Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.