ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan makna dan simbol yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau (Kajian Semiotik). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu teori segitiga makna, diantaranya tanda (sign), objek (object), interpretasi (interpretant). Data dalam penelitian ini adalah makna dan simbol dalam tradisi uman jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu. Sumber data pada penelitian ini dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara, dan dokumentasi serta teknik rekam. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis yang meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan tradisi Uman Jenai Suku Dayak Kenyah Lepo’tau di Desa Long Temuyat Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau, data yang telah teridentifikasi diartikan atau diterjemahkan langsung ke dalam Bahasa Indonesia, kemudian data yang telah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia tersebut diinterpretasikan dengan cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam Tradisi Uman Jenai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 26 data mengenai makna dan simbol dalam tradisi Uman Jenai suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Long Temuyat. Kata Kunci : Tradisi Uman Jenai, Suku Dayak Kenyah, Makna Dan Simbol, Kajian Semiotik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suku Dayak Kenyah sampai saat ini masih memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Inventarisasi tumbuhan obat tradisional merupakan upaya pelestarian tumbuhan yang berpotensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh Suku Dayak Kenyah di Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau dan Potensinya sebagai Materi Tambahan dalam Pembelajaran Biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, eksplorasi dan identifikasi, studi pustaka, dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 34 jenis tumbuhan obat yang tergolong dalam 21 famili. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun, akar, batang, biji, buah, rimpang, dan umbi. Cara pengolahan dengan cara direbus, diparut, ditumbuk, diremas, diasapkan/dipanggang, diseduh, diperas, dihaluskan dan tanpa diolah dan cara penggunaan yaitu diminum, dimakan langsung, dan dikumur. Jika penyakit di luar tubuh, penggunaannya langsung digosok, diusap, dioles, ditempelkan, dikompres, dimandikan. Khasiat/manfaat tumbuhan obat adalah untuk menambah darah, memulihkan tenaga, sakit perut, kram perut, demam, batuk, mimisan, sakit gigi, cacingan, benjolan, tumor, tekanan darah tinggi, kolestrol, asam urat, liver, maag, malaria, gula darah tinggi, reumatik, stroke, batu ginjal, kencing darah, usus buntu, bisul, gatal dan bengkak, panu, luka, pemulihan pasca melahirkan, dan keguguran. Jenis-jenis tumbuhan obat, bagian organ tumbuhan obat, cara pengolahan dan pemanfaatan tumbuhan obat, khasiat/manfaat tumbuhan obat ada potensinya dijadikan materi pelajaran biologi sesuai dengan Kompetensi dasar 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eksplorasi Etnomatematik pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah Bakung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya masyarakat suku dayak kenyah bakung di Desa Long Metun yang berkaitan dengan unsur matematika dan mengetahui pandangan siswa jika Etnomatematika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu studi kasus yang bermaksud untuk mendeskripsikan hasil penelitian dan berusaha menemukan gambaran menyeluruh mengenai suatu keadaan atau peristiwa. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada masyarakat suku dayak kenyah bakung berupa Saung yang memiliki bentuk kerucut, Tapung yang memiliki bentuk tabung, Kelembit yang memuat konsep simetri lipat yaitu trapesium dan Ta'a yang memiliki bentuk persegi. Kemudian temuan kedua yaitu pandangan siswa SMP Negeri 1 Kayan Hilir terhadap etnomatematika jika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika di sekolah, siswa merasa bahwa etnomatematika ini sangat menarik jika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika di kelas dan siswa lebih muda memahami materi matematika ketika dihubungkan dalam etnomatematika budaya dayak kenyah bakung.