Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Lipids
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produksi Biomassa dan Total Lipid Chlorella vulgaris melalui Intervensi Penambahan Ion Magnesium (Mg2+) pada Media Kultur

2026•

Chlorella vulgaris merupakan salah satu fitoplankton hijau uniseluler yang memiliki kemampuan fotosintesis tinggi dan berpotensi sebagai sumber energi terbarukan melalui akumulasi lipid. Magnesium diketahui berperan penting sebagai atom pusat molekul klorofil dan aktivator berbagai enzim fotosintetik, sehingga ketersediaannya sangat menentukan efisiensi fotosintesis, pertumbuhan biomassa, dan pembentukan lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan biomassa dan total lipid pada Chlorella vulgaris yang dikultur dengan penambahan magnesium (Mg2+). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan perlakuan tanpa penambahan magnesium dan dengan penambahan Magnesium 0,4 ppm pada media kultur Chlorella vulgaris. Pemeliharaan dilakukan selama 8 hari dan pengecekan kualitas air setiap 3 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan harian rata-rata Chlorella vulgaris tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan penambahan Mg²⁺ 0,4 ppm dengan nilai 7.747 sel/hari, sedangkan pada kontrol sebesar 7.357 sel/hari. Biomassa kering yang diperoleh pada kedua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan nyata, yaitu sama-sama sebesar 1,3 g/L, akan tetapi perbedaan sangat jelas terlihat pada parameter total lipid, di mana perlakuan dengan penambahan ion Mg²⁺ menghasilkan lipid sebesar 72%, sedangkan pada kontrol hanya 26,66%. Kultur Chlorella vulgaris dengan penambahan ion magnesium 0,4 ppm, mampu meningkatkan rata-rata pertumbuhan harian dan kandungan total lipid lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan ion magnesium. Kultur dengan penambahan ion magnesium 0,4 ppm tidak memberikan perbedaan terhadap total biomassa dibandingkan dengan kultur tanpa penambahan ion magnesium. Chlorella vulgaris is a unicellular green phytoplankton with high photosynthetic capacity and potential as a renewable energy source through lipid accumulation. Magnesium plays an important role as the central atom in chlorophyll molecules and as an activator of various photosynthetic enzymes, so its availability greatly determines photosynthetic efficiency, biomass growth, and lipid formation. This study aims to analyze biomass growth and total lipids in Chlorella vulgaris cultured with magnesium (Mg²⁺) supplementation. This study uses a quantitative descriptive approach with treatments without magnesium supplementation and with 0.4 ppm magnesium supplementation in the Chlorella vulgaris culture medium. Maintenance was carried out for 8 days, and water quality checks were performed every 3 days. The results showed that the highest average daily growth of Chlorella vulgaris was obtained in the treatment with the addition of 0.4 ppm Mg²⁺ , with a value of 7,747 cells/day, while in the control it was 7,357 cells/day. The dry biomass obtained in both treatments showed no significant difference at 1.3 g/L, but a clear difference was observed in the total lipid parameter: the Mg²⁺ treatment produced 72% lipids, while the control produced only 26.66%. Chlorella vulgaris culture with the addition of 0.4 ppm magnesium ions increased average daily growth and total lipid content more than the treatment without magnesium ions. Culture with 0.4 ppm magnesium ions showed no difference in total biomass compared to the culture without magnesium ions.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN NILAI PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN LIPID MIKROALGA YANG DIBUDIDAYAKAN PADA SISTEM MONOCULTURE DAN MIXCULTURE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mikroalga adalah organisme fotosintetik mikroskopis yang ditemukan di perairan laut dan memiliki peran penting dalam ekosistem laut. Mikroalga memiliki kemampuan untuk menghasilkan lipid dalam jumlah besar dibandingkan dengan tanaman lainnya, sehingga memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber bahan baku untuk produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai pertumbuhan dan kandungan lipid pada isolat mikroalga asal Kakaban pada sistem monoculture (A) dan mixculture (B). Penelitian ini menggunakan dua perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan A (Monoculture) dan Perlakuan B (Mixculture) dari isolat mikroalga genus Chlamydomonas. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan sel, uji lipid, uji klorofil, karotenoid, dan profil lipid. Hasil uji perlakuan A dan B menunjukkan pola pertumbuhan sel yang serupa, tetapi dengan dinamika yang berbeda. Perlakuan A mencapai puncak pertumbuhan 0,951 dan perlakuan B 1,128 pada hari ke-20. Kandungan klorofil lebih tinggi pada perlakuan B (hari ke-14), sedangkan karotenoid meningkat pada perlakuan A (hari ke-28). Profil lipid perlakuan A dan B menunjukkan perbedaan komposisi asam lemak, dengan Methyl palmitoleat sebagai komponen dominan pada keduanya. Microalgae are microscopic photosynthetic organisms found in marine waters and play an important role in marine ecosystems. Microalgae can produce large amounts of lipids compared to other plants, thus having significant potential as a raw material source for biodiesel production. The purpose of the research was to compare the growth rate and lipid content of microalgae isolates from Kakaban in monoculture (A) and mixculture (B) systems. The research employed two treatments and three replicates. Treatment A (Monoculture) and treatment B (Mixculture) were microalgae isolates of the genus Chlamydomonas. The parameters observed included cell growth, lipid test, chlorophyll test, carotenoid test, and lipid profile. The results of treatment A and treatment B showed similar cell growth patterns, yet different dynamics. Treatment A reached a maximum growth of 0.951, while treatment B reached a maximum growth of 1.128 on day 20. Treatment B exhibited a higher level of chlorophyll content on day 14. Carotenoids increased in treatment A (day 28). The lipid profiles of treatment A and treatment B showed differences in fatty acid composition, with methyl palmitoleate as the dominant component in both.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail