Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: LUNDAYEH
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Pangan Ibu Nifas di Suku Dayak lundayeh: Pantangan, Kebiasaan dan Perubahan Tradisi

2026•

Masa nifas merupakan periode kritis yang membutuhkan asupan nutrisi optimal untuk mendukung pemulihan ibu, penyembuhan luka, dan produksi ASI. Namun, di berbagai komunitas adat, pemenuhan nutrisi bagi ibu pascapersalinan seringkali dibatasi oleh pantangan makanan yang diwariskan, termasuk di kalangan masyarakat Dayak Lundayeh. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pantangan makanan bagi ibu pascapersalinan di suku Dayak Lundayeh, termasuk jenis pantangan, metode pengolahan makanan, pola konsumsi yang dibutuhkan, pergeseran praktik antargenerasi, dan perspektif budaya dan kesehatan terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan informan purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam dan dokumentasi dengan tujuh informan, yang terdiri dari sesepuh desa, ibu nifas, ketua adat, dan bidan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan makanan meliputi berbagai jenis sayuran, makanan laut, daging, buah asam, dan makanan pedas, serta pembatasan metode pengolahan makanan yang harus diolah kering. Pola konsumsi wajib bubur panas disertai jahe merah dan kopi juga ditemukan, serta pergeseran pantangan makanan di antara generasi yang tidak lagi tinggal bersama orang tua ataupun mertua. Studi ini menyimpulkan bahwa pantangan makanan pascapersalinan adalah fenomena multidimensional yang membutuhkan pendekatan pendidikan gizi yang peka terhadap budaya lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK LUNDAYEH

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna prosesi aweh adat suku Dayak Lundayeh di desa lung barang kecamatan mentarang hulu kabupaten Malinau Kalimantan Utara

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna prosesi Aweh adat Suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatan Mentarang Huliu Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Prosesi Aewh Adat ini menarik untuk diteliti karena memiliki beberapa proses yang harus dilakukan secara berurutan. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa makna pada prosesi Aweh Adat suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatang Mentarang Hulu Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah Prosesi Aweh Adat suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam prosesi Aweh Adat suku Dayak Lundayeh. jumlah data dalam Penelitian ini adalah 18 data, diantaranya yaitu: fata, abe, bane, leku sulau, beret, bakad, tekip, tayen/rubi, rong basung, apar, abet ulu deley, bakad deley, Nuduk, Namong, proses penguguman, ngaru burung, fetutup, iraw Aweh, nated biung. Seluruh data ini akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori penanda (signifer) dan petanda (signifed) dari Ferdinand De Saussure.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA PULAU SAPI KECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMIOTIKA)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna yang Terkandung dalam Adat Suku Dayak Lundayeh di Desa Pulau Sapi Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau (Kajian Semiotika). Penelitian kualitatif ini dengan subjek pada penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Lundayeh ini dengan. Adapun teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, mencatat. Teknik analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah dicatat dan di dokumentasi, kemudian mendeskripsikan makna yang terdapat di dalam rumah adat suku Dayak Lundayeh, dan membuat kesimpulan dari data yang sudah dikumpulkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari keseluruhan data yang terkumpul pada penelitian ini yaitu sebanyak 25, data penelitian terdiri atas 1 data yang berupa ukiran, 2 data berupa pahatan, 10 data berupa benda, 6 data berupa warna, 6 data arsitektur. Dari hasil makna secara semiotika dengan menggunakan teori segitiga makna, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat data yang berada di dalam rumah adat suku Dayak Lundayeh tersebut memiliki makna yang berbeda-beda. Arit linawa memiliki makna melambangkan kekuatan seseorang dengan lun do dari suku Dayak. Buaye tana, Diri ulung memiliki makna melambangkan sifat sangat keras, keberanian dan ketangguhan serta rasa persatuan masyarakat suku Dayak Lundayeh. Gong, Keratung, Sape, Felefet, Efut, Busu dan warna merah memiliki makna dapat memanggil roh nenek moyang yang memiliki kekuatan. Rong, Bakad telun decur, Tekip telun decur, Bakad telun delai memiliki makna status sosial masyarakat. Warna kuning, biru, putih, hitam, hijau memiliki makna religius sebagai tanda terima kasih masyarakat suku Dayak Lundayeh kepada tuhan telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang berperan menjadi sumber kehidupan mereka. Atap, diri, jendela, buduk, lantai, bawa kolong Arsitektur yang memiliki makna memberikan perlindungan setiap masyarakat memasuki rumah adat suku Dayak Lundayeh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN FUNGSI MANTRA PAGAR DIRI SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA LONG SIMAU KECAMATAN MENTARANG HULU KABUPATEN MALINAU. (KAJIAN FOLKLOR LISAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JEFRI 2025. Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh Di Desa Long Simau Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Data penelitian berupa frasa atau kalimat mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh yang diperoleh dari informan/narasumber. Instrumen Penelitian adalah Human Instrument. Teknik Pengumpulan data meliputi Observasi, Wawancara, Teknik Catat, Teknik Perekaman, dan Dokumentasi. Analisis Data dilakukan melalui tahap Identifikasi, Klasifikasi, Analisis Data, dan Kesimpulan. Diperoleh sebanyak delapan data mantra pagar diri. Analisis struktur mantra menunjukkan bahwa unsur judul setiap mantra memiliki unsur judul sebagai penanda identitas dan tujuan. Unsur pembuka, menunjukkan kerendahan hati penutur kepada penguasa yang diyakini dapat mengabulkan permintaan. Unsur niat, sugesti, dan tujuan. Tidak semua mantra memiliki keenam unsur pembangun (judul, pembuka, niat, sugesti, tujuan, penutup) secara lengkap. Beberapa mantra hanya terdiri dari tiga unsur karena makna kalimatnya tidak dapat dipahami secara keseluruhan, meskipun demikian setiap mantra pagar diri tetap memiliki kegunaannya sebagai pelindung diri. Fungsi mantra secara keseluruhan, mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memiliki tiga fungsi: fungsi budaya, fungsi kepercayaan, dan fungsi pendidikan. Fungsi budaya, mantra merupakan warisan budaya lisan yang diturunkan secara turun-temurun. Fungsi kepercayaan, mantra digunakan sebagai perisai diri dari berbagai gangguan, seperti serangan hama dan gagal panen (Mantra Nawar Mengai), gangguan makhluk halus (Mantra Otu), gangguan binatang buas (Mantra Amaa, Amalun), niat jahat seseorang (Mantra Febey), gangguan ilmu hitam (Mantra Iyo, Iyolun), tersedak tulang ikan (Mantra Meker), gangguan kesehatan dan penyakit keras (Mantra Tuwe), serta musibah dan marabahaya saat membangun rumah (Mantra Biyen). Fungsi pendidikan, mantra-mantra ini kini diwariskan sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal bagi generasi muda, mengingat masyarakat Dayak Lundayeh saat ini telah menganut sistem kepercayaan beragama dan tidak lagi mempraktikkan animisme dan dinamisme.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN SIMBOL RITUAL ULUNG BUAYE DALAM UPACARA PESTA ADAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA PULAU SAPI KECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyze the Meaning and Symbolism of the Ulung Buaye Ritual in the traditional ceremony of the Dayak Lundayeh tribe in Pulau Sapi Village, Mentarang District, Malinau Regency, North Kalimantan, using Charles Sanders Peirce's semiotic study, specifically the theory of the triangle of meaning, which includes the sign, object, and interpretant. The data for this study consist of the Meaning and Symbolism of the Ulung Buaye Ritual in the Traditional Ceremony of the Dayak Lundayeh Tribe in Pulau Sapi Village, Mentarang District, Malinau Regency, North Kalimantan. The data sources for this study are the Ulung Buaye ritual ceremony of the Dayak Lundayeh tribe and the traditional elders of the Dayak Lundayeh tribe. Data collection techniques in this study include observation, documentation, interviews, and note-taking. The researcher's data analysis involves collecting, identifying, and analyzing or interpreting the data in Indonesian. The results of this study reveal twenty-four symbols used in the Ulung Buaye ritual ceremony of the Dayak Lundayeh tribe, which are believed to bring good fortune to the leaders and community in Malinau Regency and ward off bad things that could cause disunity among tribes and religions. Thus, each symbol has meaning and shares the same purpose, representing the hopes of the Dayak Lundayeh community for harmony and prosperity.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI-NILAI ADAT PERKAWINAN SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA LUNG BARANG KECAMATAN MENTARANG HULU KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR SEBAGIAN LISAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sema Anggela, 2024. Nilai-Nilai Adat Perkawinan Suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Folklor Sebagian Lisan), (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd. dan Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai yang terdapat dalam proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh di Desa Lung Barang Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini berupa data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi dengan tokoh adat dan masyarakat terkait proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh yang memiliki makna dan nilai pada setiap proses dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data deskriptif teori Sugiono yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh menekankan pada nilai material, nilai sosial, nilai religius (agama), nilai kebudayaan. Dalam proses adat perkawinan Dayak Lundayeh ditemukan 21 data. 6 data dalam nilai material, 7 data dalam nilai sosial, 1 data dalam nilai religius (agama) dan, 7 data dalam nilai kebudayaan. Proses adat perkawinan suku Dayak Lundayeh yang mencerminkan identitas dalam adat perkawinan suku Dayak Lundayeh yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terus dilaksanakan sampai saat ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prosesi tradisi nuwi ulung suku dayak lundayeh kabupaten malinau provinsi kalimantan utara (Kajian Folklor)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Prosesi Tradisi Nuwi Ulung Suku Dayak Lundayeh di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara melalui Kajian Folklor. Metode penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber penelitian di peroleh dari ketua adat Kecamatan, ketua adat Kabupaten dan masyarakat Lundayeh yang memiliki pengetahuan tentang prosesi tradisi Nuwi Ulung suku dayak Lundayeh. Data penelitian ini data penggalan kalimat dari hasil wawancara, rekam, catat, dan simak serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam prosesi tradisi Nuwi Ulung terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan bentuk folklor yaitu Memanggil burung mengei, Netek Uwe, Nuwi Ulung, Netek Buaye, dan Fekuab. Fungsi folklor dalam prosesi tradisi Nuwi Ulung yaitu (a) Sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencerminan angan-angan suatu kolektif, (b) Sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga kebudayaan, (c) Sebagai alat pendidikan anak artinya sebagai sarana pendidikan, (d) Sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu di patuhi oleh angggota kolektifnya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR CERITA RAKYAT ASAL MULA SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA TANJUNG LAPANG KECAMATAN MALINAU BARAT KABUPATEN MALINAU (KAJIAN FOLKLOR LISAN)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur Cerita Rakyat Asal Mula Suku Dayak Lundayeh di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau melalui Kajian Folklor Lisan. Metode penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber penelitian di peroleh informan yang memiliki pengetahuan tentang struktur cerita rakyat asal mula suku Dayak Lundayeh. Data penelitian ini data penggalan kalimat dari hasil wawancara, rekam, catat, dan simak serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam struktur cerita terdapat, orientasi awal mula suku Dayak Lundayeh yang tinggal di desa Tanjung Lapang berasal dari krayan, Mentarang Hulu, Long Berang, Bang Biau, komplikasi permasalahan yang di dapat oleh masyarakatnya adalah masalah pendidikan dan kesehatan, resolusi masyarakatnya memutuskan agar bisa merubah nasib untuk ke depannya agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dan ada tempat sarana untuk kesehatan, dan koda setelah masyarakat mendapatkan hidup yang layak, para orang Tua dahulu berharap agar selalu mengingat perjuangan yang telah di lalui hingga sampai saat ini masyarakatnya telah hidup dengan layak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGETAHUAN MAHASISWA SUKU DAYAK LUNDAYEH TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN OBAT

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa FKIP Suku Dayak Lundayeh tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengembangan Fraenkel dan Wallen (1993) yang dilakukan sampai tahap ke 7, instrumen lembar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi, wawancara untuk mengumpulkan atau mengidentifikasi, klasifikasi data, verifikasi data dan penarikan kesimpula, pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 30 mahasiswa Suku Dayak Lundayeh. Dari 30 mahasiswa Suku Dayak Lunndayeh pada penelitian ini terdapat 16 mahasiswa menyatakan tahu terhadap pemanfaatan tanaman obat, responden yang terdiri dari 8 laki-laki dan 8 perempuan menjelaskan pengetahuan terkait tanaman obat yang diperoleh dari orang tua, kakek, nenek, dan kerabat lainnya, dari penelitian ini juga menemukan 14 responden yang masuk ke dalam katagori kurang tahu dan tidak tahu, masing-masing terbagi atas 10 kurang paham dan 4 tidak paham, responden hanya mampu menyebutkan 2 tumbuhan obat yang di tunjukkan dalam penelitian, sementara 4 responden lainnya masuk katagori tidak paham karena hanya dapat menyebutkan 1 jenis tumbuhan saja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN NILAI MORAL CERITA RAKYAT BATU SINGAI MASYARAKAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA LONG BISAI KECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU (KAJIAN STRUKTURAL)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai Struktur dan Nilai Moral Cerita Rakyat Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat di Desa Long Bisai yang mengetahui cerita rakyat tentang Batu Singai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya, yaitu observasi, wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu data collection/pengumpulan data, data reduction/reduksi data, data display/penyajian data, dan verification/penyimpulan data. Hasil penelitian ini membahas struktur cerita rakyat yang terdapat dalam cerita Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai, meliputi Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda. Orientasi merupakan pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Berisi perkenalan tentang tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di desa Long Bisai. Komplikasi adalah saat terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita. Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai. Resolusi adalah cerita di mana sang tokoh utama mendapatkan ide untuk memecahkan masalah yang berada dalam komplikasi cerita Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai. Koda adalah bagian akhir dari cerita yang mengandung makna dari cerita atau amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut. Nilai moral adalah nilai-nilai yang terkait dengan adab, kesopanan, etika maupun moral yang berlaku di sebuah kelompok masyarakat pada waktu tertentu yang dapat dijadikan teladan oleh para pembaca yang diceritakan Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI BUSAK BAKU SUKU DAYAK LUNDAYEH

2023•

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam tari busak baku Dayak Lundayeh, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada tari busak baku suku Dayak Lundayeh dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pemimpin, pelatih, penari Sanggar Tari Rasat Eco dan tiga siswa SMPK Frater Don Bosco Tarakan. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pemadatan data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada gerakan dan pola lantai tari busak baku suku dayak lundayeh berupa konsep geometri yaitu sudut, garis sejajar, garis lurus (horizontal) dan bangun datar persegi panjang, segitiga, lingkaran, segitiga tumpul. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPK Frater Don Bosco Tarakan yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari busak baku digunakan dalam pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PANTANGAN DAN LARANGAN RITUAL KEMATIAN SUKU DAYAK LUNDAYEH DALAM LINGKUNGAN ADAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KALIAMOK (KAJIAN FOLKLOR)

2022•

PANTANGAN DAN LARANGAN RITUAL KEMATIAN SUKU DAYAK LUNDAYEH DALAM LINGKUNGAN ADAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA KALIAMOK (KAJIAN FOLKLOR) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna Pantangan Dan Larangan Ritual Kematian Suku Dayak Lundayeh Dalam Lingkungan Adat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Kaliamok melalui kajian folklor. Metode penelitian ini mengunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi. penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang pantangan dan larangan ritual kematian suku Dayak Lundayeh. Data dalam penelitian ini berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara, rekam dan catat serta observasi langsung di lapangan. Hasil dalam penelitian ini terdapat beberapa data yaitu, neteng agung, ngiju butung, mudut lungun, mere tebaya, nated butung , nanem butung, irau kuman, data-data tersebut berjumlah 34 data yang tergolong dalam folklor lisan, folklor sebagian lisan, dan folklor bukan lisan, antara lain folklor lisan 8 data, folklor sebagian lisan 22 data, folklor bukan lisan 4 data. Dari hasil data dapat disimpulkan bahwa terdapat mitos dalam folklor pantangan dan larangan ritual kematian suku Dayak Lundayeh dalam lingkungan adat berbasis kearifan lokal di Desa Kaliamok. Karena dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat banyak sekali kata, kalimat dan yang susah ditangkap menggunakan teori-teori dalam lingkup pendidikan atau banyak hal yang susah ditangkap oleh akal manusia namun dipercayai kebenarannya oleh masyarakat suku Dayak Lundayeh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA PADA LIRIK LAGU ROHANI SUKU DAYAK LUNDAYEH DI KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengartikan data ke dalam bahasa Indonesia, menginterprestasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Adapun jumlah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 10 data lagu Rohani yang di klasifikasikan kedalam empat aspek makna yaitu pengertian, perasaan, nada dan tujuan. Aspek pengertian yang ditemukan adalah tentang hubungan seseorang dengan Tuhan sebanyak 5 data dan hubungan sekelompok orang dengan Tuhan sebanyak 5 data. Aspek perasaan yang ditemukan terdiri dari perasaan sedih sebanyak 22 data, senang sebanyak 19 data. Aspek nada yang ditemukan terdiri dari nada tinggi sebanyak 20 data dan rendah sebanyak 19 data. Aspek tujuan terdiri dari tiga unsur yaitu memberikan kesadaran sebanyak 3 data, memberikan ketenangan sebanyak 4 data dan kedamaian hidup sebanyak 3 data. Dari hasil keseluruhan data yang di peroleh yaitu sebanyak 100 data.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL SUKU DAYAK LUNDAYEH DI KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA SMA KELAS X

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Lundayeh yang ada di Desa Long Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi pada pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian ini merupakan Deskriptif Kualitatif dengan metode yaitu Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tumbuhan obat yang ditemukan sebanyak 51 jenis yang tergolong kedalam 33 famili. (1) Famili yang sering digunakan yaitu famili Euphorbiaceae. (2) Tumbuhan yang ditemukan paling banyak digunakan untuk mengobati luka dan organ tumbuhan yang sering dimanfaatkan terdapat pada daun. (3) Hasil analisis dalam kurikulum 2013 dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam division berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. 4.7 menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI-NILAI MANAJEMEN EMOSI PADA TARIAN “BUSAK BAKU” SUKU DAYAK LUNDAYEH DI KRAYAN KALIMANTAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnographi, melalui pengumpulan data observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai manajemen emosi apa saja yang terkandung dalam tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Krayan. Emosi dalam makna paling harafiah didefenisikan sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu dari setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap. Emosi manusia dibagi menjadi dua kategori umum jika dilihat dari dampak yang ditimbulkannya. Kategori pertama adalah emosi positif atau biasa disebut afek positif. Macam dari emosi positif ini seperti tenang, santai, rileks, gembira, lucu, haru dan senang. Ketika kita merasakan emosi positif ini, kita pun akan merasakan keadaan psikologis yang positif. Kategori kedua adalah emosi negatif atau afek negatif. Ketika kita merasakan emosi negatif ini maka dampak yang kita rasakan adalah negatif, tidak menyenangkan dan menyusahkan. Macam dari emosi negatif diantaranya sedih, kecewa, putus asa, depresi, tidak berdaya, frustasi, marah, dendam, dan masih banyak lagi. Hasil penelitian menunjukan bahwa didalam tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh terdapat nilai-nilai emosi positif yang terkandung yaitu, kepuasan, kesenangan (rasa senang), kebahagiaan, kasih sayang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEDUDUKAN ANAK ANGKAT SEBAGAI AHLI WARIS MENURUT HUKUM ADAT DAYAK LUNDAYEH

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Friska Lumele, NPM. 16.40501.038, dengan judul Skripsi “Kedudukan Anak Angkat Sebagai Ahli Waris Menurut Hukum Adat Dayak Lundayeh” dibawah bimbingan Dr. Marthin, S.H., M.Hum dan Dr. Marthen B. Salinding, S.H., M.H. Masyarakat adat Dayak Lundayeh yang tidak memiliki anak, maka pasangan suami istri tersebut akan mengangkat seorang anak atau disebut dengan ngadung. Sehubungan dengan pengangkatan anak secara adat dalam Suku Dayak Lundayeh, perlu dikaji mengenai kedudukan anak angkat dalam hubungan kekerabatan orangtua angkat dan orangtua kandungnya dan hak anak angkat dalam hal pewarisan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian yuridis empiris, yaitu jenis penelitian lapangan yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang sebenarnya terjadi dalam suatu masyarakat, dengan kata lain peneliti mengkaji bagaimana eksistensi suatu peraturan perundang-undangan dan penerapannya dalam kehidupan (antara das solen dan das sein), untuk mengetahui dan menemukan fakta-fakta serta data yang dibutuhkan. Setelah berhasil mengumpulkan data, kemudian peneliti akan melakukan identifikasi masalah yang pada akhirnya akan menuju pada penyelesaian masalah. Kedudukan anak angkat dalam hubungan kekerabatan orangtua angkat dan orangtua kandungnya pada masyarakat adat Suku Dayak Lundayeh setelah ngadung atau pengangkatan anak dilakukan, hubungan kekerabatan antara anak angkat dengan orangtua kandungnya menjadi putus, sedangkan hubungan kekerabatan antara anak angkat tersebut dengan orangtua angkatnya menjadi seperti hubungan antara anak kandung dan orangtua kandung. Hak anak angkat dalam hal pewarisan pada masyarakat adat Suku Dayak Lundayeh, anak angkat hanya mendapatkan warisan dari orangtua angkatnya saja, sedangkan dari orangtua kandungnya sang anak telah hilang hak mewarisnya. Setelah pengangkatan anak atau ngadung dilakukan, maka segala hak dan kewajiban orangtua kandung beralih sepenuhnya kepada orangtua angkat, hal tersebut meliputi segala tanggung jawab sebagai orangtua hingga pewarisannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA ASUH SUKU DAYAK LUNDAYEH DI KOTA TARAKAN

2020•

Dewi Sugiarti, 2020. Studi Tentang Pola Asuh Suku Dayak Lundayeh di Kota Tarakan. Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.,I.M.Pd. Keutuhan dalam keluarga sangat dibutuhkan anak, karena perannya yang sangat penting yang diberikan oleh ibu dan ayah. Keluarga yang utuh memberikan kepercayaan terhadap anak dan membantu anak dalam perkembangan baik dalam aspek fisik, kecerdasan emosional, maupun sosial. Dalam setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda, dan karakteristik anak yang berbeda. Pengertian pola asuh adalah suatu model atau cara mendidik anak yang merupakan suatu kewajiban dari setiap orangtua dalm memberikan dorongan bagi anak dengan mengubah tingkah laku, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianggap paling tepat bagi orangtua agar anak bisa menjadi mandiri, tumbuh dan berkembang secara sehat dan memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu, bersahabat dalam bermasyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pola Asuh Suku Dayak Lundayeh di Kota Tarakan. dengan tehnik pengumpulan data wawancara,observasi dan dokumentasi, dengan tehnik analisis data model miles dan huberman . Hasil penelitiannya adalah pola asuh yang diterapkan oleh orangtua Suku Dayak Lundayeh kepada anak-anaknya adalah pola asuh demokratis dan orangtua Suku Dayak Lundayeh masih memegang adat istiadat seperti “bak tang bak kukut” yang artinya basah mulut basah lutut, maksudnya adalah bila menginginkan sesuatu maka berusaha untuk mengapainya, dan mengajarkan untuk tidak mudah putus asa kepada anak-anaknya. Berdasarkan fenomena tersebut diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang objek penelitian yang sama

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail