Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Angket
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Terhadap Dugaan Kecurangan Pemilihan Umum 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dewan Perwakilan Rakyat dalam menjalankan fungsi pengawasannya terhadap pemerintah diberikan beberapa instrumen penting yang diatur secara eksplisit dalam UUD 1945. Salah satunya adalah hak angket, hak yang membuat DPR dapat melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Wacana penggunaan hak angket kepada lembaga negara seperti KPU kembali mencuat di dalam kontestasi Pemilu 2024 akibat adanya dugaan praktik kecurangan dan ketidaknetralan. KPU sebagai penyelenggara pemilu yang bersifat tetap, nasional, serta mandiri membuatnya tidak dapat serta-merta dikatakan sebagai objek hak angket sebagaimana lembaga atau komisi yang berada di bawah kekuasaan eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis terkait mekanisme dan problematika hak angket DPR terhadap dugaan kecurangan pemilu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mekanisme penggunaan hak angket diatur dalam UU MD3 dan Peraturan Tata Tertib DPR. Adapun tahapan pelaksanaan angket, meliputi: inisiasi, pembahasan, penyelidikan, penyelenggaraan sidang hak angket, penyampaian laporan, dan pengambilan keputusan. Wacana hak angket terhadap Pemilu 2024 dimaksudkan untuk membuktikan dugaan kecurangan yang terjadi selama proses pemilu berlangsung dan bermuara pada penyelidikan terhadap lembaga penyelenggara pemilu. Hak angket diharapkan dapat menjadi alternatif penyelesaian atas permasalahan pemilu disamping menempuh penyelesaian secara hukum. Namun, ketidakjelasan mengenai legalitas hak angket terhadap lembaga penyelenggara pemilu, batasan dan cakupan, durasi angket, kekurangan dalam pengaturan mekanisme pengawasan, serta luaran yang dihasilkan dapat berisiko menimbulkan ketidakpastian hukum. Penggunaan hak angket DPR terhadap dugaan kecurangan pemilihan umum 2024 memiliki kemungkinan yang cukup besar, asalkan terdapat perbaikan regulasi yang lebih spesifik. Hal ini bertujuan untuk memastikan kepastian hukum dalam menjalankan fungsi pengawasan serta mekanisme check and balances dalam pemerintahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemandirian belajar merupakan peningkatan dalam pengetahuan, kemampuan, atau perkembangan individu di mana individu memilih dan menentukan sendiri tujuan dalam pembelajaran, Tujuan untuk menganalisis kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. kusioner/ angket penelitian ini berjumlah 30 item dan dibagikan kepada 110 responden. 110 orang responden yang telah mengisi angket tentang kemandirian belajar mahasiswa didapatkan data bahwa ada 12 orang responden yang memiliki frekuensi kemandirian belajar sangat mandiri dengan persentase 10% , untuk frekuensi kemandirian belajar mandiri terdapat 29 orang responden mahasiswa dengan persentase 26%, untuk frekuensi kemandirian belajar cukup mandiri terdapat 67 orang responden mahasiswa dengan persentase 61%, sedangkan untuk frekuensi kemandirian belajar kurang mandiri terdapat 2 orang responden mahasiswa dengan persentase 2%. Hal ini menunjukkan responden yang menjadi sampel peneliti ini paling banyak memiliki kemandirian belajar yang cukup mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PENGETAHUAN MAHASISWA SUKU DAYAK LUNDAYEH TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN OBAT

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan mahasiswa FKIP Suku Dayak Lundayeh tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengembangan Fraenkel dan Wallen (1993) yang dilakukan sampai tahap ke 7, instrumen lembar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dokumentasi, wawancara untuk mengumpulkan atau mengidentifikasi, klasifikasi data, verifikasi data dan penarikan kesimpula, pengambilan sampel mengunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 30 mahasiswa Suku Dayak Lundayeh. Dari 30 mahasiswa Suku Dayak Lunndayeh pada penelitian ini terdapat 16 mahasiswa menyatakan tahu terhadap pemanfaatan tanaman obat, responden yang terdiri dari 8 laki-laki dan 8 perempuan menjelaskan pengetahuan terkait tanaman obat yang diperoleh dari orang tua, kakek, nenek, dan kerabat lainnya, dari penelitian ini juga menemukan 14 responden yang masuk ke dalam katagori kurang tahu dan tidak tahu, masing-masing terbagi atas 10 kurang paham dan 4 tidak paham, responden hanya mampu menyebutkan 2 tumbuhan obat yang di tunjukkan dalam penelitian, sementara 4 responden lainnya masuk katagori tidak paham karena hanya dapat menyebutkan 1 jenis tumbuhan saja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail