Abstrak
Ikan nila merupakan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Permintaan pasar ikan nila terus meningkat setiap tahunnya, oleh sebab itu produksi perlu ditingkatkan lagi, terutama pada proses pertumbuhan ikan nila. Permasalahan pertumbuhan umumnya karena kualitas air yang menurun sehingga menyebabkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan terganggu karena nafsu makan yang rendah, mudah terserang penyakit, dan penurunan laju metabolisme sehingga produksi ikan Nila dapat menurun. Salah satu cara menanggulanginya adalah dengan pemberian bahan tambahan alami sebagai agen antibakteri dalam media pemeliharaan. Salah satu bahan alami yang mudah, murah, dan ramah lingkungan adalah daun untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dari variasi usia daun ketapang serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 42 hari, berlokasi di Hatchery SMK Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL Ketapang. Ekstrak daun Ketapang memiliki sifat antibakteri karena mengandung senyawa kimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan triterpenoid. Penelitian ini dilakukan) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi tiap perlakuan kontrol, daun ketapang muda, tua, dan kering berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan (SGR), namun tidak berpengaruh nyata pada berat mutlak dan kelangsungan hidup (SR) pada ikan nila (Oreocrhomis niloticus). Namun dari ketiga variasi usia daun Ketapang didapatkan daun ketapang kering merupakan ekstrak yang terbaik didalam penelitian ini, dengan dosis 15 ml ekstrak daun Ketapang kering dan 0,6 ml probiotik EM4.