Keunikan Makanan Tradisional Tamba Dalam Perayaan Adat Suku Dayak Bulusu Dan Pengintegrasiannya Dalam Pembelajaran Biologi
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembuatan Tamba makanan khas Dayak Bulusu, (2) mendeskripsikan keunikan makanan khas Tamba di suku Dayak Bulusu dan (3) menganalisis keterkaitan antara makanan tradisional Tamba dengan materi pembelajaran Biologi di SMA. Penelitian dilaksanakan di Desa Maning, Kujau, Behakung, Mendupo, Kecamatan Betayan Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan naratif, penelitian ini menggali informasi yang jelas tentang Tamba, cara pengolahannya dan pentingnya Tamba di perayaan adat suku Dayak Bulusu. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi yang melibatkan delapan orang responden. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean, yaitu dengan mentranskripsikan data lapangan terkait proses pengolahan Tamba, keunikan, penyajiannya di perayaan adat suku Dayak Bulusu serta pengintegrasiannya di pembelajaran Biologi. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel. gambar, dan uraian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Tamba yaitu ikan disiangi, disayat, dicuci, ditiriskan, diberi garam, dimarinasi, dibalur dengan karbohidrat, dimasukkan dalam wadah tertutup lalu disimpan. Jenis bahan karbohidrat yang dapat digunakan adalah singkong yang dihaluskan atau nasi. Tamba memiliki keunikan yaitu dapat dikonsumsi secara mentah, memiliki bau yang khas, merupakan salah satu cara pengawetan tradisional saat bahan baku melimpah, diolah secara tradisional tanpa bakteri starter, dan menjadi makanan khas di setiap perayaan adat Suku Dayak Bulusu. Sebagai makanan fermentasi dan menjadi kearifan lokal, Tamba dapat. diintegrasikan dengan pembelajaran Biologi melalui materi Bioteknologi.