Abstrak
Kinerja karyawan pada sektor jasa konstruksi menghadapi tantangan peningkatan produktivitas dan profesionalisme di tengah dinamika perilaku kerja dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan faktor perilaku dan kapabilitas individu sebagai determinan utama kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kerja terhadap kinerja karyawan, menguji pengaruh perilaku kerja terhadap kompetensi, serta mengkaji peran kompetensi sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan pada PT. Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 91 karyawan yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi dan kinerja karyawan. Kompetensi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja serta berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara perilaku kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan perilaku kerja yang disertai pengembangan kompetensi secara sistematis merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi.