Penilaian Signifikan Indek Tumbuhan Obat Suku Dayak Lundayeh Desa Pa Kemut Kecamatn krayan Barat kabupaten Nunukan dan Potensinya Sebagi Konten Biologi.
PENILAIAN SIGNIFIKAN INDEK TUMBUHAN OBAT SUKU DAYAK LUNDAYEH DESA P A KEMUT KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN DAN POTENSINYA SEBAGAI KONTEN BIOLOGI Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk megetahui nilai indek tumbuhan obat Suku Dayak Lundayeh Desa Pa Kemut dan potesinya sebagai konten Biologi, ada pun dalam mentukan nilai indek ada 7 cara atau kriteria menurut Pioreni (2001) yakni : (QI) Quotation index atau indek kutipan, (AI) Availability index yaitu ketersedian indek¸(FUI) Frequency of use index adalah indek frekuensi indek penggunaan, (PUI) Part used index yaitu indek bagian yang digunakan, (MFFI) Multi functional food use index yaitu indek penggunaan multi fungsi, (TSAI) Taste score appreciation index yaitu indek apresiasi skor rasa, (FMRI) Food medicinal role index adalah indek peran obat dalam makanan. Hasil atau data diambil oleh peneliti melaluai wawacara dan angket kepada 30 responden yang berasal dari Desa Pa Kemut yang megetahui Jenis Tumbuhan obat yang berkhasiat dapat menyembuhkan dengan hasil terdapat 30 jenis tumbuahn obat yang terdiri dari 20 famili yakni: Zingiboraceae terdiri dari 3 jenis tumbuhan, Asteraceae terdiri dari 2 tumbuhan, Solonaceae terdiri dari 2 jenis tumbuhan, serta Orehidoreceae, Iridaceae, Cucurbitaceae, Rubiceae, Thymelaceae, Simaropaceae, Pondanaceae, Fabaceae, Manaceae, Annouaceae, Arecaceae, Meliaceae, Xanthorrhueaceae, Araceae, Myrtaceae, dan Napehthaceae dan terdapat 3 jenis tumbuhan yang tidak diketahui nama familinya yakni tumbuhan temabar, temawar dan akar beling. Pada nilai indek terdapat satu famili tumbuhan obat memilki nilai indek tertinggi yaitu myrtaceae dari jenis Psidium guajava dengan nilai indek yaitu 237,6 dan ada juga terdapat nilai indek terendah menurut perhitugan megunakan 7 kriteria yakni dari famili Thymelaeceae dari spesies Phaleria macrocarpa dengan nilai indek yakni 66