Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Daun ketapang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KETAPANG KOMBINASI EM4 DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele dumbo merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan yang memiliki prospek tinggi dan banyak diminati masyarakat. Produksi ikan lele sebanding dengan tingkat pertumbuhan yang optimal. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang kurang baik sehingga rentan terhapap bakteri dan patogen. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan penambahan bahan alami berupa daun ketapang yang memiliki senyawa aktif dan mudah didapatkan serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak daun ketapang kering serta efektivitas pemberian ekstrak daun ketapang terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan konsentrasi P1: kontrol (0 ekstrak daun ketapang + 0 probiotik), P2: (10 ml ekstrak daun ketapang + 1 ml probiotik), P3: (50 ml ekstrak daun ketapang dan 2 ml probiotik), P4 : (100 ml ekstrak daun ketapang + 3 ml). Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Perlakuan P2 dengan konsentrasi (10 ml ekstrak daun ketapang kering + 1 ml probiotik) adalah perlakuan yang terbaik, dan terendah pada perlakuan P1 kontrol (0 ekstrak daun ketapang dan 0 probiotik).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN VARIASI USIA EKSTRAK DAUN KETAPANG DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Permintaan pasar ikan nila terus meningkat setiap tahunnya, oleh sebab itu produksi perlu ditingkatkan lagi, terutama pada proses pertumbuhan ikan nila. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang menurun sehingga menyebabkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan terganggu karena nafsu makan yang rendah, mudah terserang penyakit, dan penurunan laju metabolisme sehingga produksi ikan Nila dapat menurun. Salah satu cara menanggulanginya adalah dengan pemberian bahan tambahan alami sebagai agen antibakteri dalam media pemeliharaan. Salah satu bahan alami yang mudah, murah, dan ramah lingkungan adalah daun untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dari variasi usia daun ketapang serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 42 hari, berlokasi di Hatchery SMK Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL Ketapang. Ekstrak daun Ketapang memiliki sifat antibakteri karena mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan triterpenoid. Penelitian ini dilakukan) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan kontrol, daun ketapang muda, tua, dan kering berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan (SGR), namun tidak berpengaruh nyata pada berat mutlak dan kelangsungan hidup (SR) pada ikan nila (Oreocrhomis niloticus). Namun dari ketiga variasi usia daun Ketapang didapatkan daun ketapang kering merupakan ekstrak yang terbaik didalam penelitian ini, dengan dosis 15 ml ekstrak daun Ketapang kering dan 0,6 ml probiotik EM4.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L) SEBAGAI ANTIBAKTERI UNTUK MENGOBATI INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang dapat berkembang biak, pertumbuhan relatif cepat dan toleran terhadap kondisi lingkungan perairan yang kurang baik. Intensifikasi budidaya dapat menyebabkan serangan penyakit Motile Aeromonas Septicemia disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat menyebabkan kematian 80-100% dalam waktu 1-2 minggu. Ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L) memiliki kandungan antimikrobial seperti tanin, alkaloid, flavonoid, dan saponin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan ekstrak daun ketapang sebagai pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila berukuran 7-10 cm sebanyak 150 ekor dengan pada tebar 10 ekor/akuarium, dan diinfeksikan bakteri A.hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/ml secara intramuskular. Dosis yang digunakan P1 (0 ppm), P2 (500 ppm), P3 (750 ppm), P4 (1000 ppm), dan P5 (1250 ppm). Pengobatan pasca uji tantang dengan pemberian pakan FF-999 yang diberikan ekstrak daun ketapang dengan metode spray. Hasil penelitian ekstrak daun ketapang memberi pengaruh nyata untuk mengobati ikan nila yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila yang menunjukkan perlakuan C (750 ppm) merupakan perlakuan terbaik menghasilkan bobot tertinggi sebesar 4.77±0.32 (gram) dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 46%. Tilapia (Oreochromis niloticus) is a type of fresh water fish that can breed, grow relatively fast and is tolerant of unfavorable aquatic environmental conditions. Intensification of cultivation can cause disease Motile Aeromonas Septicemia caused by Aeromonas hydrophila bacteria which can cause 80-100% mortality within 1-2 weeks. Ketapang leaf extract (Terminalia catappa L) contains antimicrobial properties such as tannins, alkaloids, flavonoids, and saponins. The purpose of this study was to determine the effect of using ketapang leaf extract as a treatment for Aeromonas hydrophila bacterial infection in tilapia (Oreochromis niloticus). This research method used a completely randomized design (RAL) consisting of 5 treatments and 3 replications. The test fish used were tilapia measuring 7-10 cm as many as 150 fish with a stocking of 10 fish/aquarium, and infected with A.hydrophila bacteria with a density of 106 CFU/ml intramuscularly. The doses used were P1 (0 ppm), P2 (500 ppm), P3 (750 ppm), P4 (1000 ppm), and P5 (1250 ppm). This treatment was post-challenged by feeding FF-999 which was given ketapang leaf extract using the spray method. The results of the study showed that ketapang leaf extract had a significant effect on treating tilapia infected with Aeromonas hydrophila bacteria.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakteri (Aeromonas hydrophila) merupakan jenis bakteri yang bersifat pathogen dan dapat menyebabkan penyakit sistemik serta mengakibatkan kematian secara massal. Infeksi bakteri A.hydrophila dapat menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Infeksi bakteri A.hydrophila menjadi penyebab penyakit yang menyerang ikan air tawar baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap bakteri A.hydrophila. Aquades digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Pada uji antibakteri dilakukan sebanyak 6 perlakuan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (Tetrachyline), kontrol negatif (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm dan D 1250ppm. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak daun ketapang dengan konsentrasi terbaik yaitu pada perlakuan D dengan konsentrasi 1250ppm sebesar 28mm. Aeromonas hydrophila is a pathogenic bacterial type which can cause a systemic disease and even mass death. A. hydrophila bacterial infection causes a disease attacking the freshwater fish, both ornamental and consumption fish. This research aimed to figure out the inhibitory power of ketapang leaf extract against A. hydrophila bacteria. Distilled water was used as a solvent in the extraction process. Antibacterial testing was conducted using a paper disc diffusion method in 6 treatments positive control (Tetrachyline), negative control, (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm and D 1250ppm with 3 repetitions. The antibacterial testing results showed that the best concentration of ketapang leaf extract was in treatment D with the concentration of 1250ppm at 28mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail