Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Dayak Tahol
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol

2026•

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam Tari Sumazau Suku Dayak Tahol, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada Tari Sumazau Suku Dayak Tahol dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pembina, dua penari Sanggar Tari Ansilulum dan tiga siswa SMPN 1 Lumbis. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika khususnya pada gerakan dan pola lantai Tari Sumazau Suku Dayak Tahol berupa konsep sudut, garis sejajar, garis lurus dan bangun datar jajar genjang, translasi, refleksi, dan lingkaran. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPN 1 Lumbis yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari Sumazau digunakan dalam pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PRINSIP KEADILAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERKELAHIAN MELALUI HUKUM ADAT DAYAK TAHOL DI KECAMATAN MALINAU KOTA

2026•

ABSTRAK ANALISIS PRINSIP KEADILAN DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERKELAHIAN MELALUI HUKUM ADAT DAYAK TAHOL DI KECAMATAN MALINAU KOTA Jemmi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip keadilan dalam penyelesaian perkara perkelahian melalui hukum adat Dayak Tahol di Kecamatan Malinau Kota. Hukum adat sebagai bagian dari sistem hukum yang hidup dalam masyarakat (living law) mengandung norma dan mekanisme penyelesaian sengketa yang khas dan berbeda dengan sistem hukum positif negara. Dalam konteks ini, penyelesaian perkara perkelahian menurut hukum adat Dayak Tahol menjadi menarik untuk ditelaah dari sudut pandang prinsip keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Pendekatan perundang-undangan digunakan untuk mengkaji relevansi dan pengakuan hukum adat dalam sistem hukum nasional, terutama dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan pengakuan masyarakat hukum adat. Sementara itu, pendekatan konseptual digunakan untuk membahas prinsip keadilan dalam perspektif hukum, khususnya keadilan restoratif, serta penerapannya dalam konteks hukum adat. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelesaian perkara perkelahian dalam hukum adat Dayak Tahol didasarkan pada nilai-nilai musyawarah, keseimbangan sosial, dan pemulihan hubungan antara pihak yang bersengketa. Prinsip keadilan yang digunakan tidak bersifat retributif, melainkan lebih menekankan pada keadilan restoratif yang bertujuan mengembalikan harmoni dalam masyarakat. Dengan demikian, hukum adat Dayak Tahol mengandung nilai-nilai keadilan yang substansial dan relevan dengan perkembangan pemikiran hukum modern.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK NOVIA PUTRI SARI, 2025 Analisis Makna Simbol Tarian Lalatip Suku Dayak Tahol Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Rita Kumala Sari, M.Pd.). Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis makna simbol dalam tarian Lalatip yang merupakan warisan budaya dari Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tarian ini mengandung berbagai tanda simbolik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap makna yang terkandung didalam tarian Lalatip, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan pelestarian budaya lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam tarian Lalatip memiliki makna simbolis yang mendalam, seperti simbol yang terdapat pada tarian Lalatip, yaitu alat musik gong dimaknai sebagai kekuatan leluhur, pakaian dengan motif manik-manik dimaknai sebagai persatuan dan estetika tradisional, sedangkan gerakan tari yang lincah dimaknai sebagai ketangkasan prajurit dalam menghadapi ancaman. Jumlah data yang dianalisis pada taria Lalatip, yaitu meliputi alat musik gong besar, gong sedang, gong kecil sebanyak 3 data, pakaian penari pria baju pupulut dan abagh sebanyak 2 data, pakaian penari wanita baju linantian dan rok linantian sebanyak 2 data, aksesoris penari laki-laki memiliki 5 data yaitu tupi susunduk, rarangkol/jangkol, holong sulou, papakol nulongon, papakol nukalayon, aksesoris penari wanita memiliki 7 data, yaitu salupai, inting-inting, Sulampoi, holong sulou, pipirot ringgit, pipirot sungkayon, batik nu popok, properti memiliki 7 data yaitu taut lalatip, perisai, mandau, sapuk, pingulu nu sapuk, papakol nu mato, tuntung nu agung dan gerakan tari memiliki 10 data. Keseluruhan data yang didapatkan pada penelitian ini adalah 36 data, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan baru bagi pembaca mengenai pentingnya menjaga dan memahami simbolisme dalam seni tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kata Sapaan Suku Dayak Tahol Di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan

2024•

KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol. Kata Kunci: Kata Sapaan, Suku Dayak Tahol. KATA SAPAAN SUKU DAYAK TAHOL DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KEBUPATEN NUNUKAN Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahasa daerah khususnya kata sapaan suku Dayak Tahol. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk kata sapaan hubungan keluarga, kata sapaan menurut jenis kelamin, kata sapaan berdasarkan usia, dan kata sapaan menurut kedudukannya. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, teknik observasi, simak, cakap, wawancara. Teknik analisis data yaitu menerjemahkan sapaan tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian Kata Sapaan Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan ini yaitu menunjukkan bahwa ada beberapa bentuk kata sapaan menurut (1) hubungan keluarga contohnya anak dengan saudara-saudara dari ayah atau ibu, (2) menurut jenis kelamin berupa kata sapaan untuk laki-laki (Ama) dan untuk perempuan (Ina), (3) menurut usia contohnya Aka (orang yang dianggap lebih tua,/kakak), (4) menurut kedudukannya Ama (bapak) sebagai kepala keluarga, dan Abuk (anak) sebagai anggota keluarga. Fungsi dari sapaan dalam bentuk kata sapaan dalam bahasa Dayak Tahol menurut hubungan keluarga, jenis kelamin, usia, dan kedudukan harus mengikuti pola sapaan di masyarakat Dayak Tahol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN BOOKLET JENIS TUMBUHAN OBAT SUKU DAYAK TAHOL BAGI MASYARAKAT LUMBIS HULU DI KECAMATAN LUMBIS HULU KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Booklet Jenis Tumbuhan Obat Suku Dayak Tahol bagi Masyarakat Lumbis Hulu di Kecamatan Lumbis Hulu Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Develoment (R&D) dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall (1983) terdiri dari 10 tahapan yaitu: 1) Penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Perencenaan, 3) Pengembangan format produk awal, 4) Uji lapangan awal, 5) Revisi produk utama, 6) Uji lapangan utama, 7) Revisi produk oprasional, 8) Uji lapangan oprasional 9) Revisi produk akhir, 10) Desiminasi dan Implementasi. Akan tetapi, pada pengembangan ini hanya dilakukan sampai pada tahap ke tujuh (7) yaitu revisi produk oprasional kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produk akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 45 jenis tumbuhan yang digunakan oleh suku Dayak Tahol sebagai obat dan tumbuhan tersebut terbagi dalam 31 famili. Dari 31 famili yang digunakan sebagai obat, tumbuhan zingiberaceae yang paling banyak digunakan. Selain itu diketahui bahwa generasi muda suku Dayak Tahol memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat lebih sedikit dibandingkan dengan pengetahuan generasi tua, oleh sebab itu dilakukan pembuatan booklet. Selanjutnya dilakukan validasi terhadap ahli materi dan ahli media. Hasil ahli materi mendapatkan presentase kelayakan 86,67% dengan kriteria sangat layak, ahli media mendapatkan nilai presentase kelayakan 87,5% dengan kriteria sangat layak. Pada uji lapangan awal mendapatkan nilai presentase kelayakan 99,44% dengan kriteria sangat layak sedangkan pada uji lapangan utama mendapatkan nilai presentase kelayakan sebesar 99,67% dengan kriteria sangat layak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail