Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Clarias gariepinus
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK Kappaphycus alvarezii DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KETAHANAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI Aeromonas hydrophila

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab utama penyakit pada ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang dapat menurunkan kesehatan dan menyebabkan kematian. Penggunaan antibiotik secara terus-menerus berisiko menimbulkan resistensi bakteri dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif pengendalian penyakit yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Kappaphycus alvarezii terhadap ketahanan ikan lele sangkuriang yang diinfeksi A. hydrophila serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta pemberian ekstrak K. alvarezii dengan dosis 90 mg/L, 100 mg/L, dan 110 mg/L. Parameter yang diamati meliputi gejala klinis, tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak K. alvarezii mampu meningkatkan ketahanan ikan terhadap infeksi A. hydrophila. Perlakuan dosis 90 mg/L, 100 mg/L, dan 110 mg/L menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%, sedangkan kontrol positif hanya 33,33%. Gejala klinis pada ikan yang diberi ekstrak lebih ringan dibandingkan kontrol positif. Dosis 110 mg/L menunjukkan respons pemulihan tercepat berdasarkan perbaikan nafsu makan dan penurunan produksi lendir. Dengan demikian, ekstrak Kappaphycus alvarezii berpotensi digunakan sebagai bahan alami untuk meningkatkan ketahanan ikan lele terhadap infeksi bakteri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN GRINDAL WORM (Enchytraeus buchholzi) DAN PAKAN KOMERSIL F999 TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penting nya manajemen pakan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) untuk meningkatkan efesiensi produksi, terutama karena biaya pakan komersil terus meningkat. Grindal worm (Enchytraeus bucholzi) merupakan pakan alami bernutrisi tinggi yang berpotensi menjadi alternatif atau pelengkap pakan komersil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Grindal worm, pakan komersil dan kombinasi terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air benih lele sangkuriang. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (100% pakan komersil), B (100% Grindal worm) dan yang C (50% pakan komersil + 50% Grindal worm). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), suhu, pH, oksigen terlarut dan amonia. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan kualitas air berada pada kisaran optimal, yaitu suhu 25-28°C, pH 5,10-5,93, DO 4,3-6,9 mg/L dan amonia 0,253-1,256 mg/L. Tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan dan SR, tetapi FCR berbeda nyata (P0,05). Perlakuan C mengahasilkan FCR terendah yaitu, 0,96 sehingga paling efesien dalam pemanfaatan pakan. Kesimpulannya, kombinasi kedua pakan dapat meningkatkan efesiensi tanpa menurunkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih dalam lingkungan terkontrol budidaya yang baik. Kata Kunci: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Pertumbuhan, FCR ABSTRACT The importance of feed management in the production efficiency of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) was the rationale of this study, particularly in consideration of the increasing cost of commercial feed. Enchytraeus bucholzi, or Grindal worms, constitute a highly nutritious organic feed source which could potentially be utilized as an alternative as well as through combination with manufactured feed. The aim of this study was to determine whether administering commercil feed, Grindal worms, and their combination affects Sangkuriang catfish fry growth, survival rate, feed conversion ratio, and water quality. Three treatments and seven replicates were performed during this simulated experiment with a Completely Randomized Design (CRD): A (100% commercil feed), B (100% Grindal worms), and C (50% commercil feed + 50% Grindal worms). Absolute weight, absolute length, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia were among the growth metrics used during the 30-day cultivation period. Data analysis was performed using ANOVA at a 95% confidence level. Results showed that water quality was within the optimal range, namely temperature 25–28°C, pH 5.10–5.93, DO 4.3–6.9 mg/L, and ammonia 0.253–1.256 mg/L. There were no significant differences (P > 0.05) in growth and SR, but FCR differed significantly (P 0.05). Treatment C produced the lowest FCR, at 0.96, making it the most efficient in feed utilization. In conclusion, the combination of the two feeds can improve efficiency without reducing growth and survival of the fry in a well-controlled aquaculture environment. Keywords: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Growth, FCR

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Tepung Azolla (Azolla sp) dan Pakan Komersil FF999 Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract This study aimed to evaluate the effect of Azolla flour (Azolla sp.) and commercial feed FF999 on the growth of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus). The study was conducted for 30 days using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and seven replications. The treatments tested included: A (100% commercial feed FF999), B (100% Azolla flour), and C (a combination of 50% commercial feed + 50% Azolla flour). The parameters observed included absolute weight gain, absolute length gain, survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and water quality (temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia). The results showed that treatment C (a combination of 50% commercial feed and 50% Azolla flour) produced the highest weight gain (0.257 g) and the best length gain (1.28 cm), with the highest survival rate (86%). Treatment B (100% Azolla flour) showed the lowest FCR (1.14) but also had the lowest survival rate (43%). Water quality throughout the study remained within the appropriate range for catfish cultivation, despite fluctuations in ammonia levels. The conclusion of this study is that the combination of 50% Azolla flour and 50% commercial feed FF999 is the most effective feed formulation in supporting the growth and survival of Sangkuriang catfish. These results provide a more economical and sustainable feed alternative for fish farmers.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) DENGAN PEMBERIAN PAKAN ALAMI CACING SUTRA (TUBIFEX SP)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan salah satu komoditas utama dalam perikanan budidaya di Indonesia. Beberapa kelebihan atau keunggulan ikan lele dibandingkan dengan jenis ikan lainnya yaitu pertumbuhannya relatif lebih cepat serta pemeliharaannya yang mudah, tahan terhadap penyakit dan tahan terhadap buruknya kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan Tubifex sp dengan dosis yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele Sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu pakan pelet dengan dosis 7% (P0), cacing sutra dengan dosis 7% (P1), cacing sutra dengan dosis 10% (P2), cacing sutra dengan dosis 13% (P3) dengan pemberian pakan 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan Tubifex sp tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele. Pemberian pakan terbaik dalam peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele yaitu pada perlakuan P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra 13% menghasilkan pertumbuhan panjang sebesar 4,6 cm dan pertambahan berat sebesar 2,51 g lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan alami cacing sutra dengan dosis yang berbeda memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan harian, tingkat kelangsungan hidup benih. Dosis pemberian pakan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih lele terdapat pada perlakuan dengan pemberian pakan cacing sutra 13%. Kata Kunci: Benih Ikan Lele (Clarias gariepinus), Cacing Sutra (Tubifex sp), Dosis pakan, Pertumbuhan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN TEPUNG KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana) DALAM FORMULASI PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Claris gariepinus)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman pisang kepok (M. balbisiana) merupakan tumbuhan yang banyak ditemukan di Kota Tarakan, salah satu wilayah yang banyak ditemukan tanaman pisang kepok yaitu bagian wilayah Karungan. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan lele dumbo (C. gariepinus) dengan memanfaatkan tepung kulit pisang kepok (M. balbisiana). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh diolah menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) kemudian dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Pertumbuhan ikan lele dumbo yang baik pada pemberian formulasi tepung kulit pisang kepok yaitu pada perlakuan B (pakan dengan formulasi 10% tepung kulit pisang kepok) diantaranya pertumbuhan berat mutlak ikan lele dumbo (C. gariepinus) yaitu sebesar (2,01 gram), pertumbuhan panjang mutlak yaitu sebesar 2,49 cm, pertumbuhan spesifik (SGR) yang baik pada perlakuan B yaitu 5,74%, dan Survival Rate (SR) yang baik sebesar 93,00%. Dari hasil uji analisis sidik ragam (ANOVA) yang menggunakan uji BNT (Beda nyata terkecil) maka diketahui pertumbuhan panjang mutlak dengan pemberian pakan komersil (perlakuan A) tidak berbeda nyata pada pakan dengan formulasi 10% tepung kulit pisang kepok (perlakuan B), sedangkan pertumbuhan berat mutlak dan laju pertumbuhan spesifik yang menggunakan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) maka diketahui perlakuan A (pakan komersil) merupakan perlakuan yang terbaik. Berdasarkan hasil data kualitas air selama penelitian pada perlakuan A, B, C dan D masih dalam kisaran yang layak bagi petumbuhan benih ikan lele dumbo (C. gariepinus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail