Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: FCR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN GRINDAL WORM (Enchytraeus buchholzi) DAN PAKAN KOMERSIL F999 TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penting nya manajemen pakan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) untuk meningkatkan efesiensi produksi, terutama karena biaya pakan komersil terus meningkat. Grindal worm (Enchytraeus bucholzi) merupakan pakan alami bernutrisi tinggi yang berpotensi menjadi alternatif atau pelengkap pakan komersil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Grindal worm, pakan komersil dan kombinasi terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air benih lele sangkuriang. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (100% pakan komersil), B (100% Grindal worm) dan yang C (50% pakan komersil + 50% Grindal worm). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), suhu, pH, oksigen terlarut dan amonia. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan kualitas air berada pada kisaran optimal, yaitu suhu 25-28°C, pH 5,10-5,93, DO 4,3-6,9 mg/L dan amonia 0,253-1,256 mg/L. Tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan dan SR, tetapi FCR berbeda nyata (P0,05). Perlakuan C mengahasilkan FCR terendah yaitu, 0,96 sehingga paling efesien dalam pemanfaatan pakan. Kesimpulannya, kombinasi kedua pakan dapat meningkatkan efesiensi tanpa menurunkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih dalam lingkungan terkontrol budidaya yang baik. Kata Kunci: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Pertumbuhan, FCR ABSTRACT The importance of feed management in the production efficiency of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) was the rationale of this study, particularly in consideration of the increasing cost of commercial feed. Enchytraeus bucholzi, or Grindal worms, constitute a highly nutritious organic feed source which could potentially be utilized as an alternative as well as through combination with manufactured feed. The aim of this study was to determine whether administering commercil feed, Grindal worms, and their combination affects Sangkuriang catfish fry growth, survival rate, feed conversion ratio, and water quality. Three treatments and seven replicates were performed during this simulated experiment with a Completely Randomized Design (CRD): A (100% commercil feed), B (100% Grindal worms), and C (50% commercil feed + 50% Grindal worms). Absolute weight, absolute length, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia were among the growth metrics used during the 30-day cultivation period. Data analysis was performed using ANOVA at a 95% confidence level. Results showed that water quality was within the optimal range, namely temperature 25–28°C, pH 5.10–5.93, DO 4.3–6.9 mg/L, and ammonia 0.253–1.256 mg/L. There were no significant differences (P > 0.05) in growth and SR, but FCR differed significantly (P 0.05). Treatment C produced the lowest FCR, at 0.96, making it the most efficient in feed utilization. In conclusion, the combination of the two feeds can improve efficiency without reducing growth and survival of the fry in a well-controlled aquaculture environment. Keywords: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Growth, FCR

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN IKAN NILA (oreocromis niloticus) YANG DIBERIKAN PAKAN MAGGOT DENGAN TEKNIK PEMUASAAN SECARA PERIODIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya ikan nila menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan kebutuhan alternatif nutrisi yang lebih ekonomis, sehingga penggunaan maggot. (Hermetia illucens) dan teknik pemuasaan periodik menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Budidaya ikan nila Oreochromis niloticus menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan pertumbuhan juvenil yang lambat akibat efisiensi pakan yang rendah serta peningkatan limbah amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tepung maggot yang dikombinasikan dengan teknik pemuasaan secara periodik pada. ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lenkap (RAL) dengan Empat perlakuan dan tiga kali ulangan diterapkan selama 30 hari masa penelitian yaitu P1 tanpa puasa, P2 (1:2), P3 (3:2), dan P4 (2:3) dengan parameter pertumbuhan, SGR, FCR, SR, dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa P4 dengan 70% maggot memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan panjang 1,8 cm, berat 1,59 g. nilai FCR 1,13, SGR 0,07%/hari, serta SR 100%. Meskipun analisis tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05), kecenderungan data menunjukkan bahwa kombinasi pakan maggot dan pemuasaan periodik mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki respons pertumbuhan, dan menjaga stabilitas kualitas air, sehingga layak diterapkan sebagai strategi budidaya nila yang lebih efisien dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Tepung Buah Pepaya (Carica papaya) pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias gariepinus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, serta mampu beradaptasi pada lingkungan yang ekstrim, namun diantara kelebihan tersebut terdapat kelemahan dalam budidaya ikan lele diantaranya adalah harga pakan yang tinggi dan menghabiskan 60 – 70 % dari total biaya produksi, serta kemampuan dalam menyerap pakan. Maka dari itu diperlukan pakan alternatif dari bahan baku murah dan mampu menunjang pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan buatan dari tepung buah pepaya (Carica papaya) terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan, dimana pada perlakuan 1 diberikan pakan komersial tanpa tambahan tepung buah pepaya, perlakuan 2 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,50 gr tepung buah pepaya, perlakuan 3 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,75 gr tepung buah pepaya, perlakuan 4 diberikan pakan komersial dengan tambahan 5 gr tepung buah pepaya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap berat mutlak, panjang mutlak, SGR, SR, serta FCR pada ikan lele. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa pakan buatan dengan penambahan tepung buah pepaya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan, dimana pengaruh terbaik terdapat pada P2 dengan hasil berat mutlak sebesar (7,6 g), panjang mutlak sebesar (5,87 cm), hasil SGR sebesar (7,85 %), FCR sebesar (1,5 %), dan hasil SR sebesar (93 %). Berdasarkan hasil penambahan tepung buah pepaya terhadap pertumbuhan ikan lele, menunjukkan hasil terbaik pada P2. Nilai FCR terbaik pada P3 dan Nilai SR terbaik pada P4.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bioenrichment Pelet F-999 Dengan Tepung Buah Pepaya Dan Viterna Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreocrhomis niloticus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan merupakan salah satu komoditas penting dalam kegiatan budidaya air tawar. Salah satu masalah yang muncul dalam kegiatan budidaya ikan nila ialah lambatnya pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) karena ikan tidak dapat mencerna energi dalam pakan yang masih kompleks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya) dan viterna sebagai bahan alternatif campuran pelet F-999 untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 40 hari yaitu pada bulan Januari-Februari 2022, dengan hewan uji yakni ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berukuran 2,5-3 cm. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperiemental dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Konsentrasi pembahan tepung buah papaya dan viterna kedalam 500 g pelet F-999 yakni P1 tanpa penambahan tepung buah papaya dan 5 ml viterna, P2 penambahan tepung buah papaya sebanyak 2,25 g dan 5ml viterna, P3 penambahan tepung buah pepaya sebanyak 2,50 g dan 5 ml viterna, serta P4 dengan penambahan tepung buah papaya sebanyak 2,75 g dan 5 ml viterna. Hasil uji proksimat menunjukan kadar protein yang berbeda antar perlakuan, P1 (25,98%), P2 (23,66%), P3 (24%), P4 (25,24%), kadar lemak P1(2%), P2 (1,25), P3 (2,2%), P4 (0,4%), dan kadar air pada P1 (12%), P2 (7%), P3 (8%), P4 (1%). Pertumbuhan berat dan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P4 sebesar (2.80 g dan 2.11 cm), dan SGR terbaik pada P4 sebesar (5.85%), FCR terbaik pada P4 sebesar (1,3), sedangkan SR terbaik pada perlakuan P2 (73,3%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan 2,75 g tepung buah pepaya dan 5 ml viterna dapat mengoptimalkan pertumbuhan berat dan panjang mutlak ikan nila (Oreochromis niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA LAJU PERTUMBUHAN BENIH LELE (Clarias sp)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) pada laju pertumbuhan benih ikan lele (Clarias sp) Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa ekstrak daun karamunting ), P1 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 100 mg/kg dan P3 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 150 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan lele tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan lele tertinggi pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg yakni 1,88 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, sebesar ,yaitu 65%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan 150 mg/kg yaitu sebesar 1,26%. ekstrak daun karamunting memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan lele dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penambahan ekstrak daun karamunting ( melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila ( oriochromis niloticus )

2020•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunkan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa bakteri EM4 dan ekstrak), P1 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 , P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting, dan P3 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 dan ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan nila tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak (P2), yakni 4.64 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan nila tertinggi pada perlakuan bakteri EM4 , 6.61 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan bakteri EM4 , yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan bakteri EM4 sebesar 100%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan P3 (kombinasi bakteri EM4 dan ekstrak) pemberian bakteri EM4, ekstrak daun karamunting dan kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan nila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail