ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nomei (Harpodon nehereus) dan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan sumber daya perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung protein, serat pangan, mineral, dan berbagai komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik sensori serta komposisi proksimat cookies, sekaligus menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan lima formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan penambahan masing-masing 10g tepung ikan dan tepung rumput laut, F2 masing-masing 20g, F3 masing-masing 30g, dan F4 masing-masing 40g. Karakteristik sensori yang dievaluasi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kenampakan, sedangkan karakteristik kimia mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar serat pangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut memengaruhi penerimaan sensori cookies. Formulasi F1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi dengan skor tekstur 5,77 ± 1,01; warna 5,27 ± 0,94; aroma 5,87 ± 0,90; rasa 5,97 ± 1,13; dan kenampakan 5,67 ± 0,61. Berdasarkan hasil analisis kimia yang dilaporkan, formulasi terpilih memiliki kadar air 10,33%, abu 9,00%, protein 51,54%, lemak 9,80%, karbohidrat 17,28%, dan serat Pangan 25,23%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F1 dengan penambahan masing-masing 10% tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii merupakan formulasi terbaik berdasarkan penerimaan sensori dan karakteristik kimia cookies.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Nomei (Harpodon nehereus) merupakan ikan istimewa dan salah satu kharateristik dari kota Tarakan, dikarenakan termasuk kedalam hewan endemik yang hanya dijumpai di daerah pesisir tepatnya pada daerah Juata Laut. Kandungan gizi dan protein yang terdapat pada ikan nomei sangat tinggi sehingga banyak digemari oleh masyarakat kota Tarakan. Mencegah turunnya tingkat populasi ikan nomei akibat penangkapan yag dilakukan oleh nelayan yang secara terus menerus sehingga diperlukan budidaya yang berkelanjutan dan sinergis dengan cara domestifikasi. Untuk menunjang kegiatan domestifikasi ikan nomei dilakukan dengan cara implementasi pengendalian kualitas air kolam dengan memperhatikan dua parameter terukur yaitu salinitas dan pH air dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali kualitas air kolam. Adapun hasil pengendalian pada salinitas air kolam up to down mengalami penurunan sebesar 3.0316% dan pada down to up kenaikan nilai salinitas sebesar 8.18382%. Untuk pengendalian pH air kolam sistem bekerja dengan baik dan mampu mempertahankan nilai pH pada set point yang telah ditentukan pada jam 1:08:00 AM, 2:08:00 AM, 3:06:00 AM, 4:33:00 AM, 6:37:00 AM, 7:13:00 AM dan 3:01:00 PM dengan nilai pH antara 7.5 – 8.5. Rekomendasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem kendali kualitas air yang telah dibuat mampu mempertahankan dan mengendalikan pH air kolam ikan nomei sesuai dengan nilai set point yang diberikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan nomei (Harpodon nehereus) merupakan target tangkapan utama oleh nelayan Juata Laut yang menggunakan alat tangkap trawl, karena memiliki nilai ekonomis sangat tinggi dan merupakan produk perikanan unggulan Kota Tarakan. Namun limbahnya tidak termanfaatkan yaitu kepala dan jeroan ikan Nomei, sehingga dapat diolah menjadi tepung ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kepala ikan Nomei di kota Tarakan sebagai bahan pembuatan tepung ikan. Prosedur penelitian ini terdiri dari meliputi pembuatan tepung ikan dengan bahan yang digunakan berupa 100% jeroan ikan nomei, 100% kepala ikan nomei dan 50% jeroan dan 50% kepala ikan nomei, lalu dilakukan pengujian secara fisik dan pengujian proksimat yang disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian secara fisik tepung ikan nomei memiliki warna coklat terang dan coklat, memiliki aroma amis dan tekstur halus dan sangat halus. Hasil uji proksimat tepung kepala ikan nomei memiliki nilai protein 61,70%, lemak 6,8%, air 9%, abu 1,14, tepung jeroan ikan nomei nilai protein 49,47%, lemak 10%, air 10%, abu 1,07%, tepung kepala + jeroan ikan nomei nilai protein 52,76%, lemak 9,6%, air 10%, dan abu 1,44%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah tepung ikan nomei layak untuk digunakan karena syarat tepung ikan sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Hasil tangakapan pada alat tangkap (trawl) mempunyai target tangkapan utama yaitu ikan nomei (Harpodon neherues), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkisaran antatra 100,000-120,000/kg, hasil tangkapan sampingan yaitu ikan gulamah (Johnius sp), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah yang berkisaran antara 10,000-25,000/kg dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) yang dimana ikan ini tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya dikonsumsi oleh nelayan, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskrptif kuantitatif dan survey lapangan dengan pengambilan sampel yang berupa data dengan mengumpulkan sampel dengan 30 ekor setiap spesies yang sama dengan 12 kali pengambilan data selama 8 bulan. Pengambilan data penelitian berupa pengukuran berat total dan panjang total pada ikan nomei (harpodon neherues), ikan gulamah (Johnius sp), dan ikan puput (Ilisha elongata).Hasil penelitian dilakukan pada pertumbuhan hasil tangkapan utama pada ikan nomei (Harpodon nehereus) bersifat allometri negatif dan hubungan korelasi kuat, hasil tangkapan sampingan ikan gulamah (Johnius sp), dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) memiliki pertumbuhan allometri negatif dan hubungan korelasi yang sama yaitu sangat kuat.