2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.
2026 · Book ·
Perlindungan Hukum Terhadap Guru Yang Berkonflik Dengan Orang Tua Siswa Akibat Tindakannya Saat Menjalankan Profesi Mengajar WARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan terhadap guru dalam perundang-undangan di Indonesia serta bentuk perlindungan hukum terhadap guru yang memberikan tindakan disiplin kepada siswa dalam konteks menjalankan profesinya. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik, namun sering kali menghadapi konflik dengan orang tua siswa yang menilai tindakan pendisiplinan sebagai pelanggaran hukum. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan perlindungan hukum yang jelas dan seimbang antara hak guru dan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XV/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap guru telah diatur secara hierarkis mulai dari UUD 1945 Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 31 ayat (3) sebagai dasar konstitusional, kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Putusan MK menegaskan bahwa tindakan disiplin yang dilakukan guru secara proporsional dan mendidik tidak termasuk kategori kekerasan terhadap anak. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dan pemerintah daerah menyusun peraturan pelaksana yang lebih spesifik mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi guru, termasuk pembentukan lembaga advokasi profesi guru di setiap daerah. Selain itu, diperlukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan orang tua siswa agar tercipta pemahaman yang seimbang antara hak anak dan kewenangan pendidik dalam menegakkan disiplin.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perlindungan Hukum Terhadap Guru Yang Berkonflik Dengan Orang Tua Siswa Akibat Tindakannya Saat Menjalankan Profesi Mengajar WARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan terhadap guru dalam perundang-undangan di Indonesia serta bentuk perlindungan hukum terhadap guru yang memberikan tindakan disiplin kepada siswa dalam konteks menjalankan profesinya. Guru memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik, namun sering kali menghadapi konflik dengan orang tua siswa yang menilai tindakan pendisiplinan sebagai pelanggaran hukum. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan perlindungan hukum yang jelas dan seimbang antara hak guru dan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui studi terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta putusan pengadilan yang relevan, khususnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XV/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap guru telah diatur secara hierarkis mulai dari UUD 1945 Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 31 ayat (3) sebagai dasar konstitusional, kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Putusan MK menegaskan bahwa tindakan disiplin yang dilakukan guru secara proporsional dan mendidik tidak termasuk kategori kekerasan terhadap anak. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dan pemerintah daerah menyusun peraturan pelaksana yang lebih spesifik mengenai mekanisme perlindungan hukum bagi guru, termasuk pembentukan lembaga advokasi profesi guru di setiap daerah. Selain itu, diperlukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat dan orang tua siswa agar tercipta pemahaman yang seimbang antara hak anak dan kewenangan pendidik dalam menegakkan disiplin.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi tekanan ekonomi makro yang meliputi inflasi, BI Rate, dan nilai tukar Rupiah terhadap investasi saham yang diukur melalui volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mempertimbangkan peran moderasi kapabilitas perusahaan yang diproksikan oleh Return on Assets (ROA) serta teknologi digital yang diukur melalui frekuensi transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan memanfaatkan data panel perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode 2021–2025. Data sekunder diperoleh dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan laporan keuangan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan Model Random Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham, sedangkan BI Rate berpengaruh positif dan nilai tukar Rupiah berpengaruh negatif secara signifikan. Kapabilitas perusahaan (ROA) terbukti memoderasi pengaruh nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, namun tidak memoderasi pengaruh inflasi dan BI Rate secara konsisten. Di sisi lain, teknologi digital berperan sebagai variabel moderasi yang signifikan dalam hubungan antara BI Rate dan nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, yang mengindikasikan bahwa digitalisasi perdagangan memperkuat respons investor terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi tekanan ekonomi makro yang meliputi inflasi, BI Rate, dan nilai tukar Rupiah terhadap investasi saham yang diukur melalui volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mempertimbangkan peran moderasi kapabilitas perusahaan yang diproksikan oleh Return on Assets (ROA) serta teknologi digital yang diukur melalui frekuensi transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan memanfaatkan data panel perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode 2021–2025. Data sekunder diperoleh dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan laporan keuangan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan Model Random Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham, sedangkan BI Rate berpengaruh positif dan nilai tukar Rupiah berpengaruh negatif secara signifikan. Kapabilitas perusahaan (ROA) terbukti memoderasi pengaruh nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, namun tidak memoderasi pengaruh inflasi dan BI Rate secara konsisten. Di sisi lain, teknologi digital berperan sebagai variabel moderasi yang signifikan dalam hubungan antara BI Rate dan nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, yang mengindikasikan bahwa digitalisasi perdagangan memperkuat respons investor terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
2026 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan subjek dalam menyelesaikan soal Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal dan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu 2 subjek dengan tingkat kesulitan tinggi, 2 subjek dengan tingkat kesulitan sedang, dan 1 subjek dengan tingkat kesulitan rendah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tingkat kesulitan tinggi mengalami hambatan menyeluruh, mulai dari memahami maksud soal hingga menerapkan metode penyelesaian yang tepat. Subjek dengan tingkat kesulitan sedang dapat memahami soal dan memulai langkah penyelesaian, tetapi mengalami kesalahan dalam penerapan konsep dan perhitungan sehingga tidak memperoleh hasil akhir yang benar. Sementara itu, subjek dengan tingkat kesulitan rendah mampu memahami konsep, menggunakan metode yang tepat, dan memperoleh hasil yang benar, meskipun terdapat kekurangan dalam kelengkapan penulisan langkah-langkah penyelesaian. Perbedaan antar tingkat kesulitan menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman konsep subjek, semakin lancar pula kemampuan mereka dalam melaksanakan prosedur perhitungan dan mencapai hasil yang benar.
2025 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan subjek dalam menyelesaikan soal Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal dan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu 2 subjek dengan tingkat kesulitan tinggi, 2 subjek dengan tingkat kesulitan sedang, dan 1 subjek dengan tingkat kesulitan rendah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tingkat kesulitan tinggi mengalami hambatan menyeluruh, mulai dari memahami maksud soal hingga menerapkan metode penyelesaian yang tepat. Subjek dengan tingkat kesulitan sedang dapat memahami soal dan memulai langkah penyelesaian, tetapi mengalami kesalahan dalam penerapan konsep dan perhitungan sehingga tidak memperoleh hasil akhir yang benar. Sementara itu, subjek dengan tingkat kesulitan rendah mampu memahami konsep, menggunakan metode yang tepat, dan memperoleh hasil yang benar, meskipun terdapat kekurangan dalam kelengkapan penulisan langkah-langkah penyelesaian. Perbedaan antar tingkat kesulitan menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman konsep subjek, semakin lancar pula kemampuan mereka dalam melaksanakan prosedur perhitungan dan mencapai hasil yang benar.
2025 · Book ·
Disiplin merupakan kunci keberhasilan dan juga kesuksesan, sehingga jika seseorang memiliki perilaku tidak disiplin akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain karena dapat menjauhkan diri dari kesuksesan. Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan memberikan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok Terhadap kedisplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-eksperimental design dengan jenis one group pretest and possttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket, menggunakan indikator kedisiplinan dari sobri (2020) kedisiplinan siswa ditinjau dari 3 aspek yaitu: 1) ketertiban; 2) kemampuan mengendalikan diri; dan 3) kemampuan berkonsentrasi. Populasi penelitian ini adalah 451 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tarakan, dengan menggunakan teknik simple random sampling, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa. Teknik Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 25. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data dengan nilai rata-rata 156,7 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 175,3. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,000 0,05, maka ha diterima dan ho ditolak artinya ada pengaruh bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disiplin merupakan kunci keberhasilan dan juga kesuksesan, sehingga jika seseorang memiliki perilaku tidak disiplin akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain karena dapat menjauhkan diri dari kesuksesan. Salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan memberikan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok Terhadap kedisplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain pre-eksperimental design dengan jenis one group pretest and possttest design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket, menggunakan indikator kedisiplinan dari sobri (2020) kedisiplinan siswa ditinjau dari 3 aspek yaitu: 1) ketertiban; 2) kemampuan mengendalikan diri; dan 3) kemampuan berkonsentrasi. Populasi penelitian ini adalah 451 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tarakan, dengan menggunakan teknik simple random sampling, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 siswa. Teknik Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan software SPSS 25. Hasil penelitian pada saat pemberian pretest pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi dapat dilihat dari hasil analisis data dengan nilai rata-rata 156,7 dan setelah pemberian posttest berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 175,3. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,000 0,05, maka ha diterima dan ho ditolak artinya ada pengaruh bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan siswa di SMA Negeri 2 Tarakan.
2024 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Outdoor Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Frater Don Bosco. Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan design penelitian posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Pemilihan sampel dilakukan secara Purposive sampling yaitu dengan melihat nilai rata-rata ulangan harian biologi. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-B sebagai kelompok kontrol. Data diambil dengan cara memberikan soal essay yang terdiri dari 7 soal. Data dianalis menggunakan uji independent t-test. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikansi 5%, nilai Sig 2-tailed sebesar 0,243 sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran outdoor tidak efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa penghambat seperti sulitnya pengelolaan siswa ketika belajar di luar ruangan, lebih lamanya waktu pembelajaran efektif sehingga menyebabkan konsentrasi siswa menjadi terganggu dikarenakan banyaknya objek luar yang dapat menganggu perhatian siswa. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran outdoor terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.
2024 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efikasi diri siswa kelas VII-I di SMP Negeri 10 Tarakan Kalimantan Utara. Efikasi diri yang diartikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan, berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik dan motivasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada seluruh siswa kelas VII-1. Kuesioner dirancang untuk mengukur berbagai aspek efikasi diri, antara lain kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik, keterampilan manajemen waktu, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Analisis data mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan tingkat efikasi diri sedang hingga tinggi. Siswa dengan efikasi diri yang tinggi menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik dan motivasi belajar yang lebih kuat. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi sekelompok siswa dengan efikasi diri rendah yang memerlukan perhatian khusus dan dukungan tambahan. Kesimpulannya, efikasi diri memegang peranan penting dalam proses pembelajaran siswa kelas VII-I SMP Negeri 10 Tarakan. Untuk meningkatkan efikasi diri siswa, disarankan agar sekolah menerapkan program yang dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Program-program ini dapat mencakup layanan konseling dan bimbingan, pelatihan manajemen waktu, dan penyediaan tugas-tugas yang menantang namun dapat dicapai.
2024 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efikasi diri siswa kelas VII-I di SMP Negeri 10 Tarakan Kalimantan Utara. Efikasi diri yang diartikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan, berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik dan motivasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada seluruh siswa kelas VII-1. Kuesioner dirancang untuk mengukur berbagai aspek efikasi diri, antara lain kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik, keterampilan manajemen waktu, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. Analisis data mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan tingkat efikasi diri sedang hingga tinggi. Siswa dengan efikasi diri yang tinggi menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik dan motivasi belajar yang lebih kuat. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi sekelompok siswa dengan efikasi diri rendah yang memerlukan perhatian khusus dan dukungan tambahan. Kesimpulannya, efikasi diri memegang peranan penting dalam proses pembelajaran siswa kelas VII-I SMP Negeri 10 Tarakan. Untuk meningkatkan efikasi diri siswa, disarankan agar sekolah menerapkan program yang dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Program-program ini dapat mencakup layanan konseling dan bimbingan, pelatihan manajemen waktu, dan penyediaan tugas-tugas yang menantang namun dapat dicapai.
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PENGGUNA BPJS DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS) TASYA PUTRI PRAMESWARI SULISTYA RINI PRATIWI, S.E., M.Sc AGUS TRI DARMAWANTO. S,E., M.E Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelayanan publik di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan terhadap kepuasan masyarakat pengguna BPJS yang diukur menggunakan Regresi Linier Berganda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskritif. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Nonprobability sampling dengan metode Insendental sampling (Secara kebetulan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menununjukkan bahwa secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa, (i) Variabel waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk spesifikasi, kompetensi pelaksana dan pengaduan, penaganan saran dan masukan berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan masyarakat pengguna BPJS di Puskesmas Gunung Lingkas. Variabel persyaratan, sistem mekanisme, perilaku pelaksana dan sarana prasarana tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat pengguna BPJS di Puskesmas Gunung Lingkas, (ii) Secara simultan berdasarkan uji F bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan. (iii) Pada koefisien determinasi (R2) R Square di peroleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,658 sehingga nilai ini menunjukkan bahwa 65,8% kepuasan masyarakat pengguna BPJS di pengaruhi oleh variabel waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk spesifikasi, kompetensi pelaksana dan pengaduan, penaganan saran dan masukan. Masyarakat