Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Embung
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PEMETAAN KETERSEDIAAN JARINGAN DITRIBUSI AIR BAKU EMBUNG HANDULUNG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Embung pada dasarnya merupakan air tadah hujan yang memberikan solusi bagi pemerintah disaat air hujan ditampung didalamnya dan ketika musim kemarau air yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Embung berfungsi sebagai bangunan penampung air baku untuk melayani suatu perumahan. Embung sangat efektif untuk mengatasi daerah kekurangan air, baik air baku maupun irigasi. Tujuan pembangunan embung adalah untuk membuat suatu sistem penyediaan air baku berguna mensuplai air untuk kebutuhan dan keperluan masyarakat Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa kendala atau permasalahan yang hingga kini memerlukan pemecahan baik secara pendekatan persuasif maupun dengan mengadakan kegiatan fisik, antara lain, menentukan titik jalur suplai air baku yang terdekat dari embung Handulung, menentukan jalur distribusi air baku, menuntukan lokasi embung Handulung yang tidak jauh dari titik mata air daerah binalatung dengan melakukan overlay menggunakan software SIG. Hasil yang diperoleh berupa peta jaringan distribusi dimana Wilayah pemetaan lokasi dan jaringan distribusi embung Handulung berada pada daerah pesisir pantai Amal Binalatung dengan luas embung 123.608 m2. Berdasarkan survey lokasi yang telah dilakukan pada daerah penelitian Embung Handulung diketahui terdapat 2 daerah aliran sungai (DAS) yang digunakan sebagai sumber air baku untuk menampung air di saat musim kemarau dengan mendigitasi aliran sungai dimana titik koordinat awal dari sungai Indulung yang pertama X:117.647246 Y:3.394088 sampai kesumber air baku X:117.644803 Y:3.394852 dan titik awal dari sungai Indulung yang kedua X:117.647843 Y:3.394518 sampai ke sumber air baku X:117.646402 Y:3.395768 ke dua aliran sungai memiliki lebar rata-rata ±10 m dengan panjang 220 m dari badan embung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Berbagai Pembungkus Cangkok Terhadap Keberhasilan Pencangkokan Mangga Madu (Mangifera indica L)

2024•

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan sebagai sumber vitamin dan mineral, serta mendukung perkembangan industri dan ekspor. Cangkok (layerage) merupakan salah satu jenis pembiakan tanaman secara vegetatif yang bertujuan untuk memperbanyak bibit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui media pembungkus yang lebih berpengaruh terhadap pencangkokan mangga dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembungkus terhadap pencangkokan mangga madu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu pembungkus cangkok yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 = Sabut Kelapa, P2 = Plastik Bening, P3 = Plastik polybag. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari panjang akar, jumlah akar, dan persentase keberhasilan cangkok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada bulan kedua, pembungkus cangkok yang lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan mangga madu ialah pembungkus polybag yang ditandai dengan tingginya nilai panjang akar pada bulan ke-2 yaitu 12,06 cm lalu diikuti dengan pembungkus plastik bening 11,6 cm dan nilai terendah pada sabut kelapa dengan nilai 9,53 cm. Dan tingginya nilai jumlah akar pada bulan ke-2 pada plastik polybag yaitu 41,88. lalu diikuti dengan sabut kelapa 32,55 dan nilai terendah pada pembungkus plastik bening yaitu 30,11.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESAIN DERMAGA TIPE JETTY PADA EMBUNG INDULUNG KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Embung indulung Tarakan adalah salah embung yang mendistribusikan air bersih kepada masyarakat kota tarakan terutama masyarakat dibagian wilayah Tarakan Timur. Disamping kegunaan sebagai penyalur air bersih, embung indulung Tarakan memiliki potensi sebagai objek wisata bagi masyarakat Kota Tarakan, untuk itu penulis mencoba untuk merencankan Dermaga pada embung ini. Analisis ini menggunakan software aplikas SAP 2000 v22 tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain elemen struktur dan analisis struktur pada dermaga embung ini. Dari Hasil analisis SAP2000 dan Perhitungan penulangan pelat, didapatkan pelat dengan lebar 300 cm dan tebal 15 cm dengan tulangan D13 mm dan jarak 200 mm. Dari Hasil analisis SAP2000 dan perhitungan balok, didapatkan balok dengan tulangan D16 cm pada dimensi 25 x 40 cm, tumpuan n (-) = 5 buah, n (+) = 3, lapangan n (-) = 2 buah, n (+) = 3 buah. pada dimensi 35 x 45 cm, tumpuan n (-)= 6 buah, n (+) = 4, lapangan n (-) = 4 buah, n (+) = 6 buah. pada dimensi 40 x 50 cm, tumpuan n (-) = 5 buah, n (+) = 3, lapangan n (-) = 2 buah, n (+) = 3 buah. Dari Hasil Perhitungan Poer, didapatkan hasil pada dimensi poer 110 x 110 x 50 cm dan 120 x 120 x 60, dengan beban aksian 30 ton dan 43 ton didapat tulangan D16 dengan jumlah n = 6 buah. Dimensi Tiang pancang dermaga menggunakan pondasi tiang pancang fabrikasi dari wika dengan diameter 50 cm dan 60 cm dengan tipe class c dan crack 17 ton dan 29 ton. Momen yang terjadi pada Mu tumpuan terbesar 11,9 ton.m dan Mu lapangan12,16 ton.m, dengan gaya aksial Pu sebesar 18,6 ton.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA OPERASI EMBUNG BINALATUNG KOTA TARAKAN UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU.

2024•

-Pembangunan Embung Binalatung adalah adanya permasalahan akan kebutuhan air baku di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Tujuan utama pembangunan Embung Binalatung untuk memenuhi kebutuhan air baku, maka diperlukan suatu studi untuk merencanakan pola oeprasi Embung Binalatung untuk memenuhi kebutuhan air baku pada embung binalatung. Sehingga dapat menyelesaikan permasalahan air baku di Kota Tarakan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu F.J Mock yang digunakan untuk menghitung ketersediaan air, metode penman modifikasi untuk menghitung evapotranspirasi potensial dan persamaan weibull untuk menentukan probabilitas keandalan debit dari hasil simulasi operasi tampungan Embung Binalatung didapatkan keandalan tampungan embung dalam memenuhi kebutuhan air baku Untuk wilayah Tarakan Tengah dengan masing-masing kondisi debit air cukup memiliki keandalan 74% mampu melayani 53547 jiwa, debit air normal dengan keandalan 76% mampu melayani 54994 jiwa, debit air rendah dengan keandalan 44% mampu melayani 31839 jiwa dan untuk debit air kering dengan keandalan 36% mampu melayani 26050 jiwa, untuk Wilayah Tarakan Timur dengan masing-masing kondisi debit air cukup memiliki keandalan 77% mampu melayani 54997 jiwa, debit air normal dengan keandalan 77% mampu melayani 54997 jiwa, debit air rendah dengan keandalan 54% mampu melayani 38567 jiwa dan untuk debit air kering dengan keandalan 46% mampu melayani 32855 jiwa, dan ntuk wilayah Tarakan Timur dengan masing-masing kondisi debit air cukup memiliki keandalan 60% mampu melayani 53351 jiwa, debit air normal dengan keandalan 59% mampu melayani 52462 jiwa, debit air rendah dengan keandalan 41% mampu melayani 36457 jiwa dan untuk debit air kering dengan keandalan 32% mampu melayani 28454 jiwa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PEMANFAATAN FILTER AIR TANAH DENGAN KOMBINASI CANGKANG KERANG TEMBERUNGUN (Telescopium telescopium)

2023•

Kota Tarakan memiliki potensi air tanah untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk pemanfaatannya perlu dilakukan perlakuan terlebih dahulu agar kualitasnnya sesuai dengan baku mutu yang dipersyaratkan. Diantaranya melalui teknologi filtrasi dengan memanfaatkan limbah cangkang Kerang Temberungun ( Telescopium telescopium). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan Cangkang Kerang Temberungun sebagai filter air tanah di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan tiga kali ulangan. Bahan yang digunakan adalah cangkang kerang temberungun dengan level filter 30, 60 dan 100 cm dengan kombinasi penggunaan arang aktif, pasir kuarsa dan kerikil untuk menentukan komposisi terbaik. Parameter yang diuji adalah berdasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan No.32 Tahun 2017 (Standar Baku Mutu Air untuk Kebutuhan Higiene Sanitasi) yaitu kekeruhan, warna, bau, pH, suhu, TSS, TDS, nitrat, nitrit, Fe dan mangan (Mn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas filter untuk masing-masing parameter berbeda-beda. Untuk parameter mangan efektif pada level filter 30 cm yaitu 94%. pH, TDS, dan Warna efekif pada level 60 cm dengan nilai berturut-turut 49, 41 dan 8%. Parameter nitrit, nitrat, TSS dan kekeruhan efektif pada level filter 100 cm yaitu, 95, 31, 71 dan 13%. Penggunaan kerang tembungurun sebagai filter air tanah efektif meningkatkan kualitas air baku terutama secara fisik dan memenuhi persyaratan sesuai baku mutu yang digunakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembuatan Edible Film Berbahan Dasar Semi Refined Carrageenan dari Rumput Laut (Eucheuma cottoni) sebagai Pengemas Serbuk Kopi

2023•

Sampah masih menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia, terutama sampah plastik, maka dari itu perlu dilakukan pencegahan untuk mengurangi sampah plastik, salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yaitu dengan pembuatan edible film berbahan dasar tepung semi refined carrageenan, karena memiliki kandungan yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan, teknologi semi refined carrageenan juga dimanfaatkan pada pengemas pangan yang digunakan sebagai edible film, sehingga dapat digunakan sebagai solusi dari pengurangan sampah plastik dari polimer sintetik. Pada penelitian ini telah berhasil memproduksi edible film dengan konsentrasi 1% ,1,25% dan 1,5 % berbahan dasar semi refined carrageenan yang diperoleh dari rumput laut (Eucheuma cottoni) sebagai pengemas bubuk kopi. Penelitian ini telah berhasil memproduksi edible film berbahan dasar semi refined carragenan yang diperoleh dari Euchema cottoni sebagai pengemas bubuk kopi. Standar pada uji kuat tarik yaitu 7,64 -31,36 MPa sehingga ketiga edible film telah memenuhi strandar. Standar uji elongasi yang sesuai dengan JIS yakni minimal 70 % sehingga nilai ketiga edible film belum memenuhi standar dimana nilai elongasi paling tinggi yaitu 1,23%. Standar uji ketebalan yang sesuai dengan japanesse industrial standard yaitu maksimal 0,25 mm, sehingga pada uji ketebalan ini didapatkan nilai 0,056 – 0,063 mm yang memenuhi standar. Pada uji kelarutan edible film didapatkan nilai sebesar 15,51 - 51,01%. Standar nasional pada uji kadar air sebesar 7%, sehingga didapatkan nilai yang sesuai standar pada kopi yang terbungkus edible film dengan nilai 4,24% dan 5,76% pada konsentrasi semi refined carragenan 1,25% dan 1,5%. Pengujian hedonik edible film 30 panelis telah memberikan nilai pada edible film dan didapatkan hasil kesukaan panelis dari edible film dengan penggunaan konsentrasi 1,25% dengan tingkat kesukaan menyukai. Hasil uji hedonik kopi 30 panelis lebih menyukai kopi yang terbungkus edible film dari pada kopi tanpa edible film.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Laju Sedimentasi Di Inlet dan Outlet Embung Persemaian Kota Tarakan

2022•

Permasalahan sedimentasi yang terjadi pada Embung Persemaian Kota Tarakan merupakan suatu fenomena terbawanya butiran atau partikel sedimen dari aliran sungai. Sedimentasi dapat terjadi ketika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan adanya aktivitas pada sekitar sungai yang mengakibatkan terbawanya material sedimen ke dalam embung. Proses sedimentasi yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan pendangkalan yang berpengaruh terhadap penurunan kapasitas embung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju sedimentasi pada Embung Persemaian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Penelitian ini ada 2 titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Sampel sedimen dianalisis di laboratorium untuk mengetahui jenis tekstur sedimen dan laju sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi sedimen di Embung Persemaian Kota Tarakan yaitu pasir, debu dan liat. Jenis tekstur sedimen yang dominan yaitu liat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada setiap titik lokasi berkisar antara 0,59 – 3,96 g/m2/hari. Total laju sedimentasi pada minggu pertama yaitu 14,24 g/m2/hari, minggu kedua 6,20 g/m2/hari, minggu ketiga 7,87 g/m2/hari dan minggu ke empat 6,54 g/m2/hari. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada inlet yang tertinggi diperoleh pada minggu pertama sebesar 3,96 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 1,44 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu ke empat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada outlet yang tertinggi didapatkan pada minggu ketiga sebesar 1,09 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 0,59 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu kedua. Berdasarkan hubungan curah hujan, arus dan debit air dengan laju sedimentasi terdapat hubungan yang kuat mempengaruhi proses terjadinya sedimentasi pada embung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kualitas Air Di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Kualitas Air Di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan Kalimantan Utara Abstrak Kota Tarakan adalah pulau kecil yang secara administrasi berada di Provinsi Kalimantan Utara Kota Tarakan yang memiliki keentanan terhadap ketersediaan sumber air baku untuk sarana air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah Kota Tarakan membangun penampungan air baku yang salah satunya adalah Embung Rawasari yang berlokasi di Kelurahan Karang Harapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kualitas air di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan berdasarkan parameter fisika dan kimia perairan. Parameter fisika dalam penelitian ini meliputi suhu, TSS dan kecerahan, serta parameter kimia yaitu pH, DO, BOD, dan COD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan selama 1 bulan dengan 4 kali pengulangan dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat kecenderungan perubahan kadar kualitas air berdasarkan waktu pengukuran. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua parameter memenuhi baku mutu air berdasarkan dengan nilai untuk parameter suhu berkisar antara 31-35 oC, TSS 6-22 mg/L, kecerahan berkisar 30-48 cm, pH 6-9, DO 6,11-8,05 mg/L, BOD 0,1-2,1 mg/L, dan COD 3,2-9,2 mg/L. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 tahun 2021 Tentang Penyelenggara Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup pada kelas I yang diperuntukkan sebagai kebutuhan air baku air minum, maka dapat disimpulkan bahwa parameter kualitas air yang ada di Embung Rawasari Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan masih memenuhi baku mutu dan baik untuk digunakan sebagai air baku minum dan kebutuhan sehari-hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh konsentrasi dan waktu pemberian pupuk organik cair (POC) NASA terhadap pembungaan krisan (Chrysanthemum indicum L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan tanaman hias yang banyak diminati dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. POC NASA adalah bahan organik murni berbentuk cair, berasal dari kotoran ternak dan unggas, limbah alam dan tumbuhan. Pemupukan tanaman harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain jenis tanaman, jenis pupuk, dosis pupuk, cara pengaplikasian pupuk dan waktu pemupukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi dan waktu pengaplikasian terbaik pada pembungaan tanaman krisan. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tanpa perlakuan 0 ml (K0), 1 ml/L (K1), 2 ml/L (K2), 3 ml/L (K3) dan waktu aplikasi 3 HST (W1), 5 HST (W2), 7 HST (W3), setiap perlakuan di ulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 60 percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan konsentrasi K2 (2cc) dan jumlah daun, untuk waktu aplikasi POC memberikan pengaruh nyata terhadap pembungaan krisan pada 112 HST. Pada perlakuan kombinasi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, dan jumlah bunga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN KRISAN (chrysanthemum indicum L) MENGGUNAKAN UJI PUPUK KADANG AYAM DAN NPK MUTIARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Krisan (Chrysanthenum indicum L) Merupakan Tanaman hias yang berupa perdu dan memiliki bunga yang indah dengan beragam warna. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman krisan yaitu Pemberian Pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara dengan dosis yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini menguraikan pengaruh pemberian pupuk organik, anorganik serta kombinasinya terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan dan mengungkapkan dosis optimal yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan pembungaan krisan. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Maret sampai Juli 2021. Penelitian ini juga menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 25 perlakuan dan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 75 percobaan yang terdiri dari A0 Tanpa Perlakuan, A1 20 gr, A2 30 gr, A3 40 gr, A4 50 gr, NPK Mutiara N0 Tanpa perlakuan, N1 2 gr, N2 4 Gr, N3 6 gr, N4 8 gr. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Perlakuan Pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada tanaman krisan yaitu Tinggi tanaman, Jumlah daun, Jumlah cabang, dan Jumlah Bunga . Untuk selanjutnya perlakuan pada pupuk NPK Mutiara serta kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara tidak berbeda nyata pada Tinggi tanaman, Jumlah daun, Jumlah cabang, dan Jumlah Bunga.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BANGUNAN PELIMPAH TIPE SALURAN TERBUKA PADA EMBUNG BINALATUNG KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Utara sering terjadi pemasalahaan kelangkaan air, salah satunya, terjadi di Kota Tarakan, terutama saat memasuki musim kemarau, oleh karena itu salah satu upaya menyediakan kebutuhan air di Kota Tarakan dengan memanfaatkan curah hujan dengan membangun embung sebagai wadah penampungan. Kapasitas embung sangat ditentukan oleh kapasitas bagunan pelimpah (Spillway). Bagunan pelimpah adalah bagunan yang bertujuan mengalirkan debit banjir yang masuk ke dalam embung agar tidak membahayakan keamanan embung. Pada penelitian ini, embung yang menjadi objek penelitian iyalah embung Binalatung yang terletak di kampung satu Tarakan Tengah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Bagunan Pelimpah (Spillway) dan Saluran Pengarah Pelimpah yang dapat mengalirkan debit banjir rencana hasil analisis Metode Nakayasu dengan periode ulang 100 tahun. Dari hasil analisis perhitungan diperoleh debit banjir rencana metode Nakayasu, dengan periode ulang 100 tahun (Q100) sebesar 20.047 m3/detik. Dengan debit tersebut, diperoleh bentuk Bagunan Pelimpah (Spillway) dengan tinggi bagunan (H) = 1.002 m, dengan tinggi jagaan (W) = 1 m, dan lebar bawah saluran (B) = 10 m. Serta bentuk Saluran Pengarah Pelimpah dengan kedalaman saluran (h) = 0.542 m, dengan tinggi jagaan (W) = 1 m dan lebar bawah (B) = 4 m.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail