ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Krisan (Chrysanthenum indicum L) Merupakan Tanaman hias yang berupa perdu dan memiliki bunga yang indah dengan beragam warna. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman krisan yaitu Pemberian Pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara dengan dosis yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini menguraikan pengaruh pemberian pupuk organik, anorganik serta kombinasinya terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan dan mengungkapkan dosis optimal yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan pembungaan krisan. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada bulan Maret sampai Juli 2021. Penelitian ini juga menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 25 perlakuan dan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 75 percobaan yang terdiri dari A0 Tanpa Perlakuan, A1 20 gr, A2 30 gr, A3 40 gr, A4 50 gr, NPK Mutiara N0 Tanpa perlakuan, N1 2 gr, N2 4 Gr, N3 6 gr, N4 8 gr. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Perlakuan Pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada tanaman krisan yaitu Tinggi tanaman, Jumlah daun, Jumlah cabang, dan Jumlah Bunga . Untuk selanjutnya perlakuan pada pupuk NPK Mutiara serta kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara tidak berbeda nyata pada Tinggi tanaman, Jumlah daun, Jumlah cabang, dan Jumlah Bunga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman krisan merupakan tanaman hias yang berasal dari dataran Cina berupa perdu dan memiliki berbagai macam-macam warna serta spesies-spesies. Produksi tanaman krisan di Indonesia mulai meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi usaha untuk tanaman krisan. Permasalahan yang sekarang dihadapi Indonesia dalam budidaya tanaman krisan adalah masih mengimpor bibit dari luar negeri seperti Belanda, Jerman, Amerika Serikat dan Jepang. Mengetahui pengaruh stek anakan, cabang dengan dosis pupuk NPK Mutiara pada pembungaan krisan (Chrysanthimum indicum L.). stek yang di uji yaitu anakan tanaman krisan dan cabang tanaman krisan, sedangkan dosis pupuk NPK Mutiara yang digunakan 2 Gram + polybag + tanah 5 kg, 4 Gram + polybag + tanah 5 kg dan 6 Gram + polybag + tanah 5 kg. Hasil dari pengujian stek anakan menghasilkan lebih banyak cabang yang mengeluarkan bunga, sedangkan stek cabnag lebih cepat mengeluarkan bunga. Interaksi terhadap stek anakan, cabang dan dosis pupuk NPK Mutiara yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pengamatan. Tinggi tanaman pada P2N3, jumlah daun P2N3, jumlah anakan P2N2, jumlah cabang P2N3, jumlah cabang yang mengeluarkan bunga P2N2, dan jumlah bunga pada batang utama P2N3. Namun dari stek anakan dan cabang yang lebih berpengaruh terhadap dosis pupuk NPK Mutiara atau yang lebih baik pertumbuhan nya yaitu terdapat pada perlakuan dosis pupuk yaitu 6 gram atau pada P2N3.