Abstrak
Suku Tidung yang bermukim di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, hingga saat ini masih mempertahankan kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit yang umum dialami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Tidung berdasarkan kelompok penyakit, mengetahui bagian yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta metode pengaplikasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan jumlah responden 6 orang tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional, serta didukung dengan dokumentasi lapangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2025 di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Tidung, yang berasal dari berbagai habitus, yaitu pohon, perdu, semak, herba, terna, dan liana. Cara pengolahan tanaman obat yang paling umum dilakukan adalah dengan cara direbus, dimemarkan, dan dihaluskan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, diikuti oleh rimpang dan batang. Pengaplikasian tanaman obat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain dengan cara diminum, ditempelkan, dan dioleskan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi ilmiah mengenai pemanfaatan tanaman obat berbasis kearifan lokal serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pembelajaran Biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati dan etnobotani.