ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemandirian belajar merupakan peningkatan dalam pengetahuan, kemampuan, atau perkembangan individu di mana individu memilih dan menentukan sendiri tujuan dalam pembelajaran, Tujuan untuk menganalisis kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. kusioner/ angket penelitian ini berjumlah 30 item dan dibagikan kepada 110 responden. 110 orang responden yang telah mengisi angket tentang kemandirian belajar mahasiswa didapatkan data bahwa ada 12 orang responden yang memiliki frekuensi kemandirian belajar sangat mandiri dengan persentase 10% , untuk frekuensi kemandirian belajar mandiri terdapat 29 orang responden mahasiswa dengan persentase 26%, untuk frekuensi kemandirian belajar cukup mandiri terdapat 67 orang responden mahasiswa dengan persentase 61%, sedangkan untuk frekuensi kemandirian belajar kurang mandiri terdapat 2 orang responden mahasiswa dengan persentase 2%. Hal ini menunjukkan responden yang menjadi sampel peneliti ini paling banyak memiliki kemandirian belajar yang cukup mandiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buah jeruk merupakan salah satu komoditi buahan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan kaya vitamin, mineral, protein, lemak dan serat serta memiliki daya tarik yang khas dengan rasa lezat dan beraroma asam dari dalam buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen jeruk impor di beberapa toko di Kota Tarakan serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan buah jeruk impor di Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis Deskriftif Kuantitatif dan analisis Regresi. Penelitian ini dilaksanakan di toko atau pedagang buah jeruk impor di kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling (accidental sampling). Dengan pertimbangan bahwa peneliti menggunakan ukuran sampel yang dibutuhkan yaitu 12, sedangkan variabel independent dalam penelitian ini yaitu sebanyak 5 variabel yang terdiri dari: 1) harga buah jeruk impor, 2) harga barang lain 3) pendapatan anggota rumah tangga, 4) jumlah anggota rumah tangga dan 5) selera konsumen. Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama dari 60 orang konsumen yang diwawancarai terdapat 25 orang laki-laki dan 35 orang perempuan, dimana sebagian besar konsumen tersebut memiliki usia rata-rata 39 tahun dan mayoritas memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta serta memiliki rata-rata pendidikan SMA/sederajat. Kedua bahwa nilai R2 sebesar 42.1 artinya bahwa variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan oleh variabel pendukungnya. Secara persial variabel bebasnya yaitu harga buah jeruk Sunkist(X1), harga barang lain(X2), pendapata rumah tangga(X3), jumlah anggota rumah tangga(X4), serta selera konsumen(X5) merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan buah jeruk (Y) di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
NILAI MANFAAT EKOSISTEM MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN Abstrak Konservasi Kawasan Mangrove Bekantan merupakan kawasan ekowisata yang sering dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun luar pulau Kota Tarakan. Pemanfaatan hutan mangrove sebagai ekowisata merupakan langkah yang strategis guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekologis dan ekonomis. Namun demikian, nilai ekonomi sumber daya alam yang menawarkan keindahan alam atau lanskap, pada umumnya bersifat non-market atau tidak dapat diperdagangkan. Untuk mengestimasi nilai ekonomi dari jasa lingkungan tersebut harus menggunakan teknik penilaian (valuation) tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai manfaat ekosistem mangrove sebagai ekowisata dengan menggunakan metode analisis biaya perjalanan (Travel Cost Method) dan WTP (Willingness to pay). Lokasi penelitian ini dilaksanakan di KKMB Kecamatan Kota Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september hingga oktober 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan biaya perjalanan (Travel Cost Method) dan pendekatan biaya kontribusi (WTP). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu biaya perjalanan terendah terdapat 44 pengunjung dengan presentase 44 % dengan total biaya perjalanan di rata – ratakan kurang dari Rp. 940.000 – 990.000. Biaya perjalanan rata – rata responden (X1) yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan total responden (BPT) dibagi dengan jumlah responden sebesar Rp. 353.900/kunjungan. Rendahnya biaya perjalanan yang ada disebabkan karena rata – rata yag melakukan kunjungan ke KKMB merupakan warga domestik Kota Tarakan dan Kalimantan Utara maka dari itu biaya perjalanan yang dikeluarkan terbilang kecil.