Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: peroksida
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK IKAN BANDENG (Chanos chanos) DENGAN PENAMBAHAN BUBUK BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2025•

Minyak ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu produk hasil perikanan perikanan yang bernilai gizi tinggi, terutama kaya akan EPA dan DHA, namun sangat rentan mengalami oksidasi selama penyimpanan. Oksidasi ini menyebabkan penurunan mutu minyak melalui peningkatan kadar asam lemak bebas dan nilai peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak ikan bandeng dengan penambahan bubuk bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai antioksidan alami selama penyimpanan. Minyak diekstrak dari jeroan ikan bandeng menggunakan metode dry rendering pada suhu 60°C selama 1 jam dan dianalisis nilai rendemennya. Selanjutnya, sampel diberi beberapa perlakuan yaitu 0 gram (tanpa penambahan bubuk bawang dayak) sebagai kontrol, penambahan 1 gram bubuk bawang dayak, dan penambahan 2 gram bubuk bawang dayak per 100 gram minyak. Sampel disimpan selama 16 hari dan dianalisis nilai asam lemak bebas dan nilai peroksidanya. Hasil penelitian menunjukkan rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi jeroan ikan bandeng sebesar 4,1%. Penambahan bubuk bawang dayak berpengaruh dalam menekan laju oksidasi dengan perlakuan terbaik yaitu pada penambahan bubuk bawang dayak sebanyak 2 gram dengan nilai parameter oksidasi asam lemak bebas sebesar 0,44% dan nilai peroksida 1,3 mEq/kg. Nilai ini telah memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA ≤ 1,5 % dan PV ≤ 5 mEq/kg). Dengan demikian, penggunaan bubuk bawang dayak berpotensi dalam menjaga stabilitas minyak ikan bandeng selama penyimpanan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan alami dalam industri pengolahan hasil perikanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK MINYAK JEROAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG DIMURNIKAN DENGAN MAGNESOL XL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Daging ikan bandeng mengandung protein 20-24%, lemak 4-8%, dan mineral 1,2-1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak jeroan ikan bandeng (Chanos chanos) yang dimurnikan menggunakan adsorben Magnesol XL. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif, Metode ini menggunakan 4 pengujian Rendeman, Asam Lemak Bebas/Free Fatty Acid (FFA), Peroksida/peroxide velue (PV) dan Profil asam lemak Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 70oC selama 1 jam, hasil yang diperoleh dihitung nilai rendemennya. Nilai rendemen minyak ikan bandeng sebesar 16,90%. dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,74%, nilai peroksida sebesar 3,6 mEq/kg, Hasil uji asam lemak diperoleh SFA sebesar 4,01%, MUFA sebesar 6,65%, dan PUFA sebesar 86,13%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik minyak hati ikan manyung (arius sp.) yang telah dimurnikan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Karakteristik Minyak Hati Ikan Manyung (Arius Sp.) yang Telah Dimurnikan Abstrak Ikan manyung (Arius sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan banyak diolah menjadi produk-produk diversifkasi Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan manyung banyak dikonsumsi, namun bagian hati hanya terbuang dan menjadi limbah hasil samping olahan ikan. Salah satu upaya agar hati ikan manyung dapat dimanfaatkan, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis formula terbaik pada penambahan magnesol XL, serta menganalisis rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), dan nilai peroksida/ peroxide value (PV). Pemurnian minyak ikan dalam penelitian ini dilakukan melalui proses bleaching menggunakan adsorben Magnesol XL dengan varian konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL pada konsentrasi 5% merupakan formula terbaik untuk indikator peroxide value. Nilai rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.) yang diperoleh sebesar 32,2%, nilai asam lemak bebas 1,79%, dan nilai peroksida yaitu 4,93 mEq/kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemurnian Minyak Ikan Bulan – Bulan (Megalops sp.) dengan Penambahan Adsorben Magnesol XL

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Ikan bulan-bulan (Megalops sp) merupakan jenis ikan hasil tangkapan sampingan (HTS). Umumnya, daging ikan ini diolah menjadi berbagai macam produk diversifikasi, tetapi limbah hasil samping olahan tidak dimanfaatkan. Padahal, limbah ikan bulan- bulan memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Magnesol XL terbaik pada proses bleaching minyak ikan dan menganalisis karakteristik kimia minyak ikan bulan-bulan yang dihasilkan, seperti nilai rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 60oC selama 1 jam dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Nilai rendemen minyak ikan bulan-bulan sebesar 72%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,41%, nilai peroksida sebesar 3 mEq/kg, dan asam lemak dominan yaitu asam palmitat 32,20%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI EKSTRAKSI MINYAK IKAN BULAN – BULAN (Megalops sp) SEBAGAI SEDIAAN BAHAN BAKU DIETARY SUPPLEMENT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan bulan – bulan (Megalops sp) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan muara sungai. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan bulan – bulan banyak dikomsumsi oleh masyarakat, tetapi bagian jeroan ikan tidak termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan jeroan ikan bulan – bulan agar tidak menajdi limbah, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rendemen tertinggi minyak ikan yang diekstrak secara dry rendering, dan mengkaji karakteristik minyak ikan bulan – bulan berupa rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/ peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak ikan bulan – bulan (Megalops sp.) yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 40oC, 50oC dan 60oC selama 1 jam. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, selanjutnya diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar lemak jeroan ikan bulan – bulan sebesar 17,8%. Rendemen minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) yang tertinggi yaitu suhu 60oC sebesar 20,34%. Nilai asam lemak bebas/free faty acid (FFA) terendah yaitu pada perlakuan suhu 60oC sebesar 0,68%. Nilai peroksida/peroxide value (PV) yang terendah yaitu suhu 40oC sebesar 0,44%. Profil asam lemak minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) diperoleh kandungan asam lemak jenuh/Saturated Fatty Acid (SFA) sebesar 49,6%, asam lemak tak jenuh tunggal/Monounsaturated Fatty Acids (MUFA) sebesar 32,97%, dan asam lemak tak jenuh ganda/Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) sebesar 17,39%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Minyak Ikan Manyung ( Arius sp.) dengan Metode Ekstraksi Dry dan Wet Rendering

2023•

Ikan manyung (Arius sp.) merupakan salah satu ikan demersal yang hidup di Perairan laut dan estuari. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan manyung banyak dikonsumsi oleh masyarakat, tetapi bagian hati tidak termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan hati ikan manyung agar tidak menjadi limbah, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.), serta mengkaji karakteristik kimianya, berupa nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak ikan manyung (Arius sp.) yaitu ekstraksi secara dry rendering dan wet rendering pada suhu 80°C selama 2 jam. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, selanjutnya diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.) pada perlakuan dry rendering yaitu 14,25%, sedangkan pada perlakuan wet rendering sebesar 87,01%. Nilai kadar lemak hati ikan manyung sebesar 3,60%. Nilai asam lemak bebas/free faty acid (FFA) pada perlakuan wet rendering dan dry rendering secara berturut-turut yaitu 2,85%, dan 14,60%. Nilai peroksida pada perlakuan wet rendering sebesar 3,46 mEq/kg, sedangkan perlakuan dry rendering yaitu 7,73 mEq/kg. Profil asam lemak minyak ikan manyung (Arius sp.) pada ekstraksi wet rendering tidak terdeteksi, sedangkan pada dry rendering diperoleh kandungan SFA sebesar 0,0344%, MUFA sebesar 0,0220%, dan PUFA sebesar 0,1838%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hati ikan manyung dapat diproduksi menjadi minyak ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail