ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
A student's self-directed learning and self-motivated study are referred to as learning autonomy, which is marked by their self-reliance, confidence, responsibility (independence), initiative, and control. Concerns over students' learning independence necessitate suitable guidance and counseling services, including group guidance through the "Lempar sandal game". This research attempts to assess the impact of group counseling services utilizing the "Lempar sandal game" on students' learning autonomy at SMPN 7 Tarakan. This research employs a quantitative methodology with a pre-experimental framework involving a one-group pretest-posttest design. The research sample comprised eighth-grade students chosen by random sampling. Data were gathered utilizing a learning independence scale and examined with a paired-sample t-test. The results revealed a difference in learning independence scores prior to and following the intervention. The mean pretest score of 89.875 grew to 130.625 on the posttest, with a calculated t-value of -6.315 (df = 7). The significance threshold was 0.000 0.05. Ho was rejected, whereas H, was accepted, showing that group counseling utilizing the "sandal-throwing game" improves the learning independence of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika murid kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Palas Tengah. Metode penelitian yang digunakan Adalah metode survei dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan instrumen angket/kuesioner dengan skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai ulangan Penilaian Tengah Semester (PTS) Tahun Ajaran 2026/2027. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Rank spearman dengan bantuan program SPSS 25.0, hal ini dikarenakan salah satu variable tidak berdistribusi normal. Penelitian menggunakan Teknik sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika ditunjukan oleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,130. Implikasi dari penelitian ini secara teoritis menegaskan bahwa variabel kemandirian belajar tidak dapat berdiri dalam memprediksi hasil belajar, melainkan selalu berinteraksi dengan faktor lingkungan atau iklim institusional kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap Kemandirian Keuangan Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel moderasi pada kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal asosiatif untuk menguji hubungan antara variabel independen, variabel dependen, dan variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara periode 2010–2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan daerah dan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan daerah dalam menggali sumber Pendapatan Asli Daerah, maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian keuangan daerah. Sementara itu, Belanja Modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemandirian Keuangan Daerah, yang mengindikasikan bahwa peningkatan belanja modal belum sepenuhnya mampu meningkatkan kemandirian keuangan daerah karena masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Selain itu, Pertumbuhan Ekonomi tidak mampu memoderasi pengaruh Pendapatan Asli Daerah maupun Belanja Modal terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Artinya, tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi tidak memperkuat maupun memperlemah hubungan antara Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kontribusi PAD sektor pariwisata dan kontribusi PAD sektor perdagangan terhadap kemandirian fiskal Pemerintah Kota Tarakan selama periode 2020–2024, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Data yang digunakan berupa data sekunder runtut waktu triwulanan selama lima tahun sehingga diperoleh 20 observasi. Sumber data berasal dari Laporan Realisasi Anggaran dan rekapitulasi pendapatan daerah Pemerintah Kota Tarakan. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD Kota Tarakan cenderung meningkat selama periode pengamatan, dengan kontribusi sektor pariwisata yang relatif lebih besar dibandingkan sektor perdagangan. Meskipun demikian, tingkat kemandirian fiskal masih berada pada kategori sangat rendah karena rasio PAD terhadap total pendapatan daerah tetap berada di bawah 25 persen. Secara parsial, kontribusi PAD sektor pariwisata dan kontribusi PAD sektor perdagangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian fiskal. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kemandirian fiskal. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kemandirian fiskal Kota Tarakan tidak cukup hanya ditopang oleh perubahan komposisi dua sektor tersebut di dalam PAD, tetapi memerlukan optimalisasi sumber-sumber PAD lainnya serta pengurangan ketergantungan pada penerimaan di luar PAD.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan berperan penting dalam membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab. Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan adalah kemandirian belajar, yaitu kemampuan siswa dalam mengelola proses belajarnya secara sadar tanpa ketergantungan pada orang lain. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan diskusi dengan guru di SMP Negeri 11 Tarakan, ditemukan berbagai permasalahan yang menunjukkan rendahnya kemandirian belajar siswa, seperti menyalin tugas tanpa memahami isi, kurangnya kerja sama, rendahnya keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta ketidakdisiplinan dalam memenuhi kebutuhan belajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa adalah melalui layanan informasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai aspek belajar yang efektif dan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-eksperimental, yaitu one group pretest–posttest design. Desain ini melibatkan pemberian pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan, sehingga pengaruh perlakuan dapat diketahui dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala Likert mengenai kemandirian belajar, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 dengan nilai t hitung sebesar -5,578, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan informasi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media film dalam layanan informasi terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain one group pretest–posttest design. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kemandirian belajar, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Paired Sample T-Test dengan bantuan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa sebelum diberikan layanan informasi dengan media film berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata pretest sebesar 68,46, sedangkan setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan pada kategori tinggi dan sangat tinggi dengan nilai rata-rata posttest sebesar 83,43. Peningkatan rata-rata skor kemandirian belajar sebesar 14,96. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media film dalam layanan informasi terhadap kemandirian belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa layanan informasi berbantuan media film efektif digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa, khususnya pada indikator percaya diri, inisiatif, motivasi, tanggung jawab, dan disiplin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kemandirian Belajar ialah tindakan individu yang dapat berinisiatif, dapat menyelesaikan permasalahan, memiliki rasa percaya diri untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran. Namun saat ini masih terdapat murid yang mempunyai rendahnya kemandirian belajar, yang ditandai dengan kurangnya inisiatif, kurangnya rasa bertanggung jawab dan selalu bergantung terhadap orang lain. Analisis ini memiliki tujuan untuk memahami pengaruh teknik self management terhadap kemandirian belajar siswa. Analisis ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design eksperimen one grup pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 10 murid di kelas XI yang di ambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan skala likert dan analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif serta inferensial dengan uji paired sample T-test menggunakan SPSS statistic 26. Hasil analisis menyatakan bahwasannya nilai signifikan (sig 2-Tailed) sebesar 0,002
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Self Management Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas XII Di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Pembimbing Utama Siti Maliha, M.Psi., Ph.D., Psikolog dan Pembimbing Anggota Tri Cahyono, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik self management terhadap kemandirian belajar siswa kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Kemandirian belajar adalah suatu proses dimana peserta didik mengontrol sendiri proses pembelajarannya. Teknik self management adalah strategi perubahan tingkah laku yang dimana mereka mengendalikan perilaku mereka sendiri. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan yang memiliki kemandirian belajar rendah, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil (pretest) dan (posttest). Hal tersebut terdapat pada nilai signifikansi Sig. (2.tailed) yang diperoleh adalah sebesar 0,001 (p0,05), dan terdapat nilai thitung sebesar 10,931 > dari ttabel sebesar 2,131 yang berarti hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik self management terhadap kemandirian belajar siswa kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Keuangan daerah berperan penting dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kinerja keuangan pemerintah daerah dapat dilihat dari rasio efektivitas, efisiensi, dan kemandirian, sedangkan kesejahteraan masyarakat diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh efektivitas, efisiensi, dan kemandirian keuangan daerah terhadap IPM Kota Tarakan periode 2017–2024 dengan metode penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan data APBD dan IPM. Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda melaui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan efektivitas, efisiensi, dan kemandirian keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dengan nilai Adjusted R² sebesar 94,9%. Secara parsial, variabel efektivitas memiliki nilai sig 0.004 0.05, dan kemandirian 0.001 0.05, yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan variabel efisiensi tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dengan nilai sig 0.055>0.05. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi efektivitas penerimaan PAD dan semakin mandiri keuangan daerah, maka kesejahteraan masyarakat Kota Tarakan akan meningkat, meskipun tingkat efisiensi belanja belum memberikan kontribusi pada IPM. Pemerintah daerah perlu memperkuat pengelolaan PAD dan kemandirian keuangan guna mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran pemerintah daerah, rasio pembiayaan utang (leverage), rasio kemandirian daerah, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, dan opini audit terhadap level transparansi pelaporan keuangan daerah berbasis website. Objek penelitian ini adalah 44 pemerintah daerah kabupaten/kota di regional Kalimantan yang memiliki website resmi dan dapat diakses pada periode Mei–Agustus 2023. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan data sekunder yang bersumber dari website pemerintah daerah serta Badan Pusat Statistik. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran pemerintah daerah dan PDRB per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap level transparansi pelaporan keuangan daerah berbasis website. Rasio pembiayaan utang berpengaruh signifikan namun negatif, sedangkan rasio kemandirian daerah dan opini audit tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,7149 menunjukkan bahwa 71,49% variasi transparansi pelaporan keuangan dapat dijelaskan oleh kelima variabel independen, sementara sisanya 28,51% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pemanfaatan website pemerintah daerah sebagai sarana transparansi informasi publik, khususnya dalam pelaporan keuangan, untuk memperkuat akuntabilitas, mengurangi asimetri informasi, serta memberikan sinyal positif kepada masyarakat sesuai dengan prinsip teori stewardship dan teori signalling.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh realisasi belanja modal terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara dengan Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah (TKKD) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Data yang dianalisis adalah data sekunder periode 2014-2024 yang didapatkan dari laman resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan. Data dianalisis menggunakan software EViews 12, dengan pemilihan model terpilih yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi belanja modal berpengaruh signifikan namun negatif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Sementara, TKKD tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun, TKKD secara signifikan memoderasi hubungan antara realisasi belanja modal dan tingkat kesejahteraan masyarakat, di mana pemerintah daerah yang mandiri secara finansial untuk mengelola anggaran lebih efektif dalam meningkatkan layanan publik dan pembangunan daerah. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas fiskal lokal sebagai strategi utama untuk memaksimalkan manfaat belanja modal dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Masa usia dini merupakan masa ketika pertumbuhan dan perkembangan anak sangat pesat. WHO mencatat bahwa lebih dari 70 juta anak di Asia Tenggara tidak mencapai potensi perkembangan optimal, yang sebagian disebabkan oleh kurangnya keterlibatan ayah. Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan keterlibatan ayah yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan sosialisasi dan kemandirian anak usia 4-6 tahun di TK ABA II. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional yang dilaksanakan di TK ABA II pada bulan Juni 2025. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 96 ayah dengan jumlah sampel terdiri dari 78 ayah yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur keterlibatan ayah, sosialisasi dan kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keterlibatan ayah dalam pengasuhan sangat terlibat sebanyak 46 ayah (59,0%) dan mayoritas anak usia 4-6 tahun memiliki sosialisasi dan kemandirian cukup sebanyak 63 anak (80,8%). Dari hasil tersebut mayoritas ayah sangat terlibat dalam pengasuhan dengan memiliki anak yang sosialisasi dan kemandiriannya cukup sebanyak 35 ayah (44,9%). Analisis data dengan uji gamma menunjukkan p-value 0,007 yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan sosialisasi dan kemandirian anak usia 4-6 tahun di TK ABA II. Penelitian ini menyarankan agar orang tua, khususnya ayah, lebih aktif terlibat dalam kegiatan anak, serta perlunya program yang mendorong keterlibatan ayah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di lima provinsi di Pulau Kalimantan selama periode 2018–2023. Kinerja keuangan daerah diukur melalui rasio efektivitas dan kemandirian, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel melalui tiga pendekatan model: Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM), disertai uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. Namun, Belanja Modal ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah, mengindikasikan bahwa peningkatan Belanja Modal cenderung menurunkan kinerja keuangan daerah dalam konteks periode dan wilayah penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dalam mendukung kemandirian dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, serta menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap efektivitas belanja modal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan di Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD FAJAR MENTARI BINALATUNG ABSTRAK Pembentukan karakter mandiri pada anak usia dini memang tidak mudah, maka dari itu mewujudkan karakter mandiri pada anak membutuhkan peran ornag tua dalam memberikan pola asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan pada anak pra sekolah di Paud Fajar Mentari Binalatung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survei yang menggunakan desain penelitian cross-sectional mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid Paud Fajar Mentari yang berjumlah 50. Data dianalisis menggunakan analisis korelasional dengan mengunakan aplikasi pengolahan data statistik, dengan dua tahapan yaitu analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil penelitian pada analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebesar 42,0%, dalam kemandirian mencuci tangan pada anak mayoritas responden baik yaitu sebesar 38,0%, menunjukan bahwa murid-murid di Paud Fajar mentari mandiri dalam mencuci tangan. Analisis bivariat mengunakan uji korelasi spearman-rho untuk melihat hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan menunjukan bahwa nilai p value sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima H0 ditolak. Ini berart bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan pada anak, Kata kunci: hubungan, kemandirian, mencuci tangan, pola asuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan sebanyak 137 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 41 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kemandirian belajar adalah 49 termasuk kategori sedang dan nilai rata-rata skor keaktifan belajar adalah 38 termasuk kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial, hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai korelasi kemandirian belajar dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 0,697 dengan tingkat korelasi tinggi atau kuat. Apabila nilai rhitung = 0,697 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0,308 dengan jumlah N = 41 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh nilai rhitung 0,697 > rtabel 0,308 yang berarti hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar sebesar 48,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemandirian belajar perlu diberikan kepada peserta didik supaya mereka memiliki tanggung jawab dalam mengatur dan mendisiplinkan dirinya dan dalam mengembangkan kemampuan belajar atas kemauannya sendiri siswa yang memiliki kemandirian tinggi dapat dilihat dari beberapa indikator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei serta pengumpulan data melalui angket. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 dari 1.525 populasi yang terdiri dari siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di kota Tarakan sebagian besar berada pada kategori rendah dengan jumlah responden sebanyak 73 (52%). Kemandirian belajar siswa dilihat dari beberapa indikator yaitu hakikat mandiri berada di kategori rendah dengan jumlah responden 93 (66%) , tujuan mandiri berada di kategori rendah dengan jumlah responden 96 (69%), etos kerja berada di kategori rendah dengan jumlah responden 91(65%), rasa ingin tahu berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 72(51%), keberanian berada di kategori rendah dengan jumlah responden 69(49%), profesional berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 58(41%), kesadaran belajar berada di kategori rendah dengan jumlah responden 76(54%), dan menjadi pembelajar sepanjang hayat berada di kategori tinggi dengan jumlah responden 77(55%)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ririn Astria, 2024, “Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar siswa di SMPN 13 Tarakan”. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing utama Nurul Fadilah, S.Pd.I., M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku pembimbing anggota. Kemandirian belajar merupakan proses perancangan dan pemantauan diri yang seksama terhadap proses kognitif dan afektif dalam menyelesaikan suatu tugas akademik. Sebagai proses belajar yang terjadi karena pengaruh dari pemikiran, perasaan, strategi, dan perilaku sendiri yang berorientasi pada pencapaian tujuan. Permasalahan terkait kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan seperti, terdapat beberapa siswa yang tidak bertanggungjawab dalam menyelesaikan tugas yang diberikan dan terdapat juga siswa yang tidak mampu mengikuti selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMPN 13 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara kepada satu guru bimbingan dan konseling dan satu wali kelas VIII. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kemandirian belajar siswa menjadi tanggungjawab guru bimbingan dan konseling. Hal ini diketahui bahwa guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 13 Tarakan melakukan identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, pemberian bantuan, evaluasi dan tindak lanjut ketika terdapat siswa yang mengalami permasalahan terkait kemandirian belajar. Selain itu, guru BK memberikan layanan konseling kelompok dan konseling individual kepada siswa dan membawa perubahan baik dirinya, hingga tujuan dari penelitian ini tercapai, yaitu untuk membantu siswa dalam kemandirian belajar siswa disekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandiriana belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa SMA Mhammadiyah Tarakan kelas XI. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proportionate random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini 67 responden siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS for windows untuk menganalisis data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kemandirian belajar siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan dominan pada kategori tinggi dengan persentase 57%. Hasil hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan dominan pada kategori sangat rendah dengan persentase 96%. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kemandirian belajar memberikan kontribusi 20,3% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa berpengaruh negatif secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemandirian belajar merupakan peningkatan dalam pengetahuan, kemampuan, atau perkembangan individu di mana individu memilih dan menentukan sendiri tujuan dalam pembelajaran, Tujuan untuk menganalisis kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. kusioner/ angket penelitian ini berjumlah 30 item dan dibagikan kepada 110 responden. 110 orang responden yang telah mengisi angket tentang kemandirian belajar mahasiswa didapatkan data bahwa ada 12 orang responden yang memiliki frekuensi kemandirian belajar sangat mandiri dengan persentase 10% , untuk frekuensi kemandirian belajar mandiri terdapat 29 orang responden mahasiswa dengan persentase 26%, untuk frekuensi kemandirian belajar cukup mandiri terdapat 67 orang responden mahasiswa dengan persentase 61%, sedangkan untuk frekuensi kemandirian belajar kurang mandiri terdapat 2 orang responden mahasiswa dengan persentase 2%. Hal ini menunjukkan responden yang menjadi sampel peneliti ini paling banyak memiliki kemandirian belajar yang cukup mandiri.