2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tingginya kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir serta fenomena di lapangan menunjukkan rendahnya pemahaman siswa mengenai pelecehan seksual seperti ketidaktahuan siswa terhadap perilaku yang termasuk dalam jenis pelecehan fisik maupun verbal dan pencegahan perlindungan diri yang dikhawatirkan dapat mengarah kepada kasus pelecehan seksual. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif berupa layanan informasi bimbingan dan konseling yang disajikan dengan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, salah satunya melalui media pop-up book yang menampilkan bentuk tiga dimensi dan ilustrasi konkret untuk memudahkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi menggunakan media pop-up book terhadap pemahaman pelecehan seksual siswa kelas IV-D di SD Negeri 019 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain one group pretest–posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi menggunakan media pop-up book (Sig. 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan inform asi menggunakan media pop-up book berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman pelecehan seksual siswa sekolah dasar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir serta fenomena di lapangan menunjukkan rendahnya pemahaman siswa mengenai pelecehan seksual seperti ketidaktahuan siswa terhadap perilaku yang termasuk dalam jenis pelecehan fisik maupun verbal dan pencegahan perlindungan diri yang dikhawatirkan dapat mengarah kepada kasus pelecehan seksual. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif berupa layanan informasi bimbingan dan konseling yang disajikan dengan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, salah satunya melalui media pop-up book yang menampilkan bentuk tiga dimensi dan ilustrasi konkret untuk memudahkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi menggunakan media pop-up book terhadap pemahaman pelecehan seksual siswa kelas IV-D di SD Negeri 019 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain one group pretest–posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi menggunakan media pop-up book (Sig. 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan inform asi menggunakan media pop-up book berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman pelecehan seksual siswa sekolah dasar.
2026 · Book ·
2026 · Book ·
Suku Tidung yang bermukim di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, hingga saat ini masih mempertahankan kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit yang umum dialami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Tidung berdasarkan kelompok penyakit, mengetahui bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta metode pengaplikasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan jumlah responden 6 orang tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional, serta didukung dengan dokumentasi lapangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2025 di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Tidung, yang berasal dari berbagai habitus, yaitu pohon, perdu, semak, herba, terna, dan liana. Cara pengolahan tanaman obat yang paling umum dilakukan adalah dengan cara direbus, dimemarkan, dan dihaluskan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, diikuti oleh rimpang dan batang. Pengaplikasian tanaman obat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain dengan cara diminum, ditempelkan, dan dioleskan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah mengenai pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan lokal serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pembelajaran Biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati dan etnobotani.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2025 · Book ·
Efektivitas realisasi belanja modal merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran untuk mendukung pembanggunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Kabupaten tana tidung, sebagai salah satu daerah otonom di provinsi kalimantan utara, menghadapi tantangan dalam menjaga kesimbangan antara perencanaan anggaran dan realisasi pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas realisasi belanja modal pemerintah daerah kabupaten tana tidung selama periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, mengunakan data sekunder dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta laporan realisasi anggaran (LRA). Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi efektivitas dari tahun ke tahun. Pada 2020 efektivitas tercatat 67,26% (kurang efektif), meningkat menjadi 78,66% (cukup efektif) di tahun 2021, melonjak ke 125,67% (sangat efektif) di tahun 2022, menurun ke 92,84% (efektif) pada tahun 2023, dan kembali menurun menjadi 73,38% (cukup efektif) di tahun 2024. Faktor penyebab utama berasal dari lemahnya perencanaan dan koordinasi antar-OPD, keterlambatan pelaksanaaan proyek, serta dampak eksternal seperti pandemi COVID-19 dan perubahaan kebijakan fiskal nasional. Secara keseluruhan, efektivitas belanja modal kabupaten tana tidungtergolong cukup efektif namun belum stabil, sehingga diperluhkan peningkatan sistem perencanaan dan pengawasan agar belanja modal dapat memberikan dampak nyata bagi pembanggunan daerah dan kesejhateraan masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suku Tidung yang bermukim di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, hingga saat ini masih mempertahankan kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit yang umum dialami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Tidung berdasarkan kelompok penyakit, mengetahui bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta metode pengaplikasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan jumlah responden 6 orang tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional, serta didukung dengan dokumentasi lapangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2025 di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Tidung, yang berasal dari berbagai habitus, yaitu pohon, perdu, semak, herba, terna, dan liana. Cara pengolahan tanaman obat yang paling umum dilakukan adalah dengan cara direbus, dimemarkan, dan dihaluskan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, diikuti oleh rimpang dan batang. Pengaplikasian tanaman obat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain dengan cara diminum, ditempelkan, dan dioleskan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah mengenai pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan lokal serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pembelajaran Biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati dan etnobotani.
2025 · Book ·
Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi perikanan tangkap tinggi karena Kota Tarakan dikelilingi laut, sehingga sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada hasil laut. Salah satu komoditas penting adalah ikan arut (Pomadasys sp.), ikan arut bernilai ekonomis tinggi banyak ditangkap dengan alat tangkap rawai dasar. Aktivitas penangkapan ikan arut tidak hanya berdampak pada aspek ekologi, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi sosial dan ekonomi nelayan, sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk mendukung keberlanjutan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perikanan ikan arut (Pomadasys sp.) berdasarkan domain sosial dan domain ekonomi dengan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) di perairan Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 hingga Februari 2025. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada nelayan, sedangkan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan pada indikator domain sosial mengacu pada modul EAFM, bobot dan scoring menggambarkan tingkat dalam pengelolaan perikanan meliputi partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan, serta pemanfaatan pengetahuan lokal; sedangkan domain ekonomi mencakup kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian menunjukkan, pada domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan masih tergolong sedang karena keterlibatan institusi seperti DKP hanya terbatas penerbitan izin. Konflik perikanan relatif rendah dan dapat diselesaikan melalui musyawarah, sedangkan pemanfaatan pengetahuan lokal sangat baik, khususnya dalam menentukan lokasi dan waktu penangkapan. Pada domain ekonomi, nelayan pemilik telah memiliki aset produktif berupa kapal dan alat tangkap, dengan pendapatan rata-rata di atas Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp18.250.000. Selain itu, rasio tabungan nelayan cukup tinggi, kemampuan menyimpan kelebihan pendapatan. Secara keseluruhan, pemanfaatan ikan arut di Pulau Tarakan masih legal, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Namun, diperlukan peningkatan peran kelembagaan, khususnya DKP, serta penelitian lanjutan pada domain sumberdaya ikan, habitat, teknik penangkapan, dan kelembagaan guna mendukung keberlanjutan perikanan arut di masa depan. Abstract Tarakan City has a strong potential for capturing fisheries because it is surrounded by water. The vast bulk of its coastal population relies on marine resources for food and economic survival. A prominent commodity is the grunt fish (Pomadasys sp.), which has a high economic value and is typically harvested with bottom longlines. Grunt fish fishing has an impact not only on the environment, but also on fishermen's social and economic conditions. As a result, there is a need for additional research to support the long-term management of these activities. The purpose of the research was to analyze the gunt fish (Pomadasys sp.) based on social and economic domains using the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) in the waters of Tarakan Island. The research was conducted from December 2024 to February 2025. Primary data was obtained through observations, interviews, and questionnaires with fishermen. Secondary data was obtained from relevant officials. The analysis was conducted on social domain indicators with reference to the EAFM module, with weights and scores describing the level of fisheries management, including stakeholder participation, fisheries conflicts, and the use of local knowledge. The economic domain covered asset ownership, fisheries household income, and savings ratios. The results of the research showed that stakeholder participation in the social domain remains moderate due to the limited involvement of institutions such as the DKP, which is confined to permit issuing. Fisheries conflicts are generally rare and can be handled through deliberation. Local knowledge is especially useful for identifying the best place and timing for fishing activities. Within the economic sphere, fishermen already own productive assets such as boats and fishing gear, and their average income exceeds the City Minimum Wage of IDR 18,250,000. Furthermore, fishermen's high savings percentage indicates the ability to create financial reserves. Overall, the use of grunt fish in Tarakan is legal and environmentally acceptable. Furthermore, it has been shown to provide large economic benefits. However, there is a need to strengthen the function of institutions, particularly the DKP, and perform additional research on fish resources, habitats, fishing tactics, and institutions to ensure the future viability of grunt fish populations.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Efektivitas realisasi belanja modal merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola anggaran untuk mendukung pembanggunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Kabupaten tana tidung, sebagai salah satu daerah otonom di provinsi kalimantan utara, menghadapi tantangan dalam menjaga kesimbangan antara perencanaan anggaran dan realisasi pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas realisasi belanja modal pemerintah daerah kabupaten tana tidung selama periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, mengunakan data sekunder dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) serta laporan realisasi anggaran (LRA). Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi efektivitas dari tahun ke tahun. Pada 2020 efektivitas tercatat 67,26% (kurang efektif), meningkat menjadi 78,66% (cukup efektif) di tahun 2021, melonjak ke 125,67% (sangat efektif) di tahun 2022, menurun ke 92,84% (efektif) pada tahun 2023, dan kembali menurun menjadi 73,38% (cukup efektif) di tahun 2024. Faktor penyebab utama berasal dari lemahnya perencanaan dan koordinasi antar-OPD, keterlambatan pelaksanaaan proyek, serta dampak eksternal seperti pandemi COVID-19 dan perubahaan kebijakan fiskal nasional. Secara keseluruhan, efektivitas belanja modal kabupaten tana tidungtergolong cukup efektif namun belum stabil, sehingga diperluhkan peningkatan sistem perencanaan dan pengawasan agar belanja modal dapat memberikan dampak nyata bagi pembanggunan daerah dan kesejhateraan masyarakat.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Kota Tarakan memiliki potensi perikanan tangkap tinggi karena Kota Tarakan dikelilingi laut, sehingga sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada hasil laut. Salah satu komoditas penting adalah ikan arut (Pomadasys sp.), ikan arut bernilai ekonomis tinggi banyak ditangkap dengan alat tangkap rawai dasar. Aktivitas penangkapan ikan arut tidak hanya berdampak pada aspek ekologi, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi sosial dan ekonomi nelayan, sehingga perlu dikaji lebih lanjut untuk mendukung keberlanjutan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perikanan ikan arut (Pomadasys sp.) berdasarkan domain sosial dan domain ekonomi dengan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) di perairan Pulau Tarakan. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 hingga Februari 2025. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada nelayan, sedangkan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan pada indikator domain sosial mengacu pada modul EAFM, bobot dan scoring menggambarkan tingkat dalam pengelolaan perikanan meliputi partisipasi pemangku kepentingan, konflik perikanan, serta pemanfaatan pengetahuan lokal; sedangkan domain ekonomi mencakup kepemilikan aset, pendapatan rumah tangga perikanan, dan rasio tabungan. Hasil penelitian menunjukkan, pada domain sosial, partisipasi pemangku kepentingan masih tergolong sedang karena keterlibatan institusi seperti DKP hanya terbatas penerbitan izin. Konflik perikanan relatif rendah dan dapat diselesaikan melalui musyawarah, sedangkan pemanfaatan pengetahuan lokal sangat baik, khususnya dalam menentukan lokasi dan waktu penangkapan. Pada domain ekonomi, nelayan pemilik telah memiliki aset produktif berupa kapal dan alat tangkap, dengan pendapatan rata-rata di atas Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp18.250.000. Selain itu, rasio tabungan nelayan cukup tinggi, kemampuan menyimpan kelebihan pendapatan. Secara keseluruhan, pemanfaatan ikan arut di Pulau Tarakan masih legal, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Namun, diperlukan peningkatan peran kelembagaan, khususnya DKP, serta penelitian lanjutan pada domain sumberdaya ikan, habitat, teknik penangkapan, dan kelembagaan guna mendukung keberlanjutan perikanan arut di masa depan. Abstract Tarakan City has a strong potential for capturing fisheries because it is surrounded by water. The vast bulk of its coastal population relies on marine resources for food and economic survival. A prominent commodity is the grunt fish (Pomadasys sp.), which has a high economic value and is typically harvested with bottom longlines. Grunt fish fishing has an impact not only on the environment, but also on fishermen's social and economic conditions. As a result, there is a need for additional research to support the long-term management of these activities. The purpose of the research was to analyze the gunt fish (Pomadasys sp.) based on social and economic domains using the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) in the waters of Tarakan Island. The research was conducted from December 2024 to February 2025. Primary data was obtained through observations, interviews, and questionnaires with fishermen. Secondary data was obtained from relevant officials. The analysis was conducted on social domain indicators with reference to the EAFM module, with weights and scores describing the level of fisheries management, including stakeholder participation, fisheries conflicts, and the use of local knowledge. The economic domain covered asset ownership, fisheries household income, and savings ratios. The results of the research showed that stakeholder participation in the social domain remains moderate due to the limited involvement of institutions such as the DKP, which is confined to permit issuing. Fisheries conflicts are generally rare and can be handled through deliberation. Local knowledge is especially useful for identifying the best place and timing for fishing activities. Within the economic sphere, fishermen already own productive assets such as boats and fishing gear, and their average income exceeds the City Minimum Wage of IDR 18,250,000. Furthermore, fishermen's high savings percentage indicates the ability to create financial reserves. Overall, the use of grunt fish in Tarakan is legal and environmentally acceptable. Furthermore, it has been shown to provide large economic benefits. However, there is a need to strengthen the function of institutions, particularly the DKP, and perform additional research on fish resources, habitats, fishing tactics, and institutions to ensure the future viability of grunt fish populations.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hukum Adat Dolop merupakan tradisi yang sangat terkenal didalam masyarakat suku Dayak Agabag dalam peradilan hukum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Agabag dalam upacara Hukum Adat Dolop. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara, teknik analisis dalam penelitian ini berupa keabsahan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop dan pemanfaatan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop Suku Dayak Agabag. Masyarakat Suku Dayak Agabag di Kapubaten Nunukan Kalimatan Utara menggunakan tumbuhan yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop berupa batang pohon rambutan, batang pohon pisang, kunyit, beras dan tempurung kelapa, sedang bahan tambahan yang digunakan dalam proses upacara Hukum Adat Dolop berupa telur ayam kampung dan kain kuning. Budaya yang sudah ada, akan lebih baik untuk terus dipelihara dan dilestarikan khususnya dalam budaya Upacara Hukum Adat. Masyarakat lebih memahami makna tumbuhan yang digunakan Hukum Dolop, karena pada zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengetahui makna tersebut. Bahkan tahapan ritual Dolop generasi sekarang belum mengerti, umtuk itu penulis berharap penelitian selanjutnya lebih mendalam lagi.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hukum Adat Dolop merupakan tradisi yang sangat terkenal didalam masyarakat suku Dayak Agabag dalam peradilan hukum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat suku Dayak Agabag dalam upacara Hukum Adat Dolop. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara, teknik analisis dalam penelitian ini berupa keabsahan data berupa wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop dan pemanfaatan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop Suku Dayak Agabag. Masyarakat Suku Dayak Agabag di Kapubaten Nunukan Kalimatan Utara menggunakan tumbuhan yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara Hukum Adat Dolop berupa batang pohon rambutan, batang pohon pisang, kunyit, beras dan tempurung kelapa, sedang bahan tambahan yang digunakan dalam proses upacara Hukum Adat Dolop berupa telur ayam kampung dan kain kuning. Budaya yang sudah ada, akan lebih baik untuk terus dipelihara dan dilestarikan khususnya dalam budaya Upacara Hukum Adat. Masyarakat lebih memahami makna tumbuhan yang digunakan Hukum Dolop, karena pada zaman sekarang banyak generasi yang tidak mengetahui makna tersebut. Bahkan tahapan ritual Dolop generasi sekarang belum mengerti, umtuk itu penulis berharap penelitian selanjutnya lebih mendalam lagi.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
The estuarine waters of Bulungan have great potential for the capture fisheries sector. Mackerel (Scomberomorus sp) is one of the fish caught in the estuarine waters in Bulungan using fishing gear. The eating habits of mackerel fish depend on food availability in the estuarine waters of Bulungan. Food is influenced by the quality and quantity of what is eaten, so food determines the fish's growth and condition. A lack of food will limit the number of fish populations in the waters. This research aimed to determine fish's eating habits in the estuarine waters of Bulungan. The samples were collected from catches from October to November 2022; carried out in three times. Thirty fish samples were taken to represent the population of the number caught. The entire catch was taken if the catch was less than 30 fish. Observation of eating habits was carried out by measuring the total length of the fish's body weight, taking the fish's stomach, and weighing the weight of fish's stomach and the innards of fish's stomach. Water quality measurements are carried out in situ and ex-situ. The aspects analyzed were gastric fullness (PILB) and gastric fullness index (ISC). The results of this research consisted of fish (Chordata) with a PILB value percentage of 44.83-92.86%, indicating that the estuarine waters Bulungan are fluctuating waters with sufficient food availability. The ISC value of 0.2-1.76% can be caused by the fish's habit of searching for food and obtaining food availability. The food found in the stomach of mackerel fish falls into the carnivore category. The ease with which fish find food is influenced by the behaviour of the fish and its food characteristics.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The estuarine waters of Bulungan have great potential for the capture fisheries sector. Mackerel (Scomberomorus sp) is one of the fish caught in the estuarine waters in Bulungan using fishing gear. The eating habits of mackerel fish depend on food availability in the estuarine waters of Bulungan. Food is influenced by the quality and quantity of what is eaten, so food determines the fish's growth and condition. A lack of food will limit the number of fish populations in the waters. This research aimed to determine fish's eating habits in the estuarine waters of Bulungan. The samples were collected from catches from October to November 2022; carried out in three times. Thirty fish samples were taken to represent the population of the number caught. The entire catch was taken if the catch was less than 30 fish. Observation of eating habits was carried out by measuring the total length of the fish's body weight, taking the fish's stomach, and weighing the weight of fish's stomach and the innards of fish's stomach. Water quality measurements are carried out in situ and ex-situ. The aspects analyzed were gastric fullness (PILB) and gastric fullness index (ISC). The results of this research consisted of fish (Chordata) with a PILB value percentage of 44.83-92.86%, indicating that the estuarine waters Bulungan are fluctuating waters with sufficient food availability. The ISC value of 0.2-1.76% can be caused by the fish's habit of searching for food and obtaining food availability. The food found in the stomach of mackerel fish falls into the carnivore category. The ease with which fish find food is influenced by the behaviour of the fish and its food characteristics.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi mahasiswa terhadap aplikasi Google Lens dalam mengidentifikasi tumbuhan pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomologi dengan metode kualitatif. populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi angakatan 2017 di Universitas Borneo Tarakan dengan jumlah sebanyak 12 mahasiswa yang telah menggunakan aplikasi Google Lens. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket persepsi yang disebarkan secara online melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata mahasiswa menyatakan mudah dalam menggunakan aplikasi Google Lens dalam mengidentifikasi tumbuhan pada pembelajaran biologi dan mahasiswa lebih memilih aplikasi Google Lens dibandingkan aplikasi serupa karena lebih membantu dan akurat, walaupun ada saat aplikasi tersebut dapat membuat keliru karena pilihan yang terdapat cukup banyak
2022 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi mahasiswa terhadap aplikasi Google Lens dalam mengidentifikasi tumbuhan pada mata kuliah Taksonomi Tumbuhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomologi dengan metode kualitatif. populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi angakatan 2017 di Universitas Borneo Tarakan dengan jumlah sebanyak 12 mahasiswa yang telah menggunakan aplikasi Google Lens. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket persepsi yang disebarkan secara online melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata mahasiswa menyatakan mudah dalam menggunakan aplikasi Google Lens dalam mengidentifikasi tumbuhan pada pembelajaran biologi dan mahasiswa lebih memilih aplikasi Google Lens dibandingkan aplikasi serupa karena lebih membantu dan akurat, walaupun ada saat aplikasi tersebut dapat membuat keliru karena pilihan yang terdapat cukup banyak
2020 · Thesis ·
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017) As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and IMR is still a big problem for Indonesia, because it can provide an overview of the development of health status and is also used as an indicator in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications to mothers and babies. The implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at the Gunung Lingkas Tarakan Health Center with Mrs. R as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. During comprehensive midwifery care, a problem with pregnancy was found, namely pre-eclampsia. In childbirth, there is a problem in labor, namely PEB because blood pressure increases on the way to delivery. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care given was according to predetermined standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.