Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: NATALIA TOLAMBA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Studi Laju Sedimentasi Di Inlet dan Outlet Embung Persemaian Kota Tarakan

2022•Koleksi Perpustakaan

Permasalahan sedimentasi yang terjadi pada Embung Persemaian Kota Tarakan merupakan suatu fenomena terbawanya butiran atau partikel sedimen dari aliran sungai. Sedimentasi dapat terjadi ketika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan adanya aktivitas pada sekitar sungai yang mengakibatkan terbawanya material sedimen ke dalam embung. Proses sedimentasi yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan pendangkalan yang berpengaruh terhadap penurunan kapasitas embung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju sedimentasi pada Embung Persemaian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Penelitian ini ada 2 titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Sampel sedimen dianalisis di laboratorium untuk mengetahui jenis tekstur sedimen dan laju sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi sedimen di Embung Persemaian Kota Tarakan yaitu pasir, debu dan liat. Jenis tekstur sedimen yang dominan yaitu liat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada setiap titik lokasi berkisar antara 0,59 – 3,96 g/m2/hari. Total laju sedimentasi pada minggu pertama yaitu 14,24 g/m2/hari, minggu kedua 6,20 g/m2/hari, minggu ketiga 7,87 g/m2/hari dan minggu ke empat 6,54 g/m2/hari. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada inlet yang tertinggi diperoleh pada minggu pertama sebesar 3,96 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 1,44 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu ke empat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada outlet yang tertinggi didapatkan pada minggu ketiga sebesar 1,09 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 0,59 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu kedua. Berdasarkan hubungan curah hujan, arus dan debit air dengan laju sedimentasi terdapat hubungan yang kuat mempengaruhi proses terjadinya sedimentasi pada embung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Laju Sedimentasi Di Inlet dan Outlet Embung Persemaian Kota Tarakan

2022•

Permasalahan sedimentasi yang terjadi pada Embung Persemaian Kota Tarakan merupakan suatu fenomena terbawanya butiran atau partikel sedimen dari aliran sungai. Sedimentasi dapat terjadi ketika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan adanya aktivitas pada sekitar sungai yang mengakibatkan terbawanya material sedimen ke dalam embung. Proses sedimentasi yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan pendangkalan yang berpengaruh terhadap penurunan kapasitas embung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju sedimentasi pada Embung Persemaian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Penelitian ini ada 2 titik pengambilan sampel yaitu inlet dan outlet. Sampel sedimen dianalisis di laboratorium untuk mengetahui jenis tekstur sedimen dan laju sedimentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi sedimen di Embung Persemaian Kota Tarakan yaitu pasir, debu dan liat. Jenis tekstur sedimen yang dominan yaitu liat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada setiap titik lokasi berkisar antara 0,59 – 3,96 g/m2/hari. Total laju sedimentasi pada minggu pertama yaitu 14,24 g/m2/hari, minggu kedua 6,20 g/m2/hari, minggu ketiga 7,87 g/m2/hari dan minggu ke empat 6,54 g/m2/hari. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada inlet yang tertinggi diperoleh pada minggu pertama sebesar 3,96 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 1,44 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu ke empat. Nilai rata-rata laju sedimentasi pada outlet yang tertinggi didapatkan pada minggu ketiga sebesar 1,09 g/m2/hari dan untuk nilai rata-rata terendahnya yaitu 0,59 g/m2/hari yang diperoleh pada minggu kedua. Berdasarkan hubungan curah hujan, arus dan debit air dengan laju sedimentasi terdapat hubungan yang kuat mempengaruhi proses terjadinya sedimentasi pada embung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail