ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kegiatan nelayan tangkap yang ada di Desa Ruhui Rahayu, Kabupaten Bulungan adalah menangkap kepiting bakau (Scylla sp.) sehingga dilakukan penelitian tentang efektivitas umpan yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis umpan yang lebih efektiv dalam pengoperasian bubu lipat kepiting agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan sejak tanggal 25 Februari – 25 Maret 2020 di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan dengan metode purpose sampling. Penelitian ini menggunakan 3 jenis perlakuan dimana perlakuan 1 (Ikan Gulama Basah), perlakuan 2 (Ikan Gulama Kering), perlakuan 3 (Kelapa Busuk) dan kontrol (Tanpa Umpan). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa perlakuan 2 (Ikan Kering) memiliki nilai efektivitas paling besar dengan angka 37,5 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh perbedaan kedalaman tanam terhadap pertumbuhan rumput laut (kappaphycus alvarezii) dengan menggunakan metode rawai di perairan pantai amal kota tarakan. Salah satu faktor permasalahan yang timbul dalam usaha budidaya rumput laut adalah belum adanya penerapan budidaya dengan mengunakan metode jaring kantong pada kedalaman yang berbeda..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan mengunakan katong jarring.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan kedalaman yang berbeda yakni PA: kadalaman 15 cm, PB: kedalaman 25 cm dan PC: kedalaman tanam 35 cm dengan berat awal bibit 25 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan lima kali ulangan pada metode Rawai (Longline). Data yang diperoleh, diolah menggunakan aplikasi Software SPSS 16 dan di analisa mengguakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedalaman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut , dimana hasil terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan penambahan berat mutlak sebesar 52,357 gram dan laju pertumbuhan spesifik 427,68%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum dan mekanisme penegakan kewajiban penggunaan Rupiah sebagai wujud kedaulatan moneter Indonesia serta menganalisis tantangan penegakan kedaulatan moneter terhadap penggunaan Ringgit di wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan dan tanggung jawab negara berdasarkan teori Welfare State. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban penggunaan Rupiah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan penggunaan Rupiah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Namun, implementasinya di Sebatik masih menghadapi hambatan berupa faktor geografis, ketergantungan ekonomi terhadap Malaysia, kebiasaan penggunaan Ringgit, keterbatasan infrastruktur ekonomi dan layanan keuangan, serta lemahnya pengawasan. Berdasarkan teori Welfare State, negara bertanggung jawab tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi, penguatan infrastruktur perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mendukung efektivitas penggunaan Rupiah sebagai wujud kedaulatan moneter Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketergantungan pembangkit listrik pada bahan bakar fosil mendorong perlunya energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan briket komposit dari limbah daun pisang dan fly ash PLTU, mengevaluasi pengaruh variasi rasio bahan serta jenis perekat (tapioka, molase, dan rumput laut), dan mengestimasi potensi energi listriknya. Pengujian kualitas briket mengacu pada SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental kuantitatif diterapkan melalui optimasi pengeringan bertahap (penjemuran dan oven 100°C). Hasil penelitian menunjukkan kadar air akhir berada pada rentang 2,8%–8,3% (rata-rata 5,0%), yang secara umum memenuhi standar baku mutu (≤8%). Residu pembakaran berkisar 14%–48% akibat tingginya fraksi anorganik pada fly ash. Formulasi terbaik dicapai oleh briket 40% daun pisang, 50% fly ash, dan 10% perekat tapioka dengan nilai kalor tertinggi sebesar 15.209 J/g (3.633 kcal/kg). Kesimpulannya, briket komposit limbah daun pisang dan fly ash memiliki karakteristik termal yang potensial sebagai bahan bakar pendamping (co-firing) untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri dan pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK SELF ORDERING KIOSK DALAM INDUSTRI RESTORAN CEPAT SAJI: PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan dan faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan Self-Ordering Kiosk (SOK) di restoran cepat saji (McDonald's Tarakan) di kalangan mahasiswa Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan kerangka teoritis Technology Acceptance Model (TAM) yang menguji pengaruh persepsi kegunaan (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use), dan sikap (attitude) terhadap niat menggunakan (Behavioral Intention to Use). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada 300 responden mahasiswa aktif dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan. Persepsi kegunaan terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam membentuk niat penggunaan (β = 0,461), diikuti oleh sikap (β = 0,286) dan persepsi kemudahan penggunaan (β = 0,182). Selain itu, persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk sikap positif pengguna (β = 0,399), sementara persepsi kegunaan memengaruhi sikap dengan koefisien sebesar 0,278. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Universitas Borneo Tarakan memiliki niat yang tinggi untuk mengadopsi teknologi SOK, terutama didorong oleh manfaat praktis (seperti efisiensi waktu dan akurasi pesanan) serta antarmuka sistem yang mudah dioperasikan. Implikasi praktis dari penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen restoran cepat saji terus mengoptimalkan fitur bernilai tambah dan memastikan sistem tetap ramah pengguna (user friendly) untuk mendorong penggunaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Self Ordering Kiosk, Technology Acceptance Model, Niat Menggunakan, Restoran Cepat Saji, PLS-SEM
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan cadangan devisa terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah dan Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series triwulanan periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis jalur (path analysis), uji Sobel, dan uji beda rata-rata dengan menggunakan Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Indonesia, inflasi X1.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,1612 maupun nilai tukar sebesar 0,4740. Suku bunga X2.1 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0006 dan nilai tukar sebesar 0,0000. Pertumbuhan ekonomi X3.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,3736 maupun nilai tukar sebasar 0,8897. Sedangkan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebesar 0,0123. Malaysia, inflasi X1.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,0009, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebasar 0,0055. Suku bunga X2.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0000 dan terhadap nilai tukar sebesar 0,0054. Pertumbuhan ekonomi X3.2 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,4172 maupun terhadap nilai tukar sebesar 0,9748. Sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai prob. sebesar 0,7906. Hasil Uji Sobel menunjukkan cadangan devisa tidak memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap nilai tukar di kedua negara. Selanjutnya, hasil uji beda menunjukkan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berbeda signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nilai prob. 0,7692 dan cadangan devisa nilai prob. 0,3100 tidak berbeda signifikan. Secara umum, suku bunga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar di Indonesia maupun Malaysia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
.Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang kualitas pascapanennya sangat dipengaruhi oleh tingkat kekeringan. Penentuan tingkat kekeringan oleh petani masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual terhadap warna dan tekstur sehingga bersifat subjektif dan berpotensi menghasilkan penilaian mutu yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan membangun sistem klasifikasi otomatis jenis kekeringan rumput laut berbasis pengolahan citra digital menggunakan algoritma YOLOv8 untuk menghasilkan identifikasi yang lebih objektif dan konsisten. Dataset yang digunakan berupa 750 citra primer yang dikelompokkan ke dalam tiga kelas, yaitu 250 citra untuk RL_Basah, 250 citra untuk RL_Kering_Oven, dan 250 citra untuk RL_Kering_Jemur_Langsung. Pengelolaan dataset dilakukan menggunakan Roboflow melalui proses pelabelan, preprocessing (auto-orient dan resize citra menjadi 640 × 640 piksel), serta augmentasi berupa flip horizontal dan vertikal sehingga jumlah dataset meningkat menjadi 1.533 citra. Model YOLOv8n dipilih karena efisiensi komputasinya dan dilatih selama 50 epoch. Model terbaik kemudian diintegrasikan ke dalam aplikasi desktop berbasis PyQt5 yang dilengkapi fitur penyimpanan riwayat hasil deteksi ke basis data MySQL. Hasil evaluasi pada data validasi menunjukkan performa model yang sangat baik dengan nilai mAP50 sebesar 0,995 dan mAP50-95 sebesar 0,969. Pengujian fungsional menggunakan metode Black-Box Testing memperoleh tingkat keberhasilan 100% pada seluruh fungsi sistem. Selain itu, pengujian menggunakan 90 citra baru di luar dataset yang mencakup skenario objek tunggal, multiobjek, dan multikelas. Perhitungan akurasi hanya dilakukan pada skenario pengujian objek tunggal dan menghasilkan nilai akurasi sebesar 0,97. Sementara itu, hasil pengujian yang menggabungkan seluruh skenario pengujian menghasilkan nilai rata-rata Precision sebesar 0,92, Recall sebesar 0,90, dan F-Measure sebesar 0,90. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan mampu mengklasifikasikan jenis kekeringan rumput laut secara otomatis dan konsisten berdasarkan karakteristik visual citra.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan pulau Tarakan yang berada dalam WPPRI 716 memiliki potensi sumberdaya ikan tenggiri yang besar, namun penangkapan yang terus menerus dapat mengurangi stok populasinya. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat produktivitas penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Penelitian ini bertujuan mengetahui tren hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan selama 5 tahun, mengetahui hubungan trip penangkapan dengan HTU dan HTS, serta mengetahui nilai CPUE keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2026 menggunakan data rekapitulasi pembelian ikan selama 5 tahun di pos pembelian ikan CV. Mekar Jaya, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Hasil penelitian menggambarkan tren HTU dan HTS selama 5 tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Nilai CPUE HTU tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 126,1 kg/trip dan terendah pada tahun 2021 sebesar 74,4 kg/trip. Hubungan antar trip penangkapan dan HTU menggambarkan hubungan linier positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,743 sedangkan hubungan trip penangkapan dan HTS menunjukkan hubungan positif yang lemah dengan koefisien determinasi 0,1713. Sementara itu, hubungan antara trip penangkapan dan CPUE menggambarkan pola negatif, mengindikasikan bahwa peningkatan upaya penangkapan tidak selalu diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, produktivitas penangkapan jaring insang hanyut di Perairan Pulau Tarakan menunjukkan kondisi yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok terhadap perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design melalui rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan, sampel penelitian terdiri atas 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru BK dan catatan kasus siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku bullying verbal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test berbantuan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku bullying verbal siswa sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori sedang hingga rendah , dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 78,50. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik cognitive restructuring, nilai rata-rata (mean) posttest menurun menjadi 73,50. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya penurunan tingkat perilaku bullying verbal siswa setelah perlakuan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test memperoleh nilai t=2,386 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,048 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik cognitive restructuring dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh terhadap penurunan perilaku bullying verbal siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas dan efisiensi mesin penepung tipe disc mill FFC-15 dalam produksi tepung beras dengan menggunakan metode eksperimen melalui pengujian langsung pada mesin. Bahan baku yang digunakan adalah beras putih sebanyak 1 kg pada setiap percobaan, dengan variasi ukuran saringan 2 mm dan 1,5 mm yang masing-masing diuji sebanyak tiga kali untuk memperoleh data yang akurat. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas aktual, efisiensi penepungan, persentase susut massa, persentase tepung tercecer, dan rendemen penepungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran saringan berpengaruh terhadap kinerja mesin, dimana pada saringan 2 mm diperoleh kapasitas aktual sebesar 92,43 kg/jam dengan efisiensi 168,05%, sedangkan pada saringan 1,5 mm kapasitas aktual sebesar 85,84 kg/jam dengan efisiensi 156,07%. Selain itu, persentase susut massa dan tepung tercecer meningkat pada saringan yang lebih kecil, yaitu masing-masing sebesar 3,4% dan 2,73%, dibandingkan saringan 2 mm sebesar 2,63% dan 2,16%, sementara rendemen tertinggi diperoleh pada saringan 2 mm sebesar 97,36%. Secara umum, semakin besar ukuran saringan maka kapasitas dan efisiensi mesin cenderung meningkat, sedangkan saringan yang lebih kecil menghasilkan tingkat kehalusan yang lebih tinggi namun dengan kapasitas dan efisiensi yang lebih rendah, dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mesin meliputi ukuran saringan, kecepatan putaran mesin, kualitas bahan baku, getaran mesin, serta pengaturan operasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan Kebidanan Komprehensif atau Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir. Tujuan pemberian asuhan komprehensif pada Ny. R adalah memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkelanjutan selama masa kehamilan sampai perawatan bayi baru lahir. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Pantai Amal pada tanggal 27 Januari-01 Maret 2026 yang meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali asuhan persalinan, satu kali kunjungan nifas, dan satu kali kunjungan bayi baru lahir. Metode yang digunakan adalah wawancara, pemeriksaan langsung, dan konseling. Hasil asuhan menunjukkan bahwa pada kunjungan kehamilan trimester III, Ny. R usia kehamilan 33 minggu 4 hari mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10,4 g/dL dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan LILA 21 cm. Asuhan diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan ibu. Pada kunjungan ulang, ibu mengeluh nyeri perut bawah menjalar ke punggung dan telah diberikan penatalaksanaan sesuai keluhan. Persalinan berlangsung normal pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Bayi lahir spontan, cukup bulan, jenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3000 gram, panjang badan 46 cm, dan APGAR Score 9/10. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir dilakukan 6 jam postpartum dengan hasil ibu dan bayi dalam kondisi baik, tanpa perdarahan maupun tanda infeksi.Dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R telah dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Masalah yang ditemukan selama kehamilan dapat ditangani dengan baik, sedangkan pada masa persalinan, nifas, dan bayi baru lahir tidak ditemukan komplikasi. Seluruh asuhan telah didokumentasikan menggunakan metode SOAP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah teknik cognitive restructuring dapat mengurangi perilaku bullying verbal siswa kelas VII di MTs Negeri Tarakan. Bullying verbal sering terjadi akibat pola pikir negatif dan irasional yang mendorong siswa untuk merendahkan, mengejek, serta menggunakan kata-kata kasar terhadap teman sebaya sehingga memberikan dampak buruk pada kesejahteraan psikologis korban. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah menerapkan teknik cognitive restructuring melalui layanan konseling kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala bullying verbal. Populasi penelitian ini 96 siswa di kelas VII Kampus 2 MTs Negeri Tarakan dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 21. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data tingkat bullying verbal dengan nilai rata-rata (mean) 61,63 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat rendah dapat dilihat dari hasil analisis data tingkat bullying verbal dengan nilai rata-rata (mean) 45,25. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak artinya penerapan teknik cognitive restructuring terbukti dapat mengurangi perilaku bullying verbal siswa kelas VII MTs Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh performance expectancy, effort expectancy, dan social influence terhadap niat penggunaan serta dampaknya terhadap penggunaan aktual self-ordering kiosk pada McDonald’s Tarakan, dengan latar belakang adanya perbedaan penerimaan teknologi di kalangan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dan analisis Structural Equation Modeling (SEM), dengan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy, effort expectancy, dan social influence berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan, serta niat penggunaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan aktual. Selain itu, niat penggunaan juga berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan penggunaan aktual. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan pengaruh sosial merupakan faktor utama dalam mendorong adopsi teknologi layanan mandiri oleh konsumen, sehingga optimalisasi aspek tersebut menjadi penting dalam meningkatkan penggunaan self-ordering kiosk.