Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: BI Rate
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS IMPLIKASI TEKANAN EKONOMI MAKRO TERHADAP INVESTASI SAHAM PADA BURSA EFEK INDONESIA DENGAN MEMPERHATIKAN KAPABILITAS PERUSAHAAN DAN PERAN TEKNOLOGI DIGITAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi tekanan ekonomi makro yang meliputi inflasi, BI Rate, dan nilai tukar Rupiah terhadap investasi saham yang diukur melalui volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan mempertimbangkan peran moderasi kapabilitas perusahaan yang diproksikan oleh Return on Assets (ROA) serta teknologi digital yang diukur melalui frekuensi transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas dan memanfaatkan data panel perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 selama periode 2021–2025. Data sekunder diperoleh dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan laporan keuangan perusahaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan Model Random Effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham, sedangkan BI Rate berpengaruh positif dan nilai tukar Rupiah berpengaruh negatif secara signifikan. Kapabilitas perusahaan (ROA) terbukti memoderasi pengaruh nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, namun tidak memoderasi pengaruh inflasi dan BI Rate secara konsisten. Di sisi lain, teknologi digital berperan sebagai variabel moderasi yang signifikan dalam hubungan antara BI Rate dan nilai tukar terhadap volume perdagangan saham, yang mengindikasikan bahwa digitalisasi perdagangan memperkuat respons investor terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BI RATE, JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI, DAN IMPOR TERHADAP NILAI TUKAR DI INDONESIA 2009–2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilai tukar rupiah mengalami perubahan dari waktu ke waktu akibat perubahan kondisi makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI rate, jumlah uang beredar, inflasi, dan impor terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia periode 2009-2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan model persamaan Y = 1,982 + 0,182X₁+ 0,618X₂+ 0,025X₃–0,454X₄+ e. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa BI rate dengan nilai signifikansi 0,008, jumlah uang beredar sebesar 0,008, impor sebesar 0,000 dinyatakan diterima, sedangkan inflasi dengan nilai signifikansi 0,488 dinyatakan ditolak. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,967 menunjukkan bahwa 96,7% variasi nilai tukar rupiah dapat dijelaskan oleh model penelitian, sisanya sebesar 3,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya kebijakan moneter dan pengendalian impor dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Kebijakan Moneter Terhadap Inflasi di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi di Indonesia melalui jalur suku bunga dan jalur kredit. Variabel yang digunakan mencakup BI Rate sebagai variabel independen, suku bunga PUAB dan bunga pasar sebagai jalur transmisi suku bunga, Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), serta Jumlah Uang Beredar (JUB) sebagai variabel mediasi, dan inflasi sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur menggunakan model Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan data triwulanan periode 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap inflasi, yang mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga justru mendorong inflasi melalui jalur cost-push. Sementara itu, pengaruh tidak langsung BI Rate terhadap inflasi melalui jalur mediasi (PUAB, bunga pasar, kredit, dan JUB) tidak signifikan secara statistik. Jalur transmisi yang dibangun terlalu panjang sehingga kehilangan efektivitasnya dalam menjelaskan mekanisme transmisi moneter terhadap inflasi. Temuan ini menyiratkan bahwa efektivitas kebijakan moneter melalui jalur suku bunga dan kredit belum optimal dalam menekan inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu mempertimbangkan jalur transmisi alternatif serta memperkuat instrumen kebijakan non-suku bunga untuk mencapai kestabilan harga yang lebih efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi di Indonesia Tahun 2013-2023

2025•

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris pengaruh jumlah uang beredar (M1), suku bunga (BI Rate), dan nilai tukar Rp/USD terhadap inflasi di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Satu Data Perdagangan Kementrian Republik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Jumlah Uang Beredar (M1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Suku Bunga (BI Rate) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Nilai Tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Dengan nilai R-Square sebesar 0,655, artinya variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate), dan Nilai Tukar mempengaruhi Inflasi di Indonesia sebesar 65,5% sedangkan sisanya yaitu 34,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan model ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang pengaruhi peredaran uang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan bukti empiris pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), BI Rate, dan Inflasi terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia, variabel BI Rate berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia dan Inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Uang M1 di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Produk Domestik Bruto (PDB), BI Rate, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, BI Rate Dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia Periode tahun 2017-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT THE EFFECT OF RUPIAH EXCHANGE RATE, BI RATE AND INFLATION ON THE COMBINED STOCK PRICE INDEX (JCI) IN THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE 2017-2021 PERIOD Evlin Katarina Silaban Dr. Pither Palungan, SE., M.Sc This study aims to determine the effect of the Rupiah Exchange Rate, BI Rate and Inflation on the Jakarta Composite Index on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017-2021. This research is a Time Series research with the object of the Composite Stock Price Index (IHSG) on the Indonesia Stock Exchange. The data used is secondary data. The analytical method used is a quantitative method with a descriptive approach. The analytical tool used in this study was multiple linear regression analysis which was carried out using the SPSS 23 application. Based on the results of multiple regression analysis, Y=13,478.586-0.567X1+287.613X2+309.13X3+e. The results of this study indicate that the coefficient of determination (R2) is 0.278, which means that the independent variable affects the dependent variable by 27.8% and the remaining 72.2% is influenced by other variables outside of this study. The conclusion of this study is that the results of the F test show that the independent variables Rupiah Exchange Rate, BI Rate and Inflation simultaneously have a significant effect on the Jakarta Composite Index (IHSG). The results of the t test show that the Rupiah Exchange Rate, BI Rate and Inflation variables partially have a significant effect on the Jakarta Composite Index (IHSG). ABSTRAK PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, BI RATE DAN INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2017-2021 Evlin Katarina Silaban Dr. Pither Palungan,SE.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Nilai Tukar Rupiah, BI Rate dan Inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2017-2021. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 23. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh Y=13.478,586-0,567X1+287,613X2+309,13X3+e. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,278 yang berarti variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 27,8% dan sisanya yaitu 72,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil Uji F menunjukkan bahwa variabel independen Nilai Tukar Rupiah, BI Rate dan Inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil Uji t menunjukkan bahwa variabel Nilai Tukar Rupiah, BI Rate dan Inflasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN SUKU BUNGA BI RATE TERHADAP KURS RUPIAH TAHUN 2015-2019

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar dan suku bunga BI Rate terhadap kurs rupiah tahun 2015-2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan model persamaan Y = 7941,543 + 0,001 X1 + 217,544 X2 + e. Secara parsial variabel jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap kurs dengan melihat thitung X1 (8,474) > ttabel (1,672), dan variabel suku bunga BI Rate berpengaruh signifikan terhadap kurs dengan melihat thitung X2 (4,285) > ttabel (1,672). Secara simultan variabel jumlah uang beredar dan suku bunga BI Rate berpengaruh signifikan terhadap kurs dengan melihat Fhitung (36,531) > Ftabel (2,38). Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,562 atau sebesar 56,2%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel jumlah uang beredar dan suku bunga BI Rate memiliki pengaruh naik turunnya kurs sebesar 56,2%. Sedangkan sisanya 43,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada di dalam model regresi penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Jumlah Pengangguran dan Suku Bunga Terhadap Inflasi di Indonesia Tahun 2010-2019

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jumlah uang beredar, jumlah pengangguran dan suku bunga terhadap inflasi di Indonesia tahun 2010-2019. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek penelitian jumlah uang beredar, jumlah pengangguran dan suku bunga di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan tabel 4.5, nilai t hitung X1 (-2,081) t tabel (3,14267) dan nilai Sig. X1 (0,083) > α (0,01). Maka H0 diterima dan H1 ditolak atau dengan kata lain variabel independen X1 (jumlah uang beredar) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y (inflasi). Berdasarkan tabel 4.5, nilai t hitung X2 (-1,730) t tabel (3,14267) dan nilai Sig. X2 (0,134) > α (0,01). Maka H0 diterima dan H1 ditolak atau dengan kata lain variabel independen X2 (jumlah pengangguran) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y (inflasi). Berdasarkan tabel 4.5, nilai t hitung X3 (2,318) t tabel (3,14267) dan nilai Sig. X3 (0,060) > α (0,01). Maka H0 diterima dan H1 ditolak atau dengan kata lain variabel dependen X3 (suku bunga BI rate) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel independen Y (inflasi). Berdasarkan tabel 4.6 diatas, dapat dilihat bahwa nilai F hitung (4,626) F tabel (9,78) dan nilai Sig. F hitung lebih besar dari α (0,053 > 0,01). Maka H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya bahwa semua variabel bebas yaitu jumlah uang beredar (X1), jumlah pengangguran (X2), suku bunga BI rate (X3), secara simultan atau bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen inflasi (Y).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP IHSG MENGGUNAKAN VECTOR ERROR CORRECTION MODEL

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui interaksi factor internal dan factor eksternal terhadap IHSG. Dimana faktor internal adalah BI Rate, Inflasi dan Kurs sedangkan faktor eksternal adalah Nikkei 225, KLSE dan STI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Vector Error Correction Model menggunakan aplikasi Eviews 9. Data penelitian menggunakan data bulanan dengan jangka waktu 10 tahun yaitu dari tahun 2009-2018. Hasil penelitian dari uji estimasi VECM memperlihatkan bahwa dalam jangka pendek menunjukkan BI Rate dan KLSE berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IHSG. Inflasi dan Nikkei 225 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap IHSG. Kurs dan STI berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG. Dalam jangka panjang BI Rate dan Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, Kurs dan STI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, Nikkei 225 dan KLSE berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IHSG. Hasil uji Impuls Respon Function (IRF) menunjukkan terjadinya guncangan (shock) dari hasil respon endogen yaitu IHSG terhadap masing-masing variabel eksogen yaitu BI Rate, Inflasi, Kurs, Nikkei 225, KLSE dan STI hingga lamanya periode dapat mencapai keseimbangan dari respon IHSG terhadap guncangan (shock) tersebut. Kontribusi masing-masing variabel dari hasil uji Forecast Error Varience Decomposition (FEVD) hingga pada bulan ke 10 pada penelitian ini menunjukkan variabel yang lebih dominan/paling berpengaruh besar yaitu STI dan variabel yang berpengaruh paling kecil adalah Inflasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

VOLATILITAS VARIABEL PASAR UANG TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

2020•

ABSTRAK VOLATILITAS VARIABEL PASAR UANG TERHADAP INFLASI DI INDONESIA Jumadi Dr. Pither Palungan, SE.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas pasar uang terhadap Inflasi di Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam tahun, mulai dari tahun 2014-2019. Penelitian ini merupakan penelitian berbentuk deskriptif kuantiatif dengan data Time Series dengan objek Inflasi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pada uji hipotesis secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa JUB berpengaruh signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai t hitung X1 (-3,642) > t tabel (1,99601) dan nilai Sig. X1 (0,001) α (0,05). Kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai t hitung X2 (0,731) t tabel (1,99601) dan nilai Sig. X2 (0,468) > α (0,05). BI Rate berpengaruh signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai t hitung X3 (2,082) > t tabel (1,99601) dan nilai Sig. X3 (0,041) α (0,05). Pada uji hipotesis secara simultan (uji F) JUB, kurs dan BI Rate secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai F hitung (44,783) > F tabel (2,74) dan nilai Sig F hitung lebih kecil dari α (0,000 0,05). Nilai koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,667 atau 66,7 persen. Artinya JUB, kurs dan BI Rate memiliki pengaruh sebesar 66,7 persen terhadap naik atau turunnya Inflasi. Sedangkan, sisanya sebesar 33,3 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail