Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: SEM-PLS.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENGAWASAN INTERNAL DALAM MEMODERASI PENGARUH KUALITAS APARATUR DAERAH DAN KEPATUHAN REGULASI TERHADAP PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas aparatur daerah dan kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dengan pengawasan internal sebagai variabel moderasi di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan. Pengelolaan aset yang akuntabel dan transparan merupakan instrumen krusial bagi pemerintah daerah dalam mempertahankan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Explanatory Research. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 149 responden yang terdiri dari Pejabat Penatausahaan Barang, Pengurus Barang, dan staf pengelola aset di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tarakan. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kualitas aparatur tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan BMD, mengindikasikan bahwa kompetensi individu memerlukan dukungan sistem kerja yang kuat. Sebaliknya, kepatuhan regulasi dan pengawasan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan BMD, di mana pengawasan internal ditemukan sebagai faktor determinan yang paling dominan dalam model. Pengujian efek moderasi membuktikan bahwa pengawasan internal berperan sebagai katalisator yang memperkuat pengaruh kualitas aparatur terhadap kualitas pengelolaan aset. Namun, pengawasan internal ditemukan memitigasi pengaruh kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan BMD (efek substitusi), yang menunjukkan bahwa kontrol sistemik yang ketat cenderung mengambil alih peran kepatuhan normatif aparatur secara mandiri. Nilai R-Square sebesar 0,917 menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 91,7% variasi pengelolaan BMD. Implikasi penelitian ini menekankan urgensi peningkatan kapabilitas APIP dan integrasi fungsi pengawasan untuk mengoptimalisasi potensi aparatur dalam menjaga akuntabilitas aset daerah secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN DAN KEPUASAN PASIEN: PERAN MEDIASI KEPERCAYAAN PASIEN DI UPTD. PUSKESMAS TANJUNG SELOR KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien, dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan variabel pada UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada pasien Puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui prosedur bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Selain itu, kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan dan kepuasan pasien. Pada pengujian mediasi, kepercayaan pasien terbukti mampu memediasi secara signifikan pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kunjungan pasien dan kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan, Perlu diarahkan pada pembentukan kepercayaan pasien sebagai faktor kunci untuk meningkatkan tingkat kunjungan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelola Puskesmas untuk memperkuat mutu pelayanan, komunikasi interpersonal, serta kenyamanan layanan guna membangun kepercayaan dan meningkatkan kepuasan pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TANDA TANGAN ELEKTRONIK (TTE) DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA DIMEDIASI MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Komitmen Pegawai terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943) dan Teori Komitmen Organisasional Meyer dan Allen (1991) sebagai landasan teoretis dalam menjelaskan peran motivasi kerja dan komitmen pegawai terhadap pencapaian kinerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 60 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang telah menggunakan atau memahami penerapan TTE dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi PLS SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTE dan Komitmen Pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja. Selain itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Motivasi Kerja memediasi secara signifikan hubungan antara TTE dan Kinerja Pegawai, serta antara Komitmen Pegawai dan Kinerja Pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital yang didukung oleh komitmen pegawai dan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Komitmen Organisasional, serta memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui digitalisasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TANDA TANGAN ELEKTRONIK (TTE) DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA DIMEDIASI MOTIVASI KERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tanda Tangan Elektronik (TTE) dan Komitmen Pegawai terhadap Kinerja Pegawai yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943) dan Teori Komitmen Organisasional Meyer dan Allen (1991) sebagai landasan teoretis dalam menjelaskan peran motivasi kerja dan komitmen pegawai terhadap pencapaian kinerja di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 60 pegawai yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pegawai yang telah menggunakan atau memahami penerapan TTE dalam proses pelayanan administrasi kependudukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi PLS SEM 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTE dan Komitmen Pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja. Selain itu, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Motivasi Kerja memediasi secara signifikan hubungan antara TTE dan Kinerja Pegawai, serta antara Komitmen Pegawai dan Kinerja Pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital yang didukung oleh komitmen pegawai dan motivasi kerja yang tinggi mampu meningkatkan kinerja pegawai secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Teori Komitmen Organisasional, serta memberikan implikasi praktis bagi instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui digitalisasi dan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Perilaku Kerja Terhadap Kompetensi dan Dampaknya Pada Kinerja Karyawan (Studi kasus PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja karyawan pada sektor jasa konstruksi menghadapi tantangan peningkatan produktivitas dan profesionalisme di tengah dinamika perilaku kerja dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan faktor perilaku dan kapabilitas individu sebagai determinan utama kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kerja terhadap kinerja karyawan, menguji pengaruh perilaku kerja terhadap kompetensi, serta mengkaji peran kompetensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan pada PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi dan kinerja karyawan. Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan perilaku kerja yang disertai pengembangan kompetensi secara sistematis merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Perilaku Kerja Terhadap Kompetensi dan Dampknya Pada Kinerja Karyawan (Studi kasus PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja karyawan pada sektor jasa konstruksi menghadapi tantangan peningkatan produktivitas dan profesionalisme di tengah dinamika perilaku kerja dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan faktor perilaku dan kapabilitas individu sebagai determinan utama kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kerja terhadap kinerja karyawan, menguji pengaruh perilaku kerja terhadap kompetensi, serta mengkaji peran kompetensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan pada PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi dan kinerja karyawan. Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan perilaku kerja yang disertai pengembangan kompetensi secara sistematis merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Kebijakan Moneter Terhadap Inflasi di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi di Indonesia melalui jalur suku bunga dan jalur kredit. Variabel yang digunakan mencakup BI Rate sebagai variabel independen, suku bunga PUAB dan bunga pasar sebagai jalur transmisi suku bunga, Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), serta Jumlah Uang Beredar (JUB) sebagai variabel mediasi, dan inflasi sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur menggunakan model Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan data triwulanan periode 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap inflasi, yang mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga justru mendorong inflasi melalui jalur cost-push. Sementara itu, pengaruh tidak langsung BI Rate terhadap inflasi melalui jalur mediasi (PUAB, bunga pasar, kredit, dan JUB) tidak signifikan secara statistik. Jalur transmisi yang dibangun terlalu panjang sehingga kehilangan efektivitasnya dalam menjelaskan mekanisme transmisi moneter terhadap inflasi. Temuan ini menyiratkan bahwa efektivitas kebijakan moneter melalui jalur suku bunga dan kredit belum optimal dalam menekan inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu mempertimbangkan jalur transmisi alternatif serta memperkuat instrumen kebijakan non-suku bunga untuk mencapai kestabilan harga yang lebih efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Munculnya isu global terhadap rendahnya konsumsi buah dan sayur masyarakat telah terjadi di Indonesia. Konsumsi buah dan sayur yang baik dianjurkan sebanyak lima porsi dalam seminggu. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 92,5% penduduk umur 5 tahun ke atas di Provinsi Kalimantan Utara dikategorikan ‘kurang’ dalam proporsi makan sayur dan buah per hari dalam seminggu. Dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumsi buah dan sayur mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan alat bantu SmartPLS 4. Hasil penelitian dalam konteks mengonsumsi buah dan sayur yaitu: (1) Sikap berpengaruh terhadap minat (2) Norma subjektif tidak berpengaruh terhadap minat (3) Persepsi kendali perilaku berpengaruh terhadap minat namun tidak berpengaruh terhadap perilaku (4) Minat berpengaruh terhadap perilaku

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA APARAT DESA DI KECAMATAN SUNGAI BOH KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kinerja aparatur desa di Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, yang masih dianggap belum optimal. Rendahnya kinerja tersebut diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk motivasi kerja yang kurang, lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung, serta tingkat kepuasan kerja yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara motivasi kerja, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja aparatur desa. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi faktor dominan yang paling memengaruhi kinerja serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas kerja aparatur desa di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan unik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan metode sensus untuk seluruh populasi sebanyak 139 aparat desa di Kecamatan Sungai Boh. Instrumen penelitian meliputi kuesioner berbasis skala Likert, validasi menggunakan SmartPLS, serta analisis data melalui SEM-PLS. Observasi juga dilakukan untuk memperkaya data, sesuai prinsip positivisme dan teori relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja dan kepuasan kerja aparat desa di Kecamatan Sungai Boh. Motivasi kerja berperan penting melalui pengakuan dan penghargaan, sementara lingkungan kerja yang kondusif meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan kerja. Strategi integratif diperlukan untuk meningkatkan motivasi, kondisi kerja, dan kinerja organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja dan kepuasan kerja aparat desa. Kepuasan kerja memediasi hubungan tersebut, meningkatkan produktivitas. Kendala geografis dan akses teknologi membatasi generalisasi hasil. Penelitian ini mendukung teori motivasi dan memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kinerja melalui fasilitas kerja, hubungan harmonis, dan penghargaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUERE DI KEDAI OH MY GRILL KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUER DI KEDAI OH MY GRILL KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk menjawab pertanyaan (1) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di kedai Oh My Grill (2) faktor apa saja yang signifikan mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan di kedai Oh My Grill di kedai Oh My Grill. Penelitian ini menggunakan metode penentuan sampel yaitu teknik random sampling dengan jumlah sampel 100 orang dan metode analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian di kedai Oh My Grill yaitu faktor sosial, faktor Psikologis ,faktor pribadi dan faktor budaya. Sedangkan faktor yang signifikan yaitu faktor sosial dengan nilai signifikasi P-Value 0,026 0,05, faktor pribadi dengan nilai signifikasi P-Value 0,008 0,05 dan faktor budaya dengan nilai signifikasi P-value 0,009 0,05. Dan faktor yang tidak berpengaruh signifikan yaitu faktor Psikologis dengan nilai Signifikan P-Value 0,352 > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS KINERJA LINGKUNGAN DALAM MENINGKATKAN NILAI PERUSAHAAN DENGAN STRUKTUR KEPEMILIKAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

2022•

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kinerja lingkungan dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan struktural kepemilikan sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2019, dan mengikuti PROPER pada Kementrian Lingkungan Hidup. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 15 perusahaan, sehingga diperoleh data sebanyak 75 observasi (15 perusahaan x 5 tahun). Analisis data menggunakan metode SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 6.0. Hasil penelitian menunjukkan kinerja lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, kepemilikan institusional memoderasi secara positif pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan, dan kepemilikan publik memoderasi secara negatif pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Secara umum hasil penelitian mendukung teori stakeholder dan teori agensi. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa strategi dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan kinerja lingkungan yang didorong oleh kepemilikan institusional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail