ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
PENGARUH PEMBERIAN Artemia salina YANG DIPERKAYA EKSTRAK DAUN KARAMUNTING TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN CUPANG (Betta Sp). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun karamunting (Malastoma malabathricium) pada laju pertumbuhan benih ikan cupang (Betta sp) penelitian ini dilakukan di Laboraterium Biologi Perikanan Fakultas Periknan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 3 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan Kontrol (K) : Pakan alami (tampa ekstrak daun karamunting), P1 : Pakan alami dengan penambahan ekstrak daun karamunting 50 mg/L dan P2: Pakan alami dengan penambahan ekstrak daun karamunting 100 mg/L. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan bobot benih ikan cupang tertinggi didapat pada perlakuan ekstrak 100 mg/L yaitu 0.251. Sedangkan laju pertumbuhan spasifik tertinggi pada perlakuan ekstrak 100 mg/L, yakni 1.45% dan nilai kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mg/L, yaitu sebesar 80%. Ekstrak daun karamunting memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan cupang dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) pada laju pertumbuhan benih ikan lele (Clarias sp) Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa ekstrak daun karamunting ), P1 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 100 mg/kg dan P3 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 150 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan lele tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan lele tertinggi pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg yakni 1,88 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, sebesar ,yaitu 65%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan 150 mg/kg yaitu sebesar 1,26%. ekstrak daun karamunting memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan lele dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan EM4 pada laju pertumbuhan harian benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunkan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa bakteri EM4 dan ekstrak), P1 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 , P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting, dan P3 : pakan komersil dengan penambahan bakteri EM4 dan ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan nila tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak (P2), yakni 4.64 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan nila tertinggi pada perlakuan bakteri EM4 , 6.61 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan bakteri EM4 , yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan bakteri EM4 sebesar 100%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan P3 (kombinasi bakteri EM4 dan ekstrak) pemberian bakteri EM4, ekstrak daun karamunting dan kombinasi keduanya memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan nila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.