ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Faisal Basri, 2026. Survey Pola Asuh Permisif Orang Tua pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya pengasuhan permisif yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan lima indikator pola asuh permisif: kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, selalu menuruti keinginan anak, dan kurangnya disiplin. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, skor rata-rata, dan kategorisasi interval skor. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh permisif secara umum dikategorikan sangat tinggi. Indikator yang paling dominan adalah selalu menuruti keinginan anak, diikuti oleh kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, dan kurangnya disiplin, yang mengindikasikan kebebasan yang tinggi dan kontrol orang tua yang relatif rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Faisal Basri, 2026. Survey Pola Asuh Permisif Orang Tua pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya pengasuhan permisif yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan lima indikator pola asuh permisif: kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, selalu menuruti keinginan anak, dan kurangnya disiplin. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, skor rata-rata, dan kategorisasi interval skor. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh permisif secara umum dikategorikan sangat tinggi. Indikator yang paling dominan adalah selalu menuruti keinginan anak, diikuti oleh kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, dan kurangnya disiplin, yang mengindikasikan kebebasan yang tinggi dan kontrol orang tua yang relatif rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP POLA ASUH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA KOTA TARAKAN ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan atau hambatan dalam perkembangan fisik, intelektual, sosial, maupun emosional sehingga memerlukan pelayanan dan pendidikan khusus. Anak berkebutuhan khusus dengan tuna grahita yang mengalami keterbatasan kemampuan intelektual dan adaptasi sosial. Anak berkebutuhan khusus memerlukan pola asuh yang tepat dari orang tua untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Tingkat pengetahuan orang tua sering dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua terhadap pola asuh anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode analisis korelatif non-eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 252 orang tua siswa, dengan sampel penelitian 155 orang tua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan orang tua dan Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh. Analisis data menggunakan Uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p 0,05), yang menandakan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pola asuh anak berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa Kota Tarakan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan orang tua memiliki hubungan secara signifikan dengan pola asuh yang diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi orang tua dan pihak sekolah. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor lain yang dapat memengaruhi pola asuh dengan metode dan jumlah sampel yang lebih spesifik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kondisi ini sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola asuh yang kurang tepat, rendahnya kepatuhan orang tua dalam membawa anak ke posyandu, serta buruknya sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian menggunakan metode analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita Usia 12-59 bulan sebanyak 46 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner untuk menilai pola asuh ibu, buku KMS untuk melihat kepatuhan kunjungan Posyandu, dan checklist sanitasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel dengan nilai p-Value 0,05 dimana pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,000), kepatuhan kunjungan Posyandu dengan kejadian stunting (p = 0,005), dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh, kepatuhan kunjungan Posyandu, dan sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan kepada ibu balita mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, kunjungan rutin ke Posyandu, dan menjaga kebersihan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying merupakan perilaku negatif dalam bentuk penekanan secara fisik maupun mental dari individu yang lebih kuat pada pihak individu yang lemah dan perilaku ini dilakukan secara berulang. Penerapan pola asuh yang tepat oleh orang tua dengan pemahaman akan konsep dari jenis pola asuh yang ada seperti, demokratis, otoriter, permitif sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Beberapa penelitian konsisten mendukung temuan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku bullying anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying anak usia sekolah di wilayah perbatasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 113 siswa kelas 4,5, dan 6 SDN 001 Sebatik Tengah yang di tentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Parental Authority Questionnaire Revised (PAQ-R) dan Olwes Bullying/Victim Questionnaire Revised (OBVQ-R). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying anak usia sekolah di wilayah perbatasan dengan tingkat keeratan yang kuat sebanyak – 0.633 dan p-value <0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku bullying pada anak usia sekolah di wilayah perbatasan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang lain dalam perilaku bullying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD FAJAR MENTARI BINALATUNG ABSTRAK Pembentukan karakter mandiri pada anak usia dini memang tidak mudah, maka dari itu mewujudkan karakter mandiri pada anak membutuhkan peran ornag tua dalam memberikan pola asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan pada anak pra sekolah di Paud Fajar Mentari Binalatung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survei yang menggunakan desain penelitian cross-sectional mengumpulkan data satu per satu dalam satu waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua murid Paud Fajar Mentari yang berjumlah 50. Data dianalisis menggunakan analisis korelasional dengan mengunakan aplikasi pengolahan data statistik, dengan dua tahapan yaitu analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil penelitian pada analisis univariat menunjukan bahwa mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebesar 42,0%, dalam kemandirian mencuci tangan pada anak mayoritas responden baik yaitu sebesar 38,0%, menunjukan bahwa murid-murid di Paud Fajar mentari mandiri dalam mencuci tangan. Analisis bivariat mengunakan uji korelasi spearman-rho untuk melihat hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan menunjukan bahwa nilai p value sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima H0 ditolak. Ini berart bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel pola asuh orang tua dengan kemandirian mencuci tangan pada anak, Kata kunci: hubungan, kemandirian, mencuci tangan, pola asuh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting kerap kali dikaitkan sebagai penyebab perkembangan sel otak anak yang tidak maksimal. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kalimantan Utara berada pada angka 27.5% pada tahun 2021 dan menjadi 22.1% pada tahun 2022 dengan salah satu penyumbang angka stunting tertinggi berasa dari Kabupaten Nunukan yang mencapai persentase sebesar 30.5% pada tahun 2022. Angka stunting yang tinggi tidak lepas dari peran orang tua terutama ibu hamil dan ibu menyusui. Salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak adalah karena kurangnya pengetahuan mengenai pola asuh dalam memenuhi asupan nutrisi pada ibu hamil dan ibu menyusui. Edukasi adalah kunci dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pola asuh yang baik dan benar sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh dari pemberian edukasi pola asuh terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design jenis one-group pre-post test design. Jumlah sampel penelitian ini adalah 100 responden ibu hamil dan ibu menyusui diwilayah kelurahan nunukan tengah. Hasil analisis uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh edukasi didapatkan nilai signifikasi P = 0.000 atau P0.005. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi pola asuh pada ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya pencegahan stunting berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui dalam upaya pencegahan stunting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gunawan. 2022. “ Pola Pengasuhan Orang tua di Masa New Normal Covid-19 SMPN 13 Kota Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh ibu Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd, Selaku Pembimbing Utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si, Selaku Pembimbing Anggota. Penelitian ini adalah penelitian jenis Survei dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Pengasuhan Orang Tua Di Masa New Normal Pandemi Covid-19 di SMP N 13 Kota Tarakan. Skala pola asuh orang tua menggunakan alat ukur yang telah diadaptasi dari skala pola asuh orang tua yang telah disusun oleh Abdul Gafoor K dan Abidha Kurukkan (2014).Teknik yang digunakan adalah random sampling yaitu peneliti mengambil sampel dan populasi secara acak sebanyak 84 siswa. Hsil penghitungan dengan menggunakan teknik anlisiss deskriptif hal ini menunjukan bahwa terdapat beberapa pola pengasuhan yang ada di SMP N 13 Kota Tarakan yaitu pola asuh authoritative sebanyak 52 siswa dari 84 responden, Permissive sebanyak 10 siswa dari 84 responden, Authoritarian sebanyak 5 siswa dari 84 siswa, dan Negligent sebanyak 17siswa dari 84 responden. Pada indikator Responssivenss menunjukan kategori tinggi dan Demandingness menunjukan kategori tinggi dengan Dari data keseluruan pola pengasuhan orang tua maka pola pengasuhan orang tua yang authoritative menujukan dengan kategori tinggi sebanyak 52 dari 84 siswa. Kata Kunci: Pola asuh authoritative, Permissive, Authoritarian, dan Negligent,new normal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hubungan Pola Asuh Permisif Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023”. dibimbing oleh Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku dosen pembimbing utama dan Ibu Ni Made Diah Padmi, M.Pd selaku dosen pembimbing anggota. Pola asuh permisif adalah gaya pengasuhan terhadap anak yang memberikan kebebasan kepada anak untuk mencari dan menentukan sendiri apa yang mereka inginkan, dimana orang tua tidak menerapkan disiplin dalam belajar, memberikan kebebasan secara penuh kepada anak, tidak pernah mengingatkan anak untuk mengerjakan tugas sekolah, siswa sering menunda-nunda untuk mengerjakan tugas, kebiasaan mencotek hasil dari pekerjaan teman dan siswa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain ketika berada di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola asuh permisif terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 201 siswa dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala pola asuh permisif yang diadaptasi dari teori Hurlock (2008) dan dokumentasi untuk memperoleh data nilai rata-rata rapot siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS 23.00 for windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis korelasi product moment, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,067, hasil tersebut dibandingkan dengan rtabel = 0,202 pada taraf signifikansi α = 5% atau 0,05 dengan N = 100 maka rhitung = 0,067 rtabel = 0,202, maka hipotesis nihil (Ho) yang berbunyi “tidak ada hubungan antara pola asuh permisif terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023” diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD MUHAMMADIYAH 3 AL-HILAL TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Siswa di SD Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. Pola asuh orang tua adalah keseluruhan interaksi orang tua dan anak, dimana orang tua memberikan dorongan bagi anak dengan mengubah tingkah laku, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat bagi orang tua agar anak bisa mandiri, tumbuh, serta berkembang secara sehat dan optimal, memiliki rasa percaya diri, memiliki rasa ingin tahu, bersahabat dan berorientasi untuk sukses. Terdapat 4 indikator dari pola asuh orang tua, yaitu: Otoriter, Permisif, Uninvolved, dan Demokratis. Motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak psikis didalam diri siswa yang menumbuhkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar, dan memberikan arah kepada kegiatan untuk mencapai tujuan belajar. Terdapat 2 indikator dalam motivasi belajar, yaitu: Motivasi Instrinsik dan Motivasi Ekstrinsik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pola asuh orang tua dan skala motivasi belajar kepada 35 siswa kelas IV, V, dan VI menggunakan metode sampling total. Hasil uji hipotesis diketahui bahwa nilai korelasi (r hitung) antara Pola Asuh Orang Tua dan Motivasi Belajar sebesar 0,607 dan (r tabel) sebesar 0,279, dengan demikian nilai r hitung > r tabel pada taraf signifikan 5% maka terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar Siswa di SD Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. Dari hasil korelasi terlihat bahwa korelasi yang terjadi antara kedua variabel adalah korelasi positif, yaitu semakin tinggi Pola Asuh Orang Tua maka akan semakin baik juga Motivasi Belajar pada siswa. Begitu juga sebaliknya semakin rendah Pola Asuh Orang Tua maka akan semakin rendah Motivasi Belajar siswa. Kata Kunci : Pola asuh orang tua, Motivasi Belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Elisa Fatmasyah, 2022. Pola Asuh Orang Tua Pada Anak dimasa Pandemi Covid-19 Kelurahan Pamusian Kota Tarakan 2022. Oleh Ibu Siti Rahmi,S.Sos.I.,M.Pd selaku pembimbing pertama dan Bapak Suprianto,S.sos.M.Pd selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola asuh orang tua pada anak dimasa Pandemi Covid-19 Kelurahan Pamusian tahun 2022. pola asuh anak adalah suatu proses guna meningkatkan dan juga mendukung berkembangnya fisik, emosional, sosial, finansial, dan juga intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa. Pola asuh merupakan suatu tindakan yang bersifat membimbing, mengarahkan anak, pengasuhan kepada anak yang diberikan orang tua untuk membentuk kepribadian anak tersebut. Pola asuh orang tua juga merupakan pola perilaku yang diajarkan orang tua dan diterapkan kepada anak yang bersifat relatif konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku tersebut dapat dirasakan oleh anak melalui segi negatif maupun segi positif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan utama dalam penelitian ini berjumlah 9 orang dari 3 keluarga, masing-masing keluarga tediri dari Ayah, Ibu dan Anak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini pola asuh orang tua pada anak dimasa Pandemi Covid-19 Kelurahan Pamusian Kota Tarakan 2022 yaitu menerapkan pola asuh Demokratis, Otoriter, dan Permisif. Dengan berbagai permasalahan setelah adanya pandemi Covid-19 ini seperti masalah ekonomi, gangguan jaringan. sampai orang tua merasa kesusahan dalam membelajarkan anaknya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSPEKTIS SISWA TERKAIT POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN DARING KELAS V SDN 007 TARAKAN ABSTRAK Pandemi COVID-19 membuat tatanan kehidupan mengalami perubahan termasuk dalam dunia pendidikan, yang mulanya proses pembelajaran dilakukan tatap muka atau luring, saat ini dilakukan pembelajaran dari rumah atau secara daring. Pembelajaran dalam jaringan memerlukan upaya yang tepat dan maksimal sehingga motivasi siswa dalam belajar tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring kelas V SDN 007 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) Pola Asuh Orang Tua dan variabel terikat (dependent) Motivasi Belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran daring kelas V SDN 007 Tarakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis regresi linear sederhana melalui uji t diperoleh thitung sebesar 5,566 dengan nilai signifikan 0,000 dan nilai ttabel pada taraf signifikan a=0,05 dengan (df) = n – k = 51 – 2 = 49 diperoleh sebesar 1,676. Maka, thitung 5,566 > ttabel 1,676 dengan taraf signifikan 5% dengan thitung > ttabel maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternativ (Ha) diterima. Kemudian dari hasil uji koefisien determinasi pada regresi dapat diketahui bahwa nilai R-square 0,387, yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (Pola Asuh Orang tua) terhadap variabel terikat (Motivasi Belajar) adalah sebesar 38,7% sedangkan sisanya 61,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muhamad Hikmal, 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Pola Asuh Otoriter dan Sikap positif pada siswa-siswi kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini apakah ada hubungan antara pola asuh otoriter dengan sikap positif pada siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota. Pada sampel 121 sampel yakni seluruh siswa dan siswi kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Selanjutnya dilakukan analisis dengan model korelasi product moment dibantu dengan SPSS Versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pola asuh otoriter dengan sikap positif pada siswa dan siswi di SMP Negeri 4 Tarakan. The purpose of this research was to figure out the relationship between authoritarian parenting patterns and positive attitudes of Grade VIII student at SMP Negeri 4 Tarakan . The research hypothesis was whether or not there was a relationship between authoritar\ian parenting patterns and student. This research used a quantitative method with a correlations approach. The samples were collected using a probability sampling technique since providing equal opportunities for each populations element selected as member. 121 samples consisting of all Grade VIII Students at SMP Negeri 4 Tarakan were eventually collected. The data were then analyzed using the product moment correlation model positive relationship between Authoritarian Parenting Patterns and Positive Attitudes Of Grade VIII Student At Smp Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Dewi Sugiarti, 2020. Studi Tentang Pola Asuh Suku Dayak Lundayeh di Kota Tarakan. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.,I.M.Pd. Keutuhan dalam keluarga sangat dibutuhkan anak, karena perannya yang sangat penting yang diberikan oleh ibu dan ayah. Keluarga yang utuh memberikan kepercayaan terhadap anak dan membantu anak dalam perkembangan baik dalam aspek fisik, kecerdasan emosional, maupun sosial. Dalam setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda, dan karakteristik anak yang berbeda. Pengertian pola asuh adalah suatu model atau cara mendidik anak yang merupakan suatu kewajiban dari setiap orangtua dalm memberikan dorongan bagi anak dengan mengubah tingkah laku, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat bagi orangtua agar anak bisa menjadi mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu, bersahabat dalam bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pola Asuh Suku Dayak Lundayeh di Kota Tarakan. dengan tehnik pengumpulan data wawancara,observasi dan dokumentasi, dengan tehnik analisis data model miles dan huberman . Hasil penelitiannya adalah pola asuh yang diterapkan oleh orangtua Suku Dayak Lundayeh kepada anak-anaknya adalah pola asuh demokratis dan orangtua Suku Dayak Lundayeh masih memegang adat istiadat seperti “bak tang bak kukut” yang artinya basah mulut basah lutut, maksudnya adalah bila menginginkan sesuatu maka berusaha untuk mengapainya, dan mengajarkan untuk tidak mudah putus asa kepada anak-anaknya. Berdasarkan fenomena tersebut diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang objek penelitian yang sama