Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Perilaku Konformitas Negatif Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan
PENERAPAN TERAPI JUS MENTIMUN DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI
PENERAPAN TERAPI JUS MENTIMUN DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dikenal sebagai "silent killer". Kompikasi yang dapat disebabakan oleh hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan dapat menyebabkan kematian. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi terapi jus mentimun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien kelolaan dengan hipertensi. Penerapan dilakukan terhadap dua pasien dengan hipertensi menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang meliputi lima tahap keperawatan: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi jus mentimun diberikan selama 5 hari berturut-turut pada pagi hari 15 menit sebelum makan. Hasil evaluasi menunjukan terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien dimana pada pasien pertama tekanan darah hari pertama 173/118 mmHg menjadi 160/100 mmHg pada hari ke lima dan pasien kedua tekanan darah hari pertama 165/121 mmHg menjadi 153/102 mmHg pada hari ke lima. Hasil ini menunjukan bahwa penerapan terapi terapi jus mentimun yang dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Gambaran Persepsi Mahasiswa Sarjana Keperawatan tentang perawatan Spiritual dikawasan Pesisir Tarakan Kalimantan Utara
Perawatan spiritual merupakan bagian dari pelayanan asuhan keperawatan yang holistik dengan memberikan bimbingan spiritual. Mahasiswa yang memiliki sikap kepedulian spiritual yang positif akan bersedia memperoleh lebih banyak pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan demikian mahasiswa dapat memberikan perawatan yang lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persepsi mahasiswa sarjana keperawatan tentang perawatan spiritual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif survey. Jumlah sampel 233 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Spirituality and Spiritual Care Rating Scale versi Bahasa Indonesia (SSCRS-BI) sebanyak 17 item pernyataan. Analisa data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil persepsi mahasiswa sarjana keperawatan tentang perawatan spiritual adalah baik sebanyak 125 (53.6%), mahasiswa dengan berpersepsi kurang baik yaitu sebanyak 108 (46%) hal ini menunjukan sedikit perbedaan diantara kedua nya yaitu sebanyak 8%. Sub varabel spiritual care memiliki persepsi baik terbanyak sebanyak 183 (78.5%) dibandingkan tiga sub variabel lainya. Hasil ini dapat dilanjutkan dengan penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi persepsi mahasiswa sarjana keperawatan terhadap perawatan spiritual.
Gambaran Persepsi Mahasiswa Sarjana Keperawatan tentang perawatan Spiritual dikawasan Pesisir Tarakan Kalimantan Utara
Perawatan spiritual merupakan bagian dari pelayanan asuhan keperawatan yang holistik dengan memberikan bimbingan spiritual. Mahasiswa yang memiliki sikap kepedulian spiritual yang positif akan bersedia memperoleh lebih banyak pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan demikian mahasiswa dapat memberikan perawatan yang lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persepsi mahasiswa sarjana keperawatan tentang perawatan spiritual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif survey. Jumlah sampel 233 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Spirituality and Spiritual Care Rating Scale versi Bahasa Indonesia (SSCRS-BI) sebanyak 17 item pernyataan. Analisa data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil persepsi mahasiswa sarjana keperawatan tentang perawatan spiritual adalah baik sebanyak 125 (53.6%), mahasiswa dengan berpersepsi kurang baik yaitu sebanyak 108 (46%) hal ini menunjukan sedikit perbedaan diantara kedua nya yaitu sebanyak 8%. Sub varabel spiritual care memiliki persepsi baik terbanyak sebanyak 183 (78.5%) dibandingkan tiga sub variabel lainya. Hasil ini dapat dilanjutkan dengan penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi persepsi mahasiswa sarjana keperawatan terhadap perawatan spiritual.
STUDI EKSTRAKSI MINYAK IKAN BULAN – BULAN (Megalops sp) SEBAGAI SEDIAAN BAHAN BAKU DIETARY SUPPLEMENT
Ikan bulan – bulan (Megalops sp) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan muara sungai. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan bulan – bulan banyak dikomsumsi oleh masyarakat, tetapi bagian jeroan ikan tidak termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan jeroan ikan bulan – bulan agar tidak menajdi limbah, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rendemen tertinggi minyak ikan yang diekstrak secara dry rendering, dan mengkaji karakteristik minyak ikan bulan – bulan berupa rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/ peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak ikan bulan – bulan (Megalops sp.) yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 40oC, 50oC dan 60oC selama 1 jam. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, selanjutnya diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar lemak jeroan ikan bulan – bulan sebesar 17,8%. Rendemen minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) yang tertinggi yaitu suhu 60oC sebesar 20,34%. Nilai asam lemak bebas/free faty acid (FFA) terendah yaitu pada perlakuan suhu 60oC sebesar 0,68%. Nilai peroksida/peroxide value (PV) yang terendah yaitu suhu 40oC sebesar 0,44%. Profil asam lemak minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) diperoleh kandungan asam lemak jenuh/Saturated Fatty Acid (SFA) sebesar 49,6%, asam lemak tak jenuh tunggal/Monounsaturated Fatty Acids (MUFA) sebesar 32,97%, dan asam lemak tak jenuh ganda/Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) sebesar 17,39%.
STUDI EKSTRAKSI MINYAK IKAN BULAN – BULAN (Megalops sp) SEBAGAI SEDIAAN BAHAN BAKU DIETARY SUPPLEMENT
Ikan bulan – bulan (Megalops sp) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan muara sungai. Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan bulan – bulan banyak dikomsumsi oleh masyarakat, tetapi bagian jeroan ikan tidak termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan jeroan ikan bulan – bulan agar tidak menajdi limbah, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan rendemen tertinggi minyak ikan yang diekstrak secara dry rendering, dan mengkaji karakteristik minyak ikan bulan – bulan berupa rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/ peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak ikan bulan – bulan (Megalops sp.) yaitu ekstraksi secara dry rendering pada suhu 40oC, 50oC dan 60oC selama 1 jam. Data yang diperoleh dari hasil penelitian, selanjutnya diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar lemak jeroan ikan bulan – bulan sebesar 17,8%. Rendemen minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) yang tertinggi yaitu suhu 60oC sebesar 20,34%. Nilai asam lemak bebas/free faty acid (FFA) terendah yaitu pada perlakuan suhu 60oC sebesar 0,68%. Nilai peroksida/peroxide value (PV) yang terendah yaitu suhu 40oC sebesar 0,44%. Profil asam lemak minyak jeroan ikan bulan – bulan (megalops sp) diperoleh kandungan asam lemak jenuh/Saturated Fatty Acid (SFA) sebesar 49,6%, asam lemak tak jenuh tunggal/Monounsaturated Fatty Acids (MUFA) sebesar 32,97%, dan asam lemak tak jenuh ganda/Polyunsaturated Fatty Acids (PUFA) sebesar 17,39%.
.
.
Desain dan Simulasi Konverter Zeta dengan Maximum Power Point Tracking (MPPT) Metode Incremental Conductance Pada PLTS
PLTS adalah salah satu pembangkit listrik alternatif yang sedang dikembangkan di Indonesia dikarenakan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Permasalahan yang ditimbulkan pada penggunaan sel surya adalah daya keluaran sel surya yang seringkali tidak mencapai maksimal dari daya yang sebenarnya. Untuk itu dibutuhkan suatu cara untuk menemukan dan mengoptimalkan keluaran daya dari PV, salah satunya dengan menerapkan system Maximum Power Point Tracking (MPPT). Penelitian ini menggunakan software PSIM untuk melakukan desain dan simulasi converter zeta. Perancangan sistem dimulai dengan membuat rangkaian converter zeta dengan parameter yang telah ditentukan, kemudian melakukan setting parameter PV yang telah disesuaikan dengan datasheet pada modul PV yang digunakan, kemudian melakukan pemodelan sistem kendali MPPT IC. Berdasarkan analisa yang dilakukan dalam penelitian ini, semakin tinggi nilai irradiassi yang diberikan pada PV maka nilai Isc dan Voc semakin meningkat. Masukan irradiasi yang digunakan untuk pengujian yaitu 500 W/m², 800 W/m², dan 1000 W/m². Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, titik daya maksimum PV yaitu sebesar 200.07 W dengan tegangan output 12.02 dan arus output 16.69 A.