Karakteristik Minyak Ikan Manyung ( Arius sp.) dengan Metode Ekstraksi Dry dan Wet Rendering
Ikan manyung (Arius sp.) merupakan salah satu ikan demersal yang hidup di Perairan laut dan estuari. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan manyung banyak dikonsumsi oleh masyarakat, tetapi bagian hati tidak termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan hati ikan manyung agar tidak menjadi limbah, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.), serta mengkaji karakteristik kimianya, berupa nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak ikan manyung (Arius sp.) yaitu ekstraksi secara dry rendering dan wet rendering pada suhu 80°C selama 2 jam. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, selanjutnya diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.) pada perlakuan dry rendering yaitu 14,25%, sedangkan pada perlakuan wet rendering sebesar 87,01%. Nilai kadar lemak hati ikan manyung sebesar 3,60%. Nilai asam lemak bebas/free faty acid (FFA) pada perlakuan wet rendering dan dry rendering secara berturut-turut yaitu 2,85%, dan 14,60%. Nilai peroksida pada perlakuan wet rendering sebesar 3,46 mEq/kg, sedangkan perlakuan dry rendering yaitu 7,73 mEq/kg. Profil asam lemak minyak ikan manyung (Arius sp.) pada ekstraksi wet rendering tidak terdeteksi, sedangkan pada dry rendering diperoleh kandungan SFA sebesar 0,0344%, MUFA sebesar 0,0220%, dan PUFA sebesar 0,1838%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hati ikan manyung dapat diproduksi menjadi minyak ikan.