Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NAZWA NABILA SARI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Pelarut Kombinasi Terhadap Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

2026 · Book ·

Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila menjadi kendala dalam budidaya ikan sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami seperti bawang putih (Allium sativum) yang mengandung senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih dengan pelarut kombinasi etanol dan air secara in vitro menggunakan metode defusi cakram dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut dominan etanol rasio 70:30 lebih mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan zona hambat sebesar 13,33 mm (kategori kuat), diikuti ekstrak kombinasi pelarut rasio 50:50 sebesar 11,33 mm lalu kontrol positif sebesar 11,33 mm dan ekstrak kombinasi pelarut rasio 30:70 sebesar 5,33 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Analisis ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p = 0,091). Dengan demikian, kombinasi pelarut etanol dan air berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri, dengan pelarut dominan etanol sebagai perlakuan efektif dalam melarutkan senyawa antibakteri pada bawang putih yang menghambat pertumbuhan A.hydrophila

Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Pelarut Kombinasi Terhadap Aeromonas hydrophila Secara In Vitro

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila menjadi kendala dalam budidaya ikan sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami seperti bawang putih (Allium sativum) yang mengandung senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih dengan pelarut kombinasi etanol dan air secara in vitro menggunakan metode defusi cakram dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut dominan etanol rasio 70:30 lebih mampu menghambat pertumbuhan bakteri dengan zona hambat sebesar 13,33 mm (kategori kuat), diikuti ekstrak kombinasi pelarut rasio 50:50 sebesar 11,33 mm lalu kontrol positif sebesar 11,33 mm dan ekstrak kombinasi pelarut rasio 30:70 sebesar 5,33 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Analisis ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p = 0,091). Dengan demikian, kombinasi pelarut etanol dan air berpengaruh terhadap aktivitas antibakteri, dengan pelarut dominan etanol sebagai perlakuan efektif dalam melarutkan senyawa antibakteri pada bawang putih yang menghambat pertumbuhan A.hydrophila