ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar oleh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan kesehatan. Pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat ini perlu ditanamkan sejak usia sekolah, karena pada tahap ini anak berada pada fase perkembangan yang penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Keberhasilan pada penerapan PHBS pada anak tidak terlepas dari peran orang tua sebagai pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Desa Tanah Kuning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa dan orang tua siswa kelas VI SDN 004 dan SDN 002 Tanjung Palas Timur, namun responden yang memenuhi kriteria dan berpartisipasi dalam penelitian sebanyak 95 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian bahwa peran orang tua terdistribusi pada kategori sangat tinggi sebanyak 33,7% (32) responden, rendah sebanyak 33,7% (32) responden, kategori tinggi sebanyak 30,5% (29) responden, dan kategori sangat rendah sebanyak 2,15 (2) responden. Pada hasil penelitian PHBS anak di sekolah mayoritas kategori cukup sebanyak 72,6% (69) responden, kategori baik sebanyak 27,4% (26) responden. Kesimpulan Gambaran peran orang tua dalam pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator masih bervariasi. Pada hasil Gambaran PHBS pada anak sekolah dasar secara umum berada pada kategori cukup, sehingga masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan isu kesehatan reproduksi serius pada remaja, khususnya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan terutama di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Kurangnya peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawasan terkait edukasi seksualitas menjadi faktor risiko utama yang membuat remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua sebagai pembimbing, motivator, pengawas, dan teman dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri, berdasarkan teori tentang pentingnya pengasuhan dalam membentuk sikap dan tindakan kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik observasional, melibatkan 89 responden remaja putri kelas X dan XI SMA Negeri 1 Tarakan, yang dipilih melalui teknik proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner peran orang tua dan perilaku pencegahan infeksi menular seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual, dengan nilai p = 0,007 (p 0,05). Sehingga, disimpulkan bahwa peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Tarakan. Peneliti merekomendasikan adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan puskesmas untuk mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua dan perilaku jajan siswa di SDN 012 Tarakan Timur. Metodologi yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 108 siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel peran orang tua dan perilaku jajan. Hasil menunjukkan bahwa 80% siswa mengonsumsi jajanan di sekitar sekolah, dengan 93,5% responden memiliki peran orang tua yang baik dan 91,7% menunjukkan perilaku jajan yang baik. Analisis bivariat dengan uji Fisher mengungkapkan hubungan signifikan antara peran orang tua dan perilaku jajan (p 0,001). Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan jajan yang sehat bagi anak. Penelitian ini merekomendasikan agar orang tua lebih aktif dalam memberikan pengetahuan dan pengawasan terkait pemilihan jajanan untuk mendukung kesehatan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran orangtua sangat penting bagi kehidupan anak terutama pada anak berkebutuhan khusus dalam mengasuh, mendidik, membimbing serta bertanggung jawab terhadap perkembangan anak. Akan tetapi kenyataannya orang tua masih merasa malu ketika mengetahui bahwa perilaku dan komunikasi anaknya berbeda dengan anak pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orangtua siswa dalam menyikapi perkembangan anak yang berada dikelas autis SLB Negeri Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua orang yaitu, wali kelas dan orangtua. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis data yang digunakan metode yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini peran orangtua dalam menyikapi perkembangan anak autis sangat penting dan sangat diperlukan dalam perkembangan anak. Terutama dalam gangguan komunikasi, perilaku dan emosi pada anak autis. Peran orangtua dalam komunikasi masih kurang dikarenakan kurangnya perhatian serta bimbingan secara khusus yang diberikan oleh orangtua, gangguan perilaku orangtua bersikap acuh dan tidak acuh terhadap anaknya, tidak peduli terhadap perilaku yang terjadi pada anak, gangguan emosi anak orangtua belum mengetahui dan belum memiliki cara khusus untuk membuat rasa nyaman dan mengendalikan emosi anak dengan sendiri, orangtua masih memerlukan bantuan dari beberapa ahli dalam perkembangan komunikasi, perilaku dan emosi yang terjadi pada anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengatasi kesulitan yang dialami siswa saat belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas IV-C SDN 050 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas IV-C, enam orang siswa, dan enam orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan menggunakan model Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh peran guru dan orang tua bahwa guru kelas IV-C telah berupaya dalam mengatasi kesulitan belajar melalui peran guru sebagai; (1) peran guru sebagai pembimbing, guru kelas IV-C telah mampu membimbing siswa dengan mengenal kesulitan yang dialami. (2) Peran guru sebagai fasilitator, guru kelas IV-C telah menyediakan fasilitas untuk siswa dalam mengatasi kesulitan belajar seperti buku paket tema, proyektor, laptop, speaker, mikrofon dan peta pikiran. (3) peran guru sebagai motivator, guru kelas IV-C telah memberikan penguatan berupa motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. (4) peran guru sebagai evaluator, guru kelas IV-C telah melakukan evaluasi dengan memberikan tes kepada siswa lalu dikoreksi sehingga dapat mengetahui siswa yang mendapatkan hasil belajar rendah dan guru kelas menindaklanjuti hasil belajar siswa. Hasil penelitian terkait peran orang tua bahwa diperoleh hasil orang tua kategori hasil belajar tinggi telah menjalankan perannya dengan baik sedangkan orang tua hasil belajar sedang belum menjalankan perannya secara maksimal. Adapun peran orang tua; (1) memberikan suasana yang menyenangkan. (2) mendampingi anak belajar. (3) Membimbing dan Menasehati anak. (4) Berkomunikasi dengan guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca permulaan merupakan bentuk kemampuan siswa dalam mengenal huruf abjad, suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dan guru terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 026 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 26 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan kelas II-b yang menjadi partisipan mengikuti tes kemampuan membaca permulaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa teknik analisis data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa dari tahapan membaca permulaan mendapatkan hasil kemampuan siswa membaca, terdapat lima tahapan membaca permulaan diantaranya mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, kelancaran membaca, dan membaca pemahaman. Pada tahap mengenal huruf terdapat 23 siswa yang tuntas dalam tahap mengenal huruf, dan terdapat 3 siswa yang tidak tuntas dalam tahap mengenal huruf tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa sulit mengenal huruf, siswa masih ada yang belum dapat membaca suku kata, kata, dan belum mampu membaca kalimat sederhana. Siswa juga belum dapat membedakan huruf yang mirip, melakukan kesalahan dalam membaca seperti menghilangkan kata, menambah kata, dan mengganti kata. Mengetahui kurangnya kemampuan siswa dalam membaca, peneliti memperoleh informasi langsung dari siswa bahwa hanya 6 siswa yang sudah lancar membaca dan dapat memahami isi bacaan dengan baik dan 20 siswa masih kurang kemampuan membacanya. Selain itu peran orang tua dan guru juga dapat mempengaruhi proses perkembangan belajar kemampuan membaca anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua terhadap motivasi belajar matematika pada masa pandemi siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel didasarkan latar belakang pendidikan orang tua yang berbeda-beda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)S01 memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi karena orang tua S01 menjalankan perannya dengan optimal dalam kegiatan belajar matematika S01. Sedangkan S03 memiliki motivasi belajar matematika yang rendah karena orang tua S03 belum optimal menjalankan perannya dalam kegiatan belajar matematika S03; 2)Tedapat temuan unik yang menunjukkan S02 memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi dengan kondisi orang tua S02 belum optimal menjalankan perannya dalam kegiatan belajar matematika S02. Hal ini dikarenakan orang tua S02 memberikan kesempatan kepada S02 untuk mengeksplorasi kegiatan belajar matematika yang diikuti. Sehingga menumbuhkan sikap tanggungjawab, kemandirian dan memperkuat motivasi dari dalam diri S02 dalam belajar matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa pandemi covid-19 telah menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan BR (Belajar Dari Rumah) pada pembelajaran yang dilakukan dari rumah guru tidak bisa membimbinga siswa secara langsung, Guru hanya koordinasi dengan orang tua siswa dalam membantu membimbing siswa dalam belajar. Berkaitan dengan tersebut penelitian in bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja peran orang tua dalam motivasi belajar siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskripsi dengan lokasi penelitian yaitu di SDN 031 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah orang tua dan siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data wawancara, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua telah menjalankan peranya sebagai (1) pengasuh dan pendidik, orang tua tidak bisa selalu mengontrol waktu anak untuk dalam belajar karena kesibukan dalam dan jarang berada di rumah. (2) sebagai pembimbing, orang tua telah mengenal anaknya terutama dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan belajar sehinga orang tua memberikan tambahan belajar berupa les pada sore hari. (3) sebagai motivator, orang tua selalu memberikan penguatan berupa pujian, nasehat dan motivasi yang dilakukan setiap hari kepada anak. (4) sebagai fasilitator, orang tua selalu berusaha untuk memberikan fasilitas belajar yang anak butuhkan selama pembelajar yang dilakukan dari rumah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini berfokus pada analisis peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah dan faktor penghambat dari orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 034 Tarakan. Informan penelitian adalah guru wali kelas, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa orang tua siswa di SD Negeri 034 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai motivator, dengan pemberian motivasi kepada anak berupa nasehat positif dan dorongan semangat, memberikan hadiah ketika anak semangat dalam belajar serta mengingatkan anak belajar dan mengerjakan tugas sekolah. (2) sebagai fasilitator, dengan mempersiapkan seluruh perangkat peralatan belajar yang dibutuhkan anak dalam belajar, menyiapkan bekal anak saat sekolah dan menciptakan atmosfer belajar bagi anak. Adapun faktor penghambat dari peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah diantaranya adalah latar belakang pendidikan orang tua, jenis pekerjaan orang tua, minat anak yang terkadang susah untuk diajak belajar dan kondisi ekonomi orang tua yang kurang mendukung. Namun orang tua selalu berusaha untuk tetap memberikan pendampingan belajar secara maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua dari siswa kelas III-A SD Negeri 034 Tarakan telah melaksanakan perannya dalam mendampingi anak belajar di rumah sebagai motivator dan fasilitator. Walau tidak dipungkiri masih terdapat kendala dalam melaksanakan perannya secara maksimal terutama untuk menyediakan fasilitas belajar, khususnya bagi orang tua yang memiliki ekonomi menengah ke bawah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SISWA KELAS IV SDIT IBNU ABBAS TARAKAN Abstrak Pada masa pandemi COVID-19 pembelajaran tidak lagi dilakukan secara tatap muka melainkan pembelajaran dilakukan secara BDR (Belajar dari Rumah), oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar dari rumah. Namun pada masa pandemi ini pembelajaran belum terlaksana maksimal diakibatkan kurangnya orang tua mendampingi anak belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak peran orang tua terhadap anak dalam mendampingi pembelajaran anak dari rumah pada siswa kelas IV SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Instrumen penelitian ini adalah wali kelas IV, orang tua siswa, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini tentang peran orang tua dalam mendampingi anak belajar dari rumah dapat disimpulkan bahwa orang tua telah melaksanakan perannya dalam pembelajaran daring dari rumah dibuktikan hasil wawancara dan observasi yaitu orang tua telah membimbing serta mendampingi anak belajar dirumah mendidik yang efektif, orang tua memberikan fasilitas penunjang pembelajaran yang disediakan orang tua berkaitan perangkat elektronik seperti HP dan kouta internet, orang tua memberikan semangat serta motivasi, orang tua sebagai director dengan mengarahkan dan membimbing anak ketika belajar terhadap instruksi yang diberikan guru dapat dipahami dan dikerjakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemi covid-19 mengharuskan orang tua untuk dapat mendampingi anak saat belajar di rumah oleh karena itu peranan dari orang tua harus dilaksanakan. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua terkait hasil belajar siswa di SD Negeri 001 Peso. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu di SD Negeri 001 Peso. Informan pada penelitian ini adalah orang tua siswa yang berjumlah empat orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang tua siswa telah menjalankan perannya (1) sebagai fasilitator, yaitu orang tua telah menyiapkan semua fasilitas belajar kepada anak mulai dari telepon genggam, kuota internet, buku pelajaran dan alat tulis lainya. (2) sebagai pendorong, yaitu orang tua selalu memberikan motivasi kepada anak agar anak semangat dalam belajar, tetapi tidak cuma sebatas ucapan, orang tua juga memberikan anak motivasi dalam bentuk reward atau hadiah. (3) sebagai pembimbing, yaitu walaupun orang tua sibuk dalam bekerja dari pagi hari hingga sore hari tetapi orang tua sebisa mungkin untuk dapat mendampingi anak belajar di malam hari. (4) sebagai pendidik, selain mengawasi atau pembimbing orang tua juga berperan sebagai pendidik, dalam hal ini orang tua memberikan pengetahuan baru kepada anak dan perilaku baik kepada anak. Dari hasil wawancara dan observasi di atas maka dapat diambil kesimpulan orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak pada pembelajaran jarak jauh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Belum ada