ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian etnobotani bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat, bagian dari tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan pengaplikasian tumbuhan sebagai obat tradisional, dan potensinya sebagai sumber belajar biologi oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua Kecamatan Buntao Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan fokus kajian etnobotani. Data penelitian diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini adalah ketua adat, bidan kampung, orang yang dituakan, dan individu yang mengetahui lebih tentang pemanfaatan tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian terdapat 32 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh suku Toraja di Desa Sapan Kua-Kua, tumbuhan tersebut didominasi oleh famili Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, batang, akar, bunga, buah, tunas, rimpang dan umbi lapis. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat diolah dengan cara direbus, diparut, disaring, dibakar, diseduh, dikupas, dikunyah, ditumbuk, diremas, dimemarkan dan diiris. Masyarakat mengaplikasikan obat-obatan tersebut dengan cara diminum, dioleskan, ditiupkan, dikonsumsi langsung dan dikumur. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber belajar biologi pada jenjang SMA/MA kelas X khususnya pada materi keanekaragaman hayati. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pendukung pembelajaran biologi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Ethnobotanical research aims to determine the types of plants used as medicine, the parts of the plants used, how to process and apply plants as traditional medicine, and their potential as a source of biological learning by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, Buntao District, North Toraja Regency, South Sulawesi Province using a qualitative descriptive method with an ethnographic approach with a focus on ethnobotanical studies. Research data was obtained by interviews, observation and documentation. Respondents to this research were traditional leaders, village midwives, elders, and individuals who knew more about the use of medicinal plants. The results showed that in the research there were 32 types of plants used as medicine by the Toraja tribe in Sapan Kua-Kua Village, these plants were dominated by the Zingiberaceae family. The parts of plants used as medicine are leaves, stems, roots, flowers, fruit, shoots, rhizomes and tubers. Plants used as medicine are processed by boiling, grating, filtering, burning, brewing, peeling, chewing, pounding, kneading, bruising and slicing. People apply these medicines by drinking, smearing, blowing, consuming directly and gargling. The results of this research can be used as a biology learning resource at the SMA/MA class X level, especially on biodiversity material. So the results of this research can be used to support biology learning which does not only focus on theory, but also provides learning experiences that are relevant to students' lives.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tumbuhan obat merupakan segala jenis tumbuhan yang diyakini mempunyai khasiat obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis, bagian, manfaat/khasiat, dan cara penggunaan tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipan, wawancara semi berstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 22 jenis tumbuhan obat yang yang tergolong kedalam 17 famili. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun, akar, batang, buah, rimpang, kulit, umbut dan umbi. Organ tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian daunnya. Manfaat dan khasiat dari tumbuhan obat yang dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari yaitu untuk mencegah penyakit seperti menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah tinggi, mengobati penyakit ringan seperti sakit perut, masuk angin, luka-luka, demam, mimisan, sakit maag, batuk-batuk, sakit gigi dan cacingan. Penyakit berat seperti malaria, asam urat, pelien, batu ginjal, usus buntu, tekanan dan gula darah, serta sebagai obat penawar racun. Cara pengolahan tumbuhan obat antara lain ditumbuk, diparut, dikikis/iris, diasapkan/dipanggang, direbus, dikunyah, dibakar, digosok, diperas dan tanpa diolah. Cara penggunaannya adalah diminum, dimakan, dikunyah, ditempelkan, diusap, diperas dan dikompres. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai acuan atau bahan referensi dalam kajian mengenai tumbuhan obat dan pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Etnofitomedika merupakan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan potensi tumbuhan untuk obat tradisional yang erat kaitannya dengan kebiasaan/tradisi serta kebudayaan setempat (local knowledge). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Paking, serta mempelajari bagaimana cara mengelolah, dan mengetahui bagian-bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai alternatif pengobatan tradisional oleh Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan proses pengambilan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dan teknik pengambilan data adalah purposive sampling. Terdapat 34 jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat suku Dayak Punan dan Dayak Lundayeh yang terdiri dari 26 famili. Tumbuhan tersebut digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti, sakit perut, kencing manis, sakit pinggang, malaria, penyakit kuning, luka, ambein, asma, kolestrol, diabetes, sakit gigi, tekanan, flu, kurap, radang usus buntu, demam dan batu ginjal. Cara pengolahan tumbuhan oleh Masyarakat yaitu dengan cara direbus, dihancurkan, dibakar, diparut, dan ditumbuk. Bagian yang dimanfaatkan dari tumbuhan sebagai obat yaitu bagian akar, umbi, daun, batang dan bunga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suku Dayak Kenyah sampai saat ini masih memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Inventarisasi tumbuhan obat tradisional merupakan upaya pelestarian tumbuhan yang berpotensi sebagai obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh Suku Dayak Kenyah di Kecamatan Kayan Selatan Kabupaten Malinau dan Potensinya sebagai Materi Tambahan dalam Pembelajaran Biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, eksplorasi dan identifikasi, studi pustaka, dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 34 jenis tumbuhan obat yang tergolong dalam 21 famili. Bagian organ tumbuhan yang digunakan adalah daun, akar, batang, biji, buah, rimpang, dan umbi. Cara pengolahan dengan cara direbus, diparut, ditumbuk, diremas, diasapkan/dipanggang, diseduh, diperas, dihaluskan dan tanpa diolah dan cara penggunaan yaitu diminum, dimakan langsung, dan dikumur. Jika penyakit di luar tubuh, penggunaannya langsung digosok, diusap, dioles, ditempelkan, dikompres, dimandikan. Khasiat/manfaat tumbuhan obat adalah untuk menambah darah, memulihkan tenaga, sakit perut, kram perut, demam, batuk, mimisan, sakit gigi, cacingan, benjolan, tumor, tekanan darah tinggi, kolestrol, asam urat, liver, maag, malaria, gula darah tinggi, reumatik, stroke, batu ginjal, kencing darah, usus buntu, bisul, gatal dan bengkak, panu, luka, pemulihan pasca melahirkan, dan keguguran. Jenis-jenis tumbuhan obat, bagian organ tumbuhan obat, cara pengolahan dan pemanfaatan tumbuhan obat, khasiat/manfaat tumbuhan obat ada potensinya dijadikan materi pelajaran biologi sesuai dengan Kompetensi dasar 3.3 Mendeskripsikan ciri-ciri divisio dalam dunia tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian etnobotani bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat, bagian dari tumbuhan yang digunakan, cara penggolahan tumbuhan, cara penggunaan tumbuhan sebagai obat oleh suku Dayak Ga’ai dan potensinya sebagai pembelajaran biologi. Penelitian ini dilakukan di Desa Long Laai, kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi. Data penelitian diperoleh dengan wawancara, observasi, analisis dokumen otentik. Responden ini adalah ketua adat, bidan kampung dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian terdapat 15 spesies tumbuhan yang digunakan sebagai obat oleh suku Dayak Ga’ai tumbuhan tersebut berasal dari beberapa famili yang berbeda. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, batang, kulit batang, akar, rimpang, dan umbut. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat diolah dengan cara direbus, ditumbuk, diremas, direndam dalam air, diparut, dipanaskan di atas api dan dimakan langsung. Masyarakat menggunakan obat-obatan tersebut dengan cara diminum, ditempel, sebagai air mandi, dan digosok. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian etnobotani materi pembelajaran biologi, hal ini karena terdapat kesesuaian hasil penelitian dengan materi keanekaragaman hayati yang diajarkan pada kelas X serta struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang diajarkan pada kelas XI. Sehingga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai materi pendukung pembelajaran biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan sebagai (1) inventarisasi jenis tumbuhan yang digunkan sebagai obat tradisional pada suku Dayak Putuk di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. (2) mengetahui bagian organ tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradsional dan cara pengolahannya dalam menjadi obat. (3) mengetahui potensinya sebagai sumber belajar biologi pada kurikulum merdeka. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, obervasi, serta dokumentasi. Untuk cara menentukan subjek pada penelitian menggunakan teknik Snowball Sampling, yang dimana subjek penelitain ialah tetua (orang paling tua di suku Dayak Putuk), dukun kampung dan peracik obat, serta masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada 14 jenis tumbuhan yang digunkan oleh suku Dayak Putuk di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat yang terdiri dari 13 famili. Untuk organ digunakan oleh masyarakat suku Dayaka Putuk sebagai obat trasisional ada dari akar, batang, daum, bunga, serta buah. Dengan pengolahan tumbuhan di konsumsi langsung, ditumbuk/dihancurkan. direbus, dikukus, dikunyah, dioleskan, ditempelkan, diminum, dan dimakan. Penelitian ini berpotensi sebagai sumber belajar biologi berdasarkan pada kurikulum merdeka dengan materi keanekaragaman hayati yang didalamnya berkaitan dengan kearifan lokal lingkungannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok Kecamatan Malinau Selatan Hilir mempunyai tradisi yang sampai saat ini masih dipertahankan. Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah memanfaatkan tumbuhan sebagai pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok Kecamatan Malinau Selatan Hilir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penyajian data melalui observasi dan wawancara terhadap 24 responden generasi muda Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok dengan rentang usia (17-35 tahun) yang di dukung dengan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023. Subjek penelitian generasi muda Suku Dayak Kenyah di Desa Punan Gong Solok dengan rentang usia (17-35 tahun). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin muda usia semakin kurang pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Kenyah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENILAIAN SIGNIFIKAN INDEK TUMBUHAN OBAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DESA P A KEMUT KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI KONTEN BIOLOGI Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk megetahui nilai indek tumbuhan obat Suku Dayak Lundayeh Desa Pa Kemut dan potesinya sebagai konten Biologi, ada pun dalam mentukan nilai indek ada 7 cara atau kriteria menurut Pioreni (2001) yakni : (QI) Quotation index atau indek kutipan, (AI) Availability index yaitu ketersedian indek¸(FUI) Frequency of use index adalah indek frekuensi indek penggunaan, (PUI) Part used index yaitu indek bagian yang digunakan, (MFFI) Multi functional food use index yaitu indek penggunaan multi fungsi, (TSAI) Taste score appreciation index yaitu indek apresiasi skor rasa, (FMRI) Food medicinal role index adalah indek peran obat dalam makanan. Hasil atau data diambil oleh peneliti melaluai wawacara dan angket kepada 30 responden yang berasal dari Desa Pa Kemut yang megetahui Jenis Tumbuhan obat yang berkhasiat dapat menyembuhkan dengan hasil terdapat 30 jenis tumbuahn obat yang terdiri dari 20 famili yakni: Zingiboraceae terdiri dari 3 jenis tumbuhan, Asteraceae terdiri dari 2 tumbuhan, Solonaceae terdiri dari 2 jenis tumbuhan, serta Orehidoreceae, Iridaceae, Cucurbitaceae, Rubiceae, Thymelaceae, Simaropaceae, Pondanaceae, Fabaceae, Manaceae, Annouaceae, Arecaceae, Meliaceae, Xanthorrhueaceae, Araceae, Myrtaceae, dan Napehthaceae dan terdapat 3 jenis tumbuhan yang tidak diketahui nama familinya yakni tumbuhan temabar, temawar dan akar beling. Pada nilai indek terdapat satu famili tumbuhan obat memilki nilai indek tertinggi yaitu myrtaceae dari jenis Psidium guajava dengan nilai indek yaitu 237,6 dan ada juga terdapat nilai indek terendah menurut perhitugan megunakan 7 kriteria yakni dari famili Thymelaeceae dari spesies Phaleria macrocarpa dengan nilai indek yakni 66
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Tidung di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kalimantan Utara. (2) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku Tidung. (3) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku tidung dalam penyusunan perangkat pembelajaran Biologi di SMA Kelas X. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkompeten dalam pengetahuan tumbuhan obat dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tidung di desa mansalong kecamatan lumbis sebanyak 30 jenis yang tergolong kedalam 18 famili. Famili tanaman yang umum digunakan yaitu Famili Zingiberaceae. Bagian organ yang banyak digunakan yaitu daun sebanyak 29%. Hasil penelilitian dianalisis kedalam perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Dari hasil analisis yang dilakukan, hasil penelitian dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Booklet Jenis Tumbuhan Obat Suku Dayak Tahol bagi Masyarakat Lumbis Hulu di Kecamatan Lumbis Hulu Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Develoment (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1983) terdiri dari 10 tahapan yaitu: 1) Penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Perencenaan, 3) Pengembangan format produk awal, 4) Uji lapangan awal, 5) Revisi produk utama, 6) Uji lapangan utama, 7) Revisi produk oprasional, 8) Uji lapangan oprasional 9) Revisi produk akhir, 10) Desiminasi dan Implementasi. Akan tetapi, pada pengembangan ini hanya dilakukan sampai pada tahap ke tujuh (7) yaitu revisi produk oprasional kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 45 jenis tumbuhan yang digunakan oleh suku Dayak Tahol sebagai obat dan tumbuhan tersebut terbagi dalam 31 famili. Dari 31 famili yang digunakan sebagai obat, tumbuhan zingiberaceae yang paling banyak digunakan. Selain itu diketahui bahwa generasi muda suku Dayak Tahol memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat lebih sedikit dibandingkan dengan pengetahuan generasi tua, oleh sebab itu dilakukan pembuatan booklet. Selanjutnya dilakukan validasi terhadap ahli materi dan ahli media. Hasil ahli materi mendapatkan presentase kelayakan 86,67% dengan kriteria sangat layak, ahli media mendapatkan nilai presentase kelayakan 87,5% dengan kriteria sangat layak. Pada uji lapangan awal mendapatkan nilai presentase kelayakan 99,44% dengan kriteria sangat layak sedangkan pada uji lapangan utama mendapatkan nilai presentase kelayakan sebesar 99,67% dengan kriteria sangat layak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Lundayeh yang ada di Desa Long Api Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi pada pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian ini merupakan Deskriptif Kualitatif dengan metode yaitu Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tumbuhan obat yang ditemukan sebanyak 51 jenis yang tergolong kedalam 33 famili. (1) Famili yang sering digunakan yaitu famili Euphorbiaceae. (2) Tumbuhan yang ditemukan paling banyak digunakan untuk mengobati luka dan organ tumbuhan yang sering dimanfaatkan terdapat pada daun. (3) Hasil analisis dalam kurikulum 2013 dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam division berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. 4.7 menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan pada berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.