,8±1,78 ml/liter. Kesimpulan penelitian ini aerasi uniring dapat digunakan untuk bioflok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kunyit (Curcuma domestica val) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penambahan Penggunaan teknik rekayasa hormonal merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pengembangan beberapa ikan air tawar termasuk ikan lele. Beberapa hormon yang telah diketahui memiliki peranan positif dalam meningkatkan pertumbuhan ikan antara lain hormon tiroksin. Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berfungsi untuk membentuk, menyimpan, dan mengeluarkan zat yang berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit maupun tiroksin sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan pakan yang diberikan yaitu tanpa pemberian ekstrak (P1), penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan (P2), penambahan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P3) dan penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4). Berdasarkan analisis statistik ANOVA (SPSS 20) pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak dan SGR (Specific Growth Rate) menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata disetiap perlakuannya. Data pengukuran kualitas air yaitu suhu 27-28 0C, nilai pH 6-7 dan nilai amoniak 0,006-0,014 mg/l. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian tepung kunyit 4,8 g/kg pakan dikombinasikan dengan tiroksin 0,1 mg/kg pakan (P4) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya, sehingga dapat kita ketahui bahwa penambahan ekstrak kunyit maupun tiroksin dapat meningkatkan pertumbuhan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Abstract Turmeric (Curcuma domestica val) is an herbal plant that has long been used as a spice in food and medicine. The largest content in turmeric is curcumin, which is 94%. Curcumin is an antioxidant and can be applied in aquaculture, one of which is mixed in fish feed because it can increase metabolism and nutrient absorption. Addition The use of hormonal engineering techniques is one way that can be done to improve the quality of development of some freshwater fish, including catfish. Several hormones that have been known to have a positive role in increasing fish growth include the hormone thyroxine. Thyroxine is a hormone produced by the thyroid gland. The thyroid gland functions to form, store, and secrete substances related to the regulation of metabolic rate. This study was conducted to determine the effect of adding turmeric flour and thyroxine as an alternative ingredient in fish feed mixtures to increase the growth of African catfish (Clarias gariepinus) fry. The study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications. The feed treatments given were without extract (P1), adding turmeric 4.8 g/kg feed (P2), adding thyroxine 0.1 mg/kg feed (P3) and adding turmeric 4.8 g/kg feed combined with thyroxine. 0.1 mg/kg feed (P4). Based on the statistical analysis of ANOVA (SPSS 20) absolute length growth, absolute weight and SGR (Specific Growth Rate) showed that the results were not significantly different in each treatment. Water quality measurement data are temperature 27-280C, pH value 6-7 and ammonia value 0.006-0.014 mg/l. Based on the results of this study showed that the administration of turmeric flour 4.8 g/kg of feed combined with thyroxine 0.1 mg/kg of feed (P4) showed better results than other treatments, so we can know that the addition of turmeric extract and thyroxine can increasing the growth of African catfish (Clarias gariepinus).