ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Perairan Pulau Bunyu dipengaruhi oleh sirkulasi massa air estuari dan Laut Sulawesi yang menjadikannya sebagai potensi sumber daya perikanan yang sangat besar. Penelitian mengenai keanekaragaman ikan di kawasan Pulau Bunyu telah banyak dilakukan, oleh karena itu perlu ada penelitian lanjutan untuk melengkapi data dan informasi ilmiah tentang keanekaragaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan, kelimpahan jenis (Kj), keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (D) spesies yang terdapat di perairan laut Pulau Bunyu. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 sampai dengan Maret 2025. Metode perolehan sampel dilakukan secara eksploratif dan tidak bersifat time series. Beberapa alat tangkap yang digunakan seperti pukat gondrong, bubu dasar, dan rengge pada 8 stasiun penangkapan. Proses identifikasi jenis ikan dilakukan melalui identifikasi morfologi yang dilakukan dengan mengamati struktur tubuh ikan dari bentuk luar ikan, pola pewarnaan, bentuk mulut, bentuk ekor dan ciri- ciri yang terlihat pada ikan. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan jenis yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 1.786 individu yang diklasifikasikan menjadi 74 Famili 80 genus dengan 115 spesies. Hasil Kelimpahan ikan yang telah dilakukan didapatkan komposisi tertinggi terdapat pada spesies ikan puput (Ilisha elongata) dengan nilai kelimpahan 29% dan komposi terendah terdapat pada jenis ikan bulu ayam (Coilia neglecta) senilai 13%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) keseluruhan lokasi pengamatan berada pada retang 1,76–2,89, nilai keseragaman (E) berada pada rentang 0,23-0,57, dan dominansi (D) 0,11-0,50. Nilai indeks keanekaragaman keseluruhan lokasi pengamatan menunjukkan tingkat keanekaragaman spesies berada pada kondisi sedang dengan nilai keseragaman menunjukkan sebagian besar lokasi pengamatan berada pada kondisi yang tertekan, dan dominansi yang sebagian besar lokasi pengamatan berada pada lokasi pengamatan pada kondisi yang rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penangkapan ikan puput yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada penurunan populasi dan hasil tangkapan. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan pola pertumbuhan, faktor kondisi dan rasio kelamin ikan puput (Ilisha elongata) dari hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide selama 2 bulan (Januari-Februari 2022). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan puput (Ilisha elongata) jenis kelamin jantan dan betina adalah allometrik negatif (b3). Hasil analisis factor kondisi (Kn) ikan puput (Ilisha elongata) di perairan Juata Laut berkisar 1,00 – 1,01 untuk Jantan dan 1,02 – 1,04 untuk betina sehingga menunjukkan bentuk tubuh yang kurang pipih. Hasil perbadingan rasio kelamin pada ikan puput (Ilisha elongata) 1: 1,57 (140 ekor jantan : 220 ekor betina). Kesimpulan dari penilitian ini didapatkan pola pertumbuhan ikan puput selama minggu ke-1 sampai ke-7 menunjukkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat dan faktor kondisi ikan puput didapatkan bentuk tubuh yang kurang pipih dengan kondisi perairan Juata Laut yang baik (>100). Berdasarkan rasio kelamin, betina lebih banyak daripada jantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
KELIMPAHAN DAN STRUKTUR UKURAN IKAN PUPUT (Ilisha elongata) HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Abstrak Salah satu perairan yang berada di wilayah administrasi Kota Tarakan adalah Perairan Juata. Perairan ini memiliki ikan puput (Ilisha elongata) sebagai salah satu komoditas hasil lautnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling dan bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan dan struktur ukuran ikan puput di Perairan Juata Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara, dan melakukan pengkajian pengaruh parameter lingkungan secara kimia dan fisika terhadap kelimpahan ikan. Hasil penelitian menunjukkan perairan juata laut merupakan bagian dari Kota Tarakan yang berada di wilayah paling utara dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Kelimpahan ikan puput yang di dasarkan pada frekuensi kemunculan dan jumlah hasil tangkapan nilai KR tertinggi pada trip ke dua sedangkan nilai terendah pada trip ke tiga. Komposisi ukuran ikan puput tertinggi yang didapatkan yaitu 460 ekor dengan kisaran panjang 13,41-14,68 cm. Panjang total ikan puput yang terbentuk berkisar antara 10,20-27,83cm. Ukuran panjang cagak ikan puput berkisar dari 11,99-13,25cm. Panjang standar ikan puput tertinggi yang didapatkan berkisar 9,16-10,26cm. Ukuran berat ikan puput menunjukan hasil ukuran berkisar dari 9,00-102,92 gram. Parameter kualitas air fisika dan kimia yang diperoleh menghasilkan nilai Ph antara 7,10-7,85, salinitas menunjukan nilai 24-30ppm , kecerahan menunjukan 65,0-80,0 cm, kecepatan arus menunjukan 0,60-1,70 m/s, suhu menunjukan antara 25-33oC. Hasil analisa regresi sedehana antara hasil tangkapan dan parameter kualitas air secara terpisah menghasilkan nilai korelasi, deteminasi, dan nilai signifikansi begitupun pada regresi berganda menunjukkan hasil yang sama yaitu tidak ada pengaruh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Hasil tangakapan pada alat tangkap (trawl) mempunyai target tangkapan utama yaitu ikan nomei (Harpodon neherues), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkisaran antatra 100,000-120,000/kg, hasil tangkapan sampingan yaitu ikan gulamah (Johnius sp), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah yang berkisaran antara 10,000-25,000/kg dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) yang dimana ikan ini tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya dikonsumsi oleh nelayan, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskrptif kuantitatif dan survey lapangan dengan pengambilan sampel yang berupa data dengan mengumpulkan sampel dengan 30 ekor setiap spesies yang sama dengan 12 kali pengambilan data selama 8 bulan. Pengambilan data penelitian berupa pengukuran berat total dan panjang total pada ikan nomei (harpodon neherues), ikan gulamah (Johnius sp), dan ikan puput (Ilisha elongata).Hasil penelitian dilakukan pada pertumbuhan hasil tangkapan utama pada ikan nomei (Harpodon nehereus) bersifat allometri negatif dan hubungan korelasi kuat, hasil tangkapan sampingan ikan gulamah (Johnius sp), dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) memiliki pertumbuhan allometri negatif dan hubungan korelasi yang sama yaitu sangat kuat.