ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan kebidanan komprehensif (Continuity of Care) dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Upaya tersebut dapat melibatkan berbagai sektor untuk melaksanakan pendampingan pada ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif dimulai sejak ditemukan ibu hamil sampai ibu dalam masa nifas dan berakhir melalui konseling, informasi dan edukasi (KIE) serta kemampuan identifikasi resiko pada ibu hamil sehingga mampu melakukan rujukan (Yulita et al., 2019). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DI KLINIK UTAMA CARSA Asuhan Kebidanan Komprhensif adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai antenatal care, intranatal care, postnatal care, dan bayi baru lahir pada pasien secara keseluruhan. SDKI mencatat AKI di Indonesia tahun 2019 masih tinggi dari 305 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2018 di Kalimantan Utara ditemukan AKI mencapai 6 kasus dan AKB mencapai 15 kasus. Tujuan laporan tugas akhir ini yaitu melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. D G1P0A0 yang di mulai pada tanggal 18 April – 20 April 2022. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. D G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 6 kali. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu pada tanggal 20 April 2022, dimulai pada pukul 03.25 WITA. Umur kehamilan 39 minggu 4 hari. Persalinan Ny. D dimana kala 1 berlangsung selama 5 jam, kala II berlangsung 25 menit, Kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. D berjalan dengan normal dilakukan pemeriksaan pada saat 2 jam post partum. Observasi pada bayi baru lahir dilakukan pada saat bayi baru lahir. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. D selama pemeriksaan, ibu mengalami ketidaknyaman pada trimester ketiga yaitu sering BAK dan diberikan KIE terkait ketidaknyamanan trimester 3, pada persalinan tidak didapatkan masalah, pada asuhan nifas dan bayi baru lahir tidak terdapat masalah. Kata kunci : Kehamilan, Persalinan, Bayi Baru Lahir, Masa Nifas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asuhan Komprehensif yaitu manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas. Tujuan Asuhan kebidanan yang komprehensif dapat mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal dan neonatal. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada 2 April 2022 di Puskesmas Karang Rejo Tarakan pada Ny. A G2P1A0 usia 27 tahun sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Metode Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP dari usia kehamilan 36 minggu sampai nifas 1 hari. Asuhan kehamilan ditemukan adanya kesenjangan yaitu pada status imunisasi TT ibu, kunjungan dilakukan sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 36 - 37 minggu, selama kunjungan ibu mengeluh pada kunjungan ulang,yaitu nyeri punggung, pemeriksaan tanda-tanda vital dalam batas normal. Asuhan persalinan terjadi pada tanggal 18 April 2022 bersalin secara normal dan tidak ada robekan. Bayi lahir spontan, JK: perempuan, BB: 3300 gram, PB: 52 cm, A/S 9/10 bayi menangis kuat, tidak ditemukan adanya kelainan pada bayi, kemudian dilakukan perawatan bayi baru lahir. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 2 kali (6 jam dan 1 hari). Masa nifas berjalan dengan fisiologis. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. A tidak didapatkan masalah pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan pada Ny. A telah sesuai standar yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Asuhan Komprehensif yaitu manajemen kebidanan mulai dari ibu hamil, bersalin, sampai bayi baru lahir sehingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan bayi yang dilahirkan selamat dan sehat sampai dengan masa nifas (Lapau, 2015). Continuity of care adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan (Legawati, 2018).Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 18 maret 2021 di Puskemas Juata Tarakan dengan Ny.N sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 3 kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di temukan masalah. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017) As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and IMR is still a big problem for Indonesia, because it can provide an overview of the development of health status and is also used as an indicator in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications to mothers and babies. The implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at the Gunung Lingkas Tarakan Health Center with Mrs. R as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. During comprehensive midwifery care, a problem with pregnancy was found, namely pre-eclampsia. In childbirth, there is a problem in labor, namely PEB because blood pressure increases on the way to delivery. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care given was according to predetermined standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.