Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: SR.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Tepung Buah Pepaya (Carica papaya) pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias gariepinus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, serta mampu beradaptasi pada lingkungan yang ekstrim, namun diantara kelebihan tersebut terdapat kelemahan dalam budidaya ikan lele diantaranya adalah harga pakan yang tinggi dan menghabiskan 60 – 70 % dari total biaya produksi, serta kemampuan dalam menyerap pakan. Maka dari itu diperlukan pakan alternatif dari bahan baku murah dan mampu menunjang pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan buatan dari tepung buah pepaya (Carica papaya) terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan, dimana pada perlakuan 1 diberikan pakan komersial tanpa tambahan tepung buah pepaya, perlakuan 2 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,50 gr tepung buah pepaya, perlakuan 3 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,75 gr tepung buah pepaya, perlakuan 4 diberikan pakan komersial dengan tambahan 5 gr tepung buah pepaya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap berat mutlak, panjang mutlak, SGR, SR, serta FCR pada ikan lele. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa pakan buatan dengan penambahan tepung buah pepaya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan, dimana pengaruh terbaik terdapat pada P2 dengan hasil berat mutlak sebesar (7,6 g), panjang mutlak sebesar (5,87 cm), hasil SGR sebesar (7,85 %), FCR sebesar (1,5 %), dan hasil SR sebesar (93 %). Berdasarkan hasil penambahan tepung buah pepaya terhadap pertumbuhan ikan lele, menunjukkan hasil terbaik pada P2. Nilai FCR terbaik pada P3 dan Nilai SR terbaik pada P4.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERCEPATAN MOULTING POST LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIRENDAM EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DENGAN ONSENTRASI BERBEDA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang sering ditemukan pada usaha pembenihan udang windu di hatchery adalah kegagalan proses moulting dan pertumbuhan yang lambat pada post larva udang windu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penggunaan tumbuhan herbal ekstrak daun karamunting. Tumbuhan herbal ini memiliki senyawa bioaktif yang dapat berperan dalam meningkatkan laju pertumbuhan pada benur udang windu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji potensi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan konsentrasi berbeda terhadap proses ganti kulit dan pertumbuhan pada post larva udang windu. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol (tanpa ekstrak), perlakuan 25 ppm, perlakuan 50 ppm dan perlakuan 75 ppm, pemeliharaan dilakukan selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase moulting udang tertinggi didapatkan pada perlakuan 50 ppm yaitu sebesar 89 %, sedangkan prensentase moulting terendah pada perlakuan kontrol yaitu 60 %. Kecepatan masa laten molting didapatkan pada perlakuan 50 ppm yang membutuhkan 10-12 jam untuk moulting. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan berkisar antara 62-82%, SR terendah didapatkan pada perlakuan kontrol yaitu 62%. Kesimpulan perendaman ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh terhadap proses ganti kulit dan kelangsungan hidup postlarva udang windu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail