2026 · Book ·
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring
2026 · Thesis ·
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi jumlah cincin pada konstruksi long line terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, dan kandungan karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di perairan Tanjung Batu, Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan jumlah cincin, yaitu P1 (1 cincin), P2 (3 cincin), dan P3 (5 cincin), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Bobot bibit awal disesuaikan dengan jumlah cincin, yaitu P1 = 15 g, P2 = 45 g, dan P3 = 75 g, dengan masa pemeliharaan selama 45 hari. Pengamatan pertumbuhan dilakukan setiap tujuh hari sekali, sedangkan analisis karagenan dilakukan pada akhir masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cincin berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap bobot mutlak, SGR, dan kadar karagenan. Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa P1 berbeda nyata dengan P2 dan P3 pada parameter bobot mutlak, serta ketiga perlakuan berbeda nyata satu sama lain pada parameter SGR. Nilai SGR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar 6,2%/hari, sedangkan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 133 g. Kadar karagenan tertinggi terdapat pada perlakuan P2 sebesar 2,67%, diikuti oleh P3 (2,53%) dan P1 (2,27%). Penggunaan tiga cincin direkomendasikan untuk memperoleh kualitas karagenan terbaik, sedangkan penggunaan lima cincin lebih sesuai untuk meningkatkan produksi biomassa. Kata kunci: Cincin; Karagenan; Kappaphycus alvarezii; Long Line;Pertumbuhan Abstract This study aimed to evaluate the effect of modifying the number of rings in a long-line cultivation system on the specific growth rate (SGR), absolute weight gain, and carrageenan content of Kappaphycus alvarezii cultivated in the waters of Tanjung Batu, Tarakan, North Kalimantan. The experiment employed a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: P1 (1 ring), P2 (3 rings), and P3 (5 rings), each replicated three times. Initial seed weights were adjusted according to the number of rings (P1 = 15 g, P2 = 45 g, and P3 = 75 g), and the cultivation period lasted 45 days. Growth parameters were observed every seven days, while carrageenan content was analyzed at the end of the cultivation period. The results showed that the number of rings had a significant effect (P 0.05) on absolute weight gain, SGR, and carrageenan content. Duncan’s multiple range test revealed that P1 differed significantly from P2 and P3 in absolute weight gain, while all three treatments differed significantly from one another in SGR. The highest SGR was recorded in P1 at 6.2% day⁻¹, whereas the greatest absolute weight gain was obtained in P3 at 133 g. The highest carrageenan content was found in P2 (2.67%), followed by P3 (2.53%) and P1 (2.27%). The use of three rings is recommended for achieving the best carrageenan quality, while five rings are more suitable for maximizing biomass production. Keywords: Carrageenan; Growth; Kappaphycus alvarezii; Long Line; Ring
2025 · Book ·
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua dan perilaku jajan siswa di SDN 012 Tarakan Timur. Metodologi yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 108 siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel peran orang tua dan perilaku jajan. Hasil menunjukkan bahwa 80% siswa mengonsumsi jajanan di sekitar sekolah, dengan 93,5% responden memiliki peran orang tua yang baik dan 91,7% menunjukkan perilaku jajan yang baik. Analisis bivariat dengan uji Fisher mengungkapkan hubungan signifikan antara peran orang tua dan perilaku jajan (p 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan jajan yang sehat bagi anak. Penelitian ini merekomendasikan agar orang tua lebih aktif dalam memberikan pengetahuan dan pengawasan terkait pemilihan jajanan untuk mendukung kesehatan anak.
2025 · Thesis ·
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua dan perilaku jajan siswa di SDN 012 Tarakan Timur. Metodologi yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 108 siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel peran orang tua dan perilaku jajan. Hasil menunjukkan bahwa 80% siswa mengonsumsi jajanan di sekitar sekolah, dengan 93,5% responden memiliki peran orang tua yang baik dan 91,7% menunjukkan perilaku jajan yang baik. Analisis bivariat dengan uji Fisher mengungkapkan hubungan signifikan antara peran orang tua dan perilaku jajan (p 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan jajan yang sehat bagi anak. Penelitian ini merekomendasikan agar orang tua lebih aktif dalam memberikan pengetahuan dan pengawasan terkait pemilihan jajanan untuk mendukung kesehatan anak.
2025 · Book ·
Dismenorea adalah keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang efektif adalah pemberian kompres air hangat, yang bertujuan untuk meredakan nyeri melalui mekanisme peningkatan sirkulasi darah dan relaksasi otot.Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap penurunan nyeri Dismenorea pada remaja putri. Metode: Laporan ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada remaja putri usia 16 tahun di wilayah kerja Puskesmas Juata Permai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Intervensi berupa pemberian kompres hangat pada perut bagian bawah dilakukan selama 3 hari saat menstruasi dengan durasi 15–20 menit, dua kali sehari. Evaluasi nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skala nyeri sebelum intervensi adalah 6 (nyeri sedang), dan setelah pemberian kompres hangat selama 3 hari, nyeri menurun hingga skala 1 (nyeri ringan). Klien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, aktivitas, dan pemahaman tentang manajemen nyeri haid. Kesimpulan: Pemberian kompres air hangat terbukti efektif sebagai metode non-farmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri Dismenorea pada remaja. Intervensi ini aman, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri, serta layak diterapkan sebagai alternatif penanganan nyeri haid di tingkat komunitas.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dismenorea adalah keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang efektif adalah pemberian kompres air hangat, yang bertujuan untuk meredakan nyeri melalui mekanisme peningkatan sirkulasi darah dan relaksasi otot.Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap penurunan nyeri Dismenorea pada remaja putri. Metode: Laporan ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada remaja putri usia 16 tahun di wilayah kerja Puskesmas Juata Permai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Intervensi berupa pemberian kompres hangat pada perut bagian bawah dilakukan selama 3 hari saat menstruasi dengan durasi 15–20 menit, dua kali sehari. Evaluasi nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skala nyeri sebelum intervensi adalah 6 (nyeri sedang), dan setelah pemberian kompres hangat selama 3 hari, nyeri menurun hingga skala 1 (nyeri ringan). Klien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, aktivitas, dan pemahaman tentang manajemen nyeri haid. Kesimpulan: Pemberian kompres air hangat terbukti efektif sebagai metode non-farmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri Dismenorea pada remaja. Intervensi ini aman, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri, serta layak diterapkan sebagai alternatif penanganan nyeri haid di tingkat komunitas.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGAWASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DIHASILKAN OLEH INDUSTRI DI SEKTOR PERIKANAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peraturan yang mengatur tentang pengawasan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap industri perikanan yang melakukan pencemaran lingkungan, serta untuk menganalisis penegakan hukum administrasi terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh industri perikanan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, dan ikut serta dalam pengawasan langsung di salah satu industri perikanan yang melakukan pelanggaran bersama dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan sudah sesuai dengan prosedur maupun regulasi yang ada terkait dengan pengawasan pencemaran lingkungan, namun hal ini ternyata belum efektif karena masih terdapat industri yang melanggar atau tidak mematuhi ketentuan izin lingkungan, seperti PT.D yang masih didapati tidak memenuhi kewajiban dalam dokumen AMDAL dan UKL-UPL yang mengakibatkan pencemaran ligkungan, berdasarkan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.D maka di kenakan Sanksi Administrasi berupa Paksaan Pemerintah agar segera memperbaiki pengelolaan lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini memberikan beberapa saran, diantaranya perlunya peningkatan efektivitas pengawasan serta Kerjasama antara pemerintah daerah, pihak industri, maupun masyarakat untuk meciptakan pengawasan yang lebih efektif, serta penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan lingkungan. Dan diperlukan edukasi maupun pembinaan bagi industri perikanan agar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan meningkat. dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik, diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan dapat terjaga.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa inggris dan menjelaskan bagaimana implementasi dari peran guru tersebut. Peneliti menggunakan desain kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah satu guru bahasa inggris dan enam siswa kelas VII- 4 di SMPN 10 Tarakan sebagai data pendukung. Peneliti menggunakan catatan observasi lapangan, pedoman wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) guru telah menjalankan semua peran guru yaitu sebagai Controller, Monitor and Evidence Gatherer, Prompter and Editor, Resource and Tutor, dan Organizer and Task Setter. Namun ada dua peran yang kurang maksimal dijalankan oleh guru di SMPN 10 Tarakan yaitu sebagai Editor dan Organizer. Hal ini karena didalam proses pembelajaran, guru sebagai Editor tidak membantu siswa dalam memperbaiki kesalahan kalimat atau tulisan yang siswa tulis dan kerjakan, lalu sebagai seorang Organiser guru tidak mengajar sesuai dengan lesson plan yang telah dibuat, guru juga kurang bisa menciptakan situasi yang nyaman bagi siswa untuk belajar. 2) implementasi peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sudah dijalankan. Para siswa memberikan respon dan pendapat yang sebenarnya mengenai guru bahasa inggris mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan dari penelitian ini telah menjawab semua pertanyaan penelitian.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGAWASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG DIHASILKAN OLEH INDUSTRI DI SEKTOR PERIKANAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peraturan yang mengatur tentang pengawasan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup terhadap industri perikanan yang melakukan pencemaran lingkungan, serta untuk menganalisis penegakan hukum administrasi terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan hidup yang dilakukan oleh industri perikanan di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian Normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, dan ikut serta dalam pengawasan langsung di salah satu industri perikanan yang melakukan pelanggaran bersama dengan Pejabat Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan sudah sesuai dengan prosedur maupun regulasi yang ada terkait dengan pengawasan pencemaran lingkungan, namun hal ini ternyata belum efektif karena masih terdapat industri yang melanggar atau tidak mematuhi ketentuan izin lingkungan, seperti PT.D yang masih didapati tidak memenuhi kewajiban dalam dokumen AMDAL dan UKL-UPL yang mengakibatkan pencemaran ligkungan, berdasarkan pelanggaran pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT.D maka di kenakan Sanksi Administrasi berupa Paksaan Pemerintah agar segera memperbaiki pengelolaan lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini memberikan beberapa saran, diantaranya perlunya peningkatan efektivitas pengawasan serta Kerjasama antara pemerintah daerah, pihak industri, maupun masyarakat untuk meciptakan pengawasan yang lebih efektif, serta penerapan sanksi yang lebih tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan lingkungan. Dan diperlukan edukasi maupun pembinaan bagi industri perikanan agar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan meningkat. dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan hukum yang lebih baik, diharapkan pencemaran lingkungan dapat diminimalisir dan keberlanjutan lingkungan di Kota Tarakan dapat terjaga.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembagan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, stimulasi tumbuh kembang pada bayi penting dilakukan lebih awal antara lain dengan melakukan pijat bayi kare pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada permukaan kulit, pijat bayi dapat membuat bayi rileks, menjalani rasa kasih sayang antara orang tua. Memahami pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi sangat penting dalam membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang pijat bayi, dengan pengetahuan yang lebih baik , orang tua dapat merasakan manfaat pijat bayi secara optimal dan memberikan perawatan lebih baik untuk perkembagan bayi mereka. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian berjuadul Gambaran Pengetahuan Orang Tua Bayi Terhadap Pijat Bayi lakukan di little nemo baby spa Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross secionel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi di little nemo baby spa. Pengumpulan data pengetahuan orang tua di little nemo baby spa di kumpulkan dengan menggunaan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang telah melakukan pijat bayi di little nemo baby spa dengan sampel sebanyak 59 responsen. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan orang tua terdapat pijat bayi dengan nilai P-value = 0,00 Kata kunci : Pengetahuan Orang Tua, Pijat Bayi
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembagan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, stimulasi tumbuh kembang pada bayi penting dilakukan lebih awal antara lain dengan melakukan pijat bayi kare pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada permukaan kulit, pijat bayi dapat membuat bayi rileks, menjalani rasa kasih sayang antara orang tua. Memahami pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi sangat penting dalam membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang pijat bayi, dengan pengetahuan yang lebih baik , orang tua dapat merasakan manfaat pijat bayi secara optimal dan memberikan perawatan lebih baik untuk perkembagan bayi mereka. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian berjuadul Gambaran Pengetahuan Orang Tua Bayi Terhadap Pijat Bayi lakukan di little nemo baby spa Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross secionel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi di little nemo baby spa. Pengumpulan data pengetahuan orang tua di little nemo baby spa di kumpulkan dengan menggunaan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang telah melakukan pijat bayi di little nemo baby spa dengan sampel sebanyak 59 responsen. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan orang tua terdapat pijat bayi dengan nilai P-value = 0,00 Kata kunci : Pengetahuan Orang Tua, Pijat Bayi
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat baca siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 007 Mamburungan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi wali kelas III-A, kepala sekolah, pustakawan, dan bidang kurikulum. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan telah diterapkan di kelas III-A dengan cukup baik. Penerapan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan terlihat pada kegiatan membaca lima belas menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan siswa bertambah. Bahan bacaan yang disedikan juga telah di sesuaikan dengan tingkat pemahaman, kemampuan dan minat siswa, dalam kegiatan ini juga guru kelas berperan aktif dalam mendampingi siswa. kemudian, sarana dan prasana literasi tertata dengan baik. Lingkungan sekolah juga kaya akan literasi, dan adanya lingkungan yang kaya akan teks baik di dalam maupun di luar kelas. Hal ini memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca. Selain itu adanya pelibatan publik, contohnya kerja sama antar orang tua siswa dalam penyumbangan buku bacaan untuk di pojok baca kelas.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Belanja Modal, Kemiskinan, dan Pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Utara secara Parsial dan Simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi Belanja Modal, Kemiskinan, Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2016-2022 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 10 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Belanja Modal dan Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara sedangkan variabel Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara. Secara simultan variabel Belanja Modal, Kemiskinan, dan Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Belanja Modal, Kemiskinan, dan Pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Utara secara Parsial dan Simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi Belanja Modal, Kemiskinan, Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2016-2022 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 10 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Belanja Modal dan Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara sedangkan variabel Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara. Secara simultan variabel Belanja Modal, Kemiskinan, dan Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat baca siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 007 Mamburungan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi wali kelas III-A, kepala sekolah, pustakawan, dan bidang kurikulum. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan telah diterapkan di kelas III-A dengan cukup baik. Penerapan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan terlihat pada kegiatan membaca lima belas menit setiap hari sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan siswa bertambah. Bahan bacaan yang disedikan juga telah di sesuaikan dengan tingkat pemahaman, kemampuan dan minat siswa, dalam kegiatan ini juga guru kelas berperan aktif dalam mendampingi siswa. kemudian, sarana dan prasana literasi tertata dengan baik. Lingkungan sekolah juga kaya akan literasi, dan adanya lingkungan yang kaya akan teks baik di dalam maupun di luar kelas. Hal ini memberikan motivasi kepada siswa untuk membaca. Selain itu adanya pelibatan publik, contohnya kerja sama antar orang tua siswa dalam penyumbangan buku bacaan untuk di pojok baca kelas.
2024 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa inggris dan menjelaskan bagaimana implementasi dari peran guru tersebut. Peneliti menggunakan desain kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah satu guru bahasa inggris dan enam siswa kelas VII- 4 di SMPN 10 Tarakan sebagai data pendukung. Peneliti menggunakan catatan observasi lapangan, pedoman wawancara dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) guru telah menjalankan semua peran guru yaitu sebagai Controller, Monitor and Evidence Gatherer, Prompter and Editor, Resource and Tutor, dan Organizer and Task Setter. Namun ada dua peran yang kurang maksimal dijalankan oleh guru di SMPN 10 Tarakan yaitu sebagai Editor dan Organizer. Hal ini karena didalam proses pembelajaran, guru sebagai Editor tidak membantu siswa dalam memperbaiki kesalahan kalimat atau tulisan yang siswa tulis dan kerjakan, lalu sebagai seorang Organiser guru tidak mengajar sesuai dengan lesson plan yang telah dibuat, guru juga kurang bisa menciptakan situasi yang nyaman bagi siswa untuk belajar. 2) implementasi peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sudah dijalankan. Para siswa memberikan respon dan pendapat yang sebenarnya mengenai guru bahasa inggris mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Temuan dari penelitian ini telah menjawab semua pertanyaan penelitian.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi, budaya organisasi, dan keselamatan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT. Idec Abadi Wood Industries Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (kuesioner dan wawancara). Sampel penelitian diambil dengan menggunakan probability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling (sampel acak sederhana) dengan jumlah sampel sebanyak 230 karyawan pada bagian produksi PT. Idec Abadi Wood Industries Kota Tarakan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model analisis regresi berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil membuktikan bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan keselamatan, kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi, budaya organisasi, dan keselamatan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT. Idec Abadi Wood Industries Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data dengan pengamatan (kuesioner dan wawancara). Sampel penelitian diambil dengan menggunakan probability sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling (sampel acak sederhana) dengan jumlah sampel sebanyak 230 karyawan pada bagian produksi PT. Idec Abadi Wood Industries Kota Tarakan. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan model analisis regresi berganda dan uji t (parsial) dengan bantuan program SPSS. Hasil membuktikan bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dan keselamatan, kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masyarakat Desa Kaliamok mengusahakan tanaman padi sebagai tanaman utama yang selalu dibutuhkan karena tanaman padi menghasilkan beras yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi makanan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga menjadi faktor utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara. Pertama, berapakah pendapatan petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Kedua, Bagaimana kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang ada di Desa Kaliamok. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 petani. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan analisis skoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha tani padi sawah di Desa kaliamok Kecamatan Malinau Utara dengan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.031.513 dengan hasil produksi sebanyak 1067 kg dan penerimaan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 6.508.700 adapun rata-rata pendapatan yang diperoleh petani padi sawah sebesar Rp 5.477.187 untuk satu kali proses produksi atau musim tanam. Kesejahteraan rumah tangga petani padi sawah di Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara berdasarkan hasil perhitungan skor didapatkan skor sebesar sebesar 2462 dengan kategori tingkat kesejahteraan sedang.