Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Aeromonas hydrophila
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Kappaphycus alvarezii DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KETAHANAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI Aeromonas hydrophila

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab utama penyakit pada ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang dapat menurunkan kesehatan dan menyebabkan kematian. Penggunaan antibiotik secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi bakteri dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Kappaphycus alvarezii terhadap ketahanan ikan lele sangkuriang yang diinfeksi A. hydrophila serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta pemberian ekstrak K. alvarezii dengan dosis 90 mg/L, 100 mg/L, dan 110 mg/L. Parameter yang diamati meliputi gejala klinis, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak K. alvarezii mampu meningkatkan ketahanan ikan terhadap infeksi A. hydrophila. Perlakuan dosis 90 mg/L, 100 mg/L, dan 110 mg/L menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%, sedangkan kontrol positif hanya 33,33%. Gejala klinis pada ikan yang diberi ekstrak lebih ringan dibandingkan kontrol positif. Dosis 110 mg/L menunjukkan respons pemulihan tercepat berdasarkan perbaikan nafsu makan dan penurunan produksi lendir. Dengan demikian, ekstrak Kappaphycus alvarezii berpotensi digunakan sebagai bahan alami untuk meningkatkan ketahanan ikan lele terhadap infeksi bakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Pelarut Kombinasi Terhadap Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila menjadi kendala dalam budidaya ikan sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami seperti bawang putih (Allium sativum) yang mengandung senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih dengan pelarut kombinasi etanol dan air secara in vitro menggunakan metode defusi cakram dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut dominan etanol rasio 70:30 lebih mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan zona hambat sebesar 13,33 mm (kategori kuat), diikuti ekstrak kombinasi pelarut rasio 50:50 sebesar 11,33 mm lalu kontrol positif sebesar 11,33 mm dan ekstrak kombinasi pelarut rasio 30:70 sebesar 5,33 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Analisis ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p = 0,091). Dengan demikian, kombinasi pelarut etanol dan air berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri, dengan pelarut dominan etanol sebagai perlakuan efektif dalam melarutkan senyawa antibakteri pada bawang putih yang menghambat pertumbuhan A.hydrophila

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU PADA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN UJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila

2023•

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU PADA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN UJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Abstrak Ikan nila merupakan ikan yang banyak sukai oleh masyarakat Indonesia, karena rasa daging yang enak, dagingnya tebal serta kandungan gizi yang tinggi. Namun budidaya ikan nila terdapat beberapa masalah, salah satunya adalah infeksi bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu diperlukan bahan alami yang dapat meningkatkan imonustimulan pada ikan nila dengan menggunakan ekstrak daun mengkudu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan penambahan ekstrak daun mengkudu (Morinda citrilofia) pada pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan uji tantang bakteri A. hydrophila. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tigakali ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air. Data dianalisis secara deskriptif. Pemeliharaan ikan selama 30 hari selanjutnya diuji tantang dengan A. hydrophila selama 7 hari. Hasil peneitian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan P3, dengan kelangsungan hidup, pertumbuhaan panjang dan berat mutlak memiliki nilai terbaik serta respon dan daya tahan tubuh terhadap infeksi bakteri juga baik. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ekstrak daun mengkudu berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot, panjang, dan kelangsungan hidup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON IKAN LELE (Clarias gariepinus) YANG DIBERI TEPUNG KUNYIT (Curcuma domestica) DAN HORMON TIROKSIN YANG DIUJI TANTANG DENGAN BAKTERI (Aeromonas hydrophilla)

2022•

Abstrak Faktor penghambat produksi ikan pada kegiatan pembenihan dan pembesaran yang disebabkan adanya infeksi bakteri menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon ikan lele (Clarias gariepinus) yang diberi pakan tepung kunyit (Curcuma domestica) dan hormon tiroksin yang diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla. Penelitian terdiri dari empat pelakuan penambahan tepung kunyit 0 gr/kg dan hormone tiroksin 0 mg/kg (P0); tepung kunyit 4,8 gr/kg (P1); hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P2), tepung kunyit 4,8 gr/kg dan hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P3), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air dan data dianalisis secara deskriptif, Ikan yang dipelihara selama 90 hari selanjutnya diuji tantang dengan bakteri A. hydrophila selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pertumbuhan bobot P0(8.13±0.19g) berbeda nyata dengan P1(21.60±2.29g), P2(20.88±0.35g), P3(22.54±1.67g). Hasil pengamatan panjang terdapat perbedaan sebesar P0(5.94±0.23cm) Berbeda nyata dengan perlakuan P1(12.50±0.58cm), P2(12.05±0.26cm), P3(12.71±0.37cm). Gejala klinis menunjukkan terjadi infeksi bakteri Pada P1,P2,P3 didapatkan kelulus hidupan tertinggi P1(95.40±4,00%), P2(97.92±3.60%), P3(97.78±3.84%), dan P0(88.11±5.70%). Hasil pengukuran kualitas air meliputi suhu 270C-290C, pH 6-7 dan amoniak 2,730 mg/l. Pemberian 4,8 gr/kg tepung kunyit dan hormon troksin 0,1 mg/kg pada pakan memberkan hasil yang siknifikan pada peningkatan imunitas dan pertumbuhan bobot dan panjang ikan lele dumbo (C. gariepenus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L) SEBAGAI ANTIBAKTERI UNTUK MENGOBATI INFEKSI Aeromonas hydrophila PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang dapat berkembang biak, pertumbuhan relatif cepat dan toleran terhadap kondisi lingkungan perairan yang kurang baik. Intensifikasi budidaya dapat menyebabkan serangan penyakit Motile Aeromonas Septicemia disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat menyebabkan kematian 80-100% dalam waktu 1-2 minggu. Ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L) memiliki kandungan antimikrobial seperti tanin, alkaloid, flavonoid, dan saponin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan ekstrak daun ketapang sebagai pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila berukuran 7-10 cm sebanyak 150 ekor dengan pada tebar 10 ekor/akuarium, dan diinfeksikan bakteri A.hydrophila dengan kepadatan 106 CFU/ml secara intramuskular. Dosis yang digunakan P1 (0 ppm), P2 (500 ppm), P3 (750 ppm), P4 (1000 ppm), dan P5 (1250 ppm). Pengobatan pasca uji tantang dengan pemberian pakan FF-999 yang diberikan ekstrak daun ketapang dengan metode spray. Hasil penelitian ekstrak daun ketapang memberi pengaruh nyata untuk mengobati ikan nila yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila yang menunjukkan perlakuan C (750 ppm) merupakan perlakuan terbaik menghasilkan bobot tertinggi sebesar 4.77±0.32 (gram) dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 46%. Tilapia (Oreochromis niloticus) is a type of fresh water fish that can breed, grow relatively fast and is tolerant of unfavorable aquatic environmental conditions. Intensification of cultivation can cause disease Motile Aeromonas Septicemia caused by Aeromonas hydrophila bacteria which can cause 80-100% mortality within 1-2 weeks. Ketapang leaf extract (Terminalia catappa L) contains antimicrobial properties such as tannins, alkaloids, flavonoids, and saponins. The purpose of this study was to determine the effect of using ketapang leaf extract as a treatment for Aeromonas hydrophila bacterial infection in tilapia (Oreochromis niloticus). This research method used a completely randomized design (RAL) consisting of 5 treatments and 3 replications. The test fish used were tilapia measuring 7-10 cm as many as 150 fish with a stocking of 10 fish/aquarium, and infected with A.hydrophila bacteria with a density of 106 CFU/ml intramuscularly. The doses used were P1 (0 ppm), P2 (500 ppm), P3 (750 ppm), P4 (1000 ppm), and P5 (1250 ppm). This treatment was post-challenged by feeding FF-999 which was given ketapang leaf extract using the spray method. The results of the study showed that ketapang leaf extract had a significant effect on treating tilapia infected with Aeromonas hydrophila bacteria.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bakteri (Aeromonas hydrophila) merupakan jenis bakteri yang bersifat pathogen dan dapat menyebabkan penyakit sistemik serta mengakibatkan kematian secara massal. Infeksi bakteri A.hydrophila dapat menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Infeksi bakteri A.hydrophila menjadi penyebab penyakit yang menyerang ikan air tawar baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun ketapang terhadap bakteri A.hydrophila. Aquades digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Pengujian antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Pada uji antibakteri dilakukan sebanyak 6 perlakuan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (Tetrachyline), kontrol negatif (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm dan D 1250ppm. Hasil penelitian uji antibakteri menunjukkan ekstrak daun ketapang dengan konsentrasi terbaik yaitu pada perlakuan D dengan konsentrasi 1250ppm sebesar 28mm. Aeromonas hydrophila is a pathogenic bacterial type which can cause a systemic disease and even mass death. A. hydrophila bacterial infection causes a disease attacking the freshwater fish, both ornamental and consumption fish. This research aimed to figure out the inhibitory power of ketapang leaf extract against A. hydrophila bacteria. Distilled water was used as a solvent in the extraction process. Antibacterial testing was conducted using a paper disc diffusion method in 6 treatments positive control (Tetrachyline), negative control, (Aquades), A 500ppm, B 750ppm, C 1000ppm and D 1250ppm with 3 repetitions. The antibacterial testing results showed that the best concentration of ketapang leaf extract was in treatment D with the concentration of 1250ppm at 28mm.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI TANTANG BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIBERI PAKAN CAMPURAN TEPUNG KUNYIT TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan Lele dumbo (C. gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia. Produksi sering kali terhambat pada kegiatan pembenihan yang disebabkan adanya bakteri, parasit hingga jamur yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketahanan benih Ikan Lele dumbo (C. gariepinus) yang diberi pakan campuran kunyit terhadap bakteri A. hydrophila. Penelitian terdiri dari dua pelakuan yaitu perlakuan 1 benih ikan lele dumbo tidak diberi pakan tepung kunyit dan perlakuan dua benih ikan lele diberi pakan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan. Parameter yang diamati pengamatan respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, kualitas air, analisis data secara deskriptif serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu. pH, DO dan amoniak. Hasil penelitian yang baik pada perlakuan dua dimana benih ikan lele dumbo diberi pakan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 63%. Sedangkan untuk hasil dari pengukuran kualitas air suhu berkisar 26-29oC, pH 6,5-8,5 dan amoniak 2,730. Hasil dari semua parameter yang diamati dan diukur menujukkan bahwa dengan pemberian tepung kunyit sebanyak 4,8 gram/kg pakan mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang memperngaruhi pertumbuhan benih ikan lele dumbo (C. gariepinus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Fitofarmaka Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Sebagai Antibakterial Terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

2020•

Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi budidaya ikan ialah adanya serangan dari bakteri patogen yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia. Sejauh ini penanggulangan infeksi bakteri dilakukan dengan penggunaan antibiotik, sehingga dalam jangka waktu lama diduga akan menyebabkan resisten terhadap ikan budidaya. Fitofarmaka merupakan solusi yang efektif dan aman untuk menggantikan antibiotik kimia dikarenakan berasal dari bahan alam, salah satunya ialah kulit pisang kepok Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan penentuan konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum ekstrak kulit pisang kepok terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila secara In-vitro. Aquades, etanol, dan 2-propanol digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Perlakuan konsentrasi untuk uji KHM dan KBM yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Ekstrak dengan pelarut aquades memiliki zona hambat terbesar sebesar 6.5 ± 0.54mm dan nilai konsentrasi hambat minimum adalah 24%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum sebesar 40%. Hasil uji in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail