ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena anak putus sekolah yang masih menjadi permasalahan sosial di daerah pesisir. Di Kelurahan Selumit Pantai, fenomena anak putus sekolah masih tinggi yang disebabkan oleh faktor ekonomi, perundungan di sekolah, dan minimnya bimbingan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan karakter kemandirian anak putus sekolah di Kelurahan Selumit Pantai. Anak-anak yang berhenti sekolah cenderung memiliki keterbatasan dalam pengembangan karakter, khususnya dalam aspek kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari dua anak putus sekolah dan dua orang tua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi, serta observasi sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan kemandirian anak meliputi tiga aspek utama: kemandirian emosional, kemandirian perilaku, dan kemandirian nilai. Meskipun terdapat usaha dari orang tua dalam memberikan dukungan emosional dan sosial, tingkat kemandirian anak masih terbatas, khususnya dalam hal pengambilan keputusan dan emosional. Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua menjadi kendala utama. Maka, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat penting dalam membentuk karakter mandiri anak putus sekolah. Sehingga perlu memberikan edukasi dan pelatihan kepada orang tua di daerah rawan putus sekolah. Program pemberdayaan keluarga, konseling keluarga, serta pelibatan komunitas perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kemandirian anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca permulaan merupakan bentuk kemampuan siswa dalam mengenal huruf abjad, suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dan guru terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II di SDN 026 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 26 siswa, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan kelas II-b yang menjadi partisipan mengikuti tes kemampuan membaca permulaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa teknik analisis data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa dari tahapan membaca permulaan mendapatkan hasil kemampuan siswa membaca, terdapat lima tahapan membaca permulaan diantaranya mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, kelancaran membaca, dan membaca pemahaman. Pada tahap mengenal huruf terdapat 23 siswa yang tuntas dalam tahap mengenal huruf, dan terdapat 3 siswa yang tidak tuntas dalam tahap mengenal huruf tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa sulit mengenal huruf, siswa masih ada yang belum dapat membaca suku kata, kata, dan belum mampu membaca kalimat sederhana. Siswa juga belum dapat membedakan huruf yang mirip, melakukan kesalahan dalam membaca seperti menghilangkan kata, menambah kata, dan mengganti kata. Mengetahui kurangnya kemampuan siswa dalam membaca, peneliti memperoleh informasi langsung dari siswa bahwa hanya 6 siswa yang sudah lancar membaca dan dapat memahami isi bacaan dengan baik dan 20 siswa masih kurang kemampuan membacanya. Selain itu peran orang tua dan guru juga dapat mempengaruhi proses perkembangan belajar kemampuan membaca anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini berfokus pada analisis peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah dan faktor penghambat dari orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 034 Tarakan. Informan penelitian adalah guru wali kelas, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa orang tua siswa di SD Negeri 034 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai motivator, dengan pemberian motivasi kepada anak berupa nasehat positif dan dorongan semangat, memberikan hadiah ketika anak semangat dalam belajar serta mengingatkan anak belajar dan mengerjakan tugas sekolah. (2) sebagai fasilitator, dengan mempersiapkan seluruh perangkat peralatan belajar yang dibutuhkan anak dalam belajar, menyiapkan bekal anak saat sekolah dan menciptakan atmosfer belajar bagi anak. Adapun faktor penghambat dari peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah diantaranya adalah latar belakang pendidikan orang tua, jenis pekerjaan orang tua, minat anak yang terkadang susah untuk diajak belajar dan kondisi ekonomi orang tua yang kurang mendukung. Namun orang tua selalu berusaha untuk tetap memberikan pendampingan belajar secara maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua dari siswa kelas III-A SD Negeri 034 Tarakan telah melaksanakan perannya dalam mendampingi anak belajar di rumah sebagai motivator dan fasilitator. Walau tidak dipungkiri masih terdapat kendala dalam melaksanakan perannya secara maksimal terutama untuk menyediakan fasilitas belajar, khususnya bagi orang tua yang memiliki ekonomi menengah ke bawah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SISWA KELAS IV SDIT IBNU ABBAS TARAKAN Abstrak Pada masa pandemi COVID-19 pembelajaran tidak lagi dilakukan secara tatap muka melainkan pembelajaran dilakukan secara BDR (Belajar dari Rumah), oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar dari rumah. Namun pada masa pandemi ini pembelajaran belum terlaksana maksimal diakibatkan kurangnya orang tua mendampingi anak belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak peran orang tua terhadap anak dalam mendampingi pembelajaran anak dari rumah pada siswa kelas IV SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Instrumen penelitian ini adalah wali kelas IV, orang tua siswa, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini tentang peran orang tua dalam mendampingi anak belajar dari rumah dapat disimpulkan bahwa orang tua telah melaksanakan perannya dalam pembelajaran daring dari rumah dibuktikan hasil wawancara dan observasi yaitu orang tua telah membimbing serta mendampingi anak belajar dirumah mendidik yang efektif, orang tua memberikan fasilitas penunjang pembelajaran yang disediakan orang tua berkaitan perangkat elektronik seperti HP dan kouta internet, orang tua memberikan semangat serta motivasi, orang tua sebagai director dengan mengarahkan dan membimbing anak ketika belajar terhadap instruksi yang diberikan guru dapat dipahami dan dikerjakan.