ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada kondisi awal, terlihat bahwa pembelajaran IPA masih kurang optimal karena peserta didik kesulitan memahami konsep gaya magnet. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peserta didik kelas IVA SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengussmpulan data menggunakan tes dan observasi yang meliputi hasil belajar kognitif, afektif, psikomotorik, aktivitas siswa, dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar kognitif meningkat dari 39,29% pada pretest, menjadi 75% pada Siklus I, dan mencapai 92,86% pada Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada Siklus II telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 70%. Pada Siklus I, rata-rata aspek afektif mencapai 71%, psikomotorik 70%, aktivitas siswa 75%, dan aktivitas guru 85%, yang seluruhnya telah mencapai indikator keberhasilan. Perbaikan pada Siklus II dilakukan melalui pembentukan kelompok yang lebih kecil, pembagian tugas yang lebih merata, pemberian bimbingan selama percobaan, serta pengaturan waktu evaluasi. Penerapan CTL melalui kegiatan percobaan, diskusi, pengamatan, dan penerapan konsep gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bermakna dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Chlorella vulgaris merupakan salah satu fitoplankton hijau uniseluler yang memiliki kemampuan fotosintesis tinggi dan berpotensi sebagai sumber energi terbarukan melalui akumulasi lipid. Magnesium diketahui berperan penting sebagai atom pusat molekul klorofil dan aktivator berbagai enzim fotosintetik, sehingga ketersediaannya sangat menentukan efisiensi fotosintesis, pertumbuhan biomassa, dan pembentukan lipid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan biomassa dan total lipid pada Chlorella vulgaris yang dikultur dengan penambahan magnesium (Mg2+). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan perlakuan tanpa penambahan magnesium dan dengan penambahan Magnesium 0,4 ppm pada media kultur Chlorella vulgaris. Pemeliharaan dilakukan selama 8 hari dan pengecekan kualitas air setiap 3 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan harian rata-rata Chlorella vulgaris tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan penambahan Mg²⁺ 0,4 ppm dengan nilai 7.747 sel/hari, sedangkan pada kontrol sebesar 7.357 sel/hari. Biomassa kering yang diperoleh pada kedua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan nyata, yaitu sama-sama sebesar 1,3 g/L, akan tetapi perbedaan sangat jelas terlihat pada parameter total lipid, di mana perlakuan dengan penambahan ion Mg²⁺ menghasilkan lipid sebesar 72%, sedangkan pada kontrol hanya 26,66%. Kultur Chlorella vulgaris dengan penambahan ion magnesium 0,4 ppm, mampu meningkatkan rata-rata pertumbuhan harian dan kandungan total lipid lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa penambahan ion magnesium. Kultur dengan penambahan ion magnesium 0,4 ppm tidak memberikan perbedaan terhadap total biomassa dibandingkan dengan kultur tanpa penambahan ion magnesium. Chlorella vulgaris is a unicellular green phytoplankton with high photosynthetic capacity and potential as a renewable energy source through lipid accumulation. Magnesium plays an important role as the central atom in chlorophyll molecules and as an activator of various photosynthetic enzymes, so its availability greatly determines photosynthetic efficiency, biomass growth, and lipid formation. This study aims to analyze biomass growth and total lipids in Chlorella vulgaris cultured with magnesium (Mg²⁺) supplementation. This study uses a quantitative descriptive approach with treatments without magnesium supplementation and with 0.4 ppm magnesium supplementation in the Chlorella vulgaris culture medium. Maintenance was carried out for 8 days, and water quality checks were performed every 3 days. The results showed that the highest average daily growth of Chlorella vulgaris was obtained in the treatment with the addition of 0.4 ppm Mg²⁺ , with a value of 7,747 cells/day, while in the control it was 7,357 cells/day. The dry biomass obtained in both treatments showed no significant difference at 1.3 g/L, but a clear difference was observed in the total lipid parameter: the Mg²⁺ treatment produced 72% lipids, while the control produced only 26.66%. Chlorella vulgaris culture with the addition of 0.4 ppm magnesium ions increased average daily growth and total lipid content more than the treatment without magnesium ions. Culture with 0.4 ppm magnesium ions showed no difference in total biomass compared to the culture without magnesium ions.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Karakteristik Minyak Hati Ikan Manyung (Arius Sp.) yang Telah Dimurnikan Abstrak Ikan manyung (Arius sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan banyak diolah menjadi produk-produk diversifkasi Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan manyung banyak dikonsumsi, namun bagian hati hanya terbuang dan menjadi limbah hasil samping olahan ikan. Salah satu upaya agar hati ikan manyung dapat dimanfaatkan, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis formula terbaik pada penambahan magnesol XL, serta menganalisis rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), dan nilai peroksida/ peroxide value (PV). Pemurnian minyak ikan dalam penelitian ini dilakukan melalui proses bleaching menggunakan adsorben Magnesol XL dengan varian konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL pada konsentrasi 5% merupakan formula terbaik untuk indikator peroxide value. Nilai rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.) yang diperoleh sebesar 32,2%, nilai asam lemak bebas 1,79%, dan nilai peroksida yaitu 4,93 mEq/kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian terhadap energi tebarukan merupakan focus dunia saat ini akibat energi fossil yang sudah hampir habis. Salah satu yang dapat digunakan saat ini adalah energi angin. Indonesia merupakan negara yang kecepatan angin nya rendah yaitu kisaran 3-5 m/s. Oleh karena itu pada perancangan turbin angin yang digunakan adalah tipe vertikal karena lebih cocok untuk kecepatan angin rendah dan dapat menangkap angin dari segala arah. Jumlah lilitan yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 300 lilitan dan jumlah coil yang digunakan sebanyak 18 buah. Magnet yang digunakan adalah magnet neodymium sebanyak 32 buah. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan tenaga angin sebagai alternatif panen energi listrik berdaya rendah. Turbin angin hasil perancangan ini diujicoba melalui kecepatan motor dari 500 rpm hingga 2000 rpm. Dari berbagai uji kecepatan motor ini dapat dilihat bahwa turbin angin hasil penelitian ini dapat digunakan untuk kecepatan putar sebesar 2000 rpm dengan stabil. Pengujian turbin angin dilakukan pada 3 kecepatan angin yaitu 3.3 m/s, 4.3 m/s dan 5.7 m/s. Dari hasil pengujian turbin angin pada 3 kecepatan tersebut diperoleh daya keluaran turbin berturut-turut sebagai berikut yaitu 160.919 mW, 234.740 mW dan 378.397 mW. Pada penelitian ini juga digunakan modul penguat arus sehingga arus keluaran yang dihasilkan turbin dapat dinaikkan menjadi lebih besar. Hal ini bertujuan untuk mempercepat waktu pengisian baterai. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas 3000 mAh. Dengan penambahan modul penguat arus maka daya yang dihasilkan turbin juga meningkat menjadi 846.12 mW. Proses pengisian baterai dilakukan selama 6 jam dengan pengukuran tegangan dan arus dilakukan setiap jam. Dari percobaan pengisian baterai selama 6 jam dapat diperoleh bahwa turbin angin dapat menghasilkan tegangan dan arus secara stabil. Hasil dari penelitian menunjukkan perbaikan konstruksi tubin angin dan penambahan modul penguat arus dapat mempecepat waktu pengisian sebesar 4.26 kali.