Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: growth
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, SALES GROWTH DAN RETURN ON ASSET TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) terhadap harga saham pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 17 perusahaan dari jumlah populasi 91 perusahaan. Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi melalui laporan keuangan tahunan yang relevan. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan return on asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, sales growth tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan, ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN GRINDAL WORM (Enchytraeus buchholzi) DAN PAKAN KOMERSIL F999 TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penting nya manajemen pakan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) untuk meningkatkan efesiensi produksi, terutama karena biaya pakan komersil terus meningkat. Grindal worm (Enchytraeus bucholzi) merupakan pakan alami bernutrisi tinggi yang berpotensi menjadi alternatif atau pelengkap pakan komersil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Grindal worm, pakan komersil dan kombinasi terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air benih lele sangkuriang. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (100% pakan komersil), B (100% Grindal worm) dan yang C (50% pakan komersil + 50% Grindal worm). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), suhu, pH, oksigen terlarut dan amonia. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan kualitas air berada pada kisaran optimal, yaitu suhu 25-28°C, pH 5,10-5,93, DO 4,3-6,9 mg/L dan amonia 0,253-1,256 mg/L. Tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan dan SR, tetapi FCR berbeda nyata (P0,05). Perlakuan C mengahasilkan FCR terendah yaitu, 0,96 sehingga paling efesien dalam pemanfaatan pakan. Kesimpulannya, kombinasi kedua pakan dapat meningkatkan efesiensi tanpa menurunkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih dalam lingkungan terkontrol budidaya yang baik. Kata Kunci: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Pertumbuhan, FCR ABSTRACT The importance of feed management in the production efficiency of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) was the rationale of this study, particularly in consideration of the increasing cost of commercial feed. Enchytraeus bucholzi, or Grindal worms, constitute a highly nutritious organic feed source which could potentially be utilized as an alternative as well as through combination with manufactured feed. The aim of this study was to determine whether administering commercil feed, Grindal worms, and their combination affects Sangkuriang catfish fry growth, survival rate, feed conversion ratio, and water quality. Three treatments and seven replicates were performed during this simulated experiment with a Completely Randomized Design (CRD): A (100% commercil feed), B (100% Grindal worms), and C (50% commercil feed + 50% Grindal worms). Absolute weight, absolute length, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia were among the growth metrics used during the 30-day cultivation period. Data analysis was performed using ANOVA at a 95% confidence level. Results showed that water quality was within the optimal range, namely temperature 25–28°C, pH 5.10–5.93, DO 4.3–6.9 mg/L, and ammonia 0.253–1.256 mg/L. There were no significant differences (P > 0.05) in growth and SR, but FCR differed significantly (P 0.05). Treatment C produced the lowest FCR, at 0.96, making it the most efficient in feed utilization. In conclusion, the combination of the two feeds can improve efficiency without reducing growth and survival of the fry in a well-controlled aquaculture environment. Keywords: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Growth, FCR

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH JARAK LOKASI BUDIDAYA METODE LONGLINE TERHADAP PERTUMBUHAN dan KADAR KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Abstrak Pengaruh Jarak Lokasi Budidaya Metode Longline terhadap Pertumbuhan dan Kadar Karagenan Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jarak Lokasi budidaya metode longline terhadap pertumbuhan dan kadar karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Tanjung Batu, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan selama 45 hari (13 Februari–30 Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jarak dari garis pantai, yaitu P1 (30 m), P2 (40 m), dan P3 (50 m), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), kadar karagenan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak lokasi budidaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan SGR rumput laut. Perlakuan P3 menghasilkan bobot mutlak tertinggi (426,3±104,5 g) dan SGR tertinggi (4,95±0,53%/hari), sedangkan P1 menghasilkan nilai terendah. Perbedaan pertumbuhan ini disebabkan oleh kondisi oseanografi yang lebih stabil di lokasi yang lebih jauh dari pantai, meliputi salinitas yang lebih homogen, kecerahan perairan yang lebih tinggi, serta minimnya beban nutrien berlebih. Sebaliknya, jarak Lokasi budidaya tidak berpengaruh nyata (P=0,251) terhadap kadar karagenan, dengan nilai berkisar 9,52%–11,32% pada semua perlakuan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi pertumbuhan K. alvarezii. Disarankan pembudidaya menerapkan jarak lokasi budidaya >40 m dari garis pantai untuk mengoptimalkan pertumbuhan rumput laut. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, jarak lokasi budidaya, longline, pertumbuhan, karagenan THE EFFECT OF CULTIVATION DISTANCE USING THE L.ONGLINE METHOD ON THE GROWTH AND CARAGENANCONTENT OF SEAWEED (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) Abstract The Effect of Culivation Sue Distance Usng the Longline Method on the Gromh and Carageenan Contenl of Seaweed (Kappaphycus alvarezu) This study amed lo analyze the efect of cullvation sile distance using the longline method on the growth and carrageenan content of Kappaphycus alvarezll seavecd in the waters off Tanyung Batu, Tarakan Ciy, Nortl Kalimantan The study was conducted over 4S days (13 February -30 March 2026) usung a Randomısed Block Desıgn (RBD)with three Iratmenis based on distance from the shoreline, namely PI (30 m), P2(40m), and P3 (50 m), each wih thre replicates The parameters observed included absolute weight growth, specific growth rate (SGR), carrageenan content, and water quality The results showed that the dıstance of the culivation sıte had a significant effecr (P005) on the absolute werght growth and SGR of the seaweed Treatment P3 yelded the highest absolute weigh (4263±1045 g) and the hıghes SGR (495±053%day), whılst PI yielded the lowest values These dıflerences in growth were attributed to more stable oceanographic conditions al sites further from the coast, ineluding more homogeneous salinity, higher water clarity, and minimal excess nutrient loading Conversely, the distance of the cultivation site had no sIgnificant effect (P=02S1) on carrageenan contenl, with values ranging from 952% 101132% across all reatmenls Waler qualiy paramelers hroughoul the study remained wthin the optimal range for the growth of K. alvarezii It was recommended that cultivators maintain a cultivation site distance of >40 m from the shorelıne to optimize seaveed growh Keywords Kappaphycus Alvarezii, Culivation Site Distance, Longline, Growth, Carragcenan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODIFIKASI JUMLAH CINCIN PADA METODE LONG LINE BUDIDAYA Kappaphycus alvarezii DI TANJUNG BATU TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan  Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODIFIKASI JUMLAH CINCIN PADA METODE LONG LINE BUDIDAYA Kappaphycus alvarezii DI TANJUNG BATU TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

2026•

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan  Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pengkayaan Pakan Artemia salina Yang Diberi Chlorella vulgaris Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Post Larva Udang Windu (Penaneus monodon)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan budidaya dipengaruhi oleh kemampuan post larva udang untuk bertahan hidup, yang seringkali rentan terhadap kematian akibat kekurangan nutirisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemberian nutrisi tambahan melalui Bioenrichment Artemia salina dengan Chlorella vulgaris. Proses Bioenrichment selama 3 jam diharapkan memungkinkan Artemia salina menyerap nutrisi dari Chlorella vulgaris sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan pakan Artemia salina yang diberi Chlorella vulgaris terhadap pertumbuhan dan sintasan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan selama 20 hari dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan alami Artemia salina), P2 (Pakan alami Bioenrichment Artemia salina dengan Chlorella vulgaris selama 3 jam), dan P3 (Pakan komersil). Parameter yang akan diamati meliputi Average Body Weight (ABW), Average Body Length (ABL), Average Daily Growrt (ADG), Survival rate (SR), dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 17,4% yang tinggi dibandingkan dengan perlakuan P2 dan P3 tetapi perlakuan P3 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 4,9% tidak lebih baik dibanding perlakuan P2 menghasilkan nilai kelangsungan hidup (SR) 13,4%. Kualitas air yang terkontrol seperti suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas dan amonia selama penelitian masih dalam kisaran batas toleransi dalam budidaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pakan Bioenrichment Artemia salina menggunakan Chlorella vulgaris selama 3 jam waktu pengkayaan tidak memberikan pengaruh yang signifikan (95%) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva udang windu (Penaeus monodon).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengembangan ekonomi wilayah berbasis sektor untuk penyerapan angkatan kerja dan penurunan kemiskinan di Indonesia

2026•

Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pengembangan ekonomi wilayah yang mendorong penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan. Pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa PDRB, tenaga kerja, dan kemiskinan pada 34 provinsi (periode 2015, 2018, 2021, dan 2024). Teknik analisis meliputi LQ, GEE, serta GEP, diperkuat dengan pemetaan empat kuadran dan pola spasial antarwilayah. Hasil analisis LQ menunjukkan pola persebaran sektor basis yang tidak merata antarkawasan. Hampir semua kawasan, terutama timur, tengah, dan barat, didominasi sektor primer sebagai sektor basis, kecuali Jawa. Sektor sekunder hanya menunjukkan nilai basis pada sebagian kawasan dan terkonsentrasi di kawasan Jawa. Sementara itu, sektor tersier hampir merata ditemukan sebagai sektor basis di seluruh kawasan Indonesia, mencerminkan berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa di berbagai daerah. Hasil GEE dan GEP memperlihatkan dinamika pola persebaran penyerapan tenaga kerja dan kemiskinan antar periode. Pada tahun 2015, seluruh kawasan didominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan tinggi pada 17 provinsi, mencerminkan belum optimalnya pertumbuhan ekonomi dalam mengentaskan kemiskinan. Tahun 2018 menunjukkan perbaikan, dengan dominasi penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah pada 21 provinsi. Namun tahun 2021 terjadi kemunduran akibat pandemi COVID-19, di mana kondisi penyerapan tenaga kerja tinggi dibarengi kemiskinan tinggi kembali mendominasi pada 22 provinsi. Tahun 2024 kembali membaik, dengan penyerapan tenaga kerja tinggi disertai kemiskinan rendah mendominasi sebanyak 24 provinsi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi wilayah sangat dipengaruhi struktur sektor unggulan dan karakteristik spasial masing-masing daerah, sehingga diperlukan kebijakan terarah agar penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan berlangsung berkelanjutan dan merata di seluruh kawasan Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Chlorella vulgaris DENGAN PENAMBAHAN ION MAGNESIUM (Mg2+) PADA MEDIA KULTUR

2026•

Chlorella vulgaris merupakan salah satu jenis fitoplankton yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, potensi tersebut dapat dikembangkan dengan budidaya Chlorella vulgaris. Pertumbuhan Chlorella ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrien, salah satunya ion magnesium (Mg2+) yang berperan penting dalam pembentukan klorofil guna porses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan Chlorella vulgaris dengan penambahan ion magnesium (Mg2+) pada media kultur. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dengan lima perlakuan konsentrasi ion Mg2+, yaitu 0 ppm; 0,4 ppm; 0,8 ppm; 1,2 ppm; dan 1,6 ppm, masing-masing dua ulangan. Parameter kualitas air yang diukur suhu, salinitas dan, pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ion Mg2+ 0,4 ppm memberikan pertumbuhan tertinggi sebanyak 24.720 × 10⁴ sel/mL pada hari ke-6 pengamatan, sedangkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan penambahan ion Mg2+ 1,6 ppm sebesar 2.59 sel/mL hingga 7 hari pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penambahan ion Mg2+ mampu memberikan pertumbuhan Chlorella vulgaris. Chlorella vulgaris is a phytoplankton species widely utilized in various sectors, including aquaculture, biotechnology, and environmental management. Its production potential can be optimized through the cultivation of C. vulgaris. The growth of C. vulgaris is strongly influenced by nutrient availability, particularly magnesium ions (Mg²⁺), which play a crucial role in chlorophyll formation for the photosynthesis process. This study aimed to analyze the growth of Chlorella vulgaris with the addition of magnesium ions (Mg²⁺) in the culture media. The experiment was conducted over seven days using five treatments of Mg²⁺ concentrations: 0 ppm, 0.4 ppm, 0.8 ppm, 1.2 ppm, and 1.6 ppm, each with two replications. Water quality parameters measured included temperature, salinity, and pH. The results showed that the treatment with the addition of 0.4 ppm Mg²⁺ yielded the highest growth, reaching 24,720 × 10⁴ cells/mL on the sixth day of observation. Meanwhile, the highest specific growth rate was recorded in the 1.6 ppm Mg²⁺ treatment, reaching 2.59 cells/mL over the seven-day observation period. Based on these results, it can be concluded that the addition of Mg²⁺ ions enhances the growth of Chlorella vulgaris.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN NILAI PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN LIPID MIKROALGA YANG DIBUDIDAYAKAN PADA SISTEM MONOCULTURE DAN MIXCULTURE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroalga adalah organisme fotosintetik mikroskopis yang ditemukan di perairan laut dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Mikroalga memiliki kemampuan untuk menghasilkan lipid dalam jumlah besar dibandingkan dengan tanaman lainnya, sehingga memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber bahan baku untuk produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai pertumbuhan dan kandungan lipid pada isolat mikroalga asal Kakaban pada sistem monoculture (A) dan mixculture (B). Penelitian ini menggunakan dua perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan A (Monoculture) dan Perlakuan B (Mixculture) dari isolat mikroalga genus Chlamydomonas. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan sel, uji lipid, uji klorofil, karotenoid, dan profil lipid. Hasil uji perlakuan A dan B menunjukkan pola pertumbuhan sel yang serupa, tetapi dengan dinamika yang berbeda. Perlakuan A mencapai puncak pertumbuhan 0,951 dan perlakuan B 1,128 pada hari ke-20. Kandungan klorofil lebih tinggi pada perlakuan B (hari ke-14), sedangkan karotenoid meningkat pada perlakuan A (hari ke-28). Profil lipid perlakuan A dan B menunjukkan perbedaan komposisi asam lemak, dengan Methyl palmitoleat sebagai komponen dominan pada keduanya. Microalgae are microscopic photosynthetic organisms found in marine waters and play an important role in marine ecosystems. Microalgae can produce large amounts of lipids compared to other plants, thus having significant potential as a raw material source for biodiesel production. The purpose of the research was to compare the growth rate and lipid content of microalgae isolates from Kakaban in monoculture (A) and mixculture (B) systems. The research employed two treatments and three replicates. Treatment A (Monoculture) and treatment B (Mixculture) were microalgae isolates of the genus Chlamydomonas. The parameters observed included cell growth, lipid test, chlorophyll test, carotenoid test, and lipid profile. The results of treatment A and treatment B showed similar cell growth patterns, yet different dynamics. Treatment A reached a maximum growth of 0.951, while treatment B reached a maximum growth of 1.128 on day 20. Treatment B exhibited a higher level of chlorophyll content on day 14. Carotenoids increased in treatment A (day 28). The lipid profiles of treatment A and treatment B showed differences in fatty acid composition, with methyl palmitoleate as the dominant component in both.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Pakan merupakan 70% penyumbang biaya terbesar dalam produksi budidaya ikan nila, oleh karena itu diperlukan bahan baku alternatif pembuatan pakan. Salah satu bahan pakan potensial adalah maggot. Maggot mengandung protein sebesar 42,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung maggot dan pakan komersial terhadap pertumbuhan ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode penelitian ini adalah eksperimen deskriptif kuantitatif dengan 4 perlakuan 3 ulangan, P0 (kontrol), P1 (pakan komersil 70% dan tepung maggot 30%), P2 (50% pakan komersil + 50%tepung maggot), dan P3 (70% pakan komersil dan 30%tepung maggot). Perlakuan P1 menghasilkan pertumbuhan bobot (0,45 g) dan panjang (1,13 cm) yang lebih tinggi, nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) yang paling optimal (2,87), serta rasio konversi pakan (FCR) terendah (1,88). Hasil tersebut menunjukkan bahwa keseimbangan nutrisi antara protein dan energi pada perlakuan P1 mampu mendukung pertumbuhan ikan nila merah secara optimal. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan P1 berpengaruh nyata terhadap bobot mutlak, panjang mutlak, SGR dan FCR (P 0,05). Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan pada semua perlakuan mencapai 100%. FORMULASI TEPUNG MAGGOT DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstract Feed accounts for 70% of the largest cost in tilapia cultivation production, therefore alternative raw materials are needed for feed production. One potential feed ingredient is maggot. Maggot contains 42.55% protein. This study aims to determine the effect of maggot flour formulation and commercial feed on the growth of red tilapia (Oreochromis niloticus). This research method is a quantitative descriptive experiment with 4 treatments and 3 replications, P0 (control), P1 (70% commercial feed and 30% maggot flour), P2 (50% commercial feed + 50% maggot flour), and P3 (70% commercial feed and 30% maggot flour). Treatment P1 resulted in higher weight (0.45 g) and length (1.13 cm) growth, the most optimal specific growth rate (SGR) value (2.87), and the lowest feed conversion ratio (FCR) (1.88). These results indicate that the nutritional balance between protein and energy in the P1 treatment is able to support optimal growth of red tilapia. Analysis of variance (ANOVA) results showed that the P1 treatment significantly affected absolute weight, absolute length, SGR, and FCR (P 0.05). The survival rate (SR) of fish in all treatments reached 100%.  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Tepung Azolla (Azolla sp) dan Pakan Komersil FF999 Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract This study aimed to evaluate the effect of Azolla flour (Azolla sp.) and commercial feed FF999 on the growth of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus). The study was conducted for 30 days using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and seven replications. The treatments tested included: A (100% commercial feed FF999), B (100% Azolla flour), and C (a combination of 50% commercial feed + 50% Azolla flour). The parameters observed included absolute weight gain, absolute length gain, survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and water quality (temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia). The results showed that treatment C (a combination of 50% commercial feed and 50% Azolla flour) produced the highest weight gain (0.257 g) and the best length gain (1.28 cm), with the highest survival rate (86%). Treatment B (100% Azolla flour) showed the lowest FCR (1.14) but also had the lowest survival rate (43%). Water quality throughout the study remained within the appropriate range for catfish cultivation, despite fluctuations in ammonia levels. The conclusion of this study is that the combination of 50% Azolla flour and 50% commercial feed FF999 is the most effective feed formulation in supporting the growth and survival of Sangkuriang catfish. These results provide a more economical and sustainable feed alternative for fish farmers.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG AZOLLA (Azolla Sp) DAN PAKAN KOMERSIL F999 TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

For fish farmers, the problem is that the cost of commercial feed is very expensive compared to the results of cultivation. This research aims to determine the effect of giving Azolla flour (Azolla sp) and commercial feed f999 on the growth of tilapia (Orechromis niloticus). This research was carried out for 30 days and used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 7 replications. Treatment consisted of A (commercial feed 100%), B (Azolla sp 100%) and C (Azolla sp 100% + commercial feed f999 100%). Parameters that will be observed include growth in absolute weight, absolute length, survival (SR), feed conversion ratio (FCR) and water quality. The results showed that treatment C produced the highest growth in absolute weight and absolute length with the lowest feed conversion ratio (FCR) value with a value of (2.16) which identified the best feed efficiency. The highest survival rate was also achieved in treatment C (48%). Water quality such as temperature, pH, DO and ammonia during the research was still within the range that tilapia can tolerate, although ammonia levels tend to be high.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah bibit perlubang tanam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) pada lahan pesisir. Sorgum merupakan tanaman serealia yang memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti kekeringan dan tanah marginal, sehingga cocok dibudidayakan di wilayah pesisir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - September 2023 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu jarak tanam (40×20 cm, 50×20 cm, 60×20 cm, dan 70x20 cm) dan jumlah bibit perlubang tanam (1, 2, dan 3 bibit), masing-masing diulang tiga kali. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun. dan lebar daun pada umur 1, 2, dan 3 MST (minggu setelah tanam). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik perlakuan tunggal maupun kombinasi jarak tanam dan jumlah bibit tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Namun secara deskriptif, perlakuan dua bibit perlubang tanam (B2) dan jarak tanam 40 cm x 20 cm (J1) serta 60 cm x 20 cm (J3) cenderung menghasilkan nilai pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Dengan demikian, meskipun tidak signifikan secara statistik, penggunaan dua bibit per lubang tanam dan jarak tanam 40 cm x 20 cm serta jarak tanam 60 cm x 20 cm berpotensi memberikan pertumbuhan tanaman sorgum yang lebih baik pada lahan pesisir. This study aims to determine the effect of plant spacing and the number of seeds per planting hole on the growth of sorghum plants (Sorghum bicolor L.) on coastal land. Sorghum is a cereal crop that has high tolerance to extreme environmental conditions such as drought and marginal soils, making it suitable for cultivation in coastal areas. The research was conducted in March-September 2023 on the experimental land of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan, using a Randomized Group Design (RGD) with two factors, namely planting spacing ( 40 * 20 cm, 50×20 cm, 60 * 20 cm, and 70 * 20 cm) and the number of seeds per planting hole (1, 2, and 3 seeds), each repeated three times. Observation parameters included plant height, number of leaves, leaf length, and leaf width at 1, 2, and 3 weeks after planting. Data were analyzed using ANOVA and continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that neither the single treatment nor the combination of planting space and number of seeds had a significant effect on all observed growth parameters. However, descriptively, the treatment of two seeds per planting hole (B2) and plant spacing of 40cm * 20 cm (J1) and 60cm * 20 cm (J3) tended to produce higher growth values than other treatments. Thus, although it was not statistically significant, the use of two seeds per planting hole and a planting space of 40cm * 20 cm and a planting space of 60cm * 20 cm had the potential to provide better growth of sorghum plants on coastal land.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS DAN SALES GROWTH TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN INFLASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi di Indonesia)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS DAN SALES GROWTH TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN INFLASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi di Indonesia) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas dan sales growth terhadap financial distress dengan inflasi sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 27 perusahaan, dengan metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling menghasilkan 18 perusahaan sebagai sampel penelitian, sehingga mendapatkan 90 data observasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress dan sales growth berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, inflasi memoderasi pengaruh likuiditas dengan memperkuat hubungan terhadap financial distress, dan inflasi memoderasi pengaruh sales growth dengan memperlemah hubungan terhadap financial distress. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoritis yang mendukung validitas teori agensi dan teori kontingensi sebagai kerangka dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi nilai financial distress. Kata Kunci: Likuiditas, Sales Growth, Inflasi dan Financial Distress

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR AKTIVA DAN SALES GROWTH TERHADAP STRUKTUR MODAL : PERAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Kesehatan (Healthcare) yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023)

2025•

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR AKTIVA DAN SALES GROWTH TERHADAP STRUKTUR MODAL : PERAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Kesehatan (Healthcare) yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur aktiva dan sales growth terhadap struktur modal dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 33 perusahaan, dengan metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling menghasilkan 17 perusahaan sebagai sampel penelitian, sehingga mendapatkan 85 data observasi dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur aktiva dan sales growth tidak berpengaruh terhadap struktur modal, profitabilitas memoderasi pengaruh struktur aktiva dengan memperlemah hubungan terhadap struktur modal, dan profitabilitas memoderasi pengaruh sales growth dengan memperkuat bubungan terhadap struktur modal. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoritis yang mendukung validitas teori pecking order dan teori trade-off sebagai kerangka dalam menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan struktur modal perusahaan. Kata Kunci: Struktur Aktiva, Sales Growth, Profitabilitas dan Struktur Modal

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN TANAMAN AIR BERBEDA PADA BUDIDAYA AKUAPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tanaman air berbeda terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dalam sistem akuaponik. Tanaman air yang digunakan meliputi kangkung (Ipomoea aquatica F.), sawi (Brassica rapa L.), dan kombinasi keduanya. Pertumbuhan ikan diamati melalui panjang mutlak, berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelangsungan hidup (SR) selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kangkung sebagai media biofilter menghasilkan pertumbuhan tertinggi, dengan panjang mutlak rata-rata 8,44 cm dan berat mutlak rata-rata 15,46 gram. SGR mencapai 8,48%. Sawi juga memberikan hasil yang baik, dengan panjang mutlak rata-rata 6,08 cm, berat mutlak rata-rata 9,69 gram, dan SGR 7,26%. Kombinasi kangkung dan sawi menghasilkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan kangkung tunggal, namun masih lebih baik daripada kontrol. Penggunaan kontrol tanpa media biofilter tanaman air memberikan hasil yang paling rendah. Kesimpulannya, penggunaan kangkung sebagai media biofilter dalam budidaya akuaponik dapat meningkatkan pertumbuhan bibit ikan lele dumbo secara signifikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ASPEK KETENAGAKERJAAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA (TAHUN 2011-2021)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyze the effect of the Employment Aspect on Economic Growth in North Kalimantan Province in 2011 - 2021. Economic growth means developments in the production of goods and services that apply in an area, such as an increase in the amount of production of industrial goods, infrastructure development, increase in the number of schools, increase in sector production services and increased production of capital goods. This approach uses quantitative descriptive. Data analysis used Panel Data Regression using the software tool E-Views version 10. The results showed that Labor had no significant effect on Economic Growth in North Kalimantan Province, Minimum Wage had a significant effect on Economic Growth in North Kalimantan Province, Open Unemployment had no effect significant to Economic Growth in North Kalimantan Province. Keywords: Economy, Employment, Growth, Unemployment, Wages

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN VARIETAS COKLAT DAN HIJAU DI TANJUNG BATU KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The study of the comparative analysis of seaweed growth (Kappaphycus alvarezii) with brown and green varieties has been conducted in Tanjung Batu of Tarakan City and at the water quality laboratory of Fishery Faculty and Marine Science, University of Borneo Tarakan. This study was conducted from 1 to 30 July 2021). Absolute growth analysis was measured using the formula g=wt- w0.) The results showed that the highest complete growth in brown varieties with a weight of 49.85 grams is followed by a green variety of 24.53 grams. The t-test indicated that the p- value 1000>0.05. This shows a relationship between different sources of seed = origin and the yield of grass at the Tanjung Batu location. This value indicated that the highest growth occurs in brown and green varieties that experience delayed growth.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

2022•

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Abstrak Ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas unggulan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga ikan ini banyak dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Pertumbuhan ikan lele dumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya kualitas pakan. Kualitas pakan dapat dijadikan sebagai dasar untuk pertumbuhan ikan lele baik pakan alami maupun pakan buatan. Namun pakan buatan yang digunakan memiliki biaya operasional yang sangat besar sehingga perlu penggunaan pakan alami sebagai alternatife, untuk pertumbuhan ikan diantaranya cacing sutra, kutu air, dan kuning telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih ikan lele (Clarias gariepinus) setelah diberi jenis pakan yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengakp (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan; P1 Cacing sutra (Tubifex sp), P2 Kutu Air (Moina sp), P3 Kuning Telur, dan kontrol menggunakan pelet. Ikan yang digunakan yaitu larva ikan lele yang berumur 4 hari dan diberikan pakan secara adlibitum sebanyak 4 kali sehari selama 30 hari. Hasil peneltian ini menunjukkan pemberian pakan alami berupa Cacing sutra, memberikan pertumbuhan bobot dan panjang total terbaik yaitu 0,358g, 2,69 cm dan laju pertumbuhan spesifik 0,3575%. Pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan Kuning telur yaitu 0,178 g, 2,25 cm dan laju pertumbuhan spesifiknya 0,1775 %. Hasil penelitian dan analisis statistik menujukkan perlakuan yang diberi pakan alami cacing sutra menunjukkan hasil yang terbaik, berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang dan berat. Kata Kunci : Cacing Sutra, Ikan Lele, Pakan Alami, Pertumbuhan The Effect of Different Natural Feeding on the Growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) ​​Abstract Catfish is a superior freshwater commodity that is in great demand by the public so that this fish is widely cultivated in two ways, namely the hatchery segment and the enlargement segment, the growth of dumbo catfish is influenced by several factors, one of which is the quality of feed. In general, the quality of artificial feed can be used as a basis for the selection of good nutrient levels for catfish growth but the operational costs of commercial feed are so large that they are replaced by natural feed with good nutrtion and are very good for fish growth including silkworms, water fleas, and egg yolk. The results of this research showed natural feeding in the form of silkworms, providing the best total weight and length growth of 0,358g, 2,69 cm and a specific growth rate of 0,3575%.. The long growth, weight growth and lowest growth rate in the Yolk treatment were 0,178 g, 2,25 cm and the specific growth rate was 0,1775 %.The results of the diversity analysis showed that the treatment given naturally fed silkworms showed the best results, very noticeable differences in length and weight growth. The results of the BNT test using the LSD test on long growth resulted in each treatment differing markedly and weight showed that the treatment fed with silkworm feed was significantly different from other treatments. Keywords : Catfish, Natural Feed, Growth

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR), PERTUMBUHAN PERUSAHAAN (GROWTH) DAN UKURAN PERUSAHAAN (SIZE) TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL (IO) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE TAHUN 2012 – 2021

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pertumbuhan perusahaan (Growth) dan ukuran perusahaan (Size) terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dari ROE dan ROA, serta dimediasi oleh kepemilikan institusi (IO). Studi ini dilatarbelakngi bahwa masih rendahnya perusahaan pertambangan yang melakukan aktivitas CSR atau pengungkapannya serta untuk mengetahui pertumbuhan dan ukuran perusahaan pertambangan dalam periode 2012 – 2021. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dalam laporan tahunan (Annual Report) periode 2012 – 2021 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak di industri pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2012 – 2021. Variabel penelitian ini adalah CSR, Growth, Size, Institut Ownership, ROA dan ROE. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 10 perusahaan pertambangan pada periode 2012 – 2021 dapat disimpulkan berdasarkan perhitungan koefisien regresi secara parsial (uji t) bahwa variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan berpengaruh positif terhadap institute ownership dan tidak berpengaruh positif terhadap ROA dan ROE. Variabel pertumbuhan perusahaan (growth) berpengaruh positif terhadap institute ownership dan tidak berpengaruh positif terhadap ROA dan ROE. Serta variabel ukuran perusahaan (size) tidak berpengaruh positif terhadap institute ownership dan berpengaruh positif terhadap ROA dan ROE.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail