Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: SGR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS PERTUMBUHAN IKAN NILA (oreocromis niloticus) YANG DIBERIKAN PAKAN MAGGOT DENGAN TEKNIK PEMUASAAN SECARA PERIODIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya ikan nila menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan kebutuhan alternatif nutrisi yang lebih ekonomis, sehingga penggunaan maggot. (Hermetia illucens) dan teknik pemuasaan periodik menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Budidaya ikan nila Oreochromis niloticus menghadapi tantangan berupa tingginya biaya pakan dan pertumbuhan juvenil yang lambat akibat efisiensi pakan yang rendah serta peningkatan limbah amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tepung maggot yang dikombinasikan dengan teknik pemuasaan secara periodik pada. ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lenkap (RAL) dengan Empat perlakuan dan tiga kali ulangan diterapkan selama 30 hari masa penelitian yaitu P1 tanpa puasa, P2 (1:2), P3 (3:2), dan P4 (2:3) dengan parameter pertumbuhan, SGR, FCR, SR, dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa P4 dengan 70% maggot memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan panjang 1,8 cm, berat 1,59 g. nilai FCR 1,13, SGR 0,07%/hari, serta SR 100%. Meskipun analisis tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05), kecenderungan data menunjukkan bahwa kombinasi pakan maggot dan pemuasaan periodik mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki respons pertumbuhan, dan menjaga stabilitas kualitas air, sehingga layak diterapkan sebagai strategi budidaya nila yang lebih efisien dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penambahan Tepung Buah Pepaya (Carica papaya) pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias gariepinus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan lele memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, serta mampu beradaptasi pada lingkungan yang ekstrim, namun diantara kelebihan tersebut terdapat kelemahan dalam budidaya ikan lele diantaranya adalah harga pakan yang tinggi dan menghabiskan 60 – 70 % dari total biaya produksi, serta kemampuan dalam menyerap pakan. Maka dari itu diperlukan pakan alternatif dari bahan baku murah dan mampu menunjang pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan buatan dari tepung buah pepaya (Carica papaya) terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan, dimana pada perlakuan 1 diberikan pakan komersial tanpa tambahan tepung buah pepaya, perlakuan 2 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,50 gr tepung buah pepaya, perlakuan 3 diberikan pakan komersial dengan tambahan 4,75 gr tepung buah pepaya, perlakuan 4 diberikan pakan komersial dengan tambahan 5 gr tepung buah pepaya. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap berat mutlak, panjang mutlak, SGR, SR, serta FCR pada ikan lele. Hasil penelitian selama 40 hari menunjukkan bahwa pakan buatan dengan penambahan tepung buah pepaya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan, dimana pengaruh terbaik terdapat pada P2 dengan hasil berat mutlak sebesar (7,6 g), panjang mutlak sebesar (5,87 cm), hasil SGR sebesar (7,85 %), FCR sebesar (1,5 %), dan hasil SR sebesar (93 %). Berdasarkan hasil penambahan tepung buah pepaya terhadap pertumbuhan ikan lele, menunjukkan hasil terbaik pada P2. Nilai FCR terbaik pada P3 dan Nilai SR terbaik pada P4.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bioenrichment Pelet F-999 Dengan Tepung Buah Pepaya Dan Viterna Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreocrhomis niloticus)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan merupakan salah satu komoditas penting dalam kegiatan budidaya air tawar. Salah satu masalah yang muncul dalam kegiatan budidaya ikan nila ialah lambatnya pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) karena ikan tidak dapat mencerna energi dalam pakan yang masih kompleks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya) dan viterna sebagai bahan alternatif campuran pelet F-999 untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 40 hari yaitu pada bulan Januari-Februari 2022, dengan hewan uji yakni ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berukuran 2,5-3 cm. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperiemental dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Konsentrasi pembahan tepung buah papaya dan viterna kedalam 500 g pelet F-999 yakni P1 tanpa penambahan tepung buah papaya dan 5 ml viterna, P2 penambahan tepung buah papaya sebanyak 2,25 g dan 5ml viterna, P3 penambahan tepung buah pepaya sebanyak 2,50 g dan 5 ml viterna, serta P4 dengan penambahan tepung buah papaya sebanyak 2,75 g dan 5 ml viterna. Hasil uji proksimat menunjukan kadar protein yang berbeda antar perlakuan, P1 (25,98%), P2 (23,66%), P3 (24%), P4 (25,24%), kadar lemak P1(2%), P2 (1,25), P3 (2,2%), P4 (0,4%), dan kadar air pada P1 (12%), P2 (7%), P3 (8%), P4 (1%). Pertumbuhan berat dan panjang mutlak terbaik pada perlakuan P4 sebesar (2.80 g dan 2.11 cm), dan SGR terbaik pada P4 sebesar (5.85%), FCR terbaik pada P4 sebesar (1,3), sedangkan SR terbaik pada perlakuan P2 (73,3%). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan 2,75 g tepung buah pepaya dan 5 ml viterna dapat mengoptimalkan pertumbuhan berat dan panjang mutlak ikan nila (Oreochromis niloticus).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN Artemia salina YANG DIPERKAYA EKSTRAK DAUN KARAMUNTING TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG (Betta splendens)

2022•

PENGARUH PEMBERIAN Artemia salina YANG DIPERKAYA EKSTRAK DAUN KARAMUNTING TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG (Betta Sp). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun karamunting (Malastoma malabathricium) pada laju pertumbuhan benih ikan cupang (Betta sp) penelitian ini dilakukan di Laboraterium Biologi Perikanan Fakultas Periknan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan Kontrol (K) : Pakan alami (tampa ekstrak daun karamunting), P1 : Pakan alami dengan penambahan ekstrak daun karamunting 50 mg/L dan P2: Pakan alami dengan penambahan ekstrak daun karamunting 100 mg/L. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan bobot benih ikan cupang tertinggi didapat pada perlakuan ekstrak 100 mg/L yaitu 0.251. Sedangkan laju pertumbuhan spasifik tertinggi pada perlakuan ekstrak 100 mg/L, yakni 1.45% dan nilai kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mg/L, yaitu sebesar 80%. Ekstrak daun karamunting memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan cupang dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh perendaman pupuk organik cair dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laur Caulerpa lentillifera pada media terkontrol

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Caulerpa lentillifera merupakan makroalga hijau yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dengan cara dimakan mentah sebagai lalapan atau sebagai sayur bagi masyarakat sekitar pantai. Upaya dalam meningkatkan produksi Caulerpa lentillifera dapat dilakukan melalui rekayasa dengan penambahan pupuk dalam budidayanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk organik cair yang dapat memberikan pertumbuhan terbaik bagi Caulerpa lentillifera. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (0 ml/l), P1 (1,5 ml/l), P2 (2,5 ml/l) dan P3 (3,5 ml/l). Data yang dipeoleh diamatai dengan analisis sidik ragam one way (ANOVA). Berdasarkan hasil uji analisis ragam (ANOVA) diketahui bahwa pemberian pupuk organik cair memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan berat kering pada perlakuan P1 dengan dosis 1,5 ml/l. Secara umum perlakuan 1,5 ml/l pupuk organik cair memberikan nilai laju pertumbuhan spesifik sebesar 8,54% dan nilai berat kering sebesar 1,70 gr. Pengukran kualitas air dalam penelitian ini meliputi suhu yang berkisar 26 -28 oC, Salinitas berkisar 31-35 oC, pH berkisar antara 6,83 -7,05, Sedangkan DO berkisar antara 5,98 – 6,90 mg/l.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA LAJU PERTUMBUHAN BENIH LELE (Clarias sp)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) pada laju pertumbuhan benih ikan lele (Clarias sp) Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa ekstrak daun karamunting ), P1 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 100 mg/kg dan P3 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 150 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan lele tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan lele tertinggi pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg yakni 1,88 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, sebesar ,yaitu 65%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan 150 mg/kg yaitu sebesar 1,26%. ekstrak daun karamunting memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan lele dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI PERENDAMAN ARTEMIA SALINA DENGAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Malastoma malabathricum L) PADA LAJU PERTUMBUHAN BENUR UDANG WINDU (Panaeus monodon)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Salah satu penyebab penurunan produksi benur udang windu dikarenakan pertumbuhan yang lambat dan mortalitas yang tinggi.. Pengunaan bahan alam dapat menjadi alternatif solusi untuk mempercepat pertumbuhan dan menekan mortalitas. Tumbuhan karamunting merupakan tumbuhan perdu yang tidak bernilai ekonomis serta banyak ditemukan di Indonesia khususnya di daerah Kalimantan, tumbuhan ini mengandung lanosterol sebagai precursor pertumbuhan udang. Penelitian ini dilakukan terdiri dari beberapa tahapan: (1). Ekstraksi tumbuhan karamunting (Melastoma malabathricum), (2). Perlakuan pengkayaan artemia menggunakan ekstrak daun karamunting (konsentrasi 100 ppm), dengan lama perendaman (dipping) yang berbeda. Perlakuan Kontrol (P1), perlakuan perendaman 8 jam (P2), 16 jam (P3), dan 24 jam (P4) (3). Pemberian artemia pada udang windu (Penaeus monodon) selama 4 minggu (4). Pengukuran parameter kelangsungan hidup benur udang windu (Spesific Growth Rate) dan (5) Analisis data. Hasil statistik menunjukkan bahwa Spesific Growth Rate dengan pemberian ekstrak etanol karamunting menunjukkan berbeda nyata (P˂0,05). Nilai Spesific Growth Rate tertinggi didapatkan pada perlakuan P2, yakni; 66%,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penambahan ekstrak daun karamunting ( melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila ( oriochromis niloticus )

2020•

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunkan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa bakteri EM4 dan ekstrak), P1 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 , P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting, dan P3 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 dan ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan nila tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak (P2), yakni 4.64 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan nila tertinggi pada perlakuan bakteri EM4 , 6.61 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan bakteri EM4 , yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan bakteri EM4 sebesar 100%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan P3 (kombinasi bakteri EM4 dan ekstrak) pemberian bakteri EM4, ekstrak daun karamunting dan kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan nila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail