Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

244 hasil
Penulis: LINA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKPLORASI POTENSI BAKTERI ENTOMOPATOGEN PADA BERBAGAI LOKASI DI AREAL BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN KALIMANTAN UTARA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Areal budidaya tanaman perkebunan berpotensi sebagai sumber agens hayati bakteri entomopatogen, sehingga eksplorasi atau penyelidikan terhadap potensi agens hayati masih perlu dilakukan di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi di areal budidaya tanaman perkebunan Kalimantan Utara; (2) membandingkan potensi bakteri entomopatogen dari berbagai lokasi budidaya tanaman perkebunan di Kalimantan Utara. Penelitian ini melakukan pengambilan sampel tanah, melakukan isolasi bakteri, dan seleksi bakteri entomopatogen dengan menggunakan serangga umpan. Potensi bakteri entomopatogen dibedakan berdasarkan jumlah dan ciri-ciri makroskopis koloni isolat bakteri yang diperoleh dari masing-masing lokasi, dan tingkat kematian serangga umpan dibandingkan dengan kontrol pada seleksi bakteri entomopatogen. Analisis data menggunakan analisis deskripsi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat 13 isolat bakteri, (2) areal budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki isolat bakteri tertinggi, (3) hasil seleksi menemukan 7 (tujuh) isolat bakteri yang berpotensi sebagai bakteri entomopatogen, (4) lokasi budidaya tanaman kopi di Malinau memiliki jumlah isolat yang berpotensi sebagai entomopatogen lebih tinggi dari lokasi lainnya. Namun, isolat ST6-4U2 pengenceran 10-1 yang berasal dari tanah di areal perkebunan kelapa sawit di Sebuku memiliki potensi virulensi tertinggi sebagai bakteri entomopatogen.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI DESA MANSALONG : STUDI DESKRIPTIF

2026•Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian, termasuk pada kelompok remaja. Pengetahuan dan sikap yang baik diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang diabetes melitus pada remaja di Desa Mansalong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 260 remaja di SMP Negeri 1 Mansalong dan SMA Negeri 1 Mansalong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner sikap sebanyak 14 pernyataan. Data dianalisis secara univariat menggunakan Jamovi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 206 responden (79,2%) memiliki pengetahuan kurang tentang diabetes melitus, sedangkan 159 responden (61,2%) memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan kurang, namun sebagian besar memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus pada remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Bentengan Terhadap Kepercayaan DIri Siswa Kelas XI LAS 1 SMK Negeri 2 Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

This study aims to determine whether group guidance incorporating the bentengan game has an influence on the self-confidence of Grade XI LAS 1 students at SMK Negeri 2 Tarakan. Low student self-confidence was indicated by observable behaviors such as appearing nervous when speaking in front of the class, consistently seeking assistance before attempting tasks independently, rarely raising their hand or answering questions even when knowing the correct answer, and limited interaction with classmates during group activities. One approach that can be undertaken to address this issue is through group guidance services incorporating the bentengan game. The study employs a quantitative approach using experimental research. The research design applied is a applied is a pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. Data were collected using a self-confidence scale. The study population consisted of 59 students in Grade XI LAS 1 at SMK Negeri 2 Tarakan, with a sample of 12 students selected using simple random sampling. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the aid of SPSS version 21. The pretest results indicate that students' self-confidence scores fell within the low to very high category, with a mean score of 71.50. Following the intervention, the posttest results show an improvement, with scores falling within the high to very high category and a mean score of 80.41. Based on hypothesis testing using the Wilcoxon Signed-Rank Test, a significance value of 0.002 was obtained, which is below the threshold of 0.05. Consequently, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating that group guidance incorporating the bentengan game has a significant influence on the self-confidence of Grade XI LAS 1 students at SMK Negeri 2 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP DOSEN IDEAL PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Dosen merupakan komponen penting dalam pendidikan tinggi yang berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Persepsi mahasiswa terhadap dosen sangat berpengaruh terhadap kenyamanan belajar, motivasi, serta kualitas interaksi akademik yang terbentuk selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap dosen ideal pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terbuka (mendalam) kepada mahasiswa aktif Pendidikan Biologi yang telah menempuh perkuliahan dengan lebih dari satu dosen. Penentuan informan dilakukan secara bertahap menggunakan theoretical sampling hingga mencapai kejenuhan data (theoretical saturation). Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding berdasarkan Strauss dan Corbin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik dosen ideal menurut mahasiswa yang mencakup aspek pendagogik, aspek profesional, aspek kepribadian, serta aspek sosial, sehingga dapat menjadi bahan refleksi bagi dosen dan meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI DESA MANSALONG : STUDI DESKRIPTIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian, termasuk pada kelompok remaja. Pengetahuan dan sikap yang baik diperlukan sebagai dasar dalam upaya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang diabetes melitus pada remaja di Desa Mansalong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 260 remaja di SMP Negeri 1 Mansalong dan SMA Negeri 1 Mansalong. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) sebanyak 24 pertanyaan dan kuesioner sikap sebanyak 14 pernyataan. Data dianalisis secara univariat menggunakan Jamovi dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 206 responden (79,2%) memiliki pengetahuan kurang tentang diabetes melitus, sedangkan 159 responden (61,2%) memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki pengetahuan kurang, namun sebagian besar memiliki sikap positif terhadap pencegahan diabetes melitus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan edukasi kesehatan tentang diabetes melitus pada remaja.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Bentengan Terhadap Kepercayaan DIri Siswa Kelas XI LAS 1 SMK Negeri 2 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to determine whether group guidance incorporating the bentengan game has an influence on the self-confidence of Grade XI LAS 1 students at SMK Negeri 2 Tarakan. Low student self-confidence was indicated by observable behaviors such as appearing nervous when speaking in front of the class, consistently seeking assistance before attempting tasks independently, rarely raising their hand or answering questions even when knowing the correct answer, and limited interaction with classmates during group activities. One approach that can be undertaken to address this issue is through group guidance services incorporating the bentengan game. The study employs a quantitative approach using experimental research. The research design applied is a applied is a pre-experimental design in the form of a one-group pretest-posttest design. Data were collected using a self-confidence scale. The study population consisted of 59 students in Grade XI LAS 1 at SMK Negeri 2 Tarakan, with a sample of 12 students selected using simple random sampling. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the aid of SPSS version 21. The pretest results indicate that students' self-confidence scores fell within the low to very high category, with a mean score of 71.50. Following the intervention, the posttest results show an improvement, with scores falling within the high to very high category and a mean score of 80.41. Based on hypothesis testing using the Wilcoxon Signed-Rank Test, a significance value of 0.002 was obtained, which is below the threshold of 0.05. Consequently, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating that group guidance incorporating the bentengan game has a significant influence on the self-confidence of Grade XI LAS 1 students at SMK Negeri 2 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi Cookies Pangan Fungsional Berbasis Ikan Harpodon nehereus dan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Sebagai Nutrisi Untuk Kesehatan.

2026•Koleksi Perpustakaan

Ikan nomei (Harpodon nehereus) dan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan sumber daya perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung protein, serat pangan, mineral, dan berbagai komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik sensori serta komposisi proksimat cookies, sekaligus menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan lima formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan penambahan masing-masing 10g tepung ikan dan tepung rumput laut, F2 masing-masing 20g, F3 masing-masing 30g, dan F4 masing-masing 40g. Karakteristik sensori yang dievaluasi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kenampakan, sedangkan karakteristik kimia mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar serat pangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut memengaruhi penerimaan sensori cookies. Formulasi F1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi dengan skor tekstur 5,77 ± 1,01; warna 5,27 ± 0,94; aroma 5,87 ± 0,90; rasa 5,97 ± 1,13; dan kenampakan 5,67 ± 0,61. Berdasarkan hasil analisis kimia yang dilaporkan, formulasi terpilih memiliki kadar air 10,33%, abu 9,00%, protein 51,54%, lemak 9,80%, karbohidrat 17,28%, dan serat Pangan 25,23%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F1 dengan penambahan masing-masing 10% tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii merupakan formulasi terbaik berdasarkan penerimaan sensori dan karakteristik kimia cookies.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Cookies Pangan Fungsional Berbasis Ikan Nomei Harpodon nehereus dan Rumput Laut Merah Kappaphycus alvarezii Sebagai Nutrisi Untuk Kesehatan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nomei (Harpodon nehereus) dan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan sumber daya perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung protein, serat pangan, mineral, dan berbagai komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik sensori serta komposisi proksimat cookies, sekaligus menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan lima formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan penambahan masing-masing 10g tepung ikan dan tepung rumput laut, F2 masing-masing 20g, F3 masing-masing 30g, dan F4 masing-masing 40g. Karakteristik sensori yang dievaluasi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kenampakan, sedangkan karakteristik kimia mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar serat pangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut memengaruhi penerimaan sensori cookies. Formulasi F1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi dengan skor tekstur 5,77 ± 1,01; warna 5,27 ± 0,94; aroma 5,87 ± 0,90; rasa 5,97 ± 1,13; dan kenampakan 5,67 ± 0,61. Berdasarkan hasil analisis kimia yang dilaporkan, formulasi terpilih memiliki kadar air 10,33%, abu 9,00%, protein 51,54%, lemak 9,80%, karbohidrat 17,28%, dan serat Pangan 25,23%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F1 dengan penambahan masing-masing 10% tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii merupakan formulasi terbaik berdasarkan penerimaan sensori dan karakteristik kimia cookies.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Dalam Ganti Rugi Pengadaan Tanah Perluasan Pembangunan Bandar Udara Juwata

2026•

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum merupakan kegiatan penyediaan tanah dengan pemberian ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan hukum terhadap masyarakat dalam ganti rugi pengadaan tanah untuk perluasan pembangunan Bandar Udara Juwata serta menganalisis prosedur pemberian ganti rugi kepada masyarakat terdampak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan didukung oleh peraturan perundang-undangan serta bahan hukum lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum dan prosedur pemberian ganti rugi belum terlaksana secara optimal karena masih terdapat masyarakat yang belum menerima ganti rugi atas tanahnya, sehingga hak masyarakat belum sepenuhnya memperoleh kepastian hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, masyarakat yang terdampak pengadaan tanah berhak memperoleh ganti kerugian yang layak dan adil. Oleh karena itu, perlindungan hukum dalam pengadaan tanah tidak hanya berkaitan dengan pemberian ganti rugi, tetapi juga kepastian penyelesaian hak-hak masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Dalam Ganti Rugi Pengadaan Tanah Perluasan Pembangunan Bandar Udara Juwata

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengadaan tanah untuk kepentingan umum merupakan kegiatan penyediaan tanah dengan pemberian ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan perlindungan hukum terhadap masyarakat dalam ganti rugi pengadaan tanah untuk perluasan pembangunan Bandar Udara Juwata serta menganalisis prosedur pemberian ganti rugi kepada masyarakat terdampak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan didukung oleh peraturan perundang-undangan serta bahan hukum lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan hukum dan prosedur pemberian ganti rugi belum terlaksana secara optimal karena masih terdapat masyarakat yang belum menerima ganti rugi atas tanahnya, sehingga hak masyarakat belum sepenuhnya memperoleh kepastian hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, masyarakat yang terdampak pengadaan tanah berhak memperoleh ganti kerugian yang layak dan adil. Oleh karena itu, perlindungan hukum dalam pengadaan tanah tidak hanya berkaitan dengan pemberian ganti rugi, tetapi juga kepastian penyelesaian hak-hak masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6 - 23 Bulan Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Tanjung Selor

2026•

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 - 23 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG SELOR Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 19,8%, yang masih berada di atas target nasional sebesar 14,2%. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor, prevalensi stunting masih bervariasi antar desa/kelurahan sehingga menunjukkan stunting masih menjadi masalah kesehatan di tingkat lokal. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian stunting, antara lain kualitas pelayanan antenatal care (ANC), berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas ANC yang baik 67,7%, bayi lahir dengan berat badan normal 69,9%, tidak mendapatkan ASI eksklusif 69,9%, dan ibu memiliki tingkat pengetahuan rendah 44,1%. Mayoritas balita mengalami stunting 51,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas ANC p=0,049, berat badan lahir p=0,004, pemberian ASI eksklusif p=0,044, dan tingkat pengetahuan ibu p=0,001 dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas ANC, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan ANC melalui skrining kesehatan ibu hamil secara komprehensif, pemantauan status gizi ibu dan janin, konseling gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan pengetahuan ibu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6 - 23 Bulan Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Tanjung Selor

2026•

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6 - 23 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG SELOR Abstrak Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 19,8%, yang masih berada di atas target nasional sebesar 14,2%. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor, prevalensi stunting masih bervariasi antar desa/kelurahan sehingga menunjukkan stunting masih menjadi masalah kesehatan di tingkat lokal. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian stunting, antara lain kualitas pelayanan antenatal care (ANC), berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas ANC yang baik 67,7%, bayi lahir dengan berat badan normal 69,9%, tidak mendapatkan ASI eksklusif 69,9%, dan ibu memiliki tingkat pengetahuan rendah 44,1%. Mayoritas balita mengalami stunting 51,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas ANC p=0,049, berat badan lahir p=0,004, pemberian ASI eksklusif p=0,044, dan tingkat pengetahuan ibu p=0,001 dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini kualitas ANC, berat badan lahir, pemberian ASI eksklusif, dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Selor. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan ANC melalui skrining kesehatan ibu hamil secara komprehensif, pemantauan status gizi ibu dan janin, konseling gizi, promosi ASI eksklusif, serta peningkatan pengetahuan ibu sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN INTERVENSI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA DENGAN PENDERITA HIPERTENSI

2026•Koleksi Perpustakaan

Penerapan Intervensi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Penderita Hipertensi Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2022, hipertensi masuk dalam tiga besar penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan fasilitas layanan primer. Banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif dan lansia yang tidak secara rutin memeriksakan tekanan darahnya, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya promotif dan preventif yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat keluarga. Penatalaksanan yang dapat dilakukan untuk penanganan penyakit hipertensi ini yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemberian terapi farmakologis dapat dilakukan dengan cara minum obat yang sudah diresepkan secara teratur, sedangkan salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan secara mandiri dan bersifat alami untuk menurunkan hipertensi yaitu dengan rendam kaki air hangat dengan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien penderita hipertensi yaitu Ny. H dan Ny. A yang diberikan terapi selama 6 hari. Terapi rendam kaki dengan air hangat adalah terapi dengan cara merendam kaki hingga batas 10-15 cm diatas mata kaki menggunakan air hangat. Hasil penelitian yang didapatkan setelah 6 hari pemberian intervensi menunjukkan bahwa Ny. H sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 155/91 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 150/85 mmHg. Sementara Ny. A sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 135/75 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 124/72 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus yag dilakukan pada Ny. H dan Ny. A dengan judul terapi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi disimpulkan bahwa terdapat perubahan penurunan tekanan darah pada kedua klien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN INTERVENSI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KELUARGA DENGAN PENDERITA HIPERTENSI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerapan Intervensi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Jahe Merah Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Penderita Hipertensi Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2022, hipertensi masuk dalam tiga besar penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas dan fasilitas layanan primer. Banyak kasus ditemukan pada kelompok usia produktif dan lansia yang tidak secara rutin memeriksakan tekanan darahnya, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya promotif dan preventif yang sistematis dan berkelanjutan di tingkat keluarga. Penatalaksanan yang dapat dilakukan untuk penanganan penyakit hipertensi ini yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemberian terapi farmakologis dapat dilakukan dengan cara minum obat yang sudah diresepkan secara teratur, sedangkan salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan secara mandiri dan bersifat alami untuk menurunkan hipertensi yaitu dengan rendam kaki air hangat dengan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan intervensi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 pasien penderita hipertensi yaitu Ny. H dan Ny. A yang diberikan terapi selama 6 hari. Terapi rendam kaki dengan air hangat adalah terapi dengan cara merendam kaki hingga batas 10-15 cm diatas mata kaki menggunakan air hangat. Hasil penelitian yang didapatkan setelah 6 hari pemberian intervensi menunjukkan bahwa Ny. H sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 155/91 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 150/85 mmHg. Sementara Ny. A sebelum diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 135/75 mmHg dan sesudah diberikan terapi menunjukkan tekanan darah 124/72 mmHg. Berdasarkan hasil studi kasus yag dilakukan pada Ny. H dan Ny. A dengan judul terapi rendam kaki air hangat dengan jahe merah terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi disimpulkan bahwa terdapat perubahan penurunan tekanan darah pada kedua klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PNEUMONIA DI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2026•

Pneumonia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Kondisi ini sering menimbulkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, peningkatan frekuensi napas, serta penurunan toleransi aktivitas sehingga memerlukan penanganan dan asuhan keperawatan yang tepat. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Pneumonia di ruang rawat inap Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil pengkajian menunjukkan perbedaan keluhan utama pada kedua pasien, yaitu pasien 1 mengeluh batuk berdahak disertai sesak napas, sedangkan pasien 2 mengeluh sesak napas. Kesamaan data yang ditemukan pada kedua pasien meliputi takipnea, peningkatan kadar leukosit dan neutrofil, penurunan hemoglobin, serta kadar natrium rendah. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, nyeri akut, risiko defisit nutrisi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien, meliputi manajemen jalan napas, manajemen nyeri, manajemen energi, pemantauan nutrisi, perawatan luka, dukungan mobilisasi, dukungan perawatan diri, dan dukungan tidur. Hasil evaluasi menunjukkan pada pasien 1 diagnosis risiko defisit nutrisi tidak terjadi selama masa perawatan, sedangkan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan nyeri akut belum teratasi. Pada pasien 2, diagnosis pola napas tidak efektif, defisit perawatan diri dan gangguan pola tidur berhasil teratasi, sedangkan diagnosis yang belum teratasi yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan integritas kulit. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif dan terstruktur sesuai standar keperawatan diperlukan untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien pneumonia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2026•

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel sehingga menyebabkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan medis dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan (CKD) di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan secara holistik. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, manajemen nyeri, manajemen hipertermia, pemantauan status sirkulasi, pengaturan pola istirahat, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan yang dirasakan, membaiknya kondisi umum pasien, serta tercapainya sebagian besar tujuan keperawatan yang telah ditetapkan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien (CKD) serta mendukung keberhasilan terapi yang diberikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

The Effect of Skimming Technique on Students' Reading Comprehension of Descriptive Text at Tenth Grade Students of SMAN 4 Tarakan

2026•

This study aims to ascertain the impact of skimming techniques on the reading comprehension of descriptive texts among tenth-grade students at SMAN 4 Tarakan. This research utilized a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test pre-experimental design. The sampe comprised Class X-5, consisting 0f 35 students selected through purposive sampling. The research instrument was a reading assessment including 15 questions, conducted prior to and following the intervention. The skimming approach was implemented during three sessions. The researcher subsequently evaluated using the Wilcoxon Signed-Rank Test due to the non-normal distribution. The study’s results indicated that the students’ average pre-test score of 44.26 rose to 74.20 on the post-test. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a p-value below 0.05 (p 0.05), leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and rejection of the null hypothesis (Ho). Consequently, the skimming strategy significantly influences the reading comprehension abilities of tenth-grade students at SMAN 4 Tarakan when engaging with descriptive texts.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Konsuemen Mie Basah (Studi Kasus Mie Telor Barokah Kabupaten Bulungan)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, promotion terhadap keputusan konsumen mie basah. Variabel product, price, place, promotion berperan sebagai variabel independen dan variabel keputusan konsumen sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data diperoleh dari penyebaran kuesioner dan google forms kepada 78 konsumen mie basah home industry Mie Telor Barokah. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS dan uji yang dilakukan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji F dan uji R square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel product (t hitung 1,666 t tabel 1,992), price (t hitung 2,805 t tabel 1,992), place (t hitung 2,058 t tabel 1,992) promotion (t hitung 2,173 t tabel 1,992) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen. Secara simultan variabel product, price, promotion, place berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dengan nilai F hitung 6,354 dengan Sig 0,000. Nilai R Square sebesar 0,253, dalam penelitian ini variabel X mampu menjelaskan 25,3% terhadap variabel Y dan 74,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail