ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan adaptasi dan laju pertumbuhan plantlet Kappaphycus alvarezii yang berasal dari induk berbeda pada sistem budidaya indoor di Kota Tarakan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu plantlet asal Lombok, Lampung, Takalar, dan rumput laut lokal sebagai kontrol, masing-masing terdiri atas empat ulangan. Plantlet hasil kultur jaringan dipelihara selama 20 hari dalam media budidaya indoor dengan kondisi kualitas air yang terkontrol. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (Specific Growth Rate/SGR), pertumbuhan biomassa, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR), morfologi talus, serta kualitas air yang mencakup suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut (DO). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mengalami peningkatan biomassa selama masa pemeliharaan. Plantlet asal Takalar menunjukkan nilai SGR tertinggi sebesar 4,57% per hari, diikuti Lampung 3,85% per hari, kontrol lokal 3,72% per hari, dan Lombok 3,57% per hari. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan asal induk memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan plantlet K. alvarezii (P0,05). Kondisi kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan rumput laut, sehingga mendukung proses adaptasi plantlet pada sistem indoor. Berdasarkan hasil penelitian, plantlet asal Takalar dinilai memiliki kemampuan adaptasi dan performa pertumbuhan terbaik sehingga berpotensi direkomendasikan sebagai bibit unggul untuk pengembangan budidaya indoor di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Chlorella vulgaris merupakan salah satu jenis fitoplankton yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, potensi tersebut dapat dikembangkan dengan budidaya Chlorella vulgaris. Pertumbuhan Chlorella ini sangat dipengaruhi oleh ketersediaan nutrien, salah satunya ion magnesium (Mg2+) yang berperan penting dalam pembentukan klorofil guna porses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan Chlorella vulgaris dengan penambahan ion magnesium (Mg2+) pada media kultur. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari dengan lima perlakuan konsentrasi ion Mg2+, yaitu 0 ppm; 0,4 ppm; 0,8 ppm; 1,2 ppm; dan 1,6 ppm, masing-masing dua ulangan. Parameter kualitas air yang diukur suhu, salinitas dan, pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ion Mg2+ 0,4 ppm memberikan pertumbuhan tertinggi sebanyak 24.720 × 10⁴ sel/mL pada hari ke-6 pengamatan, sedangkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan penambahan ion Mg2+ 1,6 ppm sebesar 2.59 sel/mL hingga 7 hari pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penambahan ion Mg2+ mampu memberikan pertumbuhan Chlorella vulgaris. Chlorella vulgaris is a phytoplankton species widely utilized in various sectors, including aquaculture, biotechnology, and environmental management. Its production potential can be optimized through the cultivation of C. vulgaris. The growth of C. vulgaris is strongly influenced by nutrient availability, particularly magnesium ions (Mg²⁺), which play a crucial role in chlorophyll formation for the photosynthesis process. This study aimed to analyze the growth of Chlorella vulgaris with the addition of magnesium ions (Mg²⁺) in the culture media. The experiment was conducted over seven days using five treatments of Mg²⁺ concentrations: 0 ppm, 0.4 ppm, 0.8 ppm, 1.2 ppm, and 1.6 ppm, each with two replications. Water quality parameters measured included temperature, salinity, and pH. The results showed that the treatment with the addition of 0.4 ppm Mg²⁺ yielded the highest growth, reaching 24,720 × 10⁴ cells/mL on the sixth day of observation. Meanwhile, the highest specific growth rate was recorded in the 1.6 ppm Mg²⁺ treatment, reaching 2.59 cells/mL over the seven-day observation period. Based on these results, it can be concluded that the addition of Mg²⁺ ions enhances the growth of Chlorella vulgaris.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penyakit Vibriosis bersifat sangat akut serta ganas, karena dapat mengakibatkan kematian larva udang pada waktu yang singkat antara 1 hingga 3 hari sejak awal terinfeksi. Salah satu alternatif pencegahan terhadap penyakit Vibriosis adalah pemberian bakteri probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan probiotik dalam menghambat pertumbuhan bakteri V.parahaemolyticus yang akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup post larva udang windu (P. monodon). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan 1 pemberian probiotik kultur, perlakuan 2 pemberian probiotik komersil (EM4), dan perlakuan 3 tanpa pemberian probiotik. Penelitian dilakukan selama 66 hari dengan total masa pemeliharaan 51 hari, melakukan sampling 2 kali, kemudian di lanjut uji tantang selama 15 hari serta menghitung pengukuran panjang dan berat. Parameter kualitas air yang diukur pada penelitian ini meliputi suhu, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH, dan amonia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan disajikan dalam bentuk grafik. Didapatkan perlakuan terbaik adalah pemberian probiotik kultur dengan nilai panjang mutlak 1,83 cm, berat mutlak 0,5 gr, SGR 3,86 %, dan SR 72,5 %, dimana hasil ini memberikan pengaruh yang signifikan dari pada perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: bagaimana laju pertumbuhan pajak dan retribusi di Kota Tarakan, bagaimana kontribusi pajak dan retribusi daerah di Kota Tarakan, bagaimana potensi pajak dan retribusi daerah yang berpotensi di Kota Tarakan dari tahun 2018-2023, dan kondisi masing-masing jenis pajak dan retribusi daerah yang dihitung dengan matrix potensi pajak dan retribusi daerah (apakah masuk dalam kategori prima, potensial, berkembang, atau terbelakang) di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan dan penelusuran dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis laju pertumbuhan, analisis tingkat kontribusi dan analisis matrix potensi. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan semua jenis pajak daerah Kota Tarakan mengalami pertumbuhan yang positif. Sedangkan retribusi daerah, terdapat 11 jenis pajak yang mengalami pertumbuhan positif dan 10 jenis lainnya negatif. Adapun tingkat kontribusi pajak daerah Kota Tarakan, terdapat 5 jenis pajak termasuk dalam kategorikan potensial, dan 6 jenis pajak yang dikategorikan tidak potensial. Untuk tingkat kontribusi jenis retribusi daerah Kota Tarakan, ada 6 jenis retribusi daerah yang termasuk ke dalam kategori potensial, dan 15 jenis lainnya dikategorikan tidak potensial. Dilihat dari matrix potensi terdapat 5 jenis pajak daerah Kota Tarakan yang dikategorikan prima dan 4 jenis retribusi daerah Kota Tarakan yang dikategorikan prima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kontribusi, efektivitas dan laju pertumbuhan retribusi pasar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Tarakan pada tahun 2018-2022. Penelitian ini berlokasi di kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitupenelitian Deskriptif Kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan diketahui bahwa kontribusi penerimaan retribusi pasar terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tarakan pada tahun 2018-2022 berkisar antara 0,17% sampai dengan 0,66%, dengan rata-rata kontribusi penerimaan retribusi pasar terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah pada tahun 2018 sampai dengan 2022 yaitu 0,39%. Nilai tersebut termasuk kategori sangat kurang. Tingkat efektivitas retribusi pasar dari tahun 2018-2022 berkisar antara 48,27% sampai dengan 105,23% dengan memilki rata-rata yaitu 77,37%. Berdasarkan dari nilai rata-rata yang diperoleh, maka nilai tersebut termasuk dalam kriteria yang kurang efektif. Laju pertumbuhan retribusi pasar pada tahun 2018-2022 berkisar antara -12,58% sampai dengan 26,99% dengan rata-rata nilai laju pertumbuhan sebesar -7,15%. Nilai rata-rata tersebut termasuk kedalam kriteria tidak berhasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kinerja pengelolaan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Bulungan. Periode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dari tahun 2016-2022. Dilihat dari (1) Laju pertumbuhan PAD, (2) Efektivitas PAD, (3) Elastisitas PAD, (4) Rasio Pajak. Metode yang digunakan dalam penelitian termasuk menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder, yang dikumpul dari Badan Pengelolaan Daerah dan Badan Pusat Statistik. Metode analisis yang digunakan adalah perhitungan kinerja pengelolaan Pendapatan Asli Daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kinerja keuangan daerah dilihat dari laju pertumbuhan PAD tahun 2016-2022 menunjukkan laju pertumbuhan PAD Kabupaten Bulungan dikategorikan baik, pada tahun 2016 laju pertumbuhan sebesar -16.21% nilai paling rendah selama periode dan nilai tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan laju pertumbuhan sebesar 57.60%. (2) dilihat dari efektivitas PAD, setiap tahun penerimaannya sudah sangat efektif karena tingkat efektivitasnya >100%. (3) dilihat dari elastisitas PAD, setiap tahun mengalami fluktuasi di tahun 2016 kinerja keuangan daerah elastisitas terendah sebesar -3,19% dan nilai elastisitas tertinggi pada tahun 2017 sebesar 8.73%. dengan nilai rata-rata yang cukup positif, dengan kriteria elastis karena tingkat elastisitas setiap tahun lebih dari satu. (4) dilihat dari rasio pajak pada 2016 rasio pajak sebesar 115.65% tergolong rasio pajak terendah yang terjadi selama periode 2016-2022. dan rasio pajak tertinggi terdapat pada tahun 2022 sebesar 477.37%, dan nilai rata-rata rasio pajak sebesar 256.52%, pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Bulungan dinilai baik karena nilai yang dihasilkan >100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rotifera Branchionus plicatilis merupakan salah satu jenis pakan alami yang sangat sering digunakan bagi ikan laut, pakan ini merupakan zooplankton yang mempunyai peran penting bagi pakan hidup dari berbagai jenis ikan yang dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan pakan alami Nannochloropis ocullata terhadap laju pertumbuhan Rotifera Branchionus plicatilis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2022 bertempat di Mini Hatchery/Pembenihan Kepiting, Bakau di Koperasi Produsen Nelayan Kaltara. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan, yaitu perlakuan A (Pemberian Nannochloropis ocullata dengan dosis 250.000 sel/ind ), perlakuan B (Pemberian Nannochloropis ocullata dan ragi roti dengan dosis 30.0 mg/l), perlakuan C (Pemberian Nannochloropis ocullata dan scoot emultion dengan dosis 0.6 ml/l). Pengamatan rotifer dilakukan selama 7 hari masa kultur. Dilakukan juga analisa kualitas air yaitu salinitas, suhu, pH dan DO. Hasil terbaik pada penelitian ini yaitu pada perlakukan B (Nannochloropis ocullata+ragi roti) dengan nilai laju pertumbuhan sebesar 115,3 ind/ml/hari. Berdasarkan uji ANOVA menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang berbeda nyata (P0.05) antar perlakuan. Selanjutnya berdasarkan uji Duncan menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata untuk perlakuan B dengan perlakuan lainnya, namun tidak berbeda nyata antara perlakuan A dan Perlakuan C.