ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus SGP) Penelitian ini menganalisis bentuk pertanggungjawaban orang tua atas perbuatan anak yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial serta bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum yang menjadi sasaran penyebaran ujaran kebencian, dengan studi kasus SGP. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti terlibat dalam perbuatan tersebut, yaitu dengan menyuruh melakukan, turut serta, menggerakkan, atau membantu sebagaimana diatur dalam Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dan keterlibatan itu harus dibuktikan melalui proses peradilan. Pertanggungjawaban tersebut dibebankan karena perbuatan dan kesalahan orang tua sendiri, bukan semata-mata karena kedudukannya sebagai orang tua (vicarious liability), sebab Pasal 37 huruf b mensyaratkan adanya ketentuan undang-undang yang tegas. Anak yang belum berusia 12 tahun tidak dapat dipidana. Perlindungan hukum terhadap anak dilakukan secara preventif melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; secara represif melalui perlindungan khusus, kerahasiaan identitas, diversi, dan keadilan restoratif; serta melalui pemulihan, termasuk hak penghapusan informasi elektronik. Penanganan kasus harus tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dan mencegah kerugian lanjutan akibat penyebaran konten secara luas di media sosial. Kata kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Ujaran Kebencian, Media Sosial, Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban pidana terhadapa orang tua kandung yang membawa atau menahan anak dari pihak yang secara hukum telah ditetapkan sebagai pemegang hak asuh. Persoalan ini muncul karena sengketa hak asuh setelah perceraian tidak selalu diselesaikan melalui mekanisme perdata, terutama ketika salah satu orang tua menolak menyerahkan anak kepada pihak yang berhak berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Penelitain ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum orang tua kandung yang tidak memperoleh hak asuh seta bentuk pertanggungjawaban pidana atas tindakan membawa, menguasai atau menahan anak secara melawan hukum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitain hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum dikumpulkann melalui studi kepustakan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, jurnal, serta sumber hukum lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua kandung yang tidak memegang hak asuh tetap memiliki hak untuk menjalin hubungan, berkomunikasi, menberikan kasih sayang, serta menjalankan kewajiban nafkah dan pemeliharaan terhadpa anak. Namun, hak tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menguasai anak secar sepihak atau mengahalangi pelaksanaan hak asuh pihak yang sah. Orang tua kandung yang membawa atau menahan anak dari pemegang hak asuh yang dapat diminta pertanggungjawaban pidana pasal 330 KUHP dan pasal 452 Undang-undang Nomor 1 tahun 2023. Penerapan hukum pidana dalam perkara ini ditempatkan sebagai upaya terakhir setelah mekanisme perdata tidak mampu menjamin pelaksanaan putusan pengadilan dan perlindungan terhadapa kepentingan terbaik anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar oleh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan kesehatan. Pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat ini perlu ditanamkan sejak usia sekolah, karena pada tahap ini anak berada pada fase perkembangan yang penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Keberhasilan pada penerapan PHBS pada anak tidak terlepas dari peran orang tua sebagai pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Desa Tanah Kuning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa dan orang tua siswa kelas VI SDN 004 dan SDN 002 Tanjung Palas Timur, namun responden yang memenuhi kriteria dan berpartisipasi dalam penelitian sebanyak 95 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian bahwa peran orang tua terdistribusi pada kategori sangat tinggi sebanyak 33,7% (32) responden, rendah sebanyak 33,7% (32) responden, kategori tinggi sebanyak 30,5% (29) responden, dan kategori sangat rendah sebanyak 2,15 (2) responden. Pada hasil penelitian PHBS anak di sekolah mayoritas kategori cukup sebanyak 72,6% (69) responden, kategori baik sebanyak 27,4% (26) responden. Kesimpulan Gambaran peran orang tua dalam pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator masih bervariasi. Pada hasil Gambaran PHBS pada anak sekolah dasar secara umum berada pada kategori cukup, sehingga masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Faisal Basri, 2026. Survey Pola Asuh Permisif Orang Tua pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya pengasuhan permisif yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan lima indikator pola asuh permisif: kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, selalu menuruti keinginan anak, dan kurangnya disiplin. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, skor rata-rata, dan kategorisasi interval skor. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh permisif secara umum dikategorikan sangat tinggi. Indikator yang paling dominan adalah selalu menuruti keinginan anak, diikuti oleh kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, dan kurangnya disiplin, yang mengindikasikan kebebasan yang tinggi dan kontrol orang tua yang relatif rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Faisal Basri, 2026. Survey Pola Asuh Permisif Orang Tua pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya pengasuhan permisif yang dialami oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, dengan sampel sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan lima indikator pola asuh permisif: kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, selalu menuruti keinginan anak, dan kurangnya disiplin. Instrumen tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, skor rata-rata, dan kategorisasi interval skor. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh permisif secara umum dikategorikan sangat tinggi. Indikator yang paling dominan adalah selalu menuruti keinginan anak, diikuti oleh kebebasan tanpa batas, kurangnya pengawasan, kurangnya ketegasan dalam aturan, dan kurangnya disiplin, yang mengindikasikan kebebasan yang tinggi dan kontrol orang tua yang relatif rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perlindungan Hukum Terhadap Guru Yang Berkonflik Dengan Orang Tua Siswa Akibat Tindakannya Saat Menjalankan Profesi Mengajar WARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan terhadap guru dalam perundang-undangan di Indonesia serta bentuk perlindungan hukum terhadap guru yang memberikan tindakan disiplin kepada siswa dalam konteks menjalankan profesinya. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik, namun sering kali menghadapi konflik dengan orang tua siswa yang menilai tindakan pendisiplinan sebagai pelanggaran hukum. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan perlindungan hukum yang jelas dan seimbang antara hak guru dan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XV/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap guru telah diatur secara hierarkis mulai dari UUD 1945 Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 31 ayat (3) sebagai dasar konstitusional, kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Putusan MK menegaskan bahwa tindakan disiplin yang dilakukan guru secara proporsional dan mendidik tidak termasuk kategori kekerasan terhadap anak. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dan pemerintah daerah menyusun peraturan pelaksana yang lebih spesifik mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi guru, termasuk pembentukan lembaga advokasi profesi guru di setiap daerah. Selain itu, diperlukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan orang tua siswa agar tercipta pemahaman yang seimbang antara hak anak dan kewenangan pendidik dalam menegakkan disiplin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Abu, Ahmadi. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta. Adriansah & Supardi. 2022. Statistika Ekonomi 1. Widina Bhakti Persada Bandung. Alam, Abdi Fiptar. 2020. Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Perhatian Orang Tua Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Barru. Volume 7 Nomor 1. Jurnal Bimbingan Konseling. STKIP Muhammadiyah Barru. Aprida pane. dkk. 2017. Belajar dan Pembelajaran. FITRAH Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 03 No. 2. Aruan, Prima, Bangun, dkk. 2021. Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA N 1 Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai. Volume 4, Nomor 2. Jurnal Pendidikan Religius. Universitas Darma Agung Medan. Azizah, Nurul Syafira, dkk. 2022. Pengaruh Penerapan Absensi Fingerprint Terhadap Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara pada Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekreteriat Kota Bandar Lampung. Vol. 2, No. 1. Universitas Teknokrat Indonesia. B.P Sitepu. 2012. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Baharuddin. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Fathurrohman, Taufik Muhammad. 2017. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Yogyakarta. Febrini Deni, 2017. Psikologi pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka pelajar Fernando, Yusra, dkk. 2022. Pengaruh Faktor Psikologis dan Sosiologis Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Mobil. Vol. 2, No. 1. Universitas Teknokrat Indonesia. Fitriano, Andre, dkk. 2020. Pengaruh Komunikasi, Kompetensi dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Suriatama Mitra Perwira Medan. Vol. 6, No. 2. Jurnal Manajemen. Universitar Prima Indonesia. Hasugian, S. S. 2020. Pengaruh Strategi Pembelajaran Afektif Terhadap Moral Siswa Kelas Viii Di Smp Negeri 4 Laguboti Kabupaten Toba Samosir Tahun Pembelajaran 2019/2020. Areopagus: Jurnal Pendidikan Dan Teologi Kristen, 18(2), 28-38. Hasugian, Solihin Buyung & Batoebara, Ulfa Maria. 2021. Peran Orang Tua dalam Komunikasi Pembelajaran Daring. Volume 15, Nomor 1. Universitas Dharmawangsa. Hidayati, Nurul. 2018. Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Universitas Borneo Tarakan. Kamil, Haikal, Rizki Muhammad. 2024. Pengaruh Statistik Inferensial dalam Pengambilan Keputusan Investasi. Vol. 3. No. 2. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Kurniawan, Agus Dwi, dkk. 2021. Karakter Peduli Sosial : Komparasi Modul Elektronik dan Paper Kearifan Lokal Ngubat Padi di Sekolah Dasar. Vol. 4. Universitas Jambi. Makbul, M. 2021. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian. Universitas Islam Negeri. Manalu, Manogar, dkk. 2021. Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI SMA N 1 Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai. Volume 4, Nomor 2. Jurnal Pendidikan Religius. Universitas Darma Agung Medan. Markur, Said. 2024. Praktir Belajar Metodologi Penelitian Bidang Psikologi Pendidikan dan Ilmu Pendidikan (Buku Ajar Mata Kuliah). PT. Indragiri Dot Com. Mulyani, Lili, dkk. 2021. Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri anak Usia Dini. Vol. 8, No. 1. Jurnal Pendidikan Islam. Nisa, Auliatun Wafda. 2022. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik di SDIT AL-Amanah Jakarta Utara. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Nurfadhillah, Septy, dkk. 2021. Peranan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD Negeri Kohod III. Volume 3, Nomor 2. Jurnal Pendidikan dan Ilmu sosial. Universitas Muhammadiyah Tangerang. Oktavianti, Roswita & Fernaldo. 2020. Pengaruh Daya Tarik Iklan E-commerce Terhadap Brand Trust Konsumen (Survei Terhadap Penonton Iklan Tokopedia Mulai Aja Dulu di Youtube). Vol. 4, No. 2. Fakultas Ilmu Komunikasi Tarumanagara. Putra, Trisna Michael, dkk. 2024. Pengaruh Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Budaya Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Volume 13 Nomor 1. Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. Universitas Merdeka Madiun. Rosyid, M. Z. 2020. Prestasi Belajar Edisi 2 (Rofiqi (ed.); 2nd ed.). Literasi Nusantara. Semiyem & Andriyani Dewi. 2022. Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Metode Resitasi pada Pelajaran Matematika. Vol 8, Nomor 3. Jurnal Pendidikan ke-SD-an. SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Setiawati, Eka. 2018. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi PAI Siswa SMPN 5 Metro Selatan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Solimun, dkk. 2022. Rancangan Pengukuran Variabel Angket dan Kuesioner ( Pemanfaatan R). UB Press. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta. Sundari, Rima. 2020. Pengaruh Audit Internal dan Pengendalian Internal Terhadap Pencegahan Kecurangan ( Fraud) di Pt Perkebunan Nusantara VIII. Volume 1, Nomor 2. Politeknik Pos Indonesia. Suryabrata, Sumadi. 2018. Psikologi pendidikan. Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada. Suryani, Lely, dkk. 2020. Pengaruh Iklim Kerja dan Kualitas Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Vol 4, No 4. Jurnal Basicedu. Universitas Pahlawan. Sutisna, Icam. 2020. Teknik Analisi Data Kuantitatif. Universitas Negeri Gorontalo. Tohirin. 2011. Metode Penelitian Kualtatif dalam bimbingan dan konseling. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Tu’u, T. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo. Purwanto. 2016. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Zindiari, Khasinah Riffat. 2020. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV SD Negeri 35 Kota Bengkulu. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak dalam meningkatkan motivasi belajar anak di Kelurahan Pantai Amal Baru. Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang membantu pekerjaan orang tua sebagai pengikat rumput laut sepulang sekolah sehingga berpotensi memengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi diadik antara orang tua dan anak berlangsung melalui komunikasi interpersonal yang ditandai dengan pemberian nasihat, motivasi, perhatian, dan pengawasan terhadap kegiatan belajar anak. Orang tua berupaya memberikan dukungan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu dan pendidikan. Namun, keterlibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua menyebabkan waktu belajar menjadi terbatas dan memengaruhi konsentrasi belajar anak. Selain itu, faktor ekonomi keluarga dan tingkat pendidikan orang tua juga memengaruhi efektivitas komunikasi dalam memotivasi belajar anak. Secara umum, komunikasi diadik yang terjalin antara orang tua dan anak cukup baik dan berperan penting dalam membangun motivasi belajar anak di lingkungan keluarga
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilakukan dalam rangka menganalisis hubungan motivasi belajar serta perhatian orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Tarakan. Metode yang diterapkan ialah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian ex post facto. Seluruh peserta didik kelas VIII dijadikan sebagai populasi penelitian, sedangkan penentuan sampel memakai teknik sampel jenuh sehingga semua anggota populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner guna mengetahui tingkat motivasi belajar dan perhatian orang tua, sementara data mengenai hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Sebelum dipakai dalam penelitian, instrumen diuji terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank berbantuan aplikasi SPSS v.27. Berdasarkan hasil pengujian, motivasi belajar tidak memperlihatkan hubungan yang berarti terhadap pencapaian belajar matematika siswa karena nilai signifikansi berada di atas taraf kesalahan yang ditetapkan, yaitu 0,075 > 0,05. Hal serupa juga ditemukan pada variabel perhatian orang tua yang tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan hasil belajar matematika siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,188 > 0,05. Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pada penelitian ini motivasi belajar maupun perhatian orang tua belum menjadi faktor yang berhubungan secara nyata dengan hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menelaah faktor-faktor lain yang diduga lebih berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. This study was conducted to analyse the relationship between learning motivation and parental attention towards the mathematics learning outcomes of Year 8 students at State Junior High School 6 Tarakan. The method applied was a quantitative approach using an ex post facto research design. All Year 8 students were included as the study population, whilst the sample was determined using a saturated sampling technique, meaning that all members of the population were used as the research sample. Data were collected through the distribution of questionnaires to determine the level of learning motivation and parental attention, whilst data regarding mathematics learning outcomes were obtained through documentation of students' marks. Before being used in the study, the instruments were tested to determine their validity and reliability. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test with the aid of SPSS v.27. Based on the test results, learning motivation did not show a significant relationship with students' mathematics learning achievement because the significance value was above the set error level, namely 0.075>0.05. A similar finding was observed for the parental attention variable, which did not show a significant relationship with students' mathematics learning outcomes, as indicated by a significance value of 0.188 > 0.05. These results showed that, in this study, neither learning motivation nor parental attention has emerged as a factor with a clear association with students' mathematics learning outcomes. Consequently, further research is required to examine other factors that are suspected to have a greater influence on students' learning success.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan isu kesehatan reproduksi serius pada remaja, khususnya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang menunjukkan peningkatan kasus signifikan terutama di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Kurangnya peran orang tua dalam memberikan bimbingan dan pengawasan terkait edukasi seksualitas menjadi faktor risiko utama yang membuat remaja rentan terhadap perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua sebagai pembimbing, motivator, pengawas, dan teman dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri, berdasarkan teori tentang pentingnya pengasuhan dalam membentuk sikap dan tindakan kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik observasional, melibatkan 89 responden remaja putri kelas X dan XI SMA Negeri 1 Tarakan, yang dipilih melalui teknik proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner peran orang tua dan perilaku pencegahan infeksi menular seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual, dengan nilai p = 0,007 (p 0,05). Sehingga, disimpulkan bahwa peran orang tua berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan IMS pada remaja putri di SMA Negeri 1 Tarakan. Peneliti merekomendasikan adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan puskesmas untuk mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying merupakan perilaku negatif dalam bentuk penekanan secara fisik maupun mental dari individu yang lebih kuat pada pihak individu yang lemah dan perilaku ini dilakukan secara berulang. Penerapan pola asuh yang tepat oleh orang tua dengan pemahaman akan konsep dari jenis pola asuh yang ada seperti, demokratis, otoriter, permitif sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Beberapa penelitian konsisten mendukung temuan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku bullying anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying anak usia sekolah di wilayah perbatasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 113 siswa kelas 4,5, dan 6 SDN 001 Sebatik Tengah yang di tentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Parental Authority Questionnaire Revised (PAQ-R) dan Olwes Bullying/Victim Questionnaire Revised (OBVQ-R). Analisis data menggunakan uji spearman rank. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap perilaku bullying anak usia sekolah di wilayah perbatasan dengan tingkat keeratan yang kuat sebanyak – 0.633 dan p-value <0,05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa pola asuh orang tua memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku bullying pada anak usia sekolah di wilayah perbatasan. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang lain dalam perilaku bullying.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembagan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, stimulasi tumbuh kembang pada bayi penting dilakukan lebih awal antara lain dengan melakukan pijat bayi kare pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada permukaan kulit, pijat bayi dapat membuat bayi rileks, menjalani rasa kasih sayang antara orang tua. Memahami pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi sangat penting dalam membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang pijat bayi, dengan pengetahuan yang lebih baik , orang tua dapat merasakan manfaat pijat bayi secara optimal dan memberikan perawatan lebih baik untuk perkembagan bayi mereka. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian berjuadul Gambaran Pengetahuan Orang Tua Bayi Terhadap Pijat Bayi lakukan di little nemo baby spa Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross secionel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap pijat bayi di little nemo baby spa. Pengumpulan data pengetahuan orang tua di little nemo baby spa di kumpulkan dengan menggunaan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh orang tua yang telah melakukan pijat bayi di little nemo baby spa dengan sampel sebanyak 59 responsen. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling, Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan mengunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan orang tua terdapat pijat bayi dengan nilai P-value = 0,00 Kata kunci : Pengetahuan Orang Tua, Pijat Bayi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak merupakan suatu amanah dan titipan Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita rawat, jaga serta lindungi agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang berguna untuk menjaga masa depan bangsa. Perlindungan hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk berfungsinya norma-norma hukum sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, pada dasarnya anak-anak harus mendapat perlindungan atas hak-hak mereka agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar dan berkesinambungan. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan adalah perlindungan preventif dan perlindungan represif Pertanggung jawaban pidana terhadap pelaku penelantaran anak harus ditegakkan dengan tujuan untuk mengurangi maraknya kasus penelantaran anak dan ringannya sanksi bagi penelantaran anak menjadi penyebab banyak terjadinya kasus penelantaran anak. Penanganan secara khusus harus diberikan kepada anak, tetapi tidak semua orang tua tulus menerima, merawat anak dan memberikan kasih sayang. Ayah sebagai orang tua kandung terkadang tidak memperhatikan kebutuhan anak atau kurangnya perhatian dan kasih sayang ayah kepada anaknya pasca adanya perceraian. Padahal ayah bertanggungjawab dalam memberikan nafkah, rasa aman dan nyaman serta perhatian penuh untuk mewujudkan harga diri atau mengaktualisasikan diri terhadap anak. Hal ini menyebabkan masih banyaknya kasus orang tua yang menelantarkan anak. Adapun metode penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang ditujukan untuk menemukan dan merumuskan argumentasi hukum, melalui analisis terhadap pokok permasalahan. Teknik pengumpulan bahan hukumnya dilakukan dengan studi kepustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, yaitu dengan menelaah aturan hukum yang berlaku terkait perlindungan hukum pidana terhadap anak yang diterlantarkan oleh orang tuanya khususnya oleh ayah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERANAN ORANG TUA SEBAGAI NELAYAN RUMPUT LAUT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan orang tua sebagai nelayan rumput laut terhadap prestasi belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang yang terdiri dari 2 siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan, 2 orang tua siswa, 1 kakak dari siswa , dan 1 orang guru. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kemudian menarik kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, triangulasi metode dan member-chek.. Adapun temuan dalam penelitian ini yaitu orang tua telah menerapkan peranannya dirumah dengan memberikan perhatian pada pendidikan anak, mengontrol belajar dirumah dengan membuat jadwal belajar, serta memberikan fasilitas yang memadai sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar anak. selain itu terdapat temuan unik dalam penelitian ini yaitu peran orang tua dalam mendampingi belajar anak digantikan oleh kakak dari subjek A. Selanjutnya subjek M memiliki inisiatif belajar mandiri dirumah setiap malam, tanpa adanya perintah dari orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengatasi kesulitan yang dialami siswa saat belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas IV-C SDN 050 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas IV-C, enam orang siswa, dan enam orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan menggunakan model Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh peran guru dan orang tua bahwa guru kelas IV-C telah berupaya dalam mengatasi kesulitan belajar melalui peran guru sebagai; (1) peran guru sebagai pembimbing, guru kelas IV-C telah mampu membimbing siswa dengan mengenal kesulitan yang dialami. (2) Peran guru sebagai fasilitator, guru kelas IV-C telah menyediakan fasilitas untuk siswa dalam mengatasi kesulitan belajar seperti buku paket tema, proyektor, laptop, speaker, mikrofon dan peta pikiran. (3) peran guru sebagai motivator, guru kelas IV-C telah memberikan penguatan berupa motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. (4) peran guru sebagai evaluator, guru kelas IV-C telah melakukan evaluasi dengan memberikan tes kepada siswa lalu dikoreksi sehingga dapat mengetahui siswa yang mendapatkan hasil belajar rendah dan guru kelas menindaklanjuti hasil belajar siswa. Hasil penelitian terkait peran orang tua bahwa diperoleh hasil orang tua kategori hasil belajar tinggi telah menjalankan perannya dengan baik sedangkan orang tua hasil belajar sedang belum menjalankan perannya secara maksimal. Adapun peran orang tua; (1) memberikan suasana yang menyenangkan. (2) mendampingi anak belajar. (3) Membimbing dan Menasehati anak. (4) Berkomunikasi dengan guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui perhatian orang tua dalam hal minat belajar dan hasil pembelajaran, (2) untuk mengetahui minat belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 11 tarakan, (3) untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan, (4) untuk mengetahui hubungan antara perhatian orang tua dan minat belajar siswa terhadap hasil pembelajaran siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan yang berjumlah 81 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Validitas instrumen dilakukan dengan validitas konstruk. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen lembar angket untuk mengukur perhatian orang tua dan minat belajar dan dokumentasi untuk mengumpulkan data hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data dan uji prasyarat dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) perhatian orang tua berdasarkan tabel frekuensi berada pada kategori tinggi dengan mean atau rata-rata 72,58, (2) minat belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan berdasarkan tabel frekuensi berada pada kategori tinggi dengan mean atau rata-rata 72, 93. (2) Hasil pembelajaran siswa berdasarkan tabel frekuensi berada pada kategori kurang dengan mean atau rata-rata 45,00. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara perhatian orang tua dan minat belajar siswa terhadap hasil pembelajaran siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan dengan taraf signifikansi 5% diperoleh rhitung lebih besar daripada rtabel (0,439 > 0.22).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca permulaan merupakan bentuk kemampuan siswa dalam mengenal huruf abjad, suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dan guru terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 026 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 26 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan kelas II-b yang menjadi partisipan mengikuti tes kemampuan membaca permulaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa teknik analisis data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa dari tahapan membaca permulaan mendapatkan hasil kemampuan siswa membaca, terdapat lima tahapan membaca permulaan diantaranya mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, kelancaran membaca, dan membaca pemahaman. Pada tahap mengenal huruf terdapat 23 siswa yang tuntas dalam tahap mengenal huruf, dan terdapat 3 siswa yang tidak tuntas dalam tahap mengenal huruf tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa sulit mengenal huruf, siswa masih ada yang belum dapat membaca suku kata, kata, dan belum mampu membaca kalimat sederhana. Siswa juga belum dapat membedakan huruf yang mirip, melakukan kesalahan dalam membaca seperti menghilangkan kata, menambah kata, dan mengganti kata. Mengetahui kurangnya kemampuan siswa dalam membaca, peneliti memperoleh informasi langsung dari siswa bahwa hanya 6 siswa yang sudah lancar membaca dan dapat memahami isi bacaan dengan baik dan 20 siswa masih kurang kemampuan membacanya. Selain itu peran orang tua dan guru juga dapat mempengaruhi proses perkembangan belajar kemampuan membaca anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit berbahaya dan bahkan cenderung dapat menjadi epidemi serta pandemi. penyebaran dari penyakit yang satu ini dapat dengan mudah menular melalui droplet atau cairan yang dihasilkan dari batuk dan bersin. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menggunakan desain cross sectional yaitu variabel bebas dan terikat pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam satu waktu yang bersamaan. Hasil penelitian Berdasarkan Gambaran Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia 5-13 Tahun di Puskesmas Sebengkok, Ibu yang berpengetahuan baik sebanyak 41 responden dan yang pengetahuan cukup sebanyak 6 responden. Hasil penelitan Gambaran pengetahuan orang tua dengan kejadian ISPA berdasarkan karakteristik responden di Puskesmas Sebengkok mayoritas orang tua berada pada usia rentan 20-35 tahun memiliki pengetahuan baik sebanyak 13 (54.1%), dengan Pendidikan SMA memiliki pengetahuan cukup sebanyak 8 (20.8%), dan status pekerjaan tidak bekerja dengan pengetahuan cukup sebanyak 14 (58.3%) responden. Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih aktif dalam mencari informasi mengenai pengetahuan tentang ISPA pada anak usia 5-13 tahun dikalangan masyarakat khususnya orang tua.