Pengaruh Berbagai Pembungkus Cangkok Terhadap Keberhasilan Pencangkokan Mangga Madu (Mangifera indica L)
Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan sebagai sumber vitamin dan mineral, serta mendukung perkembangan industri dan ekspor. Cangkok (layerage) merupakan salah satu jenis pembiakan tanaman secara vegetatif yang bertujuan untuk memperbanyak bibit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui media pembungkus yang lebih berpengaruh terhadap pencangkokan mangga dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembungkus terhadap pencangkokan mangga madu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu pembungkus cangkok yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 = Sabut Kelapa, P2 = Plastik Bening, P3 = Plastik polybag. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari panjang akar, jumlah akar, dan persentase keberhasilan cangkok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada bulan kedua, pembungkus cangkok yang lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan mangga madu ialah pembungkus polybag yang ditandai dengan tingginya nilai panjang akar pada bulan ke-2 yaitu 12,06 cm lalu diikuti dengan pembungkus plastik bening 11,6 cm dan nilai terendah pada sabut kelapa dengan nilai 9,53 cm. Dan tingginya nilai jumlah akar pada bulan ke-2 pada plastik polybag yaitu 41,88. lalu diikuti dengan sabut kelapa 32,55 dan nilai terendah pada pembungkus plastik bening yaitu 30,11.