Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: SUKU DAYAK
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN TUMBUHAN DALAM BUSANA ADAT DAN AKSESORIS SUKU DAYAK DI DESA SETARAP DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan busana adat dan aksesoris merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Dayak yang mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Namun, pengetahuan tersebut belum banyak didokumentasikan dan belum terintegrasi dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pembuatan busana adat dan aksesoris Suku Dayak di Desa Setarap, Kabupaten Malinau, mengetahui proses pemanfaatannya, serta mengkaji relevansinya dengan pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, melibatkan tokoh adat serta pengrajin yang memiliki pengetahuan tentang pembuatan busana adat dan aksesoris. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 9 famili yang dimanfaatkan, yaitu Talun (Artocarpus corneri), Rotan Sega (Calamus caesius), Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Rudraksa (Elaeocarpus ganitrus), Tas (Goniothalamus velutinus), Sang (Itaya amicorum), Adau (Nauclea orientalis), Pandan (Pandanus tectorius), Bambu Talang (Schizostachyum brachycladium), dan Meranti (Shorea sp.). Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi kulit batang, batang, daun, akar, dan biji, dengan kulit batang sebagai bagian yang paling banyak dimanfaatkan. Proses pembuatannya meliputi pengambilan bahan, pemotongan, pengeringan, pengolahan, pembentukan, dan perakitan. Hasil penelitian ini relevan dengan materi keanekaragaman hayati pada pembelajaran Biologi Fase E SMA sebagai sumber belajar berbasis etnobotani dan kearifan lokal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol

2026•

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam Tari Sumazau Suku Dayak Tahol, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada Tari Sumazau Suku Dayak Tahol dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pembina, dua penari Sanggar Tari Ansilulum dan tiga siswa SMPN 1 Lumbis. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika khususnya pada gerakan dan pola lantai Tari Sumazau Suku Dayak Tahol berupa konsep sudut, garis sejajar, garis lurus dan bangun datar jajar genjang, translasi, refleksi, dan lingkaran. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPN 1 Lumbis yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari Sumazau digunakan dalam pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Menggali Eksistensi Sastra Lisan Suku Dayak Kenyah Lepo Tepu Sebagai Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan adanya dan terus berlangsungnya sastra lisan yang dimiliki oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tepu, serta perannya dalam melestarikan bahasa daerah dan identitas budaya setempat. Sastra lisan yang diteliti mencakup cerita rakyat Jalung Ngan Bungan Malan dan Uyau’ I’ut, serta nyanyian adat yang masih digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tepu di Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografis. Data yang dikumpulkan berupa tuturan lisan yang mengandung nilai budaya, nilai bahasa, dan kearifan lokal. Data tersebut diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat, serta melalui observasi langsung dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan, menginterpretasikan, dan menyimpulkan hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan Dayak Kenyah Lepo’ Tepu masih ada, meskipun penggunaannya mulai menurun karena perubahan sosial dan budaya. Sastra lisan ini mengandung nilai moral dan etika, nilai sosial serta kebersamaan, serta nilai spiritual dan kepercayaan yang mencerminkan pola hidup masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tepu. Selain itu, sastra lisan ini juga berperan penting dalam melestarikan bahasa daerah serta memperkuat identitas budaya lokal. Upaya pelestariannya dilakukan melalui cara pewarisan antar generasi, peran tokoh adat, dokumentasi, integrasi dalam pendidikan budaya lokal, serta kegiatan adat seperti perlombaan nyanyian adat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keunikan Makanan Tradisional Tamba Dalam Perayaan Adat Suku Dayak Bulusu Dan Pengintegrasiannya Dalam Pembelajaran Biologi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembuatan Tamba makanan khas Dayak Bulusu, (2) mendeskripsikan keunikan makanan khas Tamba di suku Dayak Bulusu dan (3) menganalisis keterkaitan antara makanan tradisional Tamba dengan materi pembelajaran Biologi di SMA. Penelitian dilaksanakan di Desa Maning, Kujau, Behakung, Mendupo, Kecamatan Betayan Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan naratif, penelitian ini menggali informasi yang jelas tentang Tamba, cara pengolahannya dan pentingnya Tamba di perayaan adat suku Dayak Bulusu. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi yang melibatkan delapan orang responden. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean, yaitu dengan mentranskripsikan data lapangan terkait proses pengolahan Tamba, keunikan, penyajiannya di perayaan adat suku Dayak Bulusu serta pengintegrasiannya di pembelajaran Biologi. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel. gambar, dan uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Tamba yaitu ikan disiangi, disayat, dicuci, ditiriskan, diberi garam, dimarinasi, dibalur dengan karbohidrat, dimasukkan dalam wadah tertutup lalu disimpan. Jenis bahan karbohidrat yang dapat digunakan adalah singkong yang dihaluskan atau nasi. Tamba memiliki keunikan yaitu dapat dikonsumsi secara mentah, memiliki bau yang khas, merupakan salah satu cara pengawetan tradisional saat bahan baku melimpah, diolah secara tradisional tanpa bakteri starter, dan menjadi makanan khas di setiap perayaan adat Suku Dayak Bulusu. Sebagai makanan fermentasi dan menjadi kearifan lokal, Tamba dapat. diintegrasikan dengan pembelajaran Biologi melalui materi Bioteknologi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN FUNGSI RITUAL MUI LEBU DALAM KEHIDUPAN SUKU DAYAK UMA KULIT (Kajian Semiotik)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi ritual Mui Lebu pada masyarakat Suku Dayak Uma Kulit di Desa Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan. Ritual Mui Lebu merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan desa dari segala macam energi negatif atau bala demi kesejahteraan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, tindakan, benda-benda, dan makanan yang terkait dengan prosesi ritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat Suku Dayak Uma Kulit, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori segitiga makna Charles Sanders Peirce yang mencakup tanda (sign), objek (object), dan interpretan (interpretant). Kata Kunci: Ritual Mui Lebu, Suku Dayak Uma Kulit, Semiotik, Makna, Fungsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN FUNGSI MANTRA PAGAR DIRI SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA LONG SIMAU KECAMATAN MENTARANG HULU KABUPATEN MALINAU. (KAJIAN FOLKLOR LISAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JEFRI 2025. Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh Di Desa Long Simau Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Data penelitian berupa frasa atau kalimat mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh yang diperoleh dari informan/narasumber. Instrumen Penelitian adalah Human Instrument. Teknik Pengumpulan data meliputi Observasi, Wawancara, Teknik Catat, Teknik Perekaman, dan Dokumentasi. Analisis Data dilakukan melalui tahap Identifikasi, Klasifikasi, Analisis Data, dan Kesimpulan. Diperoleh sebanyak delapan data mantra pagar diri. Analisis struktur mantra menunjukkan bahwa unsur judul setiap mantra memiliki unsur judul sebagai penanda identitas dan tujuan. Unsur pembuka, menunjukkan kerendahan hati penutur kepada penguasa yang diyakini dapat mengabulkan permintaan. Unsur niat, sugesti, dan tujuan. Tidak semua mantra memiliki keenam unsur pembangun (judul, pembuka, niat, sugesti, tujuan, penutup) secara lengkap. Beberapa mantra hanya terdiri dari tiga unsur karena makna kalimatnya tidak dapat dipahami secara keseluruhan, meskipun demikian setiap mantra pagar diri tetap memiliki kegunaannya sebagai pelindung diri. Fungsi mantra secara keseluruhan, mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memiliki tiga fungsi: fungsi budaya, fungsi kepercayaan, dan fungsi pendidikan. Fungsi budaya, mantra merupakan warisan budaya lisan yang diturunkan secara turun-temurun. Fungsi kepercayaan, mantra digunakan sebagai perisai diri dari berbagai gangguan, seperti serangan hama dan gagal panen (Mantra Nawar Mengai), gangguan makhluk halus (Mantra Otu), gangguan binatang buas (Mantra Amaa, Amalun), niat jahat seseorang (Mantra Febey), gangguan ilmu hitam (Mantra Iyo, Iyolun), tersedak tulang ikan (Mantra Meker), gangguan kesehatan dan penyakit keras (Mantra Tuwe), serta musibah dan marabahaya saat membangun rumah (Mantra Biyen). Fungsi pendidikan, mantra-mantra ini kini diwariskan sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal bagi generasi muda, mengingat masyarakat Dayak Lundayeh saat ini telah menganut sistem kepercayaan beragama dan tidak lagi mempraktikkan animisme dan dinamisme.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna dan Simbol dalam Tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo' Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu kabupaten Malinau (Kajian Semiotika)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan makna dan simbol yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Semiotik). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu teori segitiga makna, diantaranya tanda (sign), objek (object), interpretasi (interpretant). Data dalam penelitian ini adalah makna dan simbol dalam tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu. Sumber data pada penelitian ini dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, dan dokumentasi serta teknik rekam. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis yang meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau, data yang telah teridentifikasi diartikan atau diterjemahkan langsung ke dalam Bahasa Indonesia, kemudian data yang telah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia tersebut diinterpretasikan dengan cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 26 data mengenai makna dan simbol dalam tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat. Kata Kunci : Tradisi Uman Jenai, Suku Dayak Kenyah, Makna Dan Simbol, Kajian Semiotik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna simbol upacara ngandu' suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak (Kajian Semiotik)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan Makna Simbol Upacara Ngandu’ suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak (Kajian Semiotik) dari Charles Sanders Pierse. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan kajian semiotik dari Charles Sander Pierse yaitu teori semiosis triadic, diantaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Data pada penelitian ini makna dari simbol upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak. Sumber data pada penelitian ini upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu dan tokoh adat suku Dayak Bulusu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya observasi, dokumentasi, wawancara, dan mencatat atau menulis. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menanalisiskan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga puluh satu simbol yang digunakan pada upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu yang dipercayai membawa hal-hal baik untuk membangun rumah tangga mereka dan dijauhkan dari hal buruk yang dapat merusak rumah tangga mereka. Sehingga, setiap simbol memiliki makna dan mempunyai tujuan yang sama yaitu bentuk harapan agar pasangan suami istri memiliki rumah tangga yang damai dan sejahtera.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Inventarisasi Tumbuhan Obat Tradisional Suku Dayak Kenyah di Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau dan Potensinya sebagai Materi Tambahan dalam Pembelajaran Biologi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suku Dayak Kenyah sampai saat ini masih memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Inventarisasi tumbuhan obat tradisional merupakan upaya pelestarian tumbuhan yang berpotensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh Suku Dayak Kenyah di Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau dan Potensinya sebagai Materi Tambahan dalam Pembelajaran Biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, eksplorasi dan identifikasi, studi pustaka, dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 34 jenis tumbuhan obat yang tergolong dalam 21 famili. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun, akar, batang, biji, buah, rimpang, dan umbi. Cara pengolahan dengan cara direbus, diparut, ditumbuk, diremas, diasapkan/dipanggang, diseduh, diperas, dihaluskan dan tanpa diolah dan cara penggunaan yaitu diminum, dimakan langsung, dan dikumur. Jika penyakit di luar tubuh, penggunaannya langsung digosok, diusap, dioles, ditempelkan, dikompres, dimandikan. Khasiat/manfaat tumbuhan obat adalah untuk menambah darah, memulihkan tenaga, sakit perut, kram perut, demam, batuk, mimisan, sakit gigi, cacingan, benjolan, tumor, tekanan darah tinggi, kolestrol, asam urat, liver, maag, malaria, gula darah tinggi, reumatik, stroke, batu ginjal, kencing darah, usus buntu, bisul, gatal dan bengkak, panu, luka, pemulihan pasca melahirkan, dan keguguran. Jenis-jenis tumbuhan obat, bagian organ tumbuhan obat, cara pengolahan dan pemanfaatan tumbuhan obat, khasiat/manfaat tumbuhan obat ada potensinya dijadikan materi pelajaran biologi sesuai dengan Kompetensi dasar 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ungkapan Kepercayaan Takhayul Masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara (Kajian Folklor)

2024•

Ungkapan kepercayaan Takhayul di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung adalah kearifan lokal yang sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi takhayul masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun Kabupaten tana Tidung. Metode pengumpulan data melalui teknik wawancara. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk ungkapan kepercayaan Suku Dayak Bulusu yang masih berkembang di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung. Bentuk takhayul yang ditemukan di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung dijabarkan ke dalam pola atau bentuk sebagai berikut: takhayul berdasarkan bentuk sebab-akibat berjumlah 28 (dua puluh delapan) data, takhayul berdasarkan bentuk akibat-sebab berjumlah 5 (lima) data, takhayul berdasarkan bentuk tanda-konversi-akibat berjumlah 4 (empat) data dan takhayul berdasarkan tanda-akibat berjumlah 9 (sembilan) data. Takhayul masyarakat Suku Dayak Bulusu yang masih berkembang di Desa Sedulun memiliki fungsi-fungsi antara lain, sebagai alat untuk mendidik anak dan remaja berjumlah 4 (empat) data, penebal emosi dan kepercayaan berjumlah 13 (tiga belas) data, sebagai penjelasan yang dapat diterima akal berjumlah 14 (empat belas) data, proyeksi khayalan suatu kolektif berjumlah 9 (sembilan) data, dan pelipur lara berjumlah 6 (enam) data. Makna takhayul masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun, Kabupaten Tana Tidung ditimbulkan dari hubungan asosiasi. Selain itu makna yang terkandung didominasi oleh makna falsafah kehidupan untuk mengatur dan mengawasi setiap norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Makna tersebut dapat berupa nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar dan hubungan manusia dengan Tuhan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL SUKU DAYAK ABAY DESA RESPEN TUBU KECAMATA MALINAU UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL SUKU DAYAK ABAY DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA Abstrak Suku Dayak Abay didesa Respen Tubu sampai saat ini memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengobatan Tradisional merupakan penyembuhan penyakit dengan cara sederhana yaitu dengan direbus, dikikis ditempelkan, atau diminum secara langsung. Tujuan penelitian untuk menentukan pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional Suku Dayak Abay di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap 20 responden generasi muda Suku Dayak Abay di Desa Respen Tubu. Generasi Muda Tersebut berusia 16-30 tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Hasil penelitian menujukan bahwa generasi muda Suku Dayak Abay masih banyak yang tidak paham akan kegunaan tumbuhan obat tradisional dari Suku Dayak Abay dan presentase terkecilnya adalah generasi muda yang memahami kegunaan tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Abay. YOUNG GENERATION'S UNDERSTANDING OF DAYAK ABAY TRIBE'S TRADITIONAL MEDICINAL PLANT USE IN RESPEN TUBU VILLAGE NORTH MALINAU DISTRICT Abstract The Dayak Abay Tribe in Respen Tubu Village has been utilizing plants as traditional medicines until now Traditional medicine is a simple way of healing diseases by boiling, scraping, applying, or drinking the plants directly. The study aimed to determine the younger generation's understanding regarding the Dayak Abay Tribe's use of plants as traditional medicines in Respen Tubu Village, North Malinau District. The method used in this study is descriptive qualitative. Data was collected through observation and interviews with 20 young respondents from the Dayak Abay Tribe in Respen Tubu Village. The young generation is aged 16-30 years old. The research was conducted in March 2024. The study showed that many of the young generation of the Dayak Abay Tribe do not understand the usefulness of traditional medicinal plants, and the smallest percentage is the young generation who understands the usefulness of traditional medicinal plants of the Dayak Abay Tribe.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kata Sapaan Suku Dayak Tahol Di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan

2024•

KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARA HUKUM DOLOP SUKU DAYAK AGABAG KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hukum Adat Dolop merupakan tradisi yang sangat terkenal didalam masyarakat suku Dayak Agabag dalam peradilan hukum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Agabag dalam upacara Hukum Adat Dolop. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara, teknik analisis dalam penelitian ini berupa keabsahan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop dan pemanfaatan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop Suku Dayak Agabag. Masyarakat Suku Dayak Agabag di Kapubaten Nunukan Kalimatan Utara menggunakan tumbuhan yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop berupa batang pohon rambutan, batang pohon pisang, kunyit, beras dan tempurung kelapa, sedang bahan tambahan yang digunakan dalam proses upacara Hukum Adat Dolop berupa telur ayam kampung dan kain kuning. Budaya yang sudah ada, akan lebih baik untuk terus dipelihara dan dilestarikan khususnya dalam budaya Upacara Hukum Adat. Masyarakat lebih memahami makna tumbuhan yang digunakan Hukum Dolop, karena pada zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengetahui makna tersebut. Bahkan tahapan ritual Dolop generasi sekarang belum mengerti, umtuk itu penulis berharap penelitian selanjutnya lebih mendalam lagi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Etnobotani Tumbuhan Obat Suku Dayak Ga’ai di Kabupaten Berau dan Potensinya Sebagai Materi Pembelajaran Biologi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian etnobotani bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat, bagian dari tumbuhan yang digunakan, cara penggolahan tumbuhan, cara penggunaan tumbuhan sebagai obat oleh suku Dayak Ga’ai dan potensinya sebagai pembelajaran biologi. Penelitian ini dilakukan di Desa Long Laai, kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi. Data penelitian diperoleh dengan wawancara, observasi, analisis dokumen otentik. Responden ini adalah ketua adat, bidan kampung dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian terdapat 15 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh suku Dayak Ga’ai tumbuhan tersebut berasal dari beberapa famili yang berbeda. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, batang, kulit batang, akar, rimpang, dan umbut. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat diolah dengan cara direbus, ditumbuk, diremas, direndam dalam air, diparut, dipanaskan di atas api dan dimakan langsung. Masyarakat menggunakan obat-obatan tersebut dengan cara diminum, ditempel, sebagai air mandi, dan digosok. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian etnobotani materi pembelajaran biologi, hal ini karena terdapat kesesuaian hasil penelitian dengan materi keanekaragaman hayati yang diajarkan pada kelas X serta struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang diajarkan pada kelas XI. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi pendukung pembelajaran biologi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL SUKU DAYAK PUTUK DI DESA TANJUNG LAPANG KECAMATAN MALINAU BARAT DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

2024•

Penelitian ini bertujuan sebagai (1) inventarisasi jenis tumbuhan yang digunkan sebagai obat tradisional pada suku Dayak Putuk di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. (2) mengetahui bagian organ tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradsional dan cara pengolahannya dalam menjadi obat. (3) mengetahui potensinya sebagai sumber belajar biologi pada kurikulum merdeka. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obervasi, serta dokumentasi. Untuk cara menentukan subjek pada penelitian menggunakan teknik Snowball Sampling, yang dimana subjek penelitain ialah tetua (orang paling tua di suku Dayak Putuk), dukun kampung dan peracik obat, serta masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada 14 jenis tumbuhan yang digunkan oleh suku Dayak Putuk di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat yang terdiri dari 13 famili. Untuk organ digunakan oleh masyarakat suku Dayaka Putuk sebagai obat trasisional ada dari akar, batang, daum, bunga, serta buah. Dengan pengolahan tumbuhan di konsumsi langsung, ditumbuk/dihancurkan. direbus, dikukus, dikunyah, dioleskan, ditempelkan, diminum, dan dimakan. Penelitian ini berpotensi sebagai sumber belajar biologi berdasarkan pada kurikulum merdeka dengan materi keanekaragaman hayati yang didalamnya berkaitan dengan kearifan lokal lingkungannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOZOOLOGI MASYARAKAT SUKU DAYAK KAYAN TERHADAP IKAN (STUDI KASUS DI DESA DATA DIAN KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN MALINAU)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masyarakat suku Dayak Kayan di desa Data Dian memanfaatkan ikan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana upaya konservasi masyarakat terhadap ikan yang dimanfaatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi realis dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara interaktif dengan warga desa. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024 dengan jumlah subjek penelitian 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 17 jenis ikan untuk dikonsumsi, 5 jenis ikan yang dijadikan obat tradisional dan terdapat 1 jenis ikan yang digunakan dalam ritual adat. Bentuk konservasi yang dilakukan oleh masyarakat setempat berupa pelarangan kegiatan meracun ikan dan pelarangan menggunakan alat tangkap ikan yang dapat merusak lingkungan, serta melakukan pembiakan seperti kolam ikan. Kata Kunci: Etnozoologi, Suku Dayak Kayan, Konservasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL SUKU DAYAK KENYAH DESA PUNAN GONG SOLOK KECAMATAN MALINAU SELATAN HILIR

2024•

Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok Kecamatan Malinau Selatan Hilir mempunyai tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah memanfaatkan tumbuhan sebagai pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok Kecamatan Malinau Selatan Hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penyajian data melalui observasi dan wawancara terhadap 24 responden generasi muda Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok dengan rentang usia (17-35 tahun) yang di dukung dengan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023. Subjek penelitian generasi muda Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok dengan rentang usia (17-35 tahun). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin muda usia semakin kurang pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Kenyah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN NILAI MORAL CERITA RAKYAT BATU SINGAI MASYARAKAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA LONG BISAI KECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU (KAJIAN STRUKTURAL)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai Struktur dan Nilai Moral Cerita Rakyat Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat di Desa Long Bisai yang mengetahui cerita rakyat tentang Batu Singai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya, yaitu observasi, wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu data collection/pengumpulan data, data reduction/reduksi data, data display/penyajian data, dan verification/penyimpulan data. Hasil penelitian ini membahas struktur cerita rakyat yang terdapat dalam cerita Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai, meliputi Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda. Orientasi merupakan pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Berisi perkenalan tentang tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di desa Long Bisai. Komplikasi adalah saat terjadinya sebuah masalah yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita. Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai. Resolusi adalah cerita di mana sang tokoh utama mendapatkan ide untuk memecahkan masalah yang berada dalam komplikasi cerita Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai. Koda adalah bagian akhir dari cerita yang mengandung makna dari cerita atau amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut. Nilai moral adalah nilai-nilai yang terkait dengan adab, kesopanan, etika maupun moral yang berlaku di sebuah kelompok masyarakat pada waktu tertentu yang dapat dijadikan teladan oleh para pembaca yang diceritakan Batu Singai Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Bisai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI BUSAK BAKU SUKU DAYAK LUNDAYEH

2023•

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam tari busak baku Dayak Lundayeh, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada tari busak baku suku Dayak Lundayeh dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pemimpin, pelatih, penari Sanggar Tari Rasat Eco dan tiga siswa SMPK Frater Don Bosco Tarakan. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pemadatan data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada gerakan dan pola lantai tari busak baku suku dayak lundayeh berupa konsep geometri yaitu sudut, garis sejajar, garis lurus (horizontal) dan bangun datar persegi panjang, segitiga, lingkaran, segitiga tumpul. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPK Frater Don Bosco Tarakan yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari busak baku digunakan dalam pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekslporasi Etnomatematika pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah Bakung

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eksplorasi Etnomatematik pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah Bakung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya masyarakat suku dayak kenyah bakung di Desa Long Metun yang berkaitan dengan unsur matematika dan mengetahui pandangan siswa jika Etnomatematika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu studi kasus yang bermaksud untuk mendeskripsikan hasil penelitian dan berusaha menemukan gambaran menyeluruh mengenai suatu keadaan atau peristiwa. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada masyarakat suku dayak kenyah bakung berupa Saung yang memiliki bentuk kerucut, Tapung yang memiliki bentuk tabung, Kelembit yang memuat konsep simetri lipat yaitu trapesium dan Ta'a yang memiliki bentuk persegi. Kemudian temuan kedua yaitu pandangan siswa SMP Negeri 1 Kayan Hilir terhadap etnomatematika jika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika di sekolah, siswa merasa bahwa etnomatematika ini sangat menarik jika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika di kelas dan siswa lebih muda memahami materi matematika ketika dihubungkan dalam etnomatematika budaya dayak kenyah bakung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail